Wujudkan Kota Bersih, Pemkab Inhil Diminta Libatkan IRT

fcffa82e8576da1902d2a3bdh-28301TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mewujudkan Tembilahan sebagai kota yang bersih dan bebas sampah, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta melibatkan kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT).

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD Inhil, Okta Hasanatan karena mengingat IRT merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di Kota Tembilahan.

“Berbagai program Pemkab Inhil untuk menciptakan Kota Tembilahan yang bersih, tentunya harus melibatkan IRT didalamnya,” tutur Okta, belum lama ini.

Melibatkan IRT dalam program kebersihan lingkungan, lanjut Okta, dapat dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, salah satunya dengan mendaur ulang sampah yang masih bisa digunakan.

“Caranya bisa melalui organisasi wanita atau kelompok yasinan ibu-ibu, dengan memberikan pemahaman kepada mereka, sehingga mendukung dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya.

Lebih jauh politisi dari Partai Golongan karya (Golkar) Inhil ini menyatakan, dirinya turut prihatin melihat kondisi Tembilahan yang terdapat banyak sampah di mana-mana. Padahal, banyak tersedia tong-tong sampah, baik sampah organik maupun non organik.

“Ini terjadi karena SDM kita yang kurang, itulah kenapa saya menekankan kepada intansi terkait, baik itu Badan Lingkungan Hidup maupun Dinas Kebersihan untuk mengikutsertakan IRT dalam mewujdkan Tembilahan sebagai kota bebas sampah,” imbuhnya.(adi)




Pemkab Inhil Jalin MoU Bersama Pemkab Karimun

DSC_2140TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Karimun. Kerjasama ini dibicarakan langsung antara kedua pihak di Balai Kantor Bupati Inhil, Jum’at (20/2/2015).

Kerjasama kedua pemerintah Kabupaten ini meliputi 9 bidang diantaranya, koneksitas antar dua daerah, pendidikan, kesehatan, perhubungan, perindustrian dan perdagangan, pariwisata dan budaya, perikanan dan kelautan, pertanian perkebunan dan kehutanan, dan terakhir tenaga kerja.

Dari 9 bidang tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak dan akan dilanjutkan pekerjaannya secara teknis oleh SKPD-SKPD terkait.

Pembahasan kerjasama ini dilakukan dalam pertemuan oleh Asisten I Setdakab Inhil Darussalam dan Asisten II Setdakab Karimun, Arnadi Supa’at serja jajaran SKPD kedua pihak. Selain itu, disaksikan juga oleh Ketua Komisi I, II, III, dan IV DPRD Kabupaten Inhil.

Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam memaparkan bahwa sebelumnya Pemkab Inhil ini telah mencoba memikirkan kerjasama antar beberapa daerah. Kebetulan saat ini, pertama yang dilakukan kerjasamanya terhadap Kabupaten Karimun.

Pada MoU tersebut, dikatakan Darussalam ada beberapa hal yang perlu dicoba menjajaki, terutama dibidang pendidikan. “Intinya, pertemuan kita hari ini mencoba membahas lebih detail dan konkrit terhadap kerjasama ini. Yang jelas, kerjasama antara dua daerah ini saling menguntungkan,” katanya.

Untuk keuntungan kedua pihak dijelaskannya, gambaran awalnya ada pada beberapa bidang seperti dari sisi transportasi, kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan. Apalagi katanya, diketahui bahwa Kabupaten Karimun itu sudah dikembangkan menjadi industry maritim dengan banyaknya investor-investor asing yang masuk dan ini membutuhkan tenaga kerja cukup banyak.

“Tentu saja kita akan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja dari putra daerah sesuai kualifikasi yang mereka butuhkan nantinya,” pungkas Asisten I Setdakab Inhil.

Untuk tindak lanjut kedepan lanjut Darussalam, Pemkab Inhil akan membuat rincian dan pajangan kerjasama ini untuk ditanda tangani oleh kedua kepala daerah nantinya.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Karimun Arnadi Supa’at saat menyatakan bahwa kerjasama seperti ini memang harus dibahas secara detail oleh kedua belah pihak.

Terkait banyak investor yang masuk, Asisten II Setdakab Karimun membenarkan adanya hal tersebut. bahkan diyakinkannya, dari banyaknya investor tersebut sangat membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas. Untuk saat ini kebutuhan tenaga kerja itu belum bisa dipenuhi seluruhnya oleh Kabupaten Karimun.(mirwan/adv pemkab inhil)




Musim Tanam Kedelai, Rohil Wacanakan Undang Mentri Pertanian

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Rokan Hilir rencanakan mengundang Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk meninjau secara langsung daerah yang potensial untuk pengembangan budi daya tanaman kacang kedelai di Rokan Hilir.

Menurut Bupati, luas lahan tanaman pangan kacang kedelai di Rokan Hilir mencapai 1350 Hektar dan ini merupakan lahan budidaya kedelai terbesar di provinsi Riau. Bahkan dari jumlah itu direncanakan akan bertambah seiring meningkatnya harga kedelai dipasaran nasional.

Agar produksi kedelai bertahan, Suyatno meminta kepada camat dan penghulu se Kabupaten Rokan Hilir memberikan pemahaman agaar para petani tidak mengalihfungsikan lahan tanaman kedelai dengan tanaman lain karena akan berujung pada penurunan produksi kedelai.

“Bulan Maret nanti memasuki musim bercocok tanam kedelai. Pada saat itu, kita akan mengundang menteri pertanian untuk melihat secara langsung. Semoga dengan turunnya mentri akan berdampak langsung terhadap penambahan anggaran sesuai program yang dicanangkan swasembada kedelai hingga tahun 2017.” Sampaikan Bupati disela sambutannya pada acara konsolidasi pelaksana UPSU Padi, Jagung, dan Kedelai di Kantor Bupati Rokan Hilir, Lt 4, pada hari Rabu (18/02/2015) kemaren. (tris/adv)




Cegah Penyakit Dari Gigitan Nyamuk, Masyarakat Diimbau Gunakan Kelambu Saat Tidur

kelambuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mencegah penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, salah satu upayanya bisa dilakukan dengan mempergunakan kelambu saat tidur.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie. upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang biasanya muncul saat peralihan musim seperti sekarang ini.

Upaya lainnya agar tidak mudah tertular berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, diantaranya adalah dengan menggunakan obat nyamuk atau memakai obat oles anti nyamuk.

“Namun, cara yang paling efektif dan sangat mudah untuk dilakukan adalah dengan menggunakan kelambu saat tidur, serta menjalankan pola hidup sehat dan bersih,” tutur Alvi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dijelaskan Alvi, kondisi cuaca saat ini merupakan saat-saat yang sangat tepat untuk meningkatkan pola hidup sehat dan bersih, dalam upaya mencegah perindukan vektor penyakit, serta penularan dan penyebaran penyakit tular vektor.

“Kita harapkan kerjasama dan peran aktif seluruh masyarakat, khususnya dalam mengendalikan berbagai penyakit tular vektor, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Filariasis, Chikungunya, Japanese Encepahlitis dan Pes,” terangnya.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, salah satu upaya konkrit di lapangan, terutama untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit tular vektor dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang-sarang nyamuk, serta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing.

“Kita juga mengimbau masyarakat agar mendisiplinkan diri dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, dengan melakukan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan mengubur kaleng-kaleng bekas, dalam upaya mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk,” imbuhnya.(Adi)




Pemkab Inhil Diminta Perjelas Persyaratan dan Kategori Penyaluran Beasiswa

Anggota DPRD Inhil, Herwanissitas
Anggota DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) diminta untuk memperjelas persyaratan dan kategori penyaluran beasiswa bagi seluruh mahasiswa di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil, Herwanissitas kepada sejumlah awak media, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, selama ini pihaknya sulit membedakan kategori beasiswa yang diterima oleh para mahasiswa di Negeri Seribu Parit.

“Setahu saya, beasiswa itukan tidak hanya untuk kalangan mahasiswa yang tidak mampu saja, tapi ada juga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi,” tutur Herwanissitas.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini berharap, Bagian Kesra Setda dapat menganggarkan juga beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi

“Sebenarnya, yang dianggarkan Pemda itu adalah Bantuan Sosial (Bansos), tapi selalu dipemahaman kalangan mahasiswa biasanya disebut dengan beasiswa,” terangnya.

Dijelaskan Herwanissitas, Bansos ini berbeda dengan Hibah yang biasanya juga sudah dianggarkan oleh Pemkab Inhil setiap tahunnya.

“Kalau Bansos bisa didapatkan secara berturut-turut, apalagi jika seseorang itu masuk dalam kategori terkena dampak sosial, sedangkan kalau Hibah tidak,” imbuhnya.(adi)




Pemkab Inhil Pastikan Komitmen Selesaikan Berbagai Persoalan di Daerah

chairul-hudaTEMBILAHAN (detikriiau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) tetap berkomitmen melakukan koordinasi terhadap pihak perusahaan-perusahaan atas berbagai persoalan di daerah ini yang menyangkut dengan keberadaan perusahaan di Inhil.

Pernyataan ini disampaikan Asisten II Setda  Kabupaten Inhil H Fauzar kepada awak media, kemaren. Ia menyebutkan, jika ada persoalan daerah yang menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat maka pihaknya segera menindaklanjuti secara tegas.

“Pada intinya kami akan terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan jangan sampai persoalan-persoalan daerah timbul karena kehadiran mereka,” kata Fauzar.

“Perihal perizinan perusahaan saat ini sedang dilakukan evaluasi sesuai aturan yang berlaku”.

Terkait rusaknya sejumlah ruas jalan yang ada di beberapa kecamatan, pemkab Inhil akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan jalan-jalan yang dinilai sudah tidak layak difungsikan lagi namun tentunya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran. (mirwan/adv pemkab inhil)