Tahun Ini, Rp 32 M Disediakan Untuk Jalan Provinsi Lintas Enok

Jalan Provinsi Lintas Enok
Jalan Provinsi Lintas Enok

ENOK (detikriau.org) – Ditahun 2015 ini, sepanjang jalan Provinsi penghubung antara Ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan menuju Kecamatan Enok akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 32 miliyar dari APBD Provinsi Riau. Dana sebesar itu diperuntukan bagi perbaikan badan jalan sepanjang 23 kilometer.

“Benar, tahun ini jalan lintas Enok tersebut akan diperbaiki dari dana APBD Provinsi Riau dengan alokasi dana sebesar Rp 32 Miliyar, “ sampaikan Camat Enok Surya Wirawan, Sabtu (24/1/2015).

Namun meskipun begitu, Camat masih belum bisa memastikan dibulan apa dimulai pekerjaan tersebut. Sebab, saat ini menurutnya sedang dalam proses pelelangan. “Yang jelas ditahun ini akan dialokasikan sekaligus dilaksanakan pekerjaannya,” Terangnya.

Ditambahkan Surya, dari jumlah dana yang akan dicairkan ini diharapkan akan mampu menghasilkan kualitas bangunan jalan dengan lebih baik, karena biasanya terang Surya, bantuan untuk perbaikan bangunan jalan dari jumlah Rp 1 miliyar untuk panjang 2 atau 3 km.

“Sekarang ini dari panjang 23 kilo itu dapat Rp 32 miliyar, berarti 1 kilonya dapat Rp 1 miliyar lebih, tentu harapan kita kualitas pekerjaan akan lebih maksimal dan memiliki umur ekonomis yang lebih lama,” Harapnya.

Dalam kesmepatan itu, mewakili masyarakat Kecamatan Enok, Surya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Pemerintah Daerah Provinsi Riau maupun Bupati Inhil dengan diperolehnya pengalokasian sedemikian besar untuk perbaikan jalan tersebut. Dihimbaunya kepada masyarakat Kecamatan Enok untuk memberikan dukungan penuh agar pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik.

“Khususnya untuk masyarakat yang ada di sepanjang jalan penghubung itu, seperti desa Sungai Lokan dan Simpang 3 daratan berikan bantuan agar pekerjaan besar yang hasilnya untuk masyarakat ini dapat sukses dan lancar,” Pungkas Surya.(mirwan)




Staf Ahli Bupati Inhil Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Tanah Merah

Gambar; Humas Pemkab Inhil
Gambar; Humas Pemkab Inhil

KUALA ENOK (detikriau.org) – Peringatan hari besar umat Islam seperti Maulid Nabi 1436 H yang di laksanakan di berbagai tempat khususnya Kabupaten inhil di sambut dengan suka cita oleh masyarakat, salah satunya di Kecamatan Tanah Merah kelurahan Kuala Enok, peringatan Maulid Nabi yang di rangkai dengan gerakan seribu telur juga dirayakan dengan cukup meriah.

Acara ini juga dihadiri Bupati Inhil, HM Wardan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Drs.Sar’i, Ketua DPRD Dani M.Nur Salam, Polres Inhil yang di wakili Kabag OPS dan Camat serta upika Kecamatan Tanah merah, alim ulama serta seluruh masyarakat Kecamatan Tanah Merah yang memadati halaman Kantor Camat. Sabtu (24/01/2015).

Pelaksanaan Gerakan 1000 telur sampai pada tahun 1436 H/2015 M sudah yang ke 9 dan sudah menjadi budaya masyarakat khususnya Kecamatan Tanah Merah.

Sambutan tertulis Bupati Inhil yang di dibcakan Staf Ahli Bupati Drs.Sar’i meyampaikan ucapan puji syukurnya dapat kembali memperingati peristiwa penting dalam Tarikh Islam yakni Maulidnya Nabi Muhammad SAW, yang disejalankan dengan Gerakan 1.000 telur yang rutin diadakan setiap tahun oleh masyarakat Kecamatan Tanah Merah. Beliau menyampaikan harapan semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan, tidak hanya menjadi sebuah kegiatan seremonial belaka.

Dituturkan Bupati, dalam riwayat yang sahih banyak diinformasikan betapa menakjubkan hasil dari perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Allah dan membangun peradaban dunia yang sesuai dengan Fitrah manusia, 14 abad yang lampau.

Tidak sedikit pengorbanan dan kisah heroik perjuangan Rasulullah SAW bersama sahabat dan pengikutnya. Berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, seperti   hinaan, cacian, fitnah dan pengkhianatan, perlakuan kasar tidak manusiawi bahkan berkali-kali beliau dihunus pedang dari pecundang perang, Namun tidak sedikitpun membuat hatinya gentar apalagi bersurut langkah, kehilangan komitmen dalam visi dan misi perjuangan. Akan tetapi beliau tetap tegar, sabar dan santun dalam menyampaikan agama Allah SWT, menyeru manusia ke jalan yang benar dengan taburan rahmat bagi semesta alam, sehingga terwujudnya negeri yang madani dalam naungan ridho Allah SWT.

“ Pada kesempatan yang baik ini saya mengajak kita semua untuk berikhtiar dengan segala daya upaya untuk membangun negeri ini, dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Insya Allah, negeri akan aman dan damai, sejahtera lahir dan batin serta memperoleh keberkahan dari Allah SWT.” Doa Bupati

Disamping itu Bupati juga mengajak untuk menjadikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, sebagai momen perubahan akhlak menuju kemuliaan dan keridhoan Ilahi.

Peringatan Maulid Nabi 1436 H di Kecamatan Tanah Merah menghadirkan penceramah KOMBES M. Yahya Agil dari Mabes POLRI yang dalam tausiahnya menyampaikan bahwa akhalak Rasulullah harus dijadikan teladan yakni salah satu sifat rasulullah yaitu sifat kesabarannya. Yang dalam riwatnya dimana waktu beliau melakukan hijrah ke sebuah kota yang bernama kota ta’ib yang mana masyatakat melempari batu kepada Nabi saat akan memasuki wilayah tersebut yang menyebabkan kaki Nabi terluka.

“Namun Rasulullah sebagai seorang Manusia pilihan tetap sabar dalam menghadapi cobaan seperti ini.” Sampaikanny. (mirwan/adv pemkab inhil)




Dinkes Percepat Realisasi Puskesmas 24 Jam

13bBagansiapapi (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Rokan Hilir secepatnnya akan merealisasikan Program Puskesmas 24 Jam di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.

Kepala Diskes Rohil dr HM Junaidi Saleh dikonfirmasi menjelaskan kepada awak media, program yang sudah ada di Pemkab Rohil terutama di Dinas Kesehatan sendiri cukup banyak, tapi yang saat ini diprioritaskan adalah penerapan Puskesmas 24 Jam.

“Untuk tenaga medis dinilai sudah cukup memadai, sekarang ini kita masih memenuhi segala perlengkapan, terutama alat-alat medis, obat-obatan dan peralatan mobiler sebagai penunjang alat kerja di setiap Puskesmas yang ada di Rohil,”ujar Kepala Diskes Rohil, Junaidi,baru-baaru ini.

Ditambahkan dr HM Junaidi Saleh, pihaknya ingin segera menciptakan Puskesmas Berakreditasi (Standart mutu pelayanan semua sama) karena BPJS akan kerja sama dengan Puskesmas yang terakreditasi dan diharapkan bisa bersaing dengan fasilitas rumah sakit swasta yang ada.

BPJS sendiri telah memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu, di Rohil saja BPJS telah memberikan keringan kepada 180 ribu Jiwa, keringanan ini sudah penuh seleksi dari berbagai penentuan, dalam hal ketidakmampuan untuk membayar BPJS.

“Saya menghimbau, untuk kedepannya mari kita tingkatkan pelayanan, jangan sempat mereka pindah dari puskesmas satu ke puskesmas lainnya, kita selaku pelayan masyarakat, ingat utamakanlah pelayanan kita kepada masyarakat terutama di Rokan hilir,” tandas.[tris/adv]




Kucuran Dana Semakin Besar, Program DMIJ 2015 diminta Lebih Maksimal

Ketua Komisi I DPRD HM Yusuf Said didampingi anggota memimpin hearing bersama BPMPD Kabupaten Inhil
Ketua Komisi I DPRD HM Yusuf Said didampingi anggota memimpin hearing bersama BPMPD Kabupaten Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Dewan meminta pemkab inhil melalui satker terkait untuk mampu lebih memaksimalkan pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) dilapangan dibandingkan dengan sebelumnya.

Tahun 2015 kucuran dana untuk program unggulan dimasa kepemimpinan Warohmah ini akan lebih besar dikarenakan adanya penambahan dana ADD dari pemerintah pusat. Oleh karenanya diperlukan keseriusan agar dapat lebih memberi dampak maksimal bagi percepatan pembangunan masyarakat diperdesaan.

“Karena besarnya dana yang akan diterima desa nantinya, maka para pendamping yang telah ditunjuk harus benar-benar berada di desa dimana ia ditugaskan. Tidak seperti informasi yang kita dapat, yakni ada pendamping yang dalam 6 bulan hanya 3 kali berada di desa, belum lagi yang double job,” Sampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil, H Yusuf Said dalam kesempatan Hearing bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (23/1/2015) malam kemaren.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal menjelaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan program DMIJ

Untuk itu, kata mantan Kabag Keuangan pada Sekretariat DPRD Inhil ini, pihaknya akan menerapkan serta menjalankan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya, termasuk mengenai tugas, fungsi dan tanggung jawab pendamping desa.

“Jika memang ada pendamping desa mana yang tidak berada di tempat, maka akan kita berhentikan. Ini sudah ada ketentuannya, begitu juga dengan rangkap pekerjaan,” tegasnya

Hearing yang digelar di Ruang Banggar Gedung DPRD Kabupaten Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung Ketua Komisi I, HM Yusuf Said didampingi para anggota, Kepala dan jajaran BPMPD, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat. (adi)




Tekan AKI dan AKB, Tahun Ini Diskes Lakukan Pelatihan APN

aki dan akbTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan melakukan pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) bagi tenaga bidan yang ada di daerah setempat.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, salah satu upaya untuk menekan serta mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Inhil ini adalah dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi para bidan.

“Terjadinya kematian pada ibu dan bayi sebagian besar dikarenakan kurangnya SDM bidan pada pertolongan persalinan. Untuk itu, di tahun ini kita akan lakukan pelatihan APN bagi 100 bidan,” tutur Alvi.

Dijelaskan Alvi, dengan adanya pelatihan ini diharapkan semakin memperkokoh dan menjaga profesi bidan, serta mampu menduduki posisi sentral di penjuru negeri seribu parit ini, sehingga dapat meningkatkan kepentingan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi ibu dan bayi.

“Apalagi seperti diketahui bahwa angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Inhil tercatat masih cukup tinggi, jika dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau,” terang Alvi.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, sangat diperlukan adanya perpanjangan tangan Diskes, salah satunya melalui profesi bidan yang dapat bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan, dalam rangka menurunkan angka kematian tersebut.

“Saya berharap agar program kesehatan yang sama-sama kita prioritaskan ini dapat lebih ditingkatkan lagi dimasa-masa yang akan datang, sehingga Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat dapat kita wujudkan,” imbuhnya.(adi)




Bunda PAUD Inhil Terus Beri Bantuan APE

Hj Zulaikah Wardan saat menyerahkan bantuan Alat Peraga Edukatif
Hj Zulaikah Wardan saat menyerahkan bantuan Alat Peraga Edukatif

Tembilahan (detikriau.org) – Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah Wardan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Lembaga PAUD terutama melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya dengan memberikan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) kepada sejumlah PAUD di Inhil.

Ikha, sebagaimana istri Bupati Inhil ini akrab disapa mengatakan bahwa tujuan penyerahan bantuan APE ini adalah untuk mendukung lembaga PAUD dalam penyediaan APE yang sesuai standar. Mengingat dari sejumlah lembaga PAUD yang ada di Inhil belum semua memiliki sarana dan prasarana khususnya APE yang memadai dan sesuai standar.

“Lima aspek perkembangan anak yakni nilai agama, moral, fisik, kognitif, bahasa dan emosional anak dalam menuju kematangan. Setiap anak memerlukan kesempatan tumbuh dan berkembang dan tentunya harus didukung oleh fasilitas yang memadai, salah satunya APE” kata Bunda PAUD Inhil dalam sambutannya saat menyerahkan APE kepada pengurus PAUD Al-Falah di desa Pulau Palas kecamatan Tembilahan Hulu awal pekan kemaren.

Di lembaga PAUD, kata Ikha menambahkan, APE menjadi bagian tak terpisahkan mengingat proses pembelajaran di PAUD adalah bermain sambil belajar yang menyenangkan.

“Melalui media permainan tersebut daya pikir dalam bentuk kreativitas dan konsentrasi anak dapat dirangsang lebih cepat, karenanya semua APE harus mengandung unsur-unsur pendidikan” tambahnya.

APE  yang dipakai dalam proses pembelajaran oleh guru atau pengasuhnya di PAUD tidak harus dibeli dalam bentuk jadi, para guru atau pengajar diharapkan kreatif membuat APE dari bahan-bahan bekas seperti botol maupun barang bekas yang penting menarik serta unik.

Lebih penting lagi kata Ikha, apa yang dibuat tidak harus mahal, asalkan menarik bagi anak, mampu merangsang kerja sensor motorik otak anak, sehingga dapat mengembangkan kecerdasan anak. “Tak lupa APE juga harus mengandung nilai-nilai agama dan budaya serta karakter”. Tandasnya. (dro/adv Pemkab Inhil)