Kunjungi Lapas Tembilahan, Kanwil Kemenkumham Riau Puji Sistem Pengelolaan Kunjungan

Kakanwil Kemenkumham Prov Riau Frans Rizal didampingi sebelah kanan Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Prov Riau Lilik Heri Sutrisno, dan kiri Kepala Lapas Tembilahan Tommy.Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Riau, Frans Rizal meminta agar lapas Tembilahan dapat lebih mengutamakan pelayanan yang baik terhadap warga binaan maupun keluarganya yang sedang berkunjung ke Lapas. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa sistem pengelola kunjungan yang dilakukan petugas dinilainya sudah bagus.

“Berkunjung ke Lapas Tembilahan ini saya cukup senang karena tadi saya juga sempatkan mengecek secara langsung sistem pengelola kunjungan Lapas. di sini sudah dilakukan secara elektronik sehingga dapat berjalan teratur secara otomatis,” Puji Frans Rizal disela sambutannya saat berkunjung ke Lapas Kelas II A Tembilahan, rabu (11/2)

Menurutnya, tujuan pertama dalam kunjungan tersebut ditujukan untuk menguatkan terhadap pelaksanaan tugas-tugas Lapas Tembilahan serta memberikan energi baru kepada petugas agar dapat menjalankan tugas kedepannya dengan lebih baik lagi.(mirwan)




Buka Musrenbang, Plt Sekda, Kegiatan Jangan Sekedar Seremonial

11aBagansiapapi (detikriau.org) – Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Rohil, Riau, Drs.Surya Arfan.Msi secara resmi membuka musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan di halaman Kantor Camat Bangko, Bagansiapiapi, Rabu (11/2/15).

Sebelum membuka Musrenbang, dalam sambutannya Surya arfan berharap agar Musrenbang ini tidak hanya sekedar seromonial saja. Apa yang dibahas dalam Musrenbang ini harus bisa terealisasi pada tahun 2016 nanti.

“Kita harus mengupayakan usulan semua pihak harus kita terima dan kita programkan,baik itu usulan dari masyarakat melalui Lurah/Penghulu,dari SKPD atau Dari Dewan akan kita programkan,” tuturnya Surya Arfan di hadapan para peserta Musrenbang.

Ia juga berharap agar perbaikan drainase yang ada di sepanjang jalan utama (Kelurahan Bagan Barat) dilakukan dalam tahun ini atau tahun depan. Karna menurutnya hampir setiap tahun, jalan utama ini kebanjiran.

“Jika perlu, setiap tahunnya kita siapkan dana pemeliharaan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan ini.

Tidak hanya itu, Surya Arfan juga berharap agar ibukota Rokan Hilir (Bagansiapiapi ) semakin diperindah, agar setiap orang luar yang datang ke Rohil merasakan hasil pembangunan dari tahun ke tahunya terus mengalami kemajuan.

“Setiap orang luar datang ke sini (Rohil ), pasti mereka mengunjungi Bagansiapiapi dulu. Mereka jarang ke kecamatan lain. Untuk itu kita perindah ibu kota kabupaten Rohil ini,” ajaknya kepada peserta Musrenbang.

Hadir pada Musrenbang seluruh kepala SKPD atau yang mewakili, dari legeslatif hadir juga anggota DPRD Rohil, Habib Nur, Hendra.ST dan Hj.Suryati. [tris/adv]




Plt Sekda Buka Muscab IDI dan Seminar

11Bagansiapapi (detikriau.org) – Pelaksana Tugas (Plt)Sekda Rohil, Drs.Surya Arfan, Msi secara resmi membuka Musyawarah Cabang ( Muscab ) Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) cabang Rokan Hilir dan sekaligus seminar penatalaksanaan kegawatdaruratan pada kehamilan dan bayi. Acara berlangsung dilantai 5 hotel Lion, Bagansiapiapi, Rabu (11/2/15).

Dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi Muscab IDI, Surya mengajak seluruh dokter yang bekerja dilingkungan pemkab rohil untuk mensukseskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Indikator keberhasilan kepala daerah dinilai dari segi kesehatan. Jika pelayanan bagus, maka kepala daerah terbilang berhasil,” ujarnya.

Menurutnya, jika para dokter, bidan atau perawat melayani para pasien dengan ramah tamah dan penuh dengan senyuman, pasti pasien cepat sembuh. Karena kesembuhan pasien bukan hanya karena obat.

“Coba dokter, perawat sangar dan galak, pasien yang sakit akan bertambah sakit. Jadi intinya kita berharap, jangan sampai ada lagi keluhan dari masyarakat mengenai kinerja dokter,” kata Surya. .

Dia juga mengatakan, untuk dokter spesialis, pemerintah kabupaten Rokan Hilir akan membuat kontrak kerja dengan tujuannya agar para dokter tidak keluar dari Bagansiapiapi.

“Saya juga berharap, usai seminar ini ada peningkatan dalam pekerjaan,” tutupnya. [tris/adv]




Sampah Menumpuk, Warga Keluhkan Kota Tembilahan Jadi Jorok

Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)
Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah yang masih kerap didapati diberbagai sudut kota Tembilahan.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga warga Jalan H Said Tembilahan, Yanti berharap Pemkab Inhil melalui Dinas Terkait untuk dapat bekerja lebih maksimal.

“Setiap hari tumpukan sampah berserakan. Bahkan kadang-kadang memenuhi hingga sepertiga jalan dan menutupi saluran drainase. Apalagi baunya sangat tidak nyaman,” Keluhkan Yanti, selasa (10/2)

Disebutkannya, efek dari tumpukan sampah, selain menimbulkan aroma tidak sedap, kota juga tampak djorok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Inhil, Eddiwan Shasby menyatakan bahwa belum maksimalnya kinerja Dinas baru pecahan Dinas PU ini disebabkan waktu jam kerja yang masih sangat kurang.

Ia telah merencanakan kedepan menaikkan jam kerja, namun penambahan waktu ini akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Saat ini, ketersediaan anggaran baru diperuntukkan untuk dua jam kerja.

“Kita akan terus upayakan agar persoalan ini segera bisa diselesaikan,” Ujarnya. (mirwan)




Sosialisasi Belum Maksimal, Penerbangan Melalui Bandara Tempuling Masih Sepi

Susi-AirTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengharapkan kepada masyarakat Inhil untuk bisa memanfaatkan jasa transportasi udara untuk bepergian.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (dishubkominfo) Inhil, H Tantawi, sejak dibukanya penerbangan melalui Bandara Tempuling belum tampak antusias masyarakat untuk memanfaatkan sarana tranportasi ini. Dishubkominfo bekerjasama dengan Maskapai Susi Air sudah melayani penerbangan dengan tujuan Pekanbaru Tempuling PP sejak dua mingguan yang lalu.

“Mungkin masih baru, sosialisasi yang kita lakukan juga belum maksimal kepada masyarakat hingga menyebabkan antusiasme tersebut belum terlihat,”Ujar Tantawi melalaui sambungan selularnya, selasa (10/2).

Untuk mensosialisasi rute penerbangan Tembilahan-Pekanbaru tersebut, diakuinya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada berbagai instansi yang ada di Kota tembilahan dan kecamatan dengan tujuan bisa turut serta mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Hingga saat ini Bandara Indragiri yang ada di Tempuling itu hanya bisa melayani satu  rute penerbangan dan hanya satu kali dalam seminggu saja. Sebab, peraturan pemerintah bahwa Bandara yang baru merintis jasa penerbangan hanya bisa dilakukan satu kali dalam seminggu.

Namun lanjutnya, jika antusias dari masyarakat dalam memanfaatkan jasa penerbangan ini tinggi maka untuk tahun yang akan datang, jadwal penerbangan bisa ditambah lagi.(mirwan)




Lokasi Tak Memadai, Disdik Inhil Wacanakan Pisah SD 07 dan 08

SDN 007 dan SDN 008 berada pada satu lahan
SDN 007 dan SDN 008 berada pada satu lahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan untuk memisahkan antara kedua Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Jalan Bunga Tembilahan, yakni SDN 007 dan SDN 008.

Rencana ini disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Inhil Helmi D kepada awak media, Senin (9/2/2015) kemaren. Disebutkannya, rencana memisahkan antara kedua sekolah tersebut akan dilakukan pada tahun mendatang.

“Kita akan coba lakukan tahun depan, salah satu dari kedua lembaga pendidikan itu harus pindah kelokasi lain. kita upayakan bagaimana caranya nanti supaya tidak ada masalah,” kata Helmi.

Hingga saat ini ia belum bisa memastikan SD yang mana akan dipindah, bahkan rencana tempatpun juga belum bisa dipastikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 008 Tembilahan, Sumarta menyampaikan bahwa kondisi yang dialaminya saat ini proses belajar mengajar bagi murid menggunakan sistem double ship, yakni pagi dan siang hari.

“Sistem ini diberlakukan karena kurangnya ruang kelas belajar. Jumlah murid kami sebanyak 250 pelajar sedangkan jumlah kelas hanya 4 buah, kemungkinan kondisi SDN tetangga kita juga seperti ini,” ujarnya.

Dijelaskan Sumarta, lokasi yang ada ini tidak bisa lagi untuk melakukan penambahan ruang kelas, karena luas wilayah yang dimiliki pemerintah di tempat itu cukup sempit. Sehingga solusi memindahkan salah satu SD kelokasi lain adalah jalan terbaik.(mirwan)