Cegah Karhutla, Bupati Wardan Wacanakan Jalin Kerjasama Dengan Imam Masjid

Bupati inhil, HM Wardan
Bupati inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mewacanakan akan bekerjsama dengan para imam Masjid.

Sebelum itu, dikatakan HM Wardan, dirinya akan membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Kementerian Agama Inhil, agar Kemenag memberi instruksi kepada imam-imam Masjid untuk membuat pengumuman setiap Salat Jumat.

“Jadi, nantinya bisa sebelum Shalat Jum’at di setiap Masjid diumumkan agar masyarakat jangan membakar lahan,” tutur Bupati Wardan, belum lama ini.

Dijelaskan, selama ini kebanyakan masyarakat Inhil terutama yang ada di daerah tidak mengetahui bahaya dari membakar lahan, maka dari itu Masjid adalah salah satu tempat yang strategis. Dimana, banyak Jamaah berkumpul terutama pada waktu Shalat Jum’at.

Selanjutnya, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga menginstruksikan kepada semua camat, untuk terus menjaga wiliyah kerja masing-masing, serta juga memberikan imbauan kepada kepala desa agar berperan aktif mencegah terjadinya Karhutla.

“Camat juga harus aktif, pantau terus keadaan wilayah masing-masing dengan bekerjasama bersama kepala desa,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Deretan Motor Jadul Ramaikan Kota Tembilahan

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh komunitas motor klasik se-Sumatera atau lebih akrab disebut para Bikers mendatangi kota Tembilahan untuk memenuhi undangan dari Bikers Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yakni The Mojic (Motor Jadul Inhil Club).

Sekretaris The Mojic, Surya menyebutkan pada kesempatan itu penggemar motor klasik menggelar deklarasi perdana di Kabupaten Inhil, Sabtu (21/2/2015) sore hingga malam. Sebelumnya, ia mengaku selalu mengikuti berbagai kegiatan komunitas motor klasik di daerah lain seperti Palembang, Pekanbaru dan kota lainnya.

“Nah, dikesempatan ini kita lagi yang mengundang teman-teman pecinta motor klasik se-Sumatera untuk mengunjungi kota Tembilahan, mayoritas mereka belum tau dengan kota kita, ini waktunya kami memperkenalkan kampung halaman,” ujarnya kepada awak media.

Selain itu, adanya kegiatan ini secara tidak langsung juga diperkenalkannya kepada masyarakat Inhil khususnya kepada warga Tembilahan bahwa motor klasik ataupun motor jadul itu sedang nge-tren di Indonesia bahkan Dunia.

Diyakinkannya dari kehadiran para tamu luar daerah kala itu, karena cintanya dengan motor klasik, mereka rela meninggalkan sementara kampung halaman demi mengikuti kegiatan motor keluaran lama tersebut.(mirwan)




Dewan Dukung Pemkab Inhil Jalin MoU Bersama Pemkab Karimun, Tapi Harus Serius

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan mendukung MoU yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bersama Pemkab Karimun. Diharapkan hubungan kerjasama ini kedepannya benar-benar dijalankan dengan serius.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil HM Yusuf Said usai mengikuti pertemuan antara dua pemerintah kabupaten di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau itu di Kantor Bupati Inhil kemaren

“Kita tentunya berharap MoU ini tidak hanya sekedar MoU, tapi betul-betul dilakukan dengan baik untuk kepentingan daerah dan masyarakat. Intinya kita selaku dewan di Inhil sangat mendukung,” ungkap Yusuf Said.

Ia mengatakan jalin kerjasama antara 2 daerah ini jika dijalankan dengan benar tentu akan memberikan berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat. dicontohkannya seperti masyarakat yang ada di Kecamatan Pulau Burung. Dimana, kecamatan ini lebih terjangkau ke ibu kota Kabupaten Karimun dibanding ke ibu kota Kabupaten Inhil.

Artinya, jika dari 9 bidang yang telah dibahas waktu itu akan bermanfaat bagi masyarakat Inhil, begitu juga bagi masyarakat Karimun sehingga akan saling menguntungkan antar kedua pihak.

Selain antar Kabupaten, kerjasama ini menurut politisi dari Partai Golkar Inhil ini juga bisa disebut dengan kerjasama antara dua Provinsi. Jadi, alangkah bagusnya, MoU ini tidak sekedar hubungan antara dua Bupati, namun juga perlu diketahui oleh kepala daerah Provinsi Riau dan Kepri. “Jika begitu maka kerjasama ini akan lebih terasa manfaatnya,” imbuhnya.

Bahkan katanya, yang lebih positifnya kerjasama antara dua derah tersebut akan lebih mempermudah dalam mengajukan anggaran APBN ke DPR RI, karena hal seperti ini termasuk dalam kepentingan nasional.(mirwan)




Diterjang Longsor, 3 Rumah Warga di Tanah Merah Rusak

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/2/2015) malam.

Pada musibah yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini, setidaknya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02 Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda daerah tersebut, berawal saat para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang terlelap dalam tidurnya.

“Tidak berapa lama kemudian, korban terbangun karena mendengar teriakan dari warga, yang menyuruh korban keluar dari rumah,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Bahtiar.

Sesampainya di luar rumah, lanjut Bahtiar, korban baru mengetahui bahwa rumahnya sedang dalam keadaan longsor, sehingga ia pun bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk menyelamatkan diri.

“Akibat bencana ini, para korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara itu, untuk seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan, saat ini harus diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni di rumah tetangga dan keluarga dekat korban.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat sekitar, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” imbuhnya.

Adapun 3 untir rumah warga yang rusak diterjang bencana alam tanah langsor ini, diantaranya rumah milik Samsudin (44) sebanyak dan rumah milik Nurdin (50) 1 unit. (adi)




Anjing Belang Gigit 4 Warga GAS

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

Gaung Anak Serka (detikriau.org) – Sebanyak 4 warga Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menderita luka-luka akibat diserang dan digigit oleh seekor anjing liar, Jum’at (20/2/2015).

Kejadian yang terjadi di sekitar lokasi pasar Kelurahan Teluk Pinang ini, sontak saja membuat heboh warga setempat. Pasalnya, hal tersebut terjadi secara mendadak dan tanpa diketahui penyebabnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah warga, anjing yang menyerang dan menggigit orang tersebut tidak diketahui darimana asalnya, karena baru pertama kali melihat hewan yang gigitannya bisa menyebabkan penyakit rabies ini berkeliaran di daerah setempat.

“Tadi siang, ada seorang guru yang digigit oleh anjing itu dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Tembilahan,” tutur Ison, warga Parit 8 Kelurahan Teluk Pinang.

Selain menyerang dan menggigit seorang guru, lanjut Ison, anjing belang berwarna hitam dan putih ini juga sempat menyerang dan menggigit 3 warga lainnya.

“Anjing itu sudah dibunuh oleh warga untuk menghindari terjadinya hal-hal lain yang tidak diinginkan,” imbuhnya.(adi)




Air Pasang Kembali Melanda, Masyarakat Diimbau Waspadai Berbagai Penyakit

image-1 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Naiknya volume air Sungai Indragiri beberapa hari belakangan ini membuat sejumlah ruas jalan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama Kota Tembilahan terendam.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak untuk bermain di lokasi yang digenangi air. Padahal, air tersebut tidak bersih dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit dan diare.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit diminta mewaspadai penyakit-penyakit yang akan timbul disebabkan air pasang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, air pasang yang naik kepermukaan jalan tersebut merupakan air kotor yang mengandung bakteri penyebab penyakit, seperti penyakit kulit dan diare. Selain itu, perubahan cuaca saat ini juga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

“Untuk itu, kita berharap warga selalu waspada dan terus menjaga kesehatannya, agar tidak terserang penyakit pada musim air pasang yang sedang melanda Kota Tembilahan saat ini,” tutur Alvi kepada detikriau.org, Jum’at (20/2/2015).

Selanjutnya, alvi juga berharap para orang tua dapat mengontrol anak-anaknya agar tidak bermain-main di air yang menggenangi permukaan jalan, apalagi saat air mulai pasang, karena disamping untuk menghindari berbagai penyakit yang akan timbul nantinya, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada orang tua kita imbau agar mencegah anak-anaknya untuk tidak mandi dan berenang saat air pasang. Karena apabila terminum air yang kotor itu, dikhawatirkan anak-anak akan mengalami sakit perut,” terang mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Sementara itu, salah seorang anak yang ditemui detikriau.org menjelaskan, bahwa ia dan teman-temannya sangat senang apabila musim air pasang tiba, karena mereka bisa bermain sambil mandi dan berenang di air yang menutupi badan jalan tersebut.

“Kalau banjir begini asyik maennya bang, kita bisa maen bola sambil basah-basahan dan berenang bersama-sama,” kata Ican, ketika sedang bermain bola dan bersenda gurau bersama teman-temannya di salah satu jalan yang digenangi air.

Pantauan di lapangan, di beberapa ruas jalan di Kota Tembilahan, seperti Jalan Baharuddin Yusuf, Jalan H Said dan Arsyad Ahmad, serta Jalan Gunung Daek Tembilahan. Sekitar pukul 16.30 WIB, jalan-jalan tersebut mulai digenangi oleh air, dan lama-kelamaan menutupi seluruh badan jalan. Kondisi jalan yang tergenang tersebut, banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain-main air. (adi)