di Jambret. PNS DKP Inhil Kehilangan Handphone dan Surat Penting

“Peristiwa Serupa Sudah Berulang-ulang Terjadi. Polisi Diminta Segera Ringkus Pelaku”

jambretTEMBILAHAN (detikriau.org) – Aksi jambret kembali terjadi di kota Tembilahan, kali ini dialami oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor DKP, Marliani (39). Akibat peristiwa itu korban harus kehilangan satu unit telepon genggam beserta beberapa surat-surat penting. Warga berharap pihak kepolisian bekerja keras untuk meringkus pelaku yang dinilai sudah semakin meresahkan masyarakat ini.

Berdasarkan penjelasan korban, nasib naas itu dialaminya saat akan menjemput anaknya dengan mengendarai motor Suzuki metic BM 2748 GP di jalan pendidikan sekitar pukul 13.15 Wib. Senin (26/1) kemaren

Di TKP persisnya di depan gedung Islamic Center yang saat itu memang suasana sedang sepi, tas yang digantung ditangan kanannya tiba-tiba saja dari arah belakang disambar oleh OTK dengan memakai sebuah motor metic berwarna hitam pelaku kabur melewati lorong kecil disamping rumah Dinas Sekdakab Inhil, lalu menyeberang jalan Swarna Bumi dan menuju Jalan Kembang kemudian ra’ib.

“Tas saya ditarik hingga putus, untungnya saya tidak sempat terjatuh dari motor. Bahkan saya juga sempat mengejar OTK sambil teriak jambret, tapi sayang tidak bisa terkejar,”cerita Marliani sambil mengatakan bahwa seingatnya pelaku memakai Helm dan menggunakan kaos belang-belang warna putih. Namun untuk plat motor pelaku, korban mengaku tidak mengetahui.

Kini korban sangat berharap kepada pihak Kepolisian Mapolres Indragiri Hilir bisa membongkar siapa pelakunya agar kasus yang sama jangan terjadi lagi menimpa warga lainnya.(dro/t)




Dewan Minta Dinsos Berbenah dan Tingkatkan Kinerja

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adrianto
Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adrianto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja aparaturnya, sehingga seluruh pekerjaan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD, H Adriyanto saat hearing yang digelar di ruang Komisi IV Gedung DPRD Kabupaten Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Diakui Adriyanto bahwa dirinya sangat menyayangkan kinerja Dinsos pada tahun 2014 lalu, yang dinilai gagal merealisasikan bantuan hibah bagi masyarakat.

Padahal, lanjut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Inhil ini, masyarakat sudah menunggu-nunggu realisasi dana hibah tersebut, terutama masyarakat yang tidak mampu.

“Alasan tidak bisa direalisasikan, karena banyak proposal yang isinya tidak lengkap. Tapi yang lengkap juga adakan, kenapa malah semua tidak bisa terealisasi,” tutur Adriyanto.

Oleh karena itu, tahun 2015 ini Dinsos diminta untuk menempatkan satu orang dibagian khusus penerimaan proposal, sehingga jika ada yang tidak lengkap bisa langsung dikembalikan dan diperbaiki.

Hal ini jelas Adriyanto sangat penting, karena mengingat cukup banyak masyarakat di Negeri Seribu Parit ini yang tidak faham dalam pembuatan proposal.

“Mulai tahun ini, Dinsos harus banyak berbenah, dengan memperlihatkan kerja nyata di lapangan,” imbuhnya.(adi)




Kemenag Inhil Wacanakan KSM Dan Aksioma di Bulan Maret

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan perlombaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Ajang Kompetisi Seni Olahraga Madrasah (Aksioma) pada bulan Maret mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Inhil H Azhari melalui Kasi Madrasah, H Jisman Arif, Senin (26/1/2015) kemaren. Dikatakannya, tempat perlombaan ini nantinya akan berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tembilahan.

“Untuk peserta KSM dan Aksioma ini akan diikuti seluruh perwakilan pelajar Madrasah se-Kabupaten Inhil, baik tingkat MIN, MTsN maupun MAN,” terangnya

Ia menyebutkan bahwa perlombaan ini bertujuan untuk memotivasi dalam meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, juga mencari siswa yang berprestasi dari berbagai bidang mata pelajaran hingga mampu bersaing dengan lawan ketingkat lebih tinggi lagi.

Sebab, KSM maupun Aksioma ini digelar mulai tingkat Kabupaten sampai ketingkat Nasional. Oleh sebab itu, ia menginginkan putra daerah Inhil tidak hanya bersaing didalam ruang lingkup Kabupaten saja, namun mampu kembali meraih medali ditingkat Nasional.

“Tahun sebelumnya (2014), untuk KSM mewakili Provinsi Riau itu dari salah satu Madrasah Kabupaten Inhil berhasil meraih perunggu ketingkat Nasional yaitu dari MTsN Tembilahan bidang ilmu biologi,” ceritanya.

Dengan demikian, diharapkannya kepada seluruh Kepala Madrasah untuk lebih gencar menggelar latihan kepada anak didiknya dalam menghadapi perlombaan KSM dan Aksioma ini. Dan diharapkannya juga, kedepannya dalam perlombaan tersebut bisa berhasil mencapai ditingakat Nasional dan perstasi bisa lebih meningkat lagi dari tahun sebelumnya.(mirwan)




Hingga 2014, Tercatat 52 Warga Inhil Masih Dipasung

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Berdasarkan laporan dan data yang diperoleh dari 14 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), pada tahun 2014 lalu tercatat sebanyak 52 warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih dipasung.

Warga yang dipasung tersebut, pada umumnya dikarenakan mengalami gangguan jiwa berat, yang rata-rata berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.

Oleh karena itu, dalam upaya memfasilitasi sejumlah warga yang dipasung tersebut, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil telah melakukan sosialisasi dan penjaringan ke 14 Puskesmas yang ditemukan adanya warga yang mengalami gangguan jiwa.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwani Alwi melalui Kepala Seksi Kesehatan, Devi Natalia mengatakan bahwa warga yang dipasung ini merupakan kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Sedangkan yang menengah ke atas, keluarga mereka mampu membawa ke rumah sakit jiwa untuk berobat. Jadi, yang dari ekonomi ke bawah inilah yang dipasung,” kata Devi, belum lama ini.

Adapun 14 Puskesmas di Negeri Seribu Parit, yang ditemukan para penderita penyakit gangguan jiwa, yakni Tembilahan Kota 6 orang, Enok 5 orang, Kotabaru 5 orang, Kuala Lahang 5 orang, Batang Tumu 5 orang, Sungai Piring 5 orang, Pulau Kijang 4 orang, Sungai Guntung 4 orang, Pengalihan Enok 3 orang, Benteng 3 orang, Keritang 2 orang, Kuala Enok 2 orang, Pelangiran 2 orang dan Sungai Salak 1 orang.(adi)




2015, Kemenag Inhil Sediakan Rp 10,6 M Untuk Tunjangan Profesi Guru

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyediakan dana sebesar Rp 10,6 Miliyar untuk membayar tunjangan pada profesi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS tahun 2015.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Inhil H Azhari melalui Kasi Pendidikan Madrasah, H Jisman Arif, Senin (26/1/2015) kemaren. Dikatakannya, dari Rp 10,6 Miliyar itu dikhususkan untuk guru-guru yang mengajar di Madrasah, baik MI, MTs maupun MA se-Kabupaten Inhil.

“Rp 6,5 Miliyar untuk guru PNS dan Rp 4,1 Miliyar guru non PNS,” kata Jisman Arif.

Dijelaskannya, untuk pencairan dana tunjangan tersebut sebenarnya akan dicairkan setiap triwulannya. Namun, melihat kondisi Inhil yang masih memprihatinkan khususnya bagi para guru yang tinggal di pelosok desa, akan lebih terasa sulit jika diberlakukan 1 kali cair dalam 1 triwulan.

Sebab, hal ini akan menambah kerja guru dalam pemberlakuan pengurusan administrasi. “Kita khawatir jam mengajar guru di Madrasah akan terganggu kalau cair setiap triwulan, oleh sebab itu kita berlakukan 1 kali cair dalam 2 triwulan, artinya 6 bulan sekali,” jelasnya. (mirwan)




2 SMK Swasta di Inhil Segera Sandang Status Negri

Kabid Dikmen Disdik Inhil Suwardi
Kabid Dikmen Disdik Inhil Suwardi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemkab Inhil segera menegrikan 2 dari 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta. Kedua SMK itu adalah SMK Tuah Kemuning dan SMK Pekan Tua.

“Persyaratan untuk menegrikan kedua SMK tersebut sudah lengkap dan telah dinaikkan ke Bagian Hukum Setda Kabupaten Inhil, saat ini sedang dalam proses perivikasi pembuatan Surat Keputusan (SK),” Sampaikan Kadis Pendidikan Inhil, Hemi D melalui Kabid Dikmen Suwardi, kemaren.

Ia juga menjelaskan untuk syarat dalam proses penegerian lembaga pendidikan itu diantaranya harus ada sertifikat tanah, surat keterangan dari pengurus yayasan untuk tidak menuntut kembali aset yang telah diserahkan ke Pemerintah termasuk kepada guru honor yang ada tidak menuntut untuk di PNS-kan.

“Boleh minta PNS tapi sesuai dengan aturan yang ada seperti mengikuti tes CPNS dan itupun jikalau lulus,” terangnya.

Ditambahkan, syarat dalam penegrian lembaga pendidikan formal itu juga harus ada dukungan dari Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa setempat, serta dudungan dari Komite Sekolah. “Selain itu juga ada peninjauan kelayakan,” kata Suwardi.

Jika syarat-syarat itu tidak lengkap lanjutnya, maka proses penegrian Sekolah akan ditunda, dicontohkannya seperti SMA Swasta Concong dengan SMA Swasta Teluk Belengkong, hingga saat ini berkas permintaan penegrian Sekolah masih ditahan di Disdik Inhil.

“Kedua SMA tersebut masih belum lengkap pada Sertifikat Tanah, kejelasan sertifikat tanah itu penting untuk Sekolah Negeri agar nantinya tidak ada sengketa,” tandasnya. (mirwan/adv pemkab inhil)