Bupati Inhil Instruksikan Camat Proaktif Cegah Karhutla

DSC_1766TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menginstruksikan kepada seluruh Camat, untuk lebih proaktif dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dalan lahan (karhutla) di wilayahnya masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Terpadu Penendalian Karhutla jajaran Forkopimda, yang turut dihadiri Camat, Upika dan perwakilan perusahaan di Kabupaten Inhil.

Dikatakan, dalam upaya mengantisipasi sejak dini munculnya titik api atau hotspot yang berasal dari karhutla, maka sangat dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak terkait, khususnya aparatur pemerintahan yang ada di tingkat kecamatan.

“Jadi, salah satu indikator saya dalam mengevaluasi kinerja camat adalah dengan penurunan jumlah hotspot di kecamatan masing-masing,” kata Bupati Wardan.

Selanjutnya, mantan Sekdako Pekanbaru ini juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak membuka lahan baru atau membersihkan lahannya dengan cara dibakar, karena disamping akan mengakibatkan kebakaran juga dapat terkena saksi pidana.

“Perusahaan yang ada di Inhil juga harus menyediakan alat pemadam api ringan serta membentuk Masyarakat Peduli Api (MPI) di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Asisten II Setdakab Inhil Buka Pelatihan Kepala Perpustakaan

Asisiten II Setdakab Inhil, H Fauzar saat membacakan sambutan Bupati
Asisiten II Setdakab Inhil, H Fauzar saat membacakan sambutan Bupati

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Fauzar membuka pelatihan kepala perpustakaan Madrasah tajaan Kemenag Kabupaten Inhil bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kamis (22/1/2015).

Pelatihan yang berlangsung di aula Kantor Kemenag Inhil Kasubag TU Kemenag Inhil, H ABD Muis, Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Inhil dan para peserta pelatihan.

Asisten II Setdakab Inhil menyampaikan dalam sambutannya bahwa Perpustakaan Madrasah ini merupakan perpustakaan yang dikelola sepenuhnya oleh Madrasah yang bersangkutan, dengan tujuan utama mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan Madrasah dan tujuan pendidikan pada umumnya.

Selain itu juga merupakan suatu sistem pengelolaan sebagai sumber informasi oleh tenaga terdidik bagi para Guru, Siswa, maupun Karyawan dari ilmu perpustakaan ini. “Pada proses ini diperlukan sarana dan prasarana dengan menggunakan teknologi untuk memperlancar pelayanan dalam perpustakaan itu,” kata Fauzar.

Menurutnya dalam mewujudkan manajemen perpustakaan yang benar itu maka pengelola perpustakaan perlu mengembangkan kemampuan profesional sebagai Guru Pustakawan. Memperhatikan kemampuan yang diperlukan dan prosedur yang dibutuhkan, untuk dapat mengelola perpustakaan secara efektif dari perpustakaan yang sekedar bertahan hidup menjadi perpustakaan yang benar-benar berjalan secara baik.

Sementara itu, Kepala Kemenag Inhil melalui Kasubag TU, H ABD Muis menyampaikankan bahwa pada pelatihan ini diikuti sebanyak 57 guru agama yang bertujuan untuk dapat mengelola perpustakaan dengan lebih baik dan menarik minat baca anak dan harapan perpustakaan untuk lebih baik lagi.(mirwan/adv pemkab inhil)




Asisiten III Lantik Pengurus IPBB Periode 2014-2019

22Bagansiapapi (detikriau.org) – Asisten III Setda Rohil, Ali Aspar melantik pengurus Ikatan Pengemudi Becak Bagansiapiapi (IPBB) periode 2014-2019. Dalam pelantikan tersebut, pengemudi becak dimintanya ramah dan jujur dalam menentukan tarif becak kepada pendatang.

Pelantikan dilakukan, Kamis (22/1/15) di Aula SMP Negeri I Bagansiapiapi, disaksikan anggota DPRD Yohanis, Kasat Lantas Polres Rohil AKP Rinaldo Aser SH Sik, Kadis Koperasi dan UKM, Jon Syafrindow, serta sekira 300 anggota pengemudi becak lainnya.

Dalam pengarahannya, Ali Aspar meminta kepada pengemudi becak, agar bersikap ramah terhadap pendatang, terutama dalam menetapkan tarif.

Permintaan itu menurut Ali Aspar sangat beralasan, karena cerminan Bagansiapiapi dan Rokan Hilir menurut pandangan orang luar/pendatang, ada pada pengemudi becak.

Karena, pendatang akan memakai jasa becak untuk menuju suatu tempat, dan akan merasa senang jika dia diperlakukan dengan baik. “Kalau pengemudi becaknya baik, maka orang akan menganggap masyarakat Bagansiapiapi baik dan ramah,” katanya.

Dalam pada itu, Ketua IPBB, Kamil, dalam sambutannya bertekad akan membawa organisasi ini kearah yang lebih, dan akan berupaya mengayomi anggota.

Sementara itu, ditambahkan Sekretaris IPBB, Amrial, pengemudi becak yang tergabung dalam organisasi mereka sebanyak 300 orang.

Ditempat yang sama, Kasat Lantas Polres Rohil, AKP Rinaldo Aser SH Sik, meminta kepada pengemudi becak agar menggunakan helm dan memiliki SIM serta kelengkapan surat-surat kendaraan, meskipun becak termasuk kearifan lokal Bagansiapiapi.

Bahkan, Rinaldo menyarankan kepada pengurus IPBB, untuk mengumpulkan anggotanya, agar bisa mengurus SIM secara bersama-sama, dan pihaknya bersedia datang dari Ujung Tanjung. “Tapi jumlahnya harus banyak,” katanya. [tris/adv]




Bantuan Beasiswa Tak Ada Kejelasan. Mahasiswa Nilai Pemkab Inhil Tak Perduli Nasib Putra Daerah

beasiswaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Batalnya pencairan bantuan beasiswa bagi kalangan Mahasiswa dari Pemkab Inhil ditahun 2014 lalu tampaknya akan kembali berulang ditahun 2015. Kondisi ini dinilai oleh banyak kalangan Mahasiswa sebagai bentuk ketidakperdulian Pemkab Inhil terhadap putra daerah yang ingin melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi.

“Jika tahun ini bantuan pendidikan bagi kalangan mahasiswa kembali tidak disalurkan, sama artinya pemkab Inhil tidak perduli akan nasib putra daerahnya sendiri,” Sampaikan salah seorang mahasiswa UNISI, Mayubi melalui detikriau.org, rabu (21/1)

Menurutnya, saat ini ekonomi sedang berada dalam keadaan sulit. Apalagi sumber penghasilan sebahagian besar warga Inhil dari perkebunan kelapa harga jualnya tak juga kunjung membaik. Jika tidak mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah, ia meyakini tidak akan lama lagi akan cukup banyak mahasiswa terutama yang berasal dari daerah terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan disebabkan ketiadaan biaya.

“jika memang pemimpin-pemimpin kami mempunyai hati akan kesusahan masyarakatnya, bantu kami. Jangan biarkan kami putus harapan untuk melanjutkan pendidikan. Kami tidak tau apa alasannya, yang jelas kami menuntut pemerintah daerah untuk memberikan perhatian bagi saya dan mungkin ribuan mahasiswa lainnya yang juga memimpikan menyelesaikan pendidikan pada perguruan tinggi,” Pintanya.

Nasruddin, Mahasiswa Unisi lainnya juga menyatakan ungkapan yang hampir senada. Ia juga mengaku gelisah dengan ketidakjelasan pemberian bantuan bagi mahasiswa ini.” Jika tahun ini juga tidak bisa disalurkan, entah bagaimanan nasib pendidikan kami,” Ungkapnya sambil berharap agar ada upaya dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini.

Sementara itu, Kabag Kesra Setdakab Inhil, H Arifin ketika dikomfirmasi, rabu (21/1) mengakui hingga saat ini memang belum ada kepastian apakah bantuan bagi kalangan mahasiswa bisa diberikan. Yang jelas katanya, dari sekian banyak pengajuan proposal yang masuk, akan diverifikasi dibulan Februari sampai Maret 2015.

“Bulan Februari hingga Maret tahun ini mungkin kita baru lakukan verifikasi pada 1500 an pengajuan proposal bantuan beasiswa. Proses ini harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dianggarkan. Pencairannya belum tau. Kalau tidak ditahun ini, mungkin tahun 2016 mendatang.” Pungkasnya. (mirwan)




Polres Inhil Ingatkan Pelajar Untuk Patuhi Aturan Berkendaraan

Kasat Lantas Polres Inhil AKP A Salmi
Kasat Lantas Polres Inhil AKP A Salmi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk mengantisipasi tingkat kecelakaan, Polres Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menghimbau kepada orangtua untuk berperan aktif dalam menjaga kedesiplinan anak saat berkendara.

Menurut Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik MSi melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Ahmad Salmi bahwa aturan sudah jelas menyatakan batas usia berkemudi minimal berumur 17 tahun, dibawah itu berarti sudah melanggar aturan perundang-undangan dan bisa diberi sanksi.

“ peran orangtua tentuanya harus memperhatikan serta mengawasi anak agar tidak melanggar peraturan lalu lintas dan terlebih dalam hal kelengkapan surat-surat kendaraan dan lainnya.” Sampaikannya, rabu (21/1)

Ditambahkan Kasatlantas, sejauh ini pihaknya sudah menyurati lembaga sekolah baik itu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Tembilahan terkait hal ini. Apabila kedapatan tidak melengkapi ketentuan yang sudah ditetapkan maka akan ditindak tegas berdasarkan aturan yang ada.

“Kita akan tindak tegas jika kedapatan ada anak di bawah umur ataupun siswa-siswi sekolah yang masih belum memenuhi syarat mengendarai kendaraan bermotor, dan bagi sekolah dan para orangtua yang sudah peduli saya ucapkan terima kasih,” Tandasnya. (mirwan)




Tahun Ini, Pemkab Inhil Cairkan Bansos Rp 17 Miliyar Lebih

Kabag Kesra Setdakab Inhil H Arifin
Kabag Kesra Setdakab Inhil H Arifin

TEMBILAHAN  (detikriau.org) – Ditahun 2015 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan mencairkan Bantuan Sosial (Bansos) lebih dari Rp 17 Miliyar untuk perehapan bangunan rumah ibadah dan tempat belajar agama.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Inhil, H Arifin kepada awak media usai mengikuti Rapat koordinasi Terpadu Pengendalian Karhutla di gedung Engku Kelana Tembilahan, Rabu (21/1/2015).

“Ada Rp 17 Miliyar lebih akan dicairkan yang akan dialokasikan kepada Mesjid, Surau, Pesantren, taman pengajian dan MDA yang ada di Kabupaten Inhil ini,” ungkapnya.

Dari sekian banyak rumah ibadah di Kabupaten Inhil, dikatakannya hanya ada sekitar 100 lebih yang akan dibantu perehapan perbaikan, dan ini juga dengan jumlah bantuan yang berbeda-beda, dari angka pencairan Rp 200 juta kebawah hingga Rp 1 Miliyar.

“Pencairannya nanti berpariasi, yang paling tinggi itu Mesjid Al-Huda Tembilahan yang akan dicairkan sebesar Rp 1 Miliyar,” terang Arifin.(mirwan/adv pemkab inhil)