Warga Desa Kuala Sebatu Datangi Gedung DPRD Inhil

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah warga Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), guna menyampaikan aspirasi mereka terkait pemekaran Desa Berayun Jaya, Senin (9/2/2015).

Kedatangan rombongan yang diterima oleh Komisi I DPRD Inhil ini, dilanjutkan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil, M Yusuf Said.

Ketua rombongan warga, Abidin mengatakan, keinginan pemekaran dari Desa Kuala Sebatu menjadi Desa Berayun Jaya ini berangkat dari jumlah warga desa ini yang sudah terlalu banyak, sehingga diperlukan pemekaran wilayah.

“Kami datang kesini untuj meminta bantuan dari DPRD, kami berharap aspirasi kami ini diteruskan kepada Bupati Inhil,” tutur Abidin.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Inhil, M Yusuf Said menjelaskan, proposal pengajuan masyarakat tersebut masih terdapat kekurangan dibagian data kependudukan, sehingga harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Golkar Inhil ini meminta kepada warga Desa Kuala Sebatu, untuk mendata ulang jumlah penduduk yang ada di Desa induk, karena jika belum sesuai perundang-undangan dikatakan Politisi Partai Golongan Karya akan menyulitkan Pemerintah Kabupaten saat memperivikasi.

“Jumlah penduduknya masih dibawah 8000, saya kira masih banyak warga yang belum memiliki data kependudukan. Jadi, mereka yang belum memiliki harus membuat terlebih dahulu, sehingga proposal ini harus diperbaiki,” terangnya.

Kendati demikian, lanjut Yusuf, pihaknya sangat mendukung aspirasi masyarakat ini, apalagi jika data kependudukan sudah dibenahi oleh masyarakat yang menjadi perwakilan dari Desa Kuala Sebatu ini.

“Kami akan meneruskan keinginan masyarakat ini kepada Bupati Inhil,” imbuhnya.(adi)




Musrenbang Kecamatan GAS, Pembangunan Jalan Penghubung Paling Banyak Diusulkan

Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS
Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan penghubung menjadi prioritas serta paling banyak diusulkan oleh masyarakat yang bermukim di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian utara, Khususnya masyarakat di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Hal itu diketahui dalam paparan lurah dan kepala desa saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan GAS, yang dipusatkan di Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Senin (9/2/2015).

Musrenbang yang dipimpin langsung Camat GAS, Riduan ini dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil, Upika, lurah dan kepala desa, fasilitator dan pendamping desa, serta LPM dan tokoh masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Kuala Gaung, H Syarif. Dimana, saat ini kondisi jalan penghubung, baik antar kecamatan, kelurahan maupun desa sudah sangat memprihatinkan dan perlu perhatian serta penanganan khusus dari Pemkab Inhil.

“Contohnya saja jalan penghubung Teluk Pinang-Kuala Gaung, jangankan mau melewatinya dengan menggunakan kendaraan, jalan kaki saja sudah tertatih-tatih,” turur Syarif

Senada dengan itu, Kepala Desa Rambaian, H Ardi menyatakan bahwa pihaknya sudah menunggu-nunggu kedatangan pihak dari Pemprov Riau dan Pemkab Inhil, untuk segera mengukur jalan yang kerusakannya sudah sangat parah, seperti jalan poros Desa Rambaian-Simpanh Jaya.

“Jadi, melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang merupakan program prioritas Pak Bupati, kami harapkan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar desa ini dapat lebih diutamakan,” tambahnya.

Lurah Teluk Pinang, M Saleh yang didampingi Ketua LPM, Hasriansyah juga membenarkan tentang banyaknya kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan sangat parah, seperti jalan penghubung Kelurahan Teluk Pinang-Sungai Piring.

Oleh karena itu, mereka berharap agar usulan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung ini dapat segera direalisasikan, guna mendukung kelancaran perekonomian dan aktifitas sehari-hari masyarakat.

“Belum lagi kerusakan badan jalan yang ada di Teluk Pinang, yang merupakan Ibukota Kecamatan GAS. Sepeti di Jalan M Thaib, Jalan Serai, Jalan M Taha, Jalan M Ruslan dan sejumlah jalan lainnya yang sangat membutuhkan perbaikan segera,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Satelit Tera dan Aqua Deteksi 10 Titik Api di Inhil

kebakaran_sebanagauTEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun dalam beberapa hari belakangan ini sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, namun tidak membuat daerah tersebut terbebas dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya 10 titik api yang terpantau oleh Satelit Tera dan Aqua pada Minggu (8/2/2015), yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Inhil, yakni Kecamatan Pulau Burung, Pelangiran, Teluk Belengkong, Mandah, Gaung dan Kecamatan Kempas.

“Kemarin, jumlah titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil kembali mengalami peningkatan. Dimana, berdasarkan pantauan Satelit Tera dan Aqua, ditemukan sebanyak 10 titik api,” tutur Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Senin (19/2/2015).

Dijelaskan Ardi, munculnya titik api tersebut, dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh oknum masyarakat tertentu yang sedang membersihkan atau membuka lahan baru.

Oleh karena itu, munculnya titik api ini harus segera diantisipasi oleh semua pihak terkait terutama aparat dan masyarakat setempat, sehingga titik api yang ditemukan dapat segera diminimalisir dan tidak semakin meningkat jumlahnya.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya titik api ini, kita minta masyarakat yang berkebun dan berladang, tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk membersihkan ataupun membuka lahan baru. Sebab, resiko yang ditimbulkan nantinya sangat besar, seperti terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Adapun wilayah-wilayah yang ditemukan titik api, diantaranya 1 titik di Desa Sri Danai Kecamatan Pulau Burung, 1 titik di Desa Saka Palas Jaya dan 3 titik di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, serta 1 titik di Desa Gembaran Kecamatan Teluk Belengkong.

Kemudian, 2 titik di Kecamatan Mandah, tepatnya di Desa Pelanduk dan Batang Tumu, 1 titik di Desa Teluk Kabung Kecamatan Gaung dan 1 titik lagi di Desa Pekantua Kecamatan Kempas.(adi)




Puskesmas Pengalihan Enok Diresmikan, Alvi : Pembangunannya Dititikberatkan Pada Pelayanan Rawat Inap UGD 24 Jam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah selesai dibangun beberapa waktu yang lalu, akhirnya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pengalihan Enok, Kecamatan Enok diresmikan penggunaannya bagi peningkatan pelayanan kesehatan di daerah setempat dan sekitarnya, Sabtu (7/2/2015) kemaren.

Peresmian yang langsung dilakukan oleh Bupati Inhil, HM Wardan ini turut dihadiri oleh Ketua dan Anggota DPRD, DANDIM 0314, beberapa pejabat eselon, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dan staff serta tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Pengalihan Enok, Camat, Upika, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Enok.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya mengatakan, gedung ini merupakan aset dari Diskes Propinsi Riau yang sudah diserahkan kepada Pemkab Inhil beberapa waktu lalu.

“Pembangunan Puskesma di Pengalihan Enok ini dititikberatkan kepada Perawatan Pratama, yang melayani rawat inap Unit Gawat Darurat (UGD) 24 Jam, karena terletak di Jalan Lintas Samudra, dengan tenaga medis 1 Dokter Umum, 8 perawat, 24 bidan serta 4 orang bidan PTT,” tutur Alvi.

Sementara itu, Bupati Inhil, HM Wardan berharap dengan diresmikannya Puskesmas ini akan mampu menghadapi persaingan bebas asia di bidang kesehatan, khususnya kesehatan masyarakat.

“Maka dari itu, SDM kita terutama di bidang kesehatan harus siap,” kata Bupati.

Apalagi, Puskesmas Pengalihan Enok ini letaknya sangat strategis, yakni di jalan lintas sumatra, maka perlu ditingkatkan lagi, baik tenaga medisnya maupun fasilitas penunjang lainnya.

“Ke depan, diharapkan dengan perkembangan penduduk dan wilayah, Puskesmas tidak hanya melayani 6 Desa, tapi bisa menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan dengan adanya UGD 24 Jam, juga diharapkan dapat betul-betul memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.(adi)




Upgrade Jumlah Masyarakat Miskin, Herwanissitas : Paling Tidak Dalam 1 Tahun 2 Kali

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk melakukan upgrade terhadap jumlah masyarakat miskin yang ada di daerah tersebut.

Langkah ini, selain untuk data riil di pemda, juga dimaksudkan agar setiap bantuan dari Pemkab, Pemprov dan Pemerintah Pusat bagi penduduk miskin yang ada di Negeri Seribu Parit ini dapat disalurkan kepada mereka yang memang benar-benar berhak.

“Paling tidak itu, dalam 1 tahun ada 2 kali pemda melalui dinas dan instansi terkait melakukan upgrade data dan jumlah masyarakat miskin,” tutur Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas, belum lama ini.

Dijelaskan Herwanissitas, data masyarakat ini sifatnya tidak tetap, karena dalam 1 tahun bisa saja masyarakat yang dimaksud berpindah tempat tinggal atau pendapatan ekonominya sudah meningkat.

Oleh karena itu, lanjut Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, hasil pendataan terakhir jumlah masyarakat tidak mampu yang ada di Kabupaten Inhil, yakni sebanyak 48 ribu jiwa diyakini sudah berubah.

“Jadi, kami minta dinas dan instansi terkait di Kabupaten Inhil dapat segera mengupgrade data masyarakat miskin ini, karena kita di DPRD pasti akan mendukung penuh,” imbuhnya.(adi)




Disporabudpar Inhil Dukung The Color Fun Dilanjutkan

teh colour funTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendukung untuk terus dilanjutkannya pagelaran the color fun Seribu Parit di kota Tembilahan.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Disporabudpar Kabupaten Inhil Rudiansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Anwar kepada awak media usai menghadiri acara the color fun yang digelar oleh One Star Event Organizer di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Minggu (8/2/2015).

“Melihat dari situasi di lapangan, ternyata antusias masyarakat Inhil, khususnya masyarakat kota Tembilahan begitu besar untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

Diketahui, the color fun seribu parit tersebut merupakan sebuah event yang dikenal dengan nama lain the color run yakni, lari bersenang-senang sebagaimana yang telah diselenggarakan diberbagai kota se-dunia.

Sedangkan the color fun seribu parit itu sendiri terdapat didalamnya lari santai atau lari suka cita, senam kebugaran serta berbagai hiburan seperti, band music, dance, games dan doorprize. Pada intinya, acara ini sebagai hiburan yang jarang ditemukan di Provinsi Riau.

Sebab kata Anwar, hingga saat ini acara the color fun di Kabupaten Inhil merupakan acara yang ketiga diselenggarakan di Provinsi Riau. “The color fun pertama diselenggarakan di kota Pekanbaru, kedua di kota Dumai, dan ketiga di Kabupaten Inhil,” terangnya.

Dengan demikian, ia sangat mendukung terhadap acara tersebut karena dinilainya the color fun ini positif dan kedepan jika kembali diselenggarakan, maka dimintanya dalam pelaksanaannya tidak mengurangi semangat.

Sementara itu, Ketua One Star Event Organizer Famella mengucapkan terima kasih terhadap pihak-pihak yang telah mendukung serta membantu atas kesuksesan pelaksanaan the color fun seribu parit di kota Tembilahan ini, khususnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil.

Menurutnya, antusias dari masyarakat Inhil cukup besar terhadap acara tersebut, terbukti dari jumlah yang mengikuti pada pagi itu. “Pada acara kali ini, jumlah peserta yang mengikuti cukup besar hingga mencapai seribu lebih orang,” ujarnya. (mirwan/adv pemkab inhil)