Menpan-RB Sebut PNS Boros Sudah 16 Tahun

5200277_20130530011819JAKARTA–Kebijakan pembatasan PNS melakukan aktivitas di hotel bukan hasil pemikiran sesaat dan tidak ada maksud merugikan dunia usaha.

Ini lantaran banyaknya pemborosan keuangan negara yang telah berlangsung selama 16 tahun terakhir.

Demikian diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi dalam pertemuan dengan pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonrsia (PHRI) Cirebon di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kota Udang itu, Minggu (18/1).

“Masukan ini saya terima tapi perlu saya sampaikan bahwa kebijakan ini bukan bermaksud merugikan siapapun,” ujarnya dalam keterangan persnya, Minggu (18/1)

Dikatakan, kebijakan ini diambil atas telaahan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunam (BPKP), dan dari para manager hotel.

Yudd mengklaim memiliki cacatan bahwa selama 16 tahun terakhir telah terjadi pemborosan keuangan negara yang bisa dikatakan mubazir.

Misalnya ada kantor pemerintah yang dibangun megah tapi tidak digunakan secara optimal. Selain itu banyak bukti terjadinya penyimpangan terus menerus oleh aparatur.

“Kebocoran anggaran pemerintah mencapai tiga puluh persen lebih,” terang Yuddy. (jpnn)

 




PRMI Diyakini Mampu Lahirkan Atlet Renang Berprestasi

DSC_1721TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perkumpulan Renang Millenium Indragiri Hilir (PRMI) kedepannya diyakini akan melahirkan atlet renang putra-putri daerah Kabupaten Inhil yang mampu bersaing diberbagai ajang perlombaan dan mengharumkan nama daerah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil, Rudiansyah melalui Kasi Pembinaan Atlet dan Prestasi Olahraga, Hariadi saat menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan PRMI di lokasi kolam Renang, Telaga Puri Tembilahan, Minggu (18/1/2015) sore.

“Saya yakin dari semangat PRMI ini akan melahirkan atlet renang handal di Inhil. Apalagi anak-anak Inhil ini banyak yang berbakat dibidang itu karena memang tinggal di daerah yang berdekatan dengan perairan. Hanya saja teknik renang yang benar yang belum mereka ketahui dengan baik. Ini tugas utama PRMI kedepannya,” Sebut Hariadi.

Dengan adanya perkumpulan renang perdana di Inhil ini, diharapkan kedepan  akan lahir atlet-atelt yang akan mampu mengharumkan nama daerah baik ditingkat Provinsi maupun ajang yang lebih tinggi.

“Selama ini kita kerap kewalahan untuk mencari atlet renang di Inhil, dengan kehadiran PRMI kita berharap kesulitan itu akan dapat diatasi,”tambahnya.

Melakukan pembinaan para atlet renang kata Hariadi adalah kewenangan dari perkumpulan renang itu sendiri, pemerintah sifatnya hanya mempasilitasi kebutuhan yang diperlukan.

Dengan demikian, ia meminta PRMI untuk maksimalkan pembinaan para atlit termasuk menjadwalkan uji coba secara berkala. Disamping itu, sangat diperlukan peran serta dan dukungan semua pihak termasuk para orang tua atlet.

“Karena perkumpulan ini masih baru. Saya minta PRMI untuk mensosialisasikan potensi yang akan didapatkan atlit pada cabang renang ini kepada pihak-pihak terkait lainnya termasuk orang tua mereka,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PRMI Sugito mengatakan akan berupaya memaksimalkan pembinaan atlet renang di Inhil hingga mampu bersaing dengan atlet renang ternama diajang yang yang lebih tinggi. Untuk sementara menurutnya PRMI hanya melakukan pembinaan atlit renang setingkat SD dan SMP. (mirwan/adv pemkab inhil)




Bekerjasam Dengan Pemerintah Pusat, Pemkab Rohil Komitmen Berikan Jamin Makanan Sehat dan Halal di Lingkungan Sekolah

18Bagansiapapi (detikriau.org) – Pemkab Rohil berkomitmen melindungi generasi mudanya terutama siswa-siswi dari jajanan yang tidak sehat dan melemahkan otak, apalagi tidak halal.

Sebab saat ini banyak makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan atau tidak Islami dalam proses produksinya, seperti label halal MUI. Para pedagan yang tidak memperhatikan hal tersebut boleh diusir dari pekarangan sekolah.

Perlidungan tersebut kerjasama dengan Pemerintah Pusat dan sudah ada SK Bupatinya. Menurut Bupati Rohil, Suyatno melalui Asisten Ekonomi Pembangunan Hasrial, Sabtu (17/1/15) saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al Asasiyyah, Bagansiapiapi.

Jajanan yang beredar di sejumlah sekolah di Rokan Hilir saat ini menurut Hasrial dan sudah dinikmati murid-murid, ada indikasi mengandung bahan yang melemahkan otak, sehingga murid menjadi tidak cerdas.

“Bekerja sama dengan Pendidikan (Dinas Pendidikan, red), yang tidak memenuhi syarat kesehatan, yang melemahkan otak, itu dimakan oleh anak-anak kita ini,” ungkapnya prihatin, yang pernah menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Bahkan Hasrial meragukan kehalalalnya, karena proses pemotongan tak Islami dan sudah ada peringatan dari MUI Pusat, bagi yang beragama Islam. “Tidak disembelih, hidup-hidup, masuk semua,” katanya.

Di samping proses penyembelihan tidak Islami, pengawet yang ada pada daging jajanan tersebut bisa menyebabkan penyakit kanker. Sehingga ia memerintahkan kepada guru untuk menanyakan asal usul makanan yang dijual sejumlah gerobak, lihat sanitasi, kesehatannya, kalau tidak sesuai, silakan usir saja.[ tris/adv]




Masih Tunggu Surat Resmi, Susi Air Kembali Berencana Terbang dari Bandara Tempuling

susi airTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemkab Inhil melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) terus berupaya keras untuk mengoperasionalkan Bandara Tempuling.

Perusahaan penerbangan perintis, Susi Air setelah beberapa kali berencana, kali ini kembali berencana untuk terbang melayani penumpang rute Tembilahan-Pekanbaru pada Rabu (28/1/2015) mendatang

“Kita sudah terima sms dari pihak Susi Air, katanya akan memulai penerbangan pada Rabu mendatang,” ujar Kadishubkominfo, Tantawi jauhari, Sabtu (17/1/2015).

Namun ditambahkan Tantawi, meski sudah menerima SMS, namun pihaknya masih menunggu surat resmi dari pihak Susi Air mengenai kepastian pemberangkatan itu.

“Rencananya jadwal terbang baru satu kali dalam seminggu setiap hari rabu. Dari Pekanbaru ke Tembilahan pukul 11.40 WIB. Kemudian dari Tembilahan ke Pekanbaru pukul 12.50 WIB dengan 19 seat.” Tandas Tantawi. (Adi)




Siswa SMA di Mandah-Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

gantung diri Mandah (detikriau.org) – Seorang siswa SMA di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya di RT 23 RW 02 Desa Pancur, Sabtu (17/1/2015).

Camat Mandah, Nursal mengatakan, kematian korban diketahui pertama kali oleh ibunya sekitar pukul 06.30 WIB. Dimana saat itu sang ibu berencana membangunkan anak gadis usia 17 tahunan yang tengah duduk di kelas 2 SMA tersebut.

“Orang tuanya heran karena biasanya jam segitu anaknya sudah siap-siap berangkat ke sekolah, namun karena tak kunjung bangun, ia pun mendatangi kamar anaknya dan alangkah terkejutnya ia menemukan anaknya sudah tewas tergantung,” ujar mantan Camat Gaung ini.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Mandah, AKP Hendri Suparto saat dimintai keterangan terkait kasus ini menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan pihaknya kemudian mendatangi rumah korban.

“Kita kesana dengan membawa dokter untuk melakukan visum, dari hasil visum diketahui ini murni kasus bunuh diri karena tidak ditemukan bentuk kekerasan di tubuhnya,” terang Hendri.

Sementara itu, mengenai apa penyebab sehingga anak pertama dari 3 bersaudara ini rela mengakhiri hidupnya dikatakan Hendri masih belum diketahui.

“Kita belum tahu apa penyebabnya, yang jelas dari hasil visum ini murni kasus bunuh diri,” imbuhnya.(adi)

 




Siapkan Sejak Dini, Dewan Usulkan Guru Yang Ikut Sertifikasi Kuasi Kurikulum 2013

sitasTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan agar guru dan tenaga pendidik yang ingin mengikuti sertifikasi, terlebih dahulu harus menguasai pelaksanaan dan penerapan metode belajar dengan kurikulum 2013.

 

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas. Menurutnya langkah ini dalam upaya mempersiapkan para guru dan tenaga pendidik sejak dini, sebelum metode pembelajaran dengan kurikulum 2013 ini diterapkan secara nasional nantinya.

 

Dikatakan Herwanissitas, dengan ditariknya kurikulum 2013 ini oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Rasyid Baswesan, tentunya menjadi kesempatan bagi seluruh pihak terkait, untuk lebih memantapkan persiapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya di lapangan.

 

“Di daerah kita ini, baru ada beberapa sekolah yang menjadi percontohan dan sudah menerapkan kurikulum 2013, meskipun belum maksimal dan secara menyeluruh, dikarenakan terbatasnya sumber daya yang ada,” ujar Herwanissitas saat berbincang dengan sejumlah awak media di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

 

Dijelaskan, setelah dikeluarkannya keputusan penarikan kurikulum 2013 tersebut, tentu pihak sekolah yang sudah menjalankannya harus kembali ke kurikulum 2006, kecuali bagi sekolah yang sudah menerapkannya selama 3 semester dan ingin melanjutkan.

 

“Namun bagi sekolah yang belum siap, bisa kembali menggunakan kurikulum 2006, sambil memantapkan dan mematangkan persiapan penerapan kurikulum 2013 nantinya,” terang Herwanissitas.

 

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, bagi sekolah-sekolah yang masih ingin melanjutkan dan menerapkan kurikulum 2013, akan menjadi percontohan bagi sekolah lainnya.

 

“Kita minta pihak sekolah terutama para guru dan tenaga pendidik, untuk dapat mempersiapkan diri dengan menjalani bimbingan dan panduan dari kementerian terkait, sehingga ketika kurikulum 2013 ini diterapkan dapat lebih siap dan mantap dalam pelaksanaannya di lapangan,” imbuhnya.(adi)