Zulbahri : Pemkab Inhil Harus Genjot dan Tuntaskan Kegiatan

zulbahri-nasdemTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sukses atau tidaknya berbagai program pembangunan daerah, tentunya dinilai dari hasil pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan, bukan hanya sebatas pada perencanaan dan wacana yang matang saja.

Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dan koordinasi yang baik antar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif, serta tidak ketinggalan pula masyarakat yang ada di daerah tersebut.

Seperti di pihak eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) selaku perencana dan pelaksana berbagai program pembangunan daerah, harus bersinergi dengan pihak legislatif, selaku pihak yang mempunyai wewenang dalam penganggaran dan pengawasan.

Dengan begitu, akan tercipta persamaan persepsi dalam rangka membangun dan memajukan daerah terutama Negeri Seribu Parit ini, menuju Kabupaten Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.

Hal itulah yang selalu ditekankan oleh anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri. Diakuinya, hingga saat ini pihaknya terus memanggil dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Inhil, guna mengetahui sejauhmana pelaksanaan kegiatan di tahun anggaran 2015.

Apalagi, lanjut politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Inhil ini, seperti diketahui bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah disahkan pada Bulan November 2014 lalu.

“Jadi, jangan hanya DPRD saja yang menggesanya. Pemda juga harus menggenjot dan mengejar pelaksanaan kegiatannya, sehingga seluruh program pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik dan tuntas,” tutur Zulbahri.

Ditegaskan Zulbahri, pihaknya tidak ingin kejadian di tahun lalu terulang lagi di tahun ini. Dimana, cukup banyak program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan para petani tidak terealisasi.

“Dengan pimpinan dan anggota DPRD yang baru ini, tentunya kita ingin menciptakan suasana yang baru pula, yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.(adi)




Kunker Komisi E DPRD Riau ke Inhil, Bupati Sampaikan Kondisi Sarana Prasaran Pendidikan

kunkerr komisi eTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja dan sekaligus diskusi bersama jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (4/2).

Pertemuan yang dipusatkan di Lantai 5 Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Tembilahan ini dipimpin oleh Bupati HM Wardan dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Inhil, Syahruddin, Asisten II Setdakab Inhil, Fauzar serta pejabat eselon di Pemkab Inhil. Sedangkan Komisi E datang bersama beberapa Kepala Dinas di Pemerintah Provinsi Riau.

Pada kesempatan itu, Bupati Wardan memaparkan tentang kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Inhil yang sangat memprihatinkan, sehingga dikatakannya akan sangat membantu jika Pemprov Riau mengucurkan dana melalui APBD Provinsi untuk melakukan rehab sekolah-sekolah yang ada di Negeri Seribu Parit ini.

Dijelaskan Bupati, untuk sekolah umum Inhil memiliki 94 Taman Kanak-kanak, 519 Sekolah Dasar, 136 Sekolah Menengah Pertama, 40 Sekolah Menengah Atas dan 17 Sekolah Menengah Keguruan, dan dari seluruh sekolah tersebut, hampir seluruhnya memerlukan perbaikan.

“Saya berharap sarana pendidikan di Inhil lebih diprioritaskan oleh Pemprov, tentunya minta pengawalan dari teman-teman di Komisi E,” tutur Bupati.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur yang juga membawa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau meminta agar menghimpun data apa saja yang dibutuhkan Inhil dalam sarana pendidikan.

“Miris sekali setelah mendengar penjelasan dari Pak Bupati, tentu saja kita akan bantu mengawal alokasi dana untuk bantuan sarana pendidikan di 2016,” katanya.(adi/adv pemkab inhil)




Sayarat Jadi Kades Harus Mampu Baca Al Qur’an dengan Baik dan Benar

“Pemkab Inhil Sediakan Rp 5 M untuk Pilkades 2015”

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) sediakan dana sebesar Rp 5 miliyar untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dalam tahun ini.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil H Yulizal, Rabu (4/2/2015). Disebutkannya bahwa saat ini ada 96 kepala desa yang sudah habis masa jabatannya, namun untuk sementara roda kepemerintahan tersebut tetap berjalan seperti biasa.

“Dari jumlah 96 Kades yang habis masa jabatannya itu dijalankan oleh PJS Kades,” ungkap Yulizal.

Untuk Pilkades itu sendiri, ditambahnya, paling lambat dilaksanakan pada bulan Oktober, dan ini dilakukan secara serentak se-Kabupaten Inhil. Dana Rp 5 miliyar itu termasuk kedalam anggaran perubahan, jadi jika cepat anggaran perubahan itu disahkan maka Pilkades secara serentak ini akan dapat diselenggarakan dengan cepat.

Ia juga menyampaikan dari program yang dimasukan ke desa maka kepala desa itu dituntut aktif dan cerdas dalam menjalankannya‎. Dengan demikian, untuk pemilihan kali ini persyaratan untuk menjadi seorang kepala desa lebih diperketat lagi.

Dikatakannya salah satu persyaratan bagi calon kepala desa yakni harus mampu membaca Al- Qur’an dengan baik dan benar, serta mampu untuk berkomitmen melaksanakan segala program yang telah dicanangkan pemerintah Kabupaten Inhil.

“Itu hanya sebagian saja, masih ada yang lain lagi. Intinya jika kemampuan dalam hal ini kurang dimiliki maka efeknya akan berdampak ketidak terlaksanaan program dengan baik,” pungkasnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Puskesmas Diinstruksikan Segera Optimalkan Pelayanan UGD 24 Jam

Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan Ahim menyaksikan penandatangan surat keputusan sertijab Kapus Pelangiran yang lama Zainuddin SKM kepada pejabat yang baru, Hidayat SKM
Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan Ahim menyaksikan penandatangan surat keputusan sertijab Kapus Pelangiran yang lama Zainuddin SKM kepada pejabat yang baru, Hidayat SKM

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh jajaran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diinstruksikan untuk segera mengoptimalkan pelaksanaan pelayanan Unit Gawat Darurat (UDG) 24 jam di wilayah kerjanya masing-masing.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Sekretaris, Ridwan Ahim saat menghadiri prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala UPT Puskesmas (Kapus) Guntung dan Pelangiran, yang digelar di dua tempat berbeda, Selasa (3/2/2015).

Dikatakan, dalam rangka pembenahan administrasi di lingkungan Diskes Inhil, selain melakukan sertijab Kapus, juga digalakkan program UGD 24 jam yang saat ini masih dalam proses dan penyempurnaan.

“Setelah sertijab ini, saya harapkan seluruh jajaran di Puskesmas dapat memaksimalkan kinerjanya, terutama dalam penyediaan layanan kesehatan yang baik bagi masyarakat, salah satunya melalui UGD 24 jam,” Pinta mantan Kabag Humas Setdakab Inhil ini.

Prosesi sertijab Kapus Guntung dari pejabat yang lama, Drg Roy Prasetya kepada pejabat yang baru Zainuddin SKM dan Kapus Pelangiran antara Zainuddin SKM kepada Hidayat SKM ini, turut dihadiri Kabid PPKDPK, NS Matzen serta Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Azri.(adi)




Selagi Sehat, BPJS Kesehatan Tembilahan Ajak Masyarakat Daftarkan Diri

bpjsTEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tembilahan mengajak Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS selagi dalam kondisi sehat.

“Selagi sehat sebaiknya segera mendaftarjan diri, karena BPJS Kesehatan cukup membantu ketika sedang dalam kondisi kurang sehat, terlebih dalam kondisi sakit parah,” sampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan Yessy Rahmi melalui Kanit Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP), Erinaldi Mukhlis, Rabu (4/2/2015).

Ia menjelaskan BPJS Kesehatan menerima semua kalangan, baik PNS maupun non PNS. Di Kabupaten Inhil, disebutkannya ada 18 kalangan yang telah mendaftarkan diri menjadi peserta.

Dari 18 itu terdiri dari Kepolisian RI, PBI (APBN), PBI (APBD), pegawai BUMN, pegawai pemerintah non PNS, pegawai swasta, pejabat negara, pekerja mandiri, penerima pensiun pejabat negara, penerima pensiun PNS, penerima pensiun POLRI, penerima pensiun swasta, penerima pensiun TNI, perintis kemerdekaan, PNS daerah, PNS pusat, TNI angkatan darat dan terakhir Veteran.

“Keseluruhan jumlah peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Inhil dari semua kalangan itu sudah mencapai 202.563 orang. Data tersebut merupakan data perjanuari,” jelasnya.

Untuk pekerja mandiri, diterangkannya bahwa pekerja mandiri tersebut merupakan masyarakat umum yang ikut andil mendaftarkan diri menjadi peserta. Hingga saat ini, peserta dari pekerja mandiri itu sudah mencapai 7.340 orang. Menurutnya, melihat dari angka penduduk Kabupaten Inhil jumlah peserta pekerja mandiri tersebut masih dikatakan sedikit.

Ia juga menerangkan untuk masyarakat umum yang merupakan pekerja penerima upah itu terdiri dari tiga kelas yang menggunakan iuran dengan angka yang berbeda-beda. “Paling besar itu pada kelas I sebesar Rp 59.500 perorangnya, yang perlu diingatkan untuk pembayaran ini paling lambat per tanggal 10 setiap bulannya, jika terlambat maka akan dikenakan denda 2 persen,” ujarnya.

Seterusnya jika sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan maka akan diberikan kartu peserta sebagai tanda bukti sah untuk memperoleh pelayanan kesehatan sarta mendapatkan pelayanan kesehatan yang telah difasilitasi, khususnya bagi pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS.(mirwan)




Minimalisir Kecelakaan, Satlantas Polres Inhil Pasang 18 Papan Peringatan

Salah satu papan himbauan keselamatan yang dipasang Polres Inhil.TEMBILAHAN (detikriau.org) – Minimalisir angka kecalakaan berlalu lintas, Polres Indragiri Hilir (Inhil) memasang papan peringatan yang bertuliskan “Ngebut Berarti Maut, Jaga Keselamatan Anda”. Papan himbauan ini diletakkan pada 18 titik rawan kecelakaan lalu lintas.

“Pemasangan papan himbauan keselamatan di jalan itu terpasang sebanyak 18 titik dengan penempatan disesuaikan kriteria jalan dan daerah rawan kecelakaan,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Salmi, Rabu (4/2/2015).

Dijelaskan, pemasangan bertujuan untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat agar selamat sampai tujuan. Diakuinya dasar dilakukan pemasangan himbauan tersebut karena munculnya inovasi untuk mengingatkan para pengendara yang melintasi beberapa titik jalan bagus, yang biasanya dimanfaatkan orang berkendara ugal-ugalan.

Dari 18 titik tersebut disebutkan Salmi diletakkan pada 3 kecamatan yakni Kecamatan Kempas, Kecamatan Tempuling dan Kecamatan Kemuning, sebab ditiga kecamatan itu merupakan lintas yang rawan kecalakaan. Dan papan himbauan itu dipasang dengan scot light yang berfungsi dapat dibaca pada malam hari.

“Keselamatan itu ada pada diri sendiri, jika melanggar aturan lalu lintas ataupun mengabaikan himbauan maka wajar saja sering terjadi kecelakaan, khususnya pada pelanggaran di tikungan,” pungkasnya.(mirwan)