Darurat Napza, Muammar : Di Inhil Harus Dibentuk BNNK dan IPWL

Penandatangan-kerjasama-Indonesia-dan-Filipina--terkait-pemberantasan-narkotikaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah dan mengantisipasi semakin meluasnya peredaran serta penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza) sejak dini terutama di kalangan generasi muda, maka di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipandang perlu dibentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar saat hearing atau rapat dengar pendapat bersama perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Bagian Hukum dan Bagian Ortala Setda Inhil, serta RSUD PH Tembilahan, di Ruang Komisi I Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Mummar, dari hasil kunjungan kerjanya ke beberapa daerah, ia menilai di Negeri Seribu Parit ini memang harus segera dibentuk BNNK dan IPWL rehabilitasi korban penyalahgunaan Napza. Apalagi, jika mengingat kondisi yang ada di lapangan saat ini.

“Daerah kita sekarang sudah bisa masuk dalam kondisi darurat Napza, jadi semua pihak terkait harus secepatnya mengambil langkah dan kebijakan, dalam upaya menanggulangi permasalahan ini,” tutur Muammar.

Seperti dengan keberadaan IPWL yang sangat dibutuhkan dalam penanganan Napza, lanjut Muammar, dimana berdasarkan ketentuan para pengguna dan pencandu narkoba itu lebih baik direhabilitasi daripada di penjara.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini menyatakan, yang harus juga disiapkan oleh pemerintah adalah sumber dayanya, yang bisa menganalisa apakah seorang pengguna dan pencandu tersebut diberikan rehabilitasi dan pengobatan dengan cara rawat jalan atau rawat inap.

“Yang juga tak kalah pentingnya dilakukan, yakni mengintensifkan sosialisasi tentang narkoba, karena masih banyak masyarakat kita yang tidak tahu dan tidak memahami terkait Napza ini. Contohnya saja, ada anggapan masyarakat kalau sudah direhabilitasi berarti dipenjara, padahal kan tidak. Pemahaman ini yang harus kita berikan kepada masyarakat,” imbuhnya.(adi/adv)




Apes, Ketemu Kenalan lama, Rp 15 Juta Ludes

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaku tindak kejahatan bukan hanya dilakukan oleh orang yang tidak dikenal oleh korban, bahkan bisa saja pelakunya adalah kenalan di korban. Sebagaimana yang dialami oleh warga Tembilahan, Haliza (23).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kamis (16/4) sekitar pukul 14.00 wib, Haliza meminjam kendaraan roda dua milik temannya Nurlaila (26) dengan maksud untuk berbelanja di pasar.

Setibanya dirumah setelah selesai berbelanja, Haliza bertemu dengan kenalannya “Y” di depan rumah dan iapun mempersilahkan Y untuk masuk  dengan maksud untuk sekedar mengobrol.

Setelah didalam rumah, Halizapun bermaksud untuk membuatkan minuman dan beranjak ke dapur. Namun saat minuman selesai dibuat dan akan disuguhkan, Y sudah tidak lagi berada di tempatnya.

“Saat itu Haliza masih sempat melihat “Y” sudah menaiki kendaraan pinjamannya dari Nurlalila. Tapi saat ditanyakan kenapa membawa kendaraan, Y hanya bungkam dan tetap membawa kabur kendaraan tersebut,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Paur Humas Iptu Warno Akman, Jum’at (17/4)

Parahnya lagi, saat si saksi mencoba untuk menghubungi suaminya yang sedang di luar, ternyata Handphone miliknya juga sudah raib dikantongi pelaku.

Atas peristiwa ini, disampaikan Warno, korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 15 juta.

“Sampai saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan oleh jajaran Polres Inhil,” tutup Warno.(mirwan)




Dinkes Gencar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

17Bagansiapiapi (detikriau.org) -Daerah pesisir pantai di Kabupaten Rokan Hilir ternyata sangat rawan terhadap penularan penyakit HIV/AIDS. Menyikapi persoalan tersebut, penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya penularan virus inipun terus dilakukan secara intensif. 

”Secara geografis, daerah pesisir pantai memang sangat rawan terhadap penularan virus HIV/AIDS. Karena, sebagian besar daerah pesisir pantai itu merupakan daerah transit,” kata Kepala Dinas Kesehatan, dr HM Junaidi Saleh Mkes ketika ditemui kemarin di Bagansiapiapi.

Semua petugas yang ada di Puskesmas yang berada di daerah persisir pantai dihimbau untuk mengintensifkan sosialisasi maupun penyuluhan tentang kesehatan. Sehingga masyarakat yang berada di daerah pesisir pantai bisa mengerti dan memahami tentang masalah kesehatan. ”Sosialisasi tentang kesehatan perlu terus diintensifkan,” kata Junaidi.

Sementara itu, daerah pesisir pantai di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang rawan penularan virus HIV/AIDS tersebut diantaranya, Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Sinaboi Kecamatan Sinaboi, Bagansiapiapi Kecamatan Bangko,  Pulau Halang Kecamatan Kubu Babussalam. Selain petugas kesehatan, sosialisasi tentang HIV/AIDS turut dilakukan oleh unsur lainya seperti pihak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Rokan Hilir.

Selain itu, dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan di daerah pesisir, pihak Dinas Kesehatan melalui program Nusantara Sehat mengusulkan penempatan petugas kesehatan antara 5 sampai 10 orang dari pusat. ”Untuk program Nusantara Sehat ini, semuanya nanti pemerintah pusat yang mengaturnya. Dengan program Nusantara Sehat ini, masalah kesehatan dapat lebih dioptimalkan,” kata Junaidi. [tris]




Kepala Kantor Pos Doakan Realilasi Dana PSKS Tepat Sasaran

foto: mirwan
foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Kantor Pos Cabang Tembilahan Ryan Lenova doakan realisasi dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tidak salah sasaran keseluruh warga yang menerima.

“Tercatat sebanyak 25,750 warga se-Kabupaten Inhil yang menerima PSKS ini, perorang menerima Rp 600 ribu. data ini kami terima bersih dan kami juga tidak tau apakah data ini berdasarkan data BPS baru atau yang lama,” ungkapnya kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2015).

Yang jelas lanjutnya, pihak kantor Pos hanya merealisasikan sesuai dengan data yang telah tersedia. Ia mengatakan untuk pelaksanaan pembagian dana ini dilakukannya di seluruh kecamatan selama seminggu mulai tanggal 13 sampai 18 April mendatang.

Diakuinya, dari pantauannya di lapangan dalam beberapa hari belakang ini terbilang tertip pada pelaksanaan perealisasi, tidak hanya di kota Tembilahan, kecamatan lain juga terbilang lancar.

Sebab katanya, selain dibagikan secara teratur, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk meminta bantuan. “Sebenarnya, dana sebesar Rp 600 ribu tersebut tidak mesti diambil si penerima keseluruhan, bisa hanya mengambil setengah terlebih dahulu dan diambil dibulan berikutnya,” teranganya.

Dijelaskannya, hal itu disebabkan berupa program simpanan dan sangat dianjurkan pihak terkait untuk menabung saja. Namun untuk warga kabupaten Inhil ini, belum ditemukan warga yang ingin menyimpan sebagian dari total dana PSKS.

“Mungkin saja mereka memang sangat membutuhkan dana ini, jadi kita juga tidak memaksakan mereka untuk menabung,” tutupnya.(mirwan)




PEMKAB INHIL MENGIKUTI MALAM RAMAH TAMAH DENGAN DIREKTUR OPERASI PLN LUAR JAWA-BALI

Perbincangan Plt.Gubri dengan Kadis TAMBEN dan Kepala BAPPEDA Kabuapten Inhil (1)
Perbincangan Plt.Gubri dengan Kadis TAMBEN dan Kepala BAPPEDA Kabuapten Inhil (1)

Pekanbaru (detikriau.org) Rabu (15/4/2015) malam, Pemerintah Kabupaten Inhil yang di wakili Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Tengku Edy Efrizal di dampingi Kepala BAPPEDA, menghadiri malam ramah tamah dengan Direktur Operasi PLN luar Jawa-Bali Amir Rosidin serta Jajaran. Kegiatan ini turut di hadiri Plt GUBRI Drs. Arsyadjuliandy Rachman, Wakil Mentri Keuangan RI Mardiasmo, Deputi Bappenas RI, DITJEN BANGDA Kementrian Dalam Negeri RI serta Perwakln dari Kabupaten/Kota Se-Propinsi Riau, yang di laksanakan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau Jl.Ponegoro, Pekanbaru. 

Usai mengikuti Malam ramah tamah Direktur Operasi PLN, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Inhil, Ir.T.Edy Afrizal mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Bupati dengan Direktur PLN Pusat beberapa waktu lalu. Pertemuan malam ini membahas akan krisis listrik yang terjadi di Kabupaten Inhil. Karena, sistem listrik yang ada di Kabupaten Inhil masih terisolasi, sehingga memerlukan pembangunan jaringan interkoneksi. Dengan adanya sistem jaringan  interkoneksi itu maka wilayah Kabupaten Inhil akan di aliri listri ± 600 Mw.

Tampak Kadis Tamben dan Kepala Bappeda Inhil serta undangan lain saat mengikuti Ramah Tamah dengan Diretur PLN
Tampak Kadis Tamben dan Kepala Bappeda Inhil serta undangan lain saat mengikuti Ramah Tamah dengan Diretur PLN

Dalam waktu dekat ini akan dibangun beberapa tower yang terletak di beberapa titik di Kabupaten Inhil. (adv pemkab/rlsHumas)




Pelaksanaan UN SLTA di Inhil Sukses

Bupati Inhil, HM Wardan saat memantau pelaksanaan UN di salah satu sekolah di Kec Tembilahan Hulu kemaren. foto: mirwan
Bupati Inhil, HM Wardan saat memantau pelaksanaan UN di salah satu sekolah di Kec Tembilahan Hulu kemaren. foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) tahun 2015 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terbilang sukses, bahkan lebih sukses dari tahun lalu.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pendisikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D melalui Kabid Dikmen, Suwardi kepada awak media, Kamis (16/4/2015) sore.

“Kalau tahun lalu masih terdapat kendala, namun untuk tahun ini lancar, baik berupa pendistribusian pasilitas ujian, jadwal pelaksanaan maupun proses pengawasan selama menjalani UN,” katanya.

Namun demikian, ia menyampaikan sedikit kendala yang didapat hanya pada mata UN Bahasa Inggris, sebab dalam ujian itu terdapat ujian listening yang memfungsikan alat untuk mendengarkan. Waktu itu, ada beberapa sekolah terhambat karena listrik sedang mati.

Secara cepat pihak panitia katanya langsung mengatasi dan tetap berjalan lancar. Sampai akhir UN, diakuinya juga tidak terdapat kebocoran soal UN di seluruh SMA sederajat di Kabupaten Inhil.

Untuk pengumpulan Eljun ke kantor Disdik Inhil, untuk SMA katanya sudah 80 persen yang telah mengumpulkan. Namun untuk SMK, Negeri maupun Swasta se-Inhil, hingga sore itu baru 1 SMK yang datang membawa Eljun, yakni SMK Kateman.

“Yang jelas kami tegaskan, seluruhnya baik SMK maupun SMA harus sudah mengumpulkan Eljun kesini pada sore (17 April, red), jika ada yang terlambat jangan salahkan kami jika dapat sanksi dari pimpinan Dinas,” tegasnya.

Meski demikian, Suwardi yakin kalau di Inhil ini akan mengumpulkan Eljun tidak ada yang terlambat, hal ini berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya yang belum pernah ditemukan sekolah terlambat.(mirwan)