Pemkab Rohil Gelar Raker Bersama Anggota Komisi I DPD RI

Bagansiapiapi (detikriau.org) – Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) RI Hj.Instsiawati Ayus.SH.MH Gelar Rapat Kerja (Raker) dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Raker membahas Sektor Perikanan, Perumahan dan Jalan berlangsung di lantai 4 Kantor Bupati Rokan Hilir Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Senin (02/03/15 ).

Rapat tersebut dihadir Bupati Rokan Hilir H.Suyatno.Amp, Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan, Plt.Sekda Drs.Surya Arfan, Asisten I,II,III dan IV, Kepala SKPD, Kabag, Camat dan pegawai/honorer dilingkup Dinas Perikanan Rohil. Sedangkan dari kalangan Legislatif hadir 7 anggota dewan.

Dalam sambutannya, bupati H.Suyatno menjelaskan, bahwa melalui APBD Rohil tiap tahunnya, Pemkab Rohil melalui Dinas Perikanan telah banyak , membantu para nelayan. Tujuan Pemkab selama ini agar mereka ( nelayan-red ) bangkit dari kemiskinan.

“Kita sudah membuat kolam ikan yang mengunakan terpal plastik. Alhamdulillah sudah pernah panen ikan patin,” jelasnya ke Intsiawati Ayus.

Terkait dengan sulitnya para nelayan yang ada di 5 kecamatan yakni kecamatan Pasir Limau Kapas, Sinaboi, Bangko, Kubu dan Kubu Babussalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) berupa solar, untuk beraktifitas dilaut, H.Suyatno menyampaikan, bahwa Pemkab Rohil melalui dinas terkait sudah mengajukan proposal bantuan SPBU Terapung dan dermaga ke Kementerian Perikanan dan Kelautan RI.

“Setiap hari para nelayan ini mengeluh ke kami. Jadi kami berharap kepada ibuk untuk memberi masukan kepada buk Menteri Susi, jika dapat, kami sangat bersyukur,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Suyatno juga meminta kepada Intsiawati Ayus untuk memfasilitas dan menjembatani antara Pemkab Rohil dengan Kementerian KP.

“Jika perlu kita undang ibuk menteri di acara bakar tongkang nanti,” ujar bupati.

Bupati Juga menjelaskan Bahwa pada tahun 2016, Kabupaten Rokan Hilir dapat program pembangunan jalan dari Kementerian Pekerjaan Umum berupa pembangunan jalan sistem rigid.

“Kata orang kementerian, mudahan-mudahan terealisasi tahun 2016 nanti,” kata Suyatno mengakhiri.

Sementara Intsiawati Ayus mengatakan, bahwa khusus untuk Rohil, ia akan konsen di sektor perikanan, perumahan dan jalan.

“Sesuai rapat kerja hari ini, saya akan konsen apa yang disampaikan oleh pak bupati. Bukan berarti saya tidak konsen disektor pertanian dan perkebunan,” paparnya

“Untuk itu seluruh data dan dokumen berupa proposal untuk menjadi bahan pada rapat kerja dengan pihak terkait yang ada dipusat, sesuai usulan Pemkab Rohil,” pinta Ayus.

Terkait dengan tapal batas antara kabupaten Rokan Hilir dan kabupaten Labuhan Batu ( Sumut ) tidak kunjung selesai, dirinya berencanakan akan mengkoordinasikan dengan Anggota DPD asal Sumut.

“Mengenai tapal batas, saya minta di bekali data lengkap. Saya akan berkoodinasi dengan DPD asal Sumut,” tambahnya.

Selain itu, agar masalah cepat selesai, dirinya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

“Kita minta pimpinan untuk memanggil Pemkab Rokan Hilir dan Labuhan Batu,” ujar Anggota DPD RI asal Rohil ini. [adv/hms/tris]




Kakek 70 Tahun ditemukan Mengapung di Sungai Simbar

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Belum diketahui penyebab secara pasti, Zd (70) warga Kecamatan Tanah Merah ditemukan sudah tak bernyawa di parit 00 Selatan Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman, sabtu (28/2)

Tubuh kaku yang didapati dalam posisi tertelungkup ini pertamakali ditemukan oleh dua orang petani yaitu Hamid (20) dan Amin (17) yang kala itu bermaksud hendak mencari kerang .

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, IPTU Warno Akman kepada wartawan Minggu (1/3/2015), kronologis penemuan mayat itu berawal pada Sabtu (1/3/2015) sekitar pukul 14.00 WIB, dua orang petani itu hendak mencari kerang di Kuala Sungai Desa Sungai Simbar. Setelah tiba di Parit 00, saksi kemudian menyeberang ke Parit Kongsi.

“Saat menyeberangi parit itulah, saksi melihat sesosok mayat dalam keadaan telungkup. Melihat mayat tersebut, saksi pun langsung melaporkan kepada Ketua RT, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat,” tutur Warno.

Selanjutnya, mayat dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan luar oleh Bidan Desa Sungai Simbar.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh mayat,” terangnya.

Sementara itu, dari keterangan pihak keluarga, lanjut Paur Humas, pada hari kejadian, sekitar pukul 09.00 WIB korban berniat pergi menjumpai anaknya  yang bekerja membongkar kelapa di Parit 00 dengan maksud pamit untuk pulang ke Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Namun menurut anak korban , Speed Boat untuk ketanah merah saat itu sudah tidak ada.

“Diduga diperjalanan korban jatuh ke parit yang menyebabkan korban meninggal dunia. “ Tambah Paur Humas.

Terkait masalah ini, pihak keluarga menurut paur humas menyatakan menerima dengan ikhlas dan dianggap musibah, sehingga tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Jenazah juga telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya.” Tandasnya.(adi)




Dinkes Inhil Rekrut Pelajar SLTA Jadi Anggota Saka Bhakti Husada

Sekretaris Dinas Kesehatan, Ridwan Ahim saat memberikan arahan
Sekretaris Dinas Kesehatan, Ridwan Ahim saat memberikan arahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merekrut pelajar SLTA jadi anggota Saka Bhakti Husada, baik dari SMA, SMK maupun MA yang ada di kota Tembilahan. ahad (1/3)

Kepala Dinkes Kabupaten Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Sekretaris Dinas, Ridwan Ahi, menyebutkan bahwa anggota Pramuka Saka Bhakti Husada ada dari tingkat Kwartir Cabang , Ranting hingga pramuka penegak yang ada di wilayah kerja masing-masing.

Untuk ditingkat ranting lanjutnya, belum lama ini pihaknya telah meminta semua Puskesmas yang ada di 20 kecamatan untuk melakukan pelatihan sama halnya yang dilakukan oleh Dinkes saat ini. Sebab, mulai hari ini hingga sembilan bulan kedepan sejumlah anggota pramuka dari pelajar kota Tembilahan terlebih dahulu dilakukan pelatihan oleh Dinkes untuk dijadikan anggota Saka Bhakti Husada.

Sangat diharapakannya setelah itu, Saka Bhakti Husada ini kedepan mampu menjadi cerminan Saka Bhakti Husada lainnya di Provinsi Riau, dan harapan ini katanya tidak mustahil tercapai sebab, diakuinya beberapa waktu lalu Kwartir Kabupaten Inhil pernah dikenal sebagai Kabupaten Pramuka.

“Ini yang kita harapkan kedepan Saka Bhakti Husada Kabupaten Inhil bisa menjadi cerminan di Riau,” Tekad Ridwan, Ahad (1/3)

Pada pengumpulan sore itu, mantan kabag Humas Setdakab Inhil ini mengaku kegiatan ini sengaja berpakaian bebas seperti biasa, bertujuan agar terasa lebih akrap.

“Karena ini pemula, jadi kita bebaskan saja dulu pakaiannya,” Pungkasnya.(mirwan/advetorial)




Jika ULP Tidak Transparan, Adli Zulbahri : Surati Pemkab Atau Laporkan ke Jalur Hukum

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pihak kontraktor yang menjadi rekan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) disarankan untuk melaporkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) ke jalur hukum apabila diketahui tidak transparan dalam melakukan proses pelelangan pengadaan barang dan jasa di daerah tersebut.

Hal itu dimintakan oleh anggota DPRD Inhil, Adli Zulbahri terkait dengan keluhan para kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Gabungan Kontraktor Indonesia kepada Komisi III DPRD Inhil, belum lama ini.

“Jika mengetahui ULP tidak transparan, jangan diam saja, surati Pemkab atau kalau perlu leporkan ke jalur hukum,” tutur Adli Zulbahri, yang juga anggota Komisi III DPRD Inhil.

Dijelaskan Adli Zulbahri, untuk mengikuti pelelangan adalah hak setiap kontraktor, sehingga seharusnya tidak ada pihak-pihak lain yang membatasi kinerja para komtraktor.

Kendati demikian, lanjut politisi partai Nasional Demokrat ini, semua rekanan juga harus untuk melengkapi segala persyaratan yang dibutuhkan ULP, sehingga kontraktor juga lebih mudah dalam mengikuti pelelangan berbagai proyek yang diajukan oleh Pemkab Inhil.

“Lengkapi juga persyaratannya, karena jika semua sudah lengkap dan ULP masih bermain, maka itu sudah menyalah. Saya harap teman-teman kontraktor juga lebih proaktif dalam menyelesaikan permasalahan ini,” imbuhnya.(adi)




UN CBT, Masih Tunggu Instruksi Disdik Provinsi Riau

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum bisa memastikan apakah sekolah di Inhil nantinya bisa menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) pada Ujian Nasional (UN) tahun 2015.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Inhil Helmi D melalui Sekretarisnya, Ahmad Ramani akhir pekan kemaren. Dikatakannya, saat ini pihaknya masih menunggu intruksi dari Pemprov Riau melalui Dinas terkait, dalam hal ini Disdik Provinsi Riau.

“Hingga hari ini kita belum ada menerima intruksi dari Disdik Provinsi Riau untuk memberlakukan sistem UN CBT di Kabupaten,” sebut Ahmad Ramani.

Meskipun sistem CBT itu telah diberlakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk UN 2015, namun katanya hanya dilakukan di sekolah-sekolah tertentu saja, dan ini merupakan kebijakan Pemerintah Daerah menilai sekolah tersebut siap atau tidak melakukan sistem UN CBT tersebut.(mirwan/adv pemkab inhil)




Lulus Mustofa: Di Cap Sombong dan Arogan. Dilaporin ke Akhirat Aja yang Belum

lulus-mustofa_e589afe69cac-copy

“Jadi Ancaman Buat KORUPTOR”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Baru sekitar 5 bulan bertugas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tembilahan, Lulus Mustofa mengaku sudah dikirimi “surat cinta” dari orang-orang yang tidak senang dengan keberadaannya.

“Masih baru sudah banyak yang tak suka sama saya, sampai-sampai saya dikirimi surat cinta,” tutur Lulus Mustofa kepada wartawan usai menyambut aksi demo siswa dan alumni SMAN 1 Tembilahan Kota, Jumat (27/2/2015) kemaren

Selain mendapat surat cinta, Lulus Mustofa juga mengaku sudah banyak orang-orang yang melaporkannya kepada Kepala Kejaksaan Provinsi hingga Kejaksaan Agung, untuk memindahkannya dari Negeri Seribu Parit ini.

”Udah dilaporin kemana-mana, ke akhirat aja yang belum. Saya dibilang sombong dan arogan, tapi saya biasa saja, karena saya berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan ini dengan sebaik-baiknya. Saya serahkan semua kepada Tuhan,” terangnya.

Dengan banyaknya yang menentang keberadaanya di Inhil ini, lanjut Lulus Mustofa, hal ini membuat dirinya lebih bersemangat untuk menumpas korupsi di Negeri yang sudah dijadikannya sebagai kampung halaman keduanya ini.

“Yang mengusuik saya itu orang-orang yang sudah gerah, saya menganggapnya orang-orang seperti itu adalah pengecut dan tidak gentlemen,” katanya lagi.

Kendati demikian, hal tersebut tidak akan menyurutkan niat dan tekad Kajari Tembilahan dalam menumpas kasus-kasus korupsi di Kabupaten Inhil ini.

“Pokoknya niat kami disini untuk pemberantasan korupsi, hal-hal yang menghalangi itu akan kami jadikan cambuk agar lebih maksimal dalam bekerja,” Tekadnya. (adi)