Dinas Baru, Warga Harapkan Kebersihan Kota Lebih Baik

petugas-kebersihan-membersihakn-tumpukan-sampah-yang-berserakan-di-depan-sd-09-jalan-baharudin-jusuf-tembilahanTembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan berharap kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman untuk segera bekerja dengan serius khususnya dalam mengatasi persoalan sampah di dalam kota Tembilahan.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Herman (41), tolok ukur utama kinerja Dinas baru pecahan dari Dinas PU ini dimata masyarakat adalah mampu atau tidaknya ianya menciptakan kota Tembilahan yang bersih dan indah.

“Sebagai masyarakat kami sangat berharap Dinas ini akan mampu mengatasi persoalan sampah yang selama ini kerap menimbulkan kesan kumuh bagi kota Tembilahan,” Ujarnya, Selasa (7/1/2014)

Ditambahkan Herman, dengan berdiri sendiri, DKPP harusnya akan lebih mudah untuk melakukan koordinasi dan mengambil kebijakan sehubungan dengan tugas dan fungsinya.

Juned, warga Tembilahan lainnya juga menyampaikan harapan yang hampir senada. Selama ini menurutnya, produksi sampah yang dihasilkan oleh aktifitas masyarakat kerap tidak sebanding dengan jadwal pengangkutan. Akibatnya, dilokasi penampungan sementara sampah kerap menumpuk dan mengganggu aktifitas masyarakat.

Dalam kesempatan itu ia juga sempat menyarankan agar Dinas terkait menyediakan tempat sampah yang lebih memadai di lokasi penampungan sementara agar sampah-sampah tidak sampai berserakan, menimbulkan bau yang tidak sedap dan pastinya mengganggu keindahan kota.

“setidaknya sediakan sarana yang memadai dilokasi penampungan sementara. Jangan sampah dibiarkan berserakan yang menimbulkan pemandangan kota menjadi kumuh dan jorok.” Sarannya.

Pantauan lapangan, beberapa lokasi penampungan sementara selama ini memang kerap kali terlihat tumpukan sampah yang dibuang berserakan. Meski petugas kebersihan beberapa kali mengangkut sampah dari lokasi penampungan sementara itu, tumpukan sampah sepertinya tidak ada habis-habisnya.

Beberapa lokasi penampungan sampah sementara itu diantaranya adalah pada perempatan jalan baharudian jusuf dan batang tuaka, jalan H sadri tepatnya di depan pemakaman umum jabata, pertigaan jalan RA Kartini, perempatan jalan H Khalidi dan RA Kartini, beberapa titik di ruas jalan H Said, pertigaan jalan sudirman ujung tepatnya disamping SD 001/003 Kecamatan Tembilahan serta beberapa titik penampungan sampah sementara lainnya.




Bunda PAUD Inhil Berikan Bantuan APE

Foto Bersama Bunda PAUD dengan Tenaga Pengajar serta Murid PAUD Cahaya Bunda. Foto: Humas Pemkab Inhil
Foto Bersama Bunda PAUD dengan Tenaga Pengajar serta Murid PAUD Cahaya Bunda. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah Wardan memberikan bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) kepada sejumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Kegiatan yang disejalankan dengan kunjungan kerja Bupati ke beberapa kecamatan di Inhil bagian utara ini ditujukan sebagai salah satu upaya untuk menuntaskan program 1 desa 1 PAUD.

Bunda PAUD Inhil berharap bantuan APE ini akan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tenaga pengajar dalam memberikan pembekalan ilmu kepada anak-anak usia dini. “Jalankan tugas dengan penuh tanggungjawab. Anak-anak pada usia 0-3 tahun sangat mudah menyerap apa yang terjadi disekitarnya. Jika salah dalam memberikan proses pendidikan, tentu akibatnya akan fatal,” Pesan Istri Bupati Inhil ini

Beberapa lembaga PAUD yang menerima bantuan yakni PAUD Cahaya Bunda, Desa Bukit Sari Intan Jaya Kecamanta Pulau Burung dan PAUD Restu Ibu, Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Bunda PAUD Inhil Hj.Zulaikha Wardan selain memberikan bantuan berupa APE juga meresmikan PAUD Cahaya Bunda, Desa Bukit Sari Intan Jaya Kecamanta Pulau Burung yang di tandai dengan Pengguntingan Pita.(adv pemkab inhil)




Terungkap, Zukifli Hasan Izinkan Perubahan Kawasan Hutan di Riau

zulkifli-hasanJAKARTA – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengungkapkan Menteri Kehutanan 2009-2014 Zulkifli Hasan telah memberi persetujuan secara lisan terkait usulan perubahan kawasan hutan di provinsi Riau.

Permohonan perubahan tersebut disampaikan Annas Maamun yang saat itu menjabat gubernur.

Saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Arsyadjuliandi mengatakan Annas mengirimkan surat surat berdasarkan SK 673/Menhut-II/2014 tanggal 9 Agustus 2014 tentang perubahan peruntukan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan dan penunjukan bukan kawasan hutan menjadi kawasan hutan di Riau.

SK tersebut dikeluarkan Zulkifli. Surat tersebut kemudian diantar Arsyadjuliandi ke ke kementerian kehutanan dan bertemu Zulkifli. Saat itu Arsyadjuliandi menjabat wakil Annas.

Menurut Arsyadjuliandi selain memberikan tanda centang, Zulkifli memberikan persetujuan secara lisan.

“Ini bisa, ini bisa. Terus habis itu bilang jangan lebih dari tiga puluh ribu hektar,” ujar Arsyadjuliandi menirukan pernyataan Zulkifli, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/12/2014).

Walau mengatakannya secara lisan, Arsyadjuliandi mengaku paham makna pernyataan tersebut. Menurut dia, pernyataan lisan itu adalah persetujuan atas surat usulan perubahan yang disampaikan Annas.

“Kita menganggap itu komitmen beliau. Setelah beliau mencontreng maksimum tiga puluh ribu hektar, beliau berangkat. Kita disuruh bertemu salah satu direkturnya,” kata Arsyadjuliandi.

Zulkifli sendiri telah membantah tanda contreng yang dia bubuhkan adalah bentuk persetujuan surat perubahan kawasan hutan yang diajukan Annas. Menurut dia, surat tersebut harus dibaca teliti dan didisposisi ke direktur terkait untuk meminta saran dan pertimbangan.

“Saya lihat ini karena saya baca di koran centang mencentang saya dianggap setuju. Ini nggak betul yang mulia, surat memang saya sampaikan. Saya lihat karena saya harus pelajari yang mulia. Saya kasih disposisi untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan saya minta saran dan pertimbangan. Tetapi Yang Mulia sampai hari H saran dan pertimbangan tidak saya terima dari direktur terkait,” kata Zulkifli yang kini menjabat ketua MPR RI.

Sekadar informasi, nama Zulkifli Hasan disebut dalam surat dakwaan Gulat Manurung.

Zulkifli saat itu memberikan Surat Keputusan Menteri Kehutanan tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan seluas kurang lebih 1.638.249 hektare, Perubahan Fungsi Kawasan Hutan seluas kurang lebih 717.543 hektare dan Penunjukan Bukan Kawasan Hutan Menjadi Kawasan Hutan seluas kurang lebih 11.552 hektare di Provinsi Riau.

Annas kemudian memerintahkan bawahannya untuk melakukaan penelaahan, terkait adanya kesempatan untuk melakukan revisi itu. Penelaahan itu terkait kawasan yang masih masuk dalam kawasan hutan, untuk direvisi menjadi bukan kawasan hutan / Area Penggunaan Lainnya (APL).

Hasil telaah itu kemudian diterbitkan dalam surat gubernur riau yang kemudian diajukan kepada Zulkifli Hasan. Zulkifli kemudian memberikan tanda centang persetujuan terhadap sebagian kawasan dalam surat pengajuan tersebut. Antara lain untuk jalan tol, jalan provinsi, kawasan Candi Muara Takus dan perkebunan untuk rakyat miskin seluas 1.700 hektar di Kabupaten Rokan Hilir. (tribun)




Ijajah UNISI Tembilahan Tak Berlaku? Fitnah

unisiTembilahan (detikriau.org) – Tersebarnya informasi tidak berlakunya ijajah Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan nyata hanyalah sebatas fitnah. Buktinya, 99 persen alumni UNISI dinyatakan lulus secara administrasi dan beberapa diantaranya bahkan lulus dalam tes CPNS 2014 yang lalu.

“Jika ijazah Unisi ini tidak diakui Negara, tidak mungkin alumninya bisa lulus tes CPNS. Lulus atau tidaknya seseorang sepenuhnya ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Sama sekali tidak ada sedikitpun campur tangan Pemerintah Daerah,” Ujar Ketua Dewan Pembina yayasan Tasik Gemilang, H Indra M Adnan kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, senin (5/1/2015)

Menurut mantan Bupati Inhil periode 2003-2013 ini, sebelum bisa mengikuti tes CPNS hingga dinyatakan lulus atau tidak, setiap calon peserta haruslah melewati proses seleksi administrasi yang murni dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pemerintah daerah hanya bertugas untuk mengirim semua persyaratan administrasi calon peserta CPNS ke BKN dan melaksanakan ujian.

“Jika Alumni UNISI dinyatakan bisa mengikuti tes CPNS sama artinya ijajah yang menjadi salah satu syarat administrasi mereka pastinya sah. Jika tidak sah, jangankan lulus CPNS, mengikuti tes saja tentunya tidak dibenarkan,” Tegas Indra

Pada kesempatan ini, Indra juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi ragu untuk melanjutkan pendidikan di UNISI. Informasi yang mungkin sengaja disebar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab selama ini menurutnya nyata hanyalah sebatas fitnah.

Sebelumnya, Bupati Inhil, HM Wardan juga pernah menegaskan bahwa UNISI Tembilahan adalah sebuah Universitas yang sudah terakreditasi. Lulusan UNISI yang mengikuti tes CPNS, 99 persenya dinyatakan lulus secara administrasi.

“Hal ini tentunya menjawab keraguan kita akan keabsahan ijajah UNISI selama ini. Oleh karenanya secara terang saya sampaikan bahwa UNISI telah terakreditasi secara sah,” Ujar Bupati Inhil dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisiten III Setdakab Inhil, H Afrizal saat pelantikan Rektor UNISI masa bhakti 2014-2017, Dr R Sri Handayani,SE,MM bertempat di Lapangan Fakultas Ekonomi Unisi jalan Soebrantas Tembilahan, Kamis (11/12/2014) yang lalu

Berdasarkan data yang diperoleh detikriau.org, diantaran alumni Unisi yang berhasil lulus pada tes CPNS tahun 2014 di Pemkab Inhil adalah Aryati (Alumni Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi) formasi jabatan Perencana Pertama, Muhamad Yandri (Alumni Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) formasi jabatan Guru Bahasa Inggris Pertama. Evi Hernita (Alumni Penjaskresek, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) formasi jabatan Guru Penjas Orkes Pertama dan Herman (Alumni Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer) formasi jabatan Pranata Komputer Pertama.(dro)




Tahun Baru, Harga Sembako Stabil

pedagang-pasarTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pasca momen pergantian tahun baru 2015 serta beriringan dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, harga kebutuhan sembako di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih stabil seperti biasa.

“Sayur-sayuran masih stabil. seperti tomat salah satunya, harga masih dikisaran 13 ribuan per kilo, kalaupun ada yang tinggi, itu hanya kebijakan si penjuannya saja,” kata salah satu pedagang sembako di pasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan Saleh (26), senin (5/1/2015)

Ditambahkan Saleh, harga sejumlah kebutuhan pokok memang sedikit mengalami kenaikan menjelang pergantian tahun kemaren. Namun tidak pada semua kebutuhan, kenaikan hanya terjadi beberapa kebutuhan pokok yang berkiatan dengan momen natal dan tahun baru.

Menurut Anto, salah seorang pedagang ikan di pasar parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu nyatakan bahwa harga ikan juga relative stabil. Harga ikan menurutnya lebih dipengaruhi dari tercukupinya atau tidak pasokan ikan dari pedagang besar.

“kalau pasokan normal, harga biasanya tidak ada perobahan. Meski untuk beberapa komoditas seperti kepiting harga cukup melonjak. Hal ini lebih disebabkan karena minimnya pasokan.” Ujar Anto sambil mengatakan nelayan sekarang lebih memasarkan kepiting ke Batam dan Singapura karena harga jual yang lebih tinggi dibandingkan pasar lokal,

Sementara tu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil melalui Kabid Perdagangan, Raja Taruna S Sos membenarkan hingga kini harga sembako masih stabil, tidak ada terjadi kenaikan maupun penurunan drastis.

“Sebagian besar harga sembako saat ini masih tercatat pada harga normal, meski beberapa sembako ada yang turun harganya dan sebahagian ada juga yang naik. Namun persoalan itu biasa terjadi di pasaran,” Sampaikannya, senin (5/1)

Ditambahkan Raja Taruna setidaknya ada tiga jenis sembako mengalami penurunan seperti, daging ayam Ras pada akhir tahun kemaren dengan harga Rp 28 ribu, harga Wortel Rp 15 ribu dan terakhir harga Tomat Rp 13 ribu.

“Harga masing-masing jenis sembako itu mengacu pada catatan pada tanggal 30 Desember 2014 lalu, dan memasuki awal tahun ini dimulai mengacu pada tanggal 2 Januari 2015. Masing-masingnya kini mengalami penurunan sekitar Rp 1000 perkilo,” tambahnya.

Untuk kebutuhan lainnya seperti Beras, minyak goreng, gula dan lainnya tidak ada perobahan. Kalaupun ada kenaikan atau penurunan masih dalam batas normal. Tandasnya. (mirwan)




Bupati Inhil Hadiri Peringatan HUT Kecamatan Kateman

Bupati terima Palakat Kecamatan Kateman dari Camat pada Malam Puncak HUT Kecamatan yang Ke-66
Bupati terima Palakat Kecamatan Kateman dari Camat pada Malam Puncak HUT Kecamatan yang Ke-66

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Kateman yang ke-66 tahun 2014. Kegiatan yang pusatkan di Sungai Guntung Kecamatan Kateman juga dihadiri Forkopimda Inhil, Bunda PAUD H.Zulaikha Wardan, beberapa Pejabat eselon II dan III di lingkungan PEMKAB Inhil, serta beberapa mantan Camat Kecamatan Kateman, Sabtu Malam (3/1/2015) kemaren.

Atas nama Pemda dalam sambutannya Bupati mengucapkan selamat Milad Kecamatan Kateman. Sesuai dengan tema HUT Kecamatan kateman dikatakan Bupati sangatlah sejalan dengan upaya-upaya yang di laksanakan tidak hanya tingkat Kecamatan kateman dan Kabupaten Inhil, tetapi dalam skala Nasional yang menitikberatkan kepada perdagangan, Perindustrian perikana dan maritime.

“Kita berharap dengan letak kecamatan kateman yang strategis yang berdekatan dengan kota Batam dan negara tetangga Singapura mudah-mudahan dengan kesungguhan dan dukungan masyarakat kedepannya Kateman akan menjelma menjadi Kecamatan yang terdepan di kabupaten Inhil,” Do’a Bupati

Ditambahkan Bupati, beberapa program pemda yang menjadi prioritas utama semenjak menjabat sebagai Bupati, salah satunya adalah di bidang pembangunan seperti pembanguan Desa melalui program Desa Maju Inhil jaya (DMIJ).

Usai melaksanakan Malam Puncak HUT Ke-66 Kecamatan Kateman, esok paginya di lanjutkan dengan Gerak jalan santai yang dilepas Bupati Inhil di dampingi Unsur Forkpimda, beberapa Pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil yang di ikuti oleh seluruh Pelajar dan masyarakat Kecamatan Kateman.

Peringatan HUT Kecamatan Kateman yang ke-66 TH 2015 di laksanakan selama 1 bulan penuh sejak tanggal 5 Desember 2014 – 5 Januari 2015 yang sambut meriah masyarakat Kateman yang semenjak berdirinya Kecamatan Kateman 1948-2015 baru pertama kali di laksanakan dan merupakan bentuk wujud syukur atas nikamat yang telah diberikan oleh Allah SWT yang telah di rasakan oleh masyarakat Kateman selama ini .

Malam puncak HUT ke-66 TH 2015 di tandai dengan pemberian plakat dari Camat unsur upika Kecamatan Kateman yang di terima Bupati dan Forkopimda Inhil yang di rangkai dengan berbagai acara, seperti penampilan tarian-tarian khas Daerah, pemutaran film dokumenter berdirinya Kecamatan dan pemberian penghargaan kepada Pemuda yang berprestasi dari Kecamatan Kateman.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Kateman ini, Bupati juga menyempatkan melakukan berbagai kegaitan lainnya diantaranya adalah pelepasana papan Plang Nama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan keteman serta melakukan peninjauan kebeberapa Pembangunan yang sedang berlangsung di kecamatan kateman diantaranya Rumah Daerah Tengku sulung dan mesjid raya Kecamatan Kateman.(adv pemkab inhil)