Sehatkan PDAM TI, Bupati Inhil Segera Tunjuk Dirut Definitif
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan nyatakan akan segera mengupayakan penunjukkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Indragiri definitif. Hal ini dinilai sangat penting disegerakan untuk menuntaskan berbagai keluhan masyarakat terhadap perusahaan daerah penyedia air bersih ini.
“Insyaallah diawal tahun 2015 ini juga kita akan lakukan fit and proper test kepada calon Dirut PDAM,” Sampaikan Bupati baru-baru ini di Tembilahan
Menurut Bupati, kini ia sedang menimbang-nimbang siapa yang layak dan mampu untuk menyembuhkan penyakit kronis yang selama ini dialami PDAM TI agar dapat segera bangkit dari keterpurukannya, khususnya dari segi pelayanan kepada para pelanggan.
“Siapapun yang terpilih nantinya, dia harus mengikuti pelatihan agar benar-benar memahami apa yang menjadi tugas, fungsi dan tanggung jawabnya, terutama bagaimana menyelamatkan PDAM ini,” tambah Bupati
Dengan kondisi PDAM TI saat ini, Bupati mengaku bahwa hampir setiap hari ia menerima keluhan dari masyarakat melalui SMS, baik itu keluahan akan kualitas air yang tidak memuaskan hingga persoalan terputusnya distribusi air kerumah-rumah pelanggan.
“Hampir setiap hari, keluhan masyarakat bermacam-macam namun yang terbanyak adalah persoalan distibusi macet dan kualitas air yang keruh. Persoalan ini tidak lagi boleh dibiarkan. Secepatnya harus tuntas. ” tegas Bupati.(adi/adv pemkab inhil)
Kadis KP Inhil Inginkan Kedepannya BBI Lebih Memberi Manfaat Bagi Masyarakat
Tempuling (detikriau.org) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, H Wiryadi Umar memprogramkan kedepannya Balai Benih Ikan (BBI) yang terletak di Dusun Karya Maju Desa Mumpa Kecamatan Tempuling akan lebih memberikan manfaat bagi kehidupan, terutama kehidupan masyarakat sekitar.
Menurut Wiryadi dalam amarannya pada acara penyambutan siswa Prakerin SMKN 1 Kecamatan Mandah Kab Inhil bertempat di BBI, senin (12/1) untuk mencapai maksud ini, pengelola BBI menurutnya haruslah mampu membaur dengan masyarakat sekitar agar terciptanya rasa kekeluargaan dan mempermudah dalam memberikan sosialisasi.
“Kedepan saya berkeinginan BBI akan lebih dikenal dan disenangi masyarakat. Oleh karenanya, pengelola BBI disamping harus memiliki ilmu perikanan yang baik juga harus bisa bermasyrakat.” Ujar Wiryadi.
Ditambahkan Wiryadi, BBI sejatinya hanya fokus sebagai penyedia bibit ikan unggul, sedangkan budidayanya masyarakatlah yang harus melakukan. Berhasil atau tidaknya BBI terukur jika nantinya masyarakat sekitar akan lebih unggul dalam melakukan budidaya perikanan.
“Pemerintah dalam hal ini BBI dibawah naungan DKP hanya menyediakan sarana dan transfer ilmu. Berhasil tidaknya diukur dari sejauhmana masyarakat dapat menterjemahkan apa yang didapatnya di BBI bagi kehidupannya,” Tegas Wiryadi
Dalam kesempatan itu, Wiryadi juga berpesan kepada siswa dan siswi prakerin untuk dapat memanfaatkan waktu selama menjalani praktek dengan menimba ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Nantinya, setelah selesai dan kembali membaur bersama masyarakat segala ilmu pengetahuan yang didapat diharapkan akan memberikan manfaat untuk mencari penghidupan yang lebih baik terutama bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Usai melaksanakan acara sambutan mahasiswa prakerin SMKN 1 Kecamatan Mandah, Wiryadi didampingi Babinsa, Kepala Desa Mumpa, Kadus Karya Maju, siswa Prakerin dan sejumlah pejabat DKP Inhil melakukan kunjungan kelokasi kolam milik BBI. (*)
Wabup Inhil Hadiri Malam Syukuran HAB Kemenag ke 69
Wakil Bupati di Dampingi Kepala Kantor Kemenag Inhil menyerahkan kunci kendaraan roda dua secara simbolis kepada Penyuluh teladan.
Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo ikut menghadiri Malam Syukuran Hari Amal Bhakti (HAB) Kementrian Agama Ke-69 TH 2015 bertempat di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Inhil, minggu (11/1) malam. Kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam beserta beberapa anggota, Ketua MUI serta Kepala Kemenag dan jajaran Kementrian Agama Kabupaten Inhil.
Dalam sambutannya Wabup mengatakan bahwa Kementerian Agama merupakan salah satu Institusi Pemerintah yang sudah cukup tua dalam menangani urusan agama. Salah satu urusan yang tidak diserahkan kepada Pemerintah Daerah oleh Pemerintah Pusat adalah urusan agama. Ini menandakan bahwa urusan agama adalah urusan yang sangat strategis dan penting bagi bangsa Indonesia.
Meskipun urusan agama menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, bukan berarti Pemerintah Daerah menjadi tidak peduli. Justru karena urusan agama menjadi sesuatu yang strategis maka baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sangat konsen dalam memberikan perhatian. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir selalu melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan Kemenag.
“Harapan saya dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik maka persoalan-persoalan dibidang urusan agama dapat terselesaikan dengan baik dan kondisinya semakin baik lagi di masa-masa yang akan datang,” Harap Wabup
Ditambahkan Wabup, Pemkab Inhil menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan yang kita lakukan memang tidak bisa hanya dilakukan pada pembangunan fisik semata, tetapi pembangunan mental spiritual dan agama juga harus terbina dengan baik, dan Kementerian Agama memegang peranan itu.
Ketika bangunan fisik sudah berjalan baik, namun mentalitas dan keimanan kita tidak terjaga dengan baik, maka pembangunan yang kita lakukan tidak akan berlangsung lama. Sebaliknya apabila masyarakat sudah memiliki mental, keimanan dan ketaqwaan yang baik apapun agamanya, dan disatu sisi pembangunan fisik belum berjalan baik, maka kita yakin masyarakat itu akan menjadi masyarakat yang pandai bersyukur, memelihara hasil pembangunan yang ada, serta akan segera mengejar kemajuan pembangunan di segala sisi.
Juga kata Wabup tidak dapat memungkiri bahwa kiprah Kementerian Agama dalam menjalankan tugas negara sangat menentukan dan memberikan dinamika Pemerintahan tersendiri di Negara ini. Kementerian Agama merupakan Leading sektor pelaksana keagamaan, yang berarti bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memiliki multi agama dan berbagai kepercayaan. Kementerian Agama merupakan ujung tombak suksesnya Penyelenggaraan keagamaan dalam Pemerintahan.
”Tanpa Kementerian Agama kami yakin bahwa akan ada ketimpangan dan kepincangan dalam manajemen Pemerintahan.” Tambahkan Wabup
Masih menurut Wabup, dalam kiprahnya, Kementerian Agama telah memberikan warna dan sinergi yang inovatif dan positif. Berbagai sinergi itu dapat dilihat antara lain dalam Penyelenggaraan berbagai kegiatan Pemerintahan, dan dalam membina kerukunan antar ummat beragama. Hal ini sejalan dengan Keputusan bersama 3 (tiga) Menteri dalam mengayomi umat beragama. Dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Indragiri Hilir sangat terbantu, karena dengan kerjasama yang baik ini kita dapat mengayomi dan membina kehidupan beragama dengan baik pula.
”atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, kami mengucapkan tahniyah, dan selamat memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-69, semoga Kementerian Agama kedepannya menjadi lebih profesional dan lebih amanah, serta dapat lebih meningkatkan kerjasama dalam membangun Kabupaten Indragiri Hilir,” Ucapkan Wabup
usai menyampaikan sambutan wakil bupati juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-69 TH 2015 Sekaligus penyerahan penghargaan kepada Pemenang olimpiade sains MTs tingkat Nasional dan penyerahan Kendaraan operasional roda dua kepada penyuluh. peringatan HAB Ke-69 mengangkat tema; ” Mari Kita Tegakkan Nilai-nilai Integritas, Profesionalitas, Inovasi, tanggung jawab dan keteladanan sebagai Ruh Budaya Kerja Kementrian Agama”.(dro/adv pemkab inhil)
Dinas Ciptakarya Pasok Kebutuhan Air Bersih Bagi Korban Banjir
Bagansiapapi (detikriau.org) – Pemkab Rohil menyediakan air bersih untuk para korban banjir di Rantau Bais dan Ujung Tanjung, Tanah Putih.
Tidak hanya memberikan bantuan sembako, Pemkab Rokan Hilir melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) juga memberikan bantuan air bersih untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK) bagi korban banjir. Karena saat ini, air yang ada sudah berbau, dan tidak bisa lagi digunakan, sesuai keluhan masyarakat.
Sudah diberikannya bantuan air bersih tersebut dikatakan Kepala Dinas CKTR Rohil, Suwandi, Senin (12/1/15) melalui selulernya. “Sudah-sudah,” jawab Suwandi ketika ditanya apakah air bersih yang dijanjikan kepada masyarakat korban banjir sudah disediakan.
Penyediaan air bersih bagi korban banjir tersebut katanya untuk sementara baru pada dua titik, Rantau Bais dan Ujung Tanjung, kedua-duanya berada di Kecamatan Tanah Putih.
Teknis penyediaan air bersih tersebut katanya dengan mengantarkan air bersih menggunakan mobil tangki berisi 5.000 liter.
“Kapan masyarakat butuh, melalui camat maupun sekcam tinggal telpon, diantar,” katanya.
Pelayanan yang diberikan Pemkab Rohi tersebut katanya sesuai dengan keluhan masyarakat, dimana saat ini air yang ada sudah berbau akibat banjir dan tidak bisa digunakan sama sekali.
Sebelumnya, berdasarkan dialog masyarakat terkena bencana banjir dengan Asisten III Ali Aspar ketika mengunjungi korban banjir tersebut terungkap, kalau masyarakat sangat membutuhkan air bersih.
Sehingga, didepan umum, Ali Aspar langsung merespon dan Pemkab Rohil akan mengupayakan melalui Dinas CKTR.
“Disini juga ada Pak Suwandi, Kepala Dinas Cipta Karya, nanti dia akan menyediakan air bersih,” janji Ali Aspar. [tris/adv]
Dewan Sarankan Bupati Tempatkan Aparatur Yang Mumpuni
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyarankan kepada Bupati, HM Wardan agar menempatkan aparatur yang benar-benar mumpuni dan menguasai pekerjaan sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga bisa mendukung dan mensukseskan berbagai kebijakan serta program pembangunan di daerah tersebut.
Usulan tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPRD Inhil, Yuliantini. Menurutnya,hal ini dimaksudkan guna meningkatkan kinerja aparatur yang ada di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil, terutama dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini juga diharapkan tidak terjebak dengan situasi balas jasa, dalam menentukan para petinggi dan pemangku jabatan di Dinas, Badan maupun Kantor di jajaran pemerintahannya.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya dan harus menjadi perhatian serius dari para pengambil kebijakan, yakni tidak mengabaikan konsep evaluasi kinerja SKPD, seperti yang sering disampaikan oleh Bupati Wardan pada beberapa kesempatan.
“Kami di DPRD sangat berharap dalam menyusun pemerintahan, Bupati tetap konsisten menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuannya dan tidak terjabak pada nepotisme dalam upaya balas jasa,” kata Yuliantini, beberapa waktu lalu.
Dengan begitu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Inhil ini, Bupati Wardan akan bisa membangun sistem pemerintahan yang professional, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan efektif dan maksimal.
“Dengan sikap konsisten itu, upaya penegakan supremasi hukum, perbaikan birokrasi, pemberantasan korupsi, pemerintahan bebas kolusi maupun nepotisme akan bisa dilakukan, sesuai dengan spirit baru menuju Kabupaten Inhil yang maju, bermarwah dan bermartabat,” terangnya.(adi/adv DPRD Inhil)
Warga Desa Tanjung Simpang Tuntut Keadilan
“Kebakaran Lahan Turut Hanguskan Perumahan Penduduk, Warga berharap agar ada keadilan dari pihak-pihak terkait dengan memberikan santunan untuk masyarakat sinar danau”
Ketua RT Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Rayo
Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran berharap pemerintah daerah memberikan perhatian atas nasib yang dialami oleh mereka. Satu tahun, pasca kebakaran yang menghanguskan 101 unit pemukiman penduduk, saat ini masih ada warga yang bertempat tinggal dibangunan rumah seadanya dikarenakan ketiadaan biaya.
Berdasarkan penjelasan Ketua RT 38 Sinar Danau Desa Tanjung Simpang, Rayo (38) yang juga menjadi korban dalam keganasan sijago merah kala itu, menurutnya pemicu kebakaran diawali dengan titik api di kanal 33 yang merupakan areal lahan perkebunan milik PT THIP yang kemudian merembet kelahan milik PT SPH selama lebih kurang 21 hari. Setelah lebih kurang 1 bulan api melalap lahan perkebunan milik swasta itu, api akhirnya melahap perumahan penduduk di Sinar Danau Desa Tanjung Simpang yang menghabiskan 94 unit rumah penduduk.
Tidak cukup sampai disitu, jilatan api kemudian menjalar ke lahan PT RIA yang kemudian ke Desa Sepandak dan kembali menghabiskan 7 unit rumah penduduk.
“Waktu api masih berada di lahan PT SPH, masyarakat sebenarnya sudah khawatir. Tapi kita tidak mampu berbuat banyak karena kobaran api begitu besar dan akhirnya-pun meluluhlantakkan perkampungan kami,” Sampaikan Rayo di temui di Tembilahan, sabtu (10/1/2015)
Ditambahkan Rayo, kedatangan mereka ke kota Tembilahan saat ini bermaksud untuk menyampaikan persoalan ini kepada pihak DPRD Inhil. Mereka berharap melalui wakilnya akan dapat menggugah hati pemerintah agar memberikan perhatian kepada nasib warganya.
Saat itu Rayo juga berharap agar ada keadilan dari pihak-pihak terkait dengan memberikan santunan untuk masyarakat sinar danau. sampai saat ini menurutnya warga masih banyak berharap penjelasan tentang kejadian kebakaran sinar danau baik dari pemerintah ataupun dari pihak perusahaan.
Ketua Forum Komunikasi Pemuda Kecamatan Pelangiran, Budiansyah mengungkapkan bahwa ia merasa warga masyarakat Danau yang dilanda musibah kebakaran sangat dirugikan atas kejadian tersebut. Apalagi ia menilai sampai saat ini tidak ada kepedulian dari pihak Pemerintah dan aparat penegak hukum lebih khusus lagi pihak perusahaan.
“Sepanjang penelitian kami dari pengakuan-pengakuan saksi dan korban yang ada di Sinar Danau bahwa sumber titik api itu berasal dari lokasi perusahaan. Harusnya perusahaan memberikan ganti rugi kepada masyarakat kami” Ujar Budiansyah yang juga membenarkan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda-tenda karena mereka tidak mampu untuk membangun rumah.
“mewakili pemuda kecamatan pelangiran saya sangat mengharapkan dan mengetuk pihak pemerintah ataupun pihak perusahaan agar kiranya tersentuh hatinya atas penderitaan yang dialami masyarakat. Apalagi setelah satu hampir satu tahun, tidak ada satupun ditetapkan tersangka atas kejadian itu,” Imbuh Budi.
Untuk sekedar mengingatkan, peristiwa kebakran yang meluluhlantakkan 94 unit pemukiman penduduk Sinar Danau Desa Tanjung Simpang dan 7 unit pemukiman penduduk Desa Sipandak Kecamatan Pelangiran itu terjadi pada tangal 22 Februari 2014 yang lalu.
Dalam persitwa kebakaran hebat itu, meski tidak menimbulkan korban jiwa, petugas kepolisian saat itu memperkirakan musibah ini sedikitnya menimbulkan kerugian sebesar 2,5 Milyar lebih.
Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Kanit Reskrim Brigadir Delni Atma Saputra saat itu menjelaskan bahwa dari keterangan yang berhasil didapatkan dari beberapa saksi dilapangan, sumber api berasal kebakaran lahan.
”Diduga asal api akibat adanya kebakaran lahan, kemudian merambat kerumah yang dihuni oleh Toni Siturus. Karena semua rumahnya terbuat dari papan dan beratap daun rotan sehingga api cepat membesar,” Ujar Delni Atma saat itu.(mirwan)