Disbun Salurkan Bantuan 12 Ribu Batang Bibit Sawit

26Bagansiapapi (detikriau.org) – Kurang lebih 12 ribu bantang bibit kelapa sawit disalurkan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir kepada empat kelompok tani Kecamatan Simpang kanan Rohil,riau.

“Bantuan bibit kelapa sawit ke masyarakat untuk meningkatakan kualitas sawit masyarakat sehingga kedepan dengan meningkatanya produksi sawit masyarakat,perekonomian masyarakat terdorong,” kata Kepala Dinas Perkebunan H.Syahril  kepada wartawan, Kamis (26/2/15).

Syahrial menambahkan, ada empat kelompok tani kecamatan simpang kanan yang mendapatkan bantuan bibit kelapa sawit. Ia berharap bantuan itu akan dapat di manfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh kelompok tani penerima.

“Adapun maksud program bantuan bibit sawit yang diserahkan kepada masyarakat kelompok tani untuk meningkatakan kwalitas tanaman mereka. penyaluran diutamakan kepada tanaman yang layak diremajakan sehingga dengan harapan impian petani untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi dapat terwujud,” ucap Syahril.

“Mudah-mudahan bantuan itu dapat berguna untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat simpang kanan,kususnya kepada empat kelompok tani simpang kanan.saya juga meminta kepada kelompok tani,jagan ada jual beli bantuan bibit kelapa sawit tersebut,” pungkasnya. [tris/adv]




Kembalikan Kejayaan Pertanian, Wabup Inhil Pinta Generasi Muda Ikut Berperan Aktif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo menyatakan bahwa Negeri Seribu Parit ini bisa kembali meraih kejayaannya di bidang pertanian seperti dahulu kala apabila generasi muda mau ikut bertani.

“Kejayaan masa lalu bisa terulang kembali, asal generasi muda mau turut serta untuk bercocok tanam,” tutur Wabup Rosman, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Wabup, generasi muda Inhil seharusnya tidak melulu ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), apalagi meninggalkan kampung halaman untuk mencari peruntungan di Negeri orang. Pasalnya, jika  mau bercocok tanam, pasti juga kelak akan menjadi orang sukses.

“Inhil telah dianugrahi lahan yang bagus untuk bercocok tanam, seharusnya ini dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda. Karena sampai kapanpun juga, selama masih ada manusia, selama itu pula dibutuhkan padi yang merupakan hasil dari bercocok tanam,” terangnya.

Sementara itu, Pemkab Inhil telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghidupkan kembali sektor pertanian ini, seperti memberikan bantuan alat dan mesin pertanian, mengaktifkan peran kelompok tani dan mempermudah akses permodalan Bank dengan sistem pengembalian uang dan bunga perperiode.

“Kita harapkan apa yang kita bantu dapat memudahkan petani dalam bercocok tanam, dan yang paling penting peran aktif generasi muda juga sangat dibutuhkan,” imbuhnya(adi/adv pemkab inhil)




Tingkatkan Produktifitas Kelapa, Petani Harus Gunakan Bibit Unggul

wakil-ketua-dprd-inhil-h-feriandiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau agar menggunakan bibit kelapa yang baik, untuk ditanam di lahan perkebunan kelapa milik mereka.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Ferriyandi saat melakukan diskusi bersama perwakilan mahasiswa, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Ferriyandi, tumbuh kembangnya perkebunan dan pohon kelapa masyarakat, sangat bergantung dan ditentukan oleh bibit yang digunakan oleh para petani, serta ditambah perawatan yang intensif.

“Jadi, supaya hasil perkebunan kelapanga maksimal, petani harus menggunakan bibit kelapa yang unggul dan berkualitas,” tutur Ferriyandi.

Sedangkan selama ini, kata Ferriyandi, para petani kebanyakan hanya menggunakan bibit kelapa yang sudah tua dan jatuh dari pohonnya, sehingga tidak bisa diketahui apakah bibit itu bagus atau tidak.

“Hal inilah yang membuat hasil produksi kelapa masyarakat menurun dan tidak sesuai dengan harapan,” terangnya.

Kondisi tersebut, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, diperparah lagi dengan adanya serangan berbagai hama dan intrusi air laut, yang membuat keberadaan perkebunan kelapa masyarakat semakin mengkhawatirkan.

“Karena itu, juga diperlukan dukungan dari seluruh pihak terkait, khususnya Pemkab Inhil, dalam upaya penyelamatan perkebunan kelapa milik masyarakat ini,” imbunya. (adi)




Warnet di Tembilahan Kata Satpol PP Sudah Patuhi Aturan

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nilai warnet yang ada di kota Tembilahan sudah patuh dengan peraturan yang telah diberlakukan Pemkab Inhil setahun belakang.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Satpol PP TM Syaifullah melalui Kabid Perundang-undangan Daerah, Hady Rahman kepada awak media, Rabu (25/2/2015). Menurutnya, dari hasil razia pada Selasa (24/2/2015) sore. didapati mayoritas warnet di Ibu kota kab Inhil ini sudah mematuhi aturan yang ada.

“Kemaren kita telah melakukan razia pukul 18.00 sampai pukul 19.30 WIB, hanya terdapat satu warnet saja yang masih beroperasi pada jam tersebut, selebihnya tutup sesuai surat edaran kita,” terangnya.

Sebelumnya lanjut hady, warnet-warnet yang ada ketika dirazia, sering kali terdapat anak-anak hingga remaja yang kedapatan sedang buka situs porno. Namun kini, hal itu sudah tidak pernah lagi ditemukan, yang ada hanya sebatas permainan game biasa.

Ia juga menjelaskan, untuk satu warnet yang masih beroperasi tersebut saat itu hanya diberi teguran secara lisan. Diharapkannya pemilik usaha dapat mematuhi dan tidak mengulang kesalahannya .

Jika ini terulang beberapa kali, ia menegaskan usaha warnet akan diberi sanksi berupa surat pernyataan bahkan bisa saja hingga pencabutan perizinan usahanya.

“Untuk saat ini belum ada warnet yang diberikan sanksi pencabutan izin karena peraturan ini masih baru diberlakukan setahun belakangan. Kedepan, sanksi pencabutan izin akan diberlakukan jika memang masih didapati ada yang tidak mematuhi aturan,” Ancam Hady. (mirwan)




Bintek KIA, KB dan Gizi, Tenaga Kesehatan Diminta Perbanyak Penyuluhan dan Konseling

konselingTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk memperbanyak pelaksanaan penyuluhan dan konseling tentang kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat membuka bimbingan teknis (bimtek) Program KIA, KB dan Gizi, Rabu (25/2/2015).

Bimtek yang digelar di aula Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini, turut dihadiri Kepala Puskesmas, Subowo Radianto, serta diikuti puluhan tenaga kesehatan dan bidang di lingkungan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.

Dikatakan Munziarni, bimtek yang rencananya akan dilaksanakan di seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit ini, bertujuan untuk meningkatkan capaian program sesuai indikator program KIA, KB dan Gizi nasional, yang diberikan dalam bentuk penjelasan keseluruhan program bersangkutan.

Selain itu, juga dibahas tentang pengisian register dan format laporan, serta masalah yang ditemui di wilayah Puskesmas, khususnya ygang berkaitan langsung dengan bidan, sehingga berdampak pada pencapaian program dan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan.

“Berdasarkan data yang ada, untuk tahun 2014 lalu jumlah kematian ibu dan bayi di Inhil masih termasuk dalam kategori tertinggi di Provinsi Riau, yakni mencapai 24 ibu dan 183 bayi,” tutur Munziarni.

Oleh karena itu, lanjut Munziarni, tenaga kesehatan harus lebih banyak melakukan penyuluhan dan konseling di lapangan, agar masyarakat lebih mengetahui dan memahami apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatannya, terutama bagi ibu dan bayi.

“Kita harus tahu tugas dan fungsi kita, serta bertanggung jawab dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program kesehatan. Jadi, ke depan tidak ada lagi bidan yang hanya bisa melaksanakan satu pekerjaan saja, tapi harus menguasai seluruh pekerjaan, khususnya terkait KIA, KB dan Gizi,” terangnya.

Sementara itu, Kelapa Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto menyatakan bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya gizi buruk, serta kematian ibu dan bayi di wilayah kerjanya.

“Jadi, apabila ditemukan kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program di lapangan, harus segera kita pecahkan dan cari solusinya bersama-sama,” imbuhnya.(adi)




Wabup Inhil Hadiri Sosialisasi Peraturan Bersama di Pekanbaru

imagePekanbaru (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo menghadiri Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Bersama antara Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), Kementerian Kehutanan (Menhut), Kementerian Pekerjaan Umum (MenPU) dan Badan Pertahanan Nasional (BPN) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Rabu (25/2/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Serindit, Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru ini dihadiri jajaran Forkompinda Riau, perwakilan KPK RI dan Kementerian terkait, Bupati atau Walikota se-Provinsi Riau, serta beberapa perwakilan dari daerah tetangga.

Dalam sosialisasi yang membahas tentang percepatan pengukuhan kawasan hutan dan penyelesaian penguasaan tanah yang berada di dalam kawasan hutan ini, Wabup Rosman turut didampingi Kepala Kejaksanaan Negeri (Kejari) Tembilahan, Lulus Mustofa, SH MH dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Inhil, AKBP Suwoyo Sik, M.Si.

“Kita dari Pemkab Inhil akan melaksanakan berbagai ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, khususnya dalam penerapan peraturan bersama ini,” tutur Wabup Rosman.

Sosialisasi tersebut menghadirkan pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Muhammad Said, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang, H Doddy Imron Cholid. (adi/ adv pemkab inhil)