Bupati Menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi di Mesjid Al-Hidayah Pulau Kijang. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati Menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi di Mesjid Al-Hidayah Pulau Kijang. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menghadiri peringatan Maulid Nabi 1436 H / 2014 yangdi laksanakan di Kecamatan Reteh bertempat di Mesjid Al-Hidayah Pulau Kijang. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat esselon, camat beserta Upika Kecamatan, Senin (12/01/2015) kemaren.

Dalam sambutannya Bupati mengawali dengan ucapan terimakasih yang setingi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kecamatan reteh khususnya Pulau kijang yang telah mendukung dan melaksanakan program Pemerintah Kabupaten selama ini di antaranya, Magrib Mengaji, Jum’at Bersih dan Desa Maju inhil Jaya (DMIJ).

“Semoga apa yang telah kita lakukan selama ini memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat,” Ucap Bupati

Pada peringtan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengangkat tema melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H, kita jadikan Suri tauladan Rasulullah sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini Bupati juga menyerahkan bantuan sejumlah Al-qur’an kepada pengurus Mesjid dalam rangka mendukung program Magrib mengaji.

Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Mesjid Al-Hidayah ini menghadirkan penceramah K.H. Ihya Ulumuddin (Jaka tingkir) dari Jakarta yang dalam tausiyahnya juga mengajak agar seluruh umat islam dapat menjadikan suri tauladan Rasulullah SAW di kehidupan sehari-hari.(dro/adv pemkab inhil)




Dishubkominfo Kembali Lakukan Pertemuan Dengan PKL

13aBagansiapapi (detikriau.org) – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Rohil melakukan pertemuan kembali dengan pedagang kaki lima pasar Jalan Pahlawan Bagansiapiapi. Perihal pertemuan tersebut membahas relokasi pasar.

“Tadi kita sosialisasi dengan pedagang tentang rencana penertiban pedagang sekaligus relokasi pasar Jalan Pahlawan ke Pasar Jalan Bintang. Jadi, finalnya tanggal 15 Januari 2015, semua sudah harus pindah dan lokasi pasar Pahlawan bersih,”kata Kepala Dishubkominfo Rohil H Mukhtar Lutvie, dikonfirmasi, Selasa (13/1/15).

Dikatakan, dalam sosialisasi dishub mengingatkan kepada pedagang supaya mengindahkan himbauan yang disampaikan guna ketertiban dan kenyamanan masyarakat dan pengendara.

“Selama ini Jalan Pahlawan dijadikan pedagang sebagai lokasi pasar, akibatnya arus lalulintas macet dan tranportasi kenderaan terganggu. Intinya, penertiban dilakukan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat pengedara,”ungkapnya.

Masih katanya, batas waktu yang diberikan terhadap pedagang dimaksudkan supaya pedagang dapat membenahi dan membongkar lapak dagangannya. Namun, jika tidak pihak berwenang yang akan langsung menertibkan.

“Kewenangan kita hanya sebatas penertiban kelancaran arus lalulintas jalan, mengenai penertiban lapak menjadi kewenangan dinas terkait seperti satpol PP. Kegiatan itu juga dibackup TNI, DKP dan Dishub,”cetusnya.

Dirinya meminta kesadaran pedagang untuk pindah ditempat yang ditentukan. Penertiban itu dimaksudkan untuk menstrilkan jalan utama di Ibukota Bagansiapiapi,”Jadi ini maskudnya sangat baik, kalau selama ini pengendara memotong jalan, jadi sekarang bisa langsung,” paparnya.[ tris/adv]




Pelayanan PLN Tembilahan Makin Parah, ” Giliran atau Tidak, Listrik juga Mati”

pln1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kondisi pelayanan PLN Rayon Tembilahan semakin hari semakin memprihatinkan. Pemutusan pasokan listrik kerumah pelanggan kini tidak hanya saat dikenai giliran, diluar itupun listrik juga mati.

Pelayanan yang semakin parah ini tentunya dikeluhkan oleh masyarakat setempat, karena tidak hanya mengganggu dan menyulitkan aktifitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan usaha masyarakat tidak berjalan lancar.

“Aneh juga PLN sekarang ini. Kalau kena giliran sudah pasti mati lampu, tapi kenapa ketika kita tidak kena giliran lampu juga mati,” keluh Siti, salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (12/1/2015) malam.

Dijelaskan Siti, saat ini kondisi pemadaman listrik sudah tidak menentu dan tidak sesuai jadwal yang diberitahukan sebelumnya. Bahkan hampir setiap hari lampu penerangan PLN dikatakannya kerap mati secara mendadak.

“Barusan malam minggu kemarin kita kena giliran mati lampu, eh malam ini malah mati lagi. Mana sore tadi lampu juga mati dengan durasi waktu cukup lama,” Kritiknya.

Keluhan senada juga disampaikan Roni, warga Kota Tembilahan lainnya. dikatakan Roni, kondisi listrik seperti ini sangat mengganggu rutinitasnya sehari-hari.

“Kadang-kadang tak tahu kita lagi kerja atau lagi makan, tiba-tiba lampu mati mendadak, padahal bukan giliran kita mati lampu. Kalau sudah gitu, kayak mana kita mau siap-siap,” tambahnya.

Oleh karena itu, masyarakat Kota Tembilahan dan sekitarnya meminta agar pihak PLN dapat segera menuntaskan permasalahan tersebut, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan lagi.

“Kita harapkan pihak PLN bisa secepatnya mengatasi pemadaman listrik bergilir ini, supaya aktifitas kita dapat berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya.(adi)




Herwanissitas : Progam Gemmar Mengaji Diharapkan Jadi Kultur Yang Membudaya

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nyatakan mendukung penuh pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Maghrib (Gemmar) Mengaji di daerah tersebut.

Pasalnya, melalui program yang telah dicanangkan oleh Bupati Inhil, HM Wardan beberapa waktu yang lalu ini, diharapkan dapat mendidik dan memperbaiki akhlak generasi penerus.

Oleh karena itu, DPRD meminta kepada Pemkab Inhil untuk lebih memperhatikan program yang sangat memberikan dampak yang positif ini dengan baik, sehingga dapat menjadi kultur yang membudaya hingga kapanpun.

“Kita harapkan program Gemmar Mengaji ini menjadi kultur di Inhil, supaya sampai generasi keberapapun kegiatan itu tetap terus ada,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas, Senin (12/1/2015).

Untuk mewujudkan hal itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini merekomendasikan dibuatnya Perda Maghrib Mengaji, mengingat saat ini Maghrib Mengaji baru berbentuk Peraturan Bupati (Perbup).

“Kita ingin ini diperdakan, karena Perbup berlakunya hanya 3 tahun dan harus dievaluasi kembali,” terangnya.

Selanjutnya, Herwanissitas juga meminta agar program Gemmar Mengaji ini bisa lebih ditingkatkan dan dikembangkan lagi, sehingga tidak hanya belajar mengaji saja, tapi juga ditambah dengan kegiatan agamis lainnya.

“Dalam program ini bisa ditambah dengan baca dan tulis Al-Qur’an, supaya nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat menjadi bekal untuk generasi muda kita ke depan,” imbuhnya.(di/adv DPRD Inhil)




Puskesmas Harus Berperan Aktif Selenggarakan Pelayanan Kesehatan Tahap Pertama

Bupati Inhil didampingi kadiskes  dan ketua DPRD saat melihat alat kesehatan yang akan diserahkan kepada sejumlah Puskesmas
Bupati Inhil didampingi kadiskes dan ketua DPRD saat melihat alat kesehatan yang akan diserahkan kepada sejumlah Puskesmas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puskesmas sebagai penyelenggara upaya kesehatan primer, diminta untuk berperan aktif dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara terpadu, berkesinambungan dan paripurna.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwi dalam sambutannya saat serah terima alat kesehatan dan ambulance kepada perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Inhil, di halaman Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, sebagaimana diketahui bahwa kesehatan adalah salah satu program yang harus ditingkatkan, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, bidang kesehatan juga termasuk dalam salah satu dari delapan program utama Pemkab Inhil.

“Spirit baru Pemkab Inhil terhadap program kesehatan adalah inovasi pelayanan kesehatan lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau,” tutur Alvi.

Oleh karena itu, untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara terpadu, berkesinambungan dan paripurna perlu ditunjang dengan tersedianya tenaga kesehatan yang memadai dan obat yang cukup.

Kemudian, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, yang tidak kalah pentingnya adalah tersedianya alat kesehatan yang dibutuhkan pada unit pelayanan kesehatan, serta tersedianya sarana penunjang pelayanan kesehatan seperti ambulance, baik darat maupun perairan, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yangbermutu bagi masyarakat.

“Alat kesehatan menurut Undang-undang kesehatan No. 30 Tahun 2009 merupakan instrumen, aparatus, mesin dan atau implan yang tidak mengandung obat, yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia dan atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh,” terangnya.(di)




Program DMIJ 2014, Rata-rata Seluruh Desa Over Prestasi

Bupati turun langsung melakukan evaluasi bersama kepala BPMPD Inhil Yulizal dan Team leader pelaksanaan program DMIJ beberapa waktu lalu.
Bupati turun langsung melakukan evaluasi bersama kepala BPMPD Inhil Yulizal dan Team leader pelaksanaan program DMIJ beberapa waktu lalu.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun baru mulai diterapkan pada triwulan keempat tahun anggaran 2014 lalu, namun pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya di lapangan dinyatakan telah berjalan dengan sukses, lancar dan sesuai harapan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal saat ditemui awak media di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Yulizal, pada tahun pertama pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), yang merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 ini, berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian Inspektorat diketahui bahwa pengerjaan fisik di lapangan memperlihatkan hasil yang sangat baik dan memuaskan.

“Rata-rata seluruh desa over prestasi. Dengan hasil ini, kita tentunya sangat mengapresiasi. Apalagi, waktu yang tersedia untuk pengerjaan fisik dan keuangannya hanya sekitar 3 bulan saja,” tutur Yulizal.

Selanjutnya, mantan Kapala Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Inhil ini berpesan, agar ke depan seluruh kepala desa dapat lebih berhati-hati dalam mengelola dana program DMIJ yang telah tersedia, karena untuk desa yang masuk dalam kategori swadaya saja, akan mendapatkan dana sebesar Rp 2 miliar, serta ditambah bantuan dana dari ADD pusat, provinsi dan kabupaten.

“Untuk mendukung dan mensukseskan program ini, maka pelaksanaannya di lapangan harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan anggaran dan hal-hal lainnya yang tidak diinginkan,” terangnya.

Oleh karena itu, seluruh pihak yang terkait didalamnya diharapkan dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sebaik mungkin, agar spirit baru menuju Kabupaten Inhil yang lebih maju, bermartabat dan bermarwah bisa terwujud sesuai harapan bersama.

“Penggunaan dana DMIJ ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas yang ada di desa masing-masing, agar pembangunan di setiap desa dapat diselaraskan dan menghindari ketimpangan, baik ekonomi maupun keberadaan infrastruktur,” imbuhnya.(di/adv pemkab inhil)