Warga Desa Sungai Iliran Mengeluh. Hibahkan tanah Untuk Waduk. Airnya Tak Dapat Dinikmati

Gbr: poskotanews
Gbr: poskotanews

GAS (detikriau.org) – Kepala Desa (Kades) Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Ahmad Sukri mengaku bahwa sebagian besar masyarakatnya tidak mendapatkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Padahal ketersediaan air bersih yang didistribusikan PDAM kepada para pelanggannya di Kecamatan GAS, khususnya di Kelurahan Teluk Pinang berasal dari air baku yang ada di waduk Parit 21 Desa Sungai Iliran.

Dijelaskan Sukri, selama ini masyarakat setempat hanya menggunakan air dari sungai untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka, seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Padahal kondisi air sungai tersebut tidak bersih dan tidak layak untuk digunakan, karena sudah tercemar oleh limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri.

Oleh karena itu, dengan keberadaan waduk ini diharapkan setidaknya dapat memenuhi ketersediaan air bersih, yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

“Masyarakat kami sudah menyediakan lokasi atau tempat pembangunan waduk ini dengan hibah, yang diharapkan airnya dapat digunakan dan dirasakan oleh masyarakat,” tutur Sukri saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Namun, lanjut Sukri, setelah pembangunan waduknya selesai dan pipa sudah pula didirikan, distribusi air bersih dari waduk tersebut sebagian besar hanya diperuntukan dan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat yang ada di Ibukota Kecamatan saja, yakni Kelurahan Teluk Pinang.

“Jadi, kami harapkan pihak terkait dapat segera mencari solusi dan jalan keluar atas permasalahan ini, sehingga keberadaan waduk itu juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat,” imbuhnya.(adi)




Dijanjikan Rampung Pertengahan April, Dewan Minta PLN Rayon Tembilahan Segera Tuntaskan Pemasangan Mesin Sewa Baru

sindrangTEMBILAHAN (detikriau.org) – Managemen PLN Rayon Tembilahan diminta, untuk segera menuntaskan berbagai pekerjaannya terutama yang mengangkut upaya perbaikan kondisi pemadaman listrik bergilir saat ini, seperti mempercepat progra pengerjaan pemasangan mesin sewa yang baru.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Harianto menyikapi permasalahan pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN selama ini, yang dinilai telah banyak berimbas pada perekonomian hingga keselamatan warga.

Dikatakan Edi, meskipun pengerjaan pemasangan mesin sewa dijanjikan akan rampung pada pertengahan Bupan April nanti, namun pihaknya tetap mendesak PLN untuk dapat menyelesaikan pekerjaan itu pada awal April nanti, karena pemadaman bergilir ini telah banyak merugikan masyarakat.

“Jadi, kalau bisa cepat apa salahnya. Sekarang masyarakat juga sudah menunggu-nunggu kapan permasalahan listrik ini akan berakhir,” tutur Edi, kemarin.

Untuk itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, pihaknya juga akan tetap mengawal dan mengawasi proses pekerjaan yang dilakukan PLN Rayon Tembilahan, hingga kondisi listrik di Tembilahan bisa kembali normal.

“Saya kasihan melihat masyarakat yang menjadi korbannya, lihat saja para pedagang, pemangkas rambut dan lain-lainnya yang sangat memerlukan listrik untuk operasional usaha mereka. Kemudian yang lebih parahnya lagi, ada bayi yang terbakar karena orangtuanya sedang menghidupkan lampu teplok di saat listrik mati,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinkes Imbau Siswa Terapkan PHBS di Sekolah

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat diimbau, untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkunga sekolahnya masing-masing.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dikatakan Matzen, PHBS harus mampu diterapkan oleh setiap individu yang ingin meningkatkan derajat kesehatannya, dimanapun individu tersebut berada.

“Jadi, hidup sehat itu bisa dicapai dengan menerapkan PHBS, tidak hanya di rumah dan lingkungan sekitar, tapi PHBS juga sangat perlu dilakukan di sekolah-sekolah,” tutur Matzen.

Dijelaskan Matzen, PHBS yang bisa diterapkan di sekolah diantaranya, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun, jajan di kantin atau warung sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

“Kemudian yang tak kalah pentingnya, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, bebaskan diri dari asap rokok, memberantas jentik nyamuk, serta buang air kecil dan air besar di jamban sekolah,” terangnya.

Adapun alasan kenapa pentingnya melakukan PHBS di sekolah, lanjut Matzen, agar para siswa terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.

“Dengan menerapkan PHBS di sekolah, diharapkan mampu meningkatkan semangat para siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar dan akhirnya meningkatkan prestasi belajar meraka,” imbuhnya.(adi/adv)




HUT 1 Tahun Pimpin Rohil, Besok, Suyatno Undang Coffe Morning

22aBagansiapiapi (detikriau.org) – Besok, Senin (23/03/15) Bupati Rokan Hilir, Riau H.Suyatno.Amp, genap 1 tahun memimpin Rokan Hilir. Untuk memperingatinya,Suyatno akan mengagendakan coffee morning bersama seluruh insan pers dan tokoh masyarakat yang ada di Rokan Hilir.

Pada acara coffee morning nantinya, H.Suyatno juga akan mengumumkan secara resmi, apakah dirinya akan kembali maju atau tidak sebagai calon bupati Rohil untuk priode 2015-2020 pada Pemilukada Desember 2015 mendatang.

“Mengenai calon mencalon, nanti akan saya umumkan diacara coffee morning bersama rekan-rekan wartawan, tepatnya tanggal 23 besok (Senin) di mess Pemda. Karna tanggal 23 saya genap satu tahun saya memimpin rohil. Disitulah akan saya umumkan,” kata Suyatno kepada wartawan belum lama ini.

Pantauan lapangan, Minggu (22/03/15) di mess Pemda Rokan Hilir jalan Perwira (eks rumdis bupati-red ) saat ini sedang ada pengerjaan pemasangan tenda di halaman Mess Pemda. [tris/adv]




Warga Keluhkan Kondisi Jalan ke Bupati

22Bagansiapiapi (detikriau.org) – Warga Danau Air Gatal Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko mengeluh ke Bupati Rokan Hilir, H.Suyatno tentang kondisi jalan masuk menuju Danau Air Gatal yan saat ini mengalami rusak parah.

Keluhan Itu disampaikan salah satu warga kepada bupati Suyatno, Sabtu (21/03/15) kemarin usai meninjau kondisi Danau Air Gatal bersama ketua DPRD Rohil, Nasruddin Hasan, Kakansatpol PP, Kabag Humas, Kabag Protokol, Taufik (konsultan perencana) dan sejumlah awak media.

“Hajab pak Jalan Ko (susah pak jalan ini), kalau hujan, budak-budak payah sekolah (anak-anak susah sekolah ), asik tejatuh-jatuh (sering jatuh-jatuh). Tolong lah pak dibolo ( tolonglah pak di perbaiki,” ujar salah seorang warga dengan logat daerah Bagansiapiapi.

Menanggapi keluhan warga, Bupati H.Suyatno mengatakan, bahwa jalan tersebut sudah dianggarkan pada Anggaran Pembelanjaan Biaya Daerah (PBD-Murni) 2015 ini.

“Dah masuk dah (sudah masuk ),tahun iko dah mulai kojo ( tahun ini sudah mulai kerja ),” ujar Suyatno kepada warga yang saat ini sedang menunggu Suyatno disimpang jalan masuk bersama warga Lainnya.

Secara terpisah, salah satu warga sekitar ketika dikonfirmasi wartawan mengaku bahwa jalan tersebut baru saja dibangun pada Tahun 2014 lalu, namun saat ini kembali rusak.

“Heran bang, bisa pulo jalan copek usak (bisa pula jalan cepat rusak ),campow an nyo tak sesuai mungkin (campurannya tak sesuai mungkin,” ucapnya dengan nada kesal. [tris/adv]




Sambutan Ketua PGRI Riau Terkesan Dicueki

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Penyampaian Kata sambutan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Prof Dr H Isjoni Msi pada acara pengukuhan pengurus PGRI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Sabtu (21/3/2015) kemaren terkesan dicueki.

Kenapa tidak, ketika ia sedang berkicau, sejumlah anggota PGRI Kabupaten Inhil yang hadir malam itu sibuk berbincang tak menentu dengan teman seprofesinya.

Padahal, secara tidak langsung Ketua PGRI Riau dalam sambutannya sempat menyinggung bahwa seorang guru itu harus jadi panutan, tidak hanya pada murid, namun juga menjadi percontohan oleh sejumlah kalangan yang berkompeten.

“Jangankan anggota PGRI, guru secara umum itu juga harus tanggap, minimal memperhatikan dari segala aspek yang berkenaan dengan bahasan kemajuan pendidikan, apalagi kita sebagai anggota yang tercatat resmi,” katanya.

Meski begitu, perbincangan sesama anggota tersebut tetap berlanjut tanpa henti hingga akhir sambutan Ketua PGRI Provinsi Riau.

Mirisnya lagi, dari pantauan awak media di lapangan, ketika giliran sambutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, sejumlah guru yang duduk di barisan kanan ruangan dan belakang itu malah meninggalkan ruangan acara dan memilih untuk pulang langsung.(mirwan)