Wabup Tinjau Pelaksanaan UN SMA Sederajat

13aBagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda.SE Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) Di SMU N 1 Bangko, MAN Negeri Bagansiapiapi, Perguruan Methodist, Muhammadiyah Bangko, Perguruan Wahidin dan SMU N 2 Bangko dan SMK Negeri 1 Bangko.

Pada peninjauan itu,Wabup Erianda Didampingi Plt.Sekda Drs.H.Surya Arfan.Msi,Kepala Dinas Pendidikan Ir.H.Amiruddin.MM,Kandepag H.Agustiar.Sag dan Kapolsek Bangko Kompol.Nurhadi.

Erianda mengaku dirinya mendapat laporan bahwa ada beberapa siswa/siswi yang tidak mengikuti ujian.”Ada Beberapa alasan mereka tidak ikut,yang lebih tahu itu pihak sekolah.alhamdulillah lancar tadi saya lihat cuma ada 1-2 orang saja yang tidak ikut ujian,mungkin karna sakit atau apa,kita tak tahu,” ujarnya.

Erinada juga meminta dan berharap kepada seluruh siswa/siswi yang sedang melaksanakan ujian nasional untuk tidak keluar pada malam hari.”Belajarlah yang tekun,rajin dan yang paling utama hindari narkoba itu yang kami harapkan,jangan sampai terjadi hal itu,” pinta Wabup.

Ditempat sama, Kadisdik Rohil, H.Amiruddin mengatakan Ujian Nasional Tahun 2015 tingkat SMA, Madrasah Aliyah dan SMK diikuti lebih kurang 7830 Siswa/siswi. “Itu seluruh kecamatan yang ada di Rohil,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari pihak sekolah tentang kekurangan soal maupun kesalahan dalam memberi materi jawaban.

Terkait adanya beberapa siswa yang tidak mengikuti ujian, Amiruddin menjelaskan, kalau namanya sudah terdaftar didaftar UN, tapi tidak bisa mengikuti akan ada ujian susulan.”Mungkin mereka sedang sakit,” kata Mantan Kadisdukcapil Ini.

Dalam peninjauan UN, terdapat 2 orang siswa SMA N 1 Bangko tidak mengikuti ujian dan 2 orang di SMK N 1 Bangko. “Di sekolah lain belum ada,” tambahnya.

Untuk pegawas ujian, menurut Amiruddin, seluruh guru yang ada di kabupaten Rokan Hilir dilibatkan dalam pengawasan, sesuai intruksi dari mementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Tapi sistem pengawsannya sistem silang, contohnya guru SMA 1 mengawas di SMA 2,” imbuhnya.

Sambungnya, untuk mata pelajaran hari pertama ujian, Amiruddin menerangkan bahwa tergantung dengan jurusan.”Bermacam-macam, kalau jurusan IPA, Bahasa Indonesia dan Kimia. Kalau jurusan IPS Bahasa Indonesia dan Geografi, sedangkan jurusan Bahasa, Bahasa Indoensia dan Sastra,” terangnya.

Tambahnya lagi, Ujian Nasional ini tidak menentukan kelulusan sekolah,ini hanya untuk pemetaan oleh Kemendikbud terhadap kemampuan anak didik pada ujian ini. “Dari situ bisa memetakan kemampuan anak didik dari daerah timur, barat dan tengah. UN ini hanya sebagai pemetaan dan persyaratan masuk ke Perguruan Tinggi,” katanya. [tris/adv]




Kapolda Sambang Nusa ke Panipahan

13Bagansiapiapi (detikriau.org) – Kapolda  Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan melakukan sambang nusa ke Panipahan,Kecamatan Pasir Limau Kapas,Rohil,(Sen.13/04/15).Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suyatno curhat kelangkaan bahan baku galangan kapal.

“Pengusaha galangan kapal terancam gulung tikar, karena bahan baku harus didatangkan dari luar Provinsi Riau,” ujar Suyatno dihadapan Kapolda dan masyarakat Panipahan.

Disambungnya, saat ini, staf ahli Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang mengkaji kemungkinan mendapatkan bahan baku dari  HPH PT Diamond Raya Timber, karena berdasarkan ketentuan menurutnya 5 persen bisa dimanfaatkan kebutuhan masyarakat lokal.

Terkait curhat bupati tersebut, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan mengaku memang ada ketentuan sekian persen lahan HPH tersebut bisa dimanfaatkan, namun harus sesuai dengan aturan yang berlaku. [tris/adv]




6.658 Pelajar SLTA di Inhil Esok Ikuti UN

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 6.658 pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2015 yang akan dimulai tanggal 13 April besok.

6.658 peserta UN itu terbagi kepada 4 bagian, yakni untuk siswa SMA Negeri dan Swasta sebanyak 3.110, SMK Negeri dan Swasta sebanyak 1.128 siswa, MA Negeri dan Swasta sebanyak 2.053 serta peserta ujian paket C sebanyak 367.

“ jumlah tersebut berdasarkan Daftar Nominasi Tetap (DNT) yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu. DNT itu tidak lagi bisa diganggu gugat dengan alasan apapun. Sebab, DNT tersebut merupakan hasil akhir pada pendataan peserta UN,” Terang Kadisdik Inhil, Helmi D melalui Kabid Dikmen, Suwardi, Ahad

“Jika terdapat kendala di lapangan, saya minta sesegera mungkin mengkoordinasikan dengan kami, umpama jika ada kekurangan soal,” harap Suwardi yang juga menjabat sebagai Koordinator Pelaksanaan Lapangan UN 2015 Kabupaten Inhil.

Suwardi juga berharap pelaksanaan UN tahun 2015 ini dapat berjalan dengan lancer tanpa kendala apapun. “Dari semua persiapan yang sudah kita lakukan tentu kita berharap pelaksanaan UN yang akan dimulai esok hari akan berjalan dengan baik hingga usai.” Tandasnya. (mirwan/adv)




Samino : Untuk Apa Dibuat Program dan Perencanaan Kalau Tidak Terlaksana

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kesuksesan dan keberhasilan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat dilihat dari peningkatan kinerja dan kemajuan pembangunan di daerah setempat.

Oleh karena itu, sangat diperlukan komitmen dan keseriusan dari aparatur terkait dalam melaksanakan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Seperti dalam hal penyelamatan perkebunan kelapa masyarakat, yang saat ini kondisinya makin memprihatinkan, baik itu karena intrusi air laut maupun usia pohon kelapa yang sudah tua dan lain sebagainya.

Anggota Komisi II DPRD Inhil, Samino mengatakan, mengingat luasnya kerusakan lahan perkebunan kelapa masyarakat, maka proses perbaikannya harus dilakukan secara bertahap oleh SKPD terkait.

“Dengan keterbatasan dana dan anggaran yang kita miliki, program perbaikan perkebunan kelapa masyarakat ini harus dilakukan secara bertahap dan serius,” tutur Samino di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dijelaskan Samino, program ini tentunya harus melalui perencanaan dan pengkajian yang matang, dengan memperhatikan berbagai aspek yang sesuai dan berdasarkan kebutuhan daerah masing-masing.

“Apabila seluruh program telah terencana dengan baik, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Jika tidak, lanjut politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Inhil ini, maka pembangunan dan kemajuan daerah tidak akan terwujud, sebagaimana yang dicita-citakan Pemda dan sangat diharapkan oleh masyarakat.(adi/adv)




Tahun Ini, Dinkes Inhil Benahi Bangunan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun anggaran 2015 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan pembenahan terhadap kondisi bangunan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tembilahan Hulu, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, dalam upaya menyediakan pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal bagi masyarakat di Negeri Seribu Parit, maka berbagai permasalahan yang ada di Puskesmas, seperti masih banyaknya kondisi bagunan yang kurang baik harus diperbaiki dan dituntaskan sesegera mungkin.

“Dalam waktu dekat ini, pemerintah daerah akan melakukan perbaikan dan peningkatan pembangunan fisik Puskesmas, misalnya yang sebelumnya ruangan itu digunakan untuk non rawat inap, kami tingkatkan menjadi ruang inap,” tutur Alvi.

Langkah tersebut, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat terutama para pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Dengan begitu, kita harapkan mudah-mudahan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat dapat tercapai,” imbuhnya.(adi/adv)




LALH dan Walhi Riau Berikan Pelatihan Paralegal Bagi Masyarakat Desa Pungkat

20150411_103005GAUNG (detikriau.org) – Warga Desa Pungkat Kecamatan Gaung dan sekitarnya kembali mendapat pelatihan Paralegal yang dilakukan oleh Lembaga Advokasi Lingkungan hidup (LALH) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Sabtu (11/04/2015).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung MDA Al Mujahidin Desa pungkat dan dihadiri oleh puluhan warga.

Paralegal adalah orang-orang yang bukan berlatar belakang pendidikan hukum, tetapi mereka mengerti tentang hukum dan advokasi.

20150411_110114Direktur Eksekutif LALH Indra Jaya, SH, MH mengungkapkan pelatihan Paralegal tersebut bertujuan memandirikan masyarakat dalam menghadapi pesoalan hukum, sehingga masyarakat tidak salah mengambil tindakan ketika dihadapkan oleh konflik dan persoalan hukum.

“Kegiatan ini kita maksudkan untuk memberikan pengetahuan hukum ke masyarakat biar mereka bisa mengadvokasi diri sendiri keluarga dan lingkungan. Membekali masyarakat dengan pengetahuan hukum HAM dan lingkungan dalam memperjuangkan hak-hak mereka serta membentuk jaringan antar Paralegal antar desa atau antar sektor,” jelas Indra yang juga menjabat sebagai Dewan Daerah Walhi Riau.

Sementara itu Joni Setiawan Mundung, Direktur Kampanye LALH menambahkan  warga Desa pungkat sangat membutuhkan pendidikan hukum, mengingat rata-rata pendidikan mereka dibawah sekolah menegah pertama, tentunya masih awan dengan pengetahuan hukum.

Ditambah masyarakat desa pungkat pernah traumatik dengan keadaan yang sangat mencekam ketika melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah atas perizinan hutan di Kecamatan Gaung.

“Pengetahuan hukum sangat mereka butuhkan, kita dari LALH dan Walhi Riau merasa terpanggil untuk melakukan pelatihan hukum kritis dan pendidikan lingkungan hidup di desa pungkat ini,” ungkap Mundung.

“Pelatihan ini akan lakukan secara terus menerus sampai masyarakat bisa melakukan kemandirian secara hukum,” tambah Mundung.

Kepada pemerintah, kususnya pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir, aktivis lingkungan hidup itu berharap Pemda melakukan kegiatan-kegiatan pembangunan yang bervisi penyelamatan lingkungan hidup.

“Kita minta Pemerintah tidak mengeluarkan perizinan yang serampangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat,” tegas mantan Derektur Walhi Riau tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Pungkat, Hasan Basri mengungkapkan masyarakat sangat mendukung program yang laksanakan oleh LALH dan Walhi Riau tersebut, Ia berharap kedepannya setelah diberikan pembekalan hukum tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sangat positif, kita sangat mendukung kegiatan ini. Kedepannya semoga tidak terjadi lagi hal-hal yang tak diinginkan,”  ungkap Hasan.

Adapun yag menjadi pemateri dalam pelatihan tersebut, Indra Jaya (Direktur LALH), Joni Setiawan Mundung (Direktur Kampanye LALH), Suryadi (Deputi LALH), dan Boy Evan Sembiring (Deputi Walhi Riau). (mirwan/rls)