Kadisdik Inhil Tegaskan Tidak Ada Pungli Ijazah. Nasir, Boleh Sebatas Tranportasi

Kadisdik Inhil, Helmi D (tengah) saat pantau pelaksanaan UN hari pertama bersama Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Mirwan
Kadisdik Inhil, Helmi D (tengah) saat pantau pelaksanaan UN hari pertama bersama Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D tegaskan tidak ada Pungutan Liar (Pungli) Ijajah pada Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Sekolah wajib 9 tahun, artinya ditingkat SMP juga tidak dibenarkan adanya biaya Ijazah. Jikapun ada kedapatan nanti, kami suruh kembalikan saja,” ungkap Helmi kepada awak media disela pantauan pelaksanaan UN disejumlah sekolah, Senin (13/4) sambil menerangkan bahwa larangan itu berdasarkan Permendikbud RI.

sementara itu, Kasi SMP Disdik Inhil, M Nasir menerangkan, setelah usai pelaksanaan UN SMA tahun ini, diwacanakannya Disdik akan mengumpulkan kepala SMP se-Kabupaten Inhil. Tujuannya, memberi arahan apa saja yang mesti dilakukan pihak sekolah.

“Termasuk juga memberi penegasan tidak dibenarkan adanya biaya Ijazah. Selama ini, kami hanya menyampaikan semacam himbauan saja, namun pada rapat nanti akan kami sampaikan larangan keras sesuai prosedur,” kata Nasir.

Untuk sementara, ia sedikit memberi keringanan terhadap ada pungutan tersebut hanya berupa uang transportasi semata. Dicontohkannya seperti sekolah yang jauh dari kota Kabupaten, tentu butuh biaya transportasi untuk mengambil Ijazah di kantor Disdik.

“Hanya sebatas itu, tidak boleh lebih. Dan iurannya pun secukupnya saja sesuai dengan biaya jarak tempuh yang dibutuhkan sekolah,” pungkasnya. (mirwan)




Sekda Inhil Buka Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

DSC_3081TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM membuka resmi kegiatan sosialisasi deteksi dini kenker leher rahim di Gedung Wanita Tembilahan, Senin (13/4/2015).

Kegiatan tajaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tembilahan ini bekerjasama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Inhil.

Dalam pemaparannya, Sekda Inhil menyampaikan bahwa kegiatan ini sangatlah bermanfaat karena bisa menghasilkan nilai yang positif. Sebab diketahui menurut Sekda, berdasarkan data, di Indonesia secara umum, tingkat kematian akibat kanker servik ini berada dinomor urut 2.

“Bayangkan saja, sudah tercatat kurang lebih 15 ribu jiwa yang menjadi korban akibat kanker tersebut. Sebab itu, perlu kita sosialisasikan pengetahuan tentang penyakit ini,” kata Sekda.

Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan berharap dengan adanya kegiatan ini akan dapat memberikan pengetahuan kepada kaum hawa dalam mengetahui secara dini ada tau tidaknya indikasi penyakit kangker servik.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan saat dikonfirmasi awak media menuturkan, sosialisasi yang diselenggarakannya pagi itu diikuti oleh organisasi wanita se-Kabupaten Inhil. Diantaranya, para ibu Dharma Wanita dan organisasi wanita lainnya.

“Tentu harapan kita setelah ini mereka yang mengikuti sosialisasi bisa memahami. Untuk diketahui, sosialisasi ini baru tahap awal, tindak lanjutnya ialah jika ada terdapat persoalan terkait materi hari ini langsung dilaporkan,” katanya.

Ia menerangkan, dalam pemeriksaan deteksi dini kenker leher rahim ini dilakukan secara gratis, dengar syarat mengantongi kartu peserta BPJS Kesehatan.(mirwan/adv pemkab inhil)




1 Pelajar di Inhil Ikuti UN di Lapas

Foto Mirwan
Foto Mirwan

Tembilahan (detikriau.org) – Satu orang pelajar setingkat SMA mengikuti pelaksanaan UN di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tembilahan. Hal itu terpaksa dilakukan karena ianya sedang menjalani masa pembinaan akibat tersangkut masalah hukum.

Berdasarkan keterangan Kepala Lapas Kelas II A kota Tembilahan Tommy melalui Kasi Binadik, M Djohan saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Senin (13/4/2015) mengatakan, 1 orang pelajar ini merupakan tahanan kasus tindak pidana perkelahian.

Sebenarnya, lanjut Djohan, binaan Lapas yang menjadi peserta UN tahun 2015 itu ada 2 orang. Namun yang satunya, MS seorang pelajar SMK telah dibebaskan Lapas Kelas II A Tembilahan senin (13/4) pukul 06.00 WIB.

“MS terlibat kasus perlindungan anak ini mengikuti UN di salah satu sekolah yang ada di lintas Enok, seberang Tembilahan. Jadi saat ini tinggal 1 pelajar saja lagi yang tetap mengikuti UN di Lapas,”tandasnya. (mirwan)




Kadiskes : Pustu Barometer Pelayanan Terdekat Bagi Masyarakat

dsc_0213TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun anggaran 2015 ini, Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di seluruh wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menjadi prioritas, untuk lebih dimaksimalkan peranannya di tengah-tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, pihaknya ingin seluruh Pustu yang saat ini secara fisik bangunannya sudah mencapai 154 Pustu itu dapat benar-benar mendukung dan menunjang penyediaan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

“Kami mau Pustu menjadi barometer untuk pelayanan terdekat bagi masyarakat. Ini tentunya bukan pekerjaan yang mudah, karena perlu komitmen bersama antar seluruh pihak terkait,” terangnya.

Dijelaskan Alvi, tekad itu akan didukung 100 persen dengan penguatan perencanaan serta pemahaman terhadap aturan dan sinkronisasi antar program, yang kedepannya diharapkan bukannya hanya capaian program yang terjadi, tetapi adalah efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan anggaran, untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Inhil.

“Salah satu mungkin yang perlu kita sikapi dengan bijak, misalnya kita bertekad di tahun 2017 nanti Inhil bebas pasung. Itulah diantaranya contoh perbaikan konprehensif untuk kesehatan, yang kami sudah mulai tata sejak RPJMD dan draft Rensra kita di pemerintahan yang baru ini,” imbuhnya.(adi)




Bupati dan Wabup Pantau Pelaksanaan UN Hari Pertama

DSC_3071TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan pantau pelaksanaan UN dibeberapa sekolah setingkat SMA di Kecamatan Tembilahan Hulu. Sementara Wakil Bupati, H Rosman Malomo di Kecamatan Tembilahan. Dalam kesempatan itu Bupati menghimbau kepada seluruh peserta Ujian Negara (UN) untuk tetap percaya dengan kemampuan diri sendiri dan tidak terpengaruh dengan isu bocoran soal.

Himbauan ini disampaikan Bupati saat memantau pelaksanaan UN setingkat SMA hari pertama di Kota Tembilahan, Senin (13/4)

Dalam kesempatan itu, Bupati tampak didampingi oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, Asisten II Afrizal, Kadisdik Helmi D, Kabag Humas Ahmad Ramani serta beberapa pejabat lainnya.

Beberapa sekolah yang dikunjungi Bupati diantaranya adalah MAN 039 Jalan Pelajar Tembilahan Hulu, MA Sabilal Muhtadin di Jalan Sabilal Muhtadin Tembilahan dan SMAN 1 Tembilahan Hulu.

“Saya himbau agar seluruh peserta UN untuk percaya dengan kemampuan sendiri, jangan percaya dengan isu yang tidak benar seperti adanya bocoran kunci jawaban,” pesannya.

ditambahkan Bupati, dari tinjauannya, pelaksanaan UN hari pertama berjalan lancar dan sukses dalam pelaksanaannya. Baik dari segi pengawasaannya maupun kelengkapan sarana yang didistribusikan oleh panitia UN.

“Setelah saya tanyakan langsung tadi dengan peserta UN, tidak ada persoalan dengan ujiannya hari ini. Begitu juga dari pantauan umum saya meninjau dibeberapa sekolah,” kata Wardan.

Meski demikian katanya, salah satu sekolah yang dipantaunya itu terdapat satu peserta yang mengundurkan diri mengikuti UN, dengan alasan faktor kesehatan yang tidak mendukung.

“Jangan sampai ada lagi yang gagal ikut UN karena faktor kesehatan, untuk wali murid agar menjaga anaknya di rumah jangan terlalu banyak main, dan kontrol juga jam belajarnya agar  tidak terlalu larut malam. Yang penting cukup waktu istirahat,” pesan Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Inhil, Helmi D juga menyebutkan secara umum  pelaksanaan UN hari pertama di semua sekolah setingkat SMA di Inhil berjalan aman dan lancar.

Sementara itu dihari yang sama Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo beserta beberapa pejabat melakukan pantauan  di SMA 1, SMA Muhammadiyah dan SMA PGRI yang semuanya berada di Kecamatan Tembilahan. (Mirwan/adv pemkab inhil)




Bangun Daerah, Ketua DPRD Ajak Semua Pihak Bergandengan Tangan

Ketua-Sementara-DPRD-Inhil-Dani-M-NursalamTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir, Dani M Nursalam mengajak seluruh pihak bergandengan tangan serta saling memberi dukungan dalam upaya membangun dan memajukan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Dani, pembangunan dan kemajuan suatu daerah akan sangat mustahil bisa tercapai, apabila hanya dilakukan oleh satu atau sebagian pihak saja, tanpa adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak yang ada di daerah tersebut.

Oleh karena itu, seluruh pihak mulai dari lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif hingga komponen masyarakat harus sama-sama berjuang dalam mengembangkan berbagai potensi dan sumber daya yang telah tersedia.

Adapun beberapa hal yang bisa dan harus dilakukan dalam rangka membangun dan memajukan daerah, diantaranya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat terutama pada generasi muda.

Selain itu, sumber daya alam harus digunakan untuk sebesar-besar­nya kemakmuran masyarakat, lingkungan hidup harus dijamin kelestariannya, infrastruktur ekono­mi dan sosial harus ditata, birokrasi pemerintahan harus didorong agar lebih dinamis dalam menyerap aspirasi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Sukses atau tidaknya membangun dan memajukan daerah ini di masa mendatang, akan sangat bergantung pada hasil dari sebuah kebersamaan dalam perencanaan, kinerja dan mau belajar dari kesalahan. Karena itu, marilah kita bekerja dan berikhtiar bersama-sama dalam membawa daerah ini menuju ke arah yang lebih baik lagi,” kata Dani.(adi/adv)