Niat Membantu Teman, 2 Pria Ini Ditusuk OTK

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dua orang pria warga jalan sungai beringin Tembilahan, Agus (18) dan Rizal (20) terpaksa dilarikan ke RSUD karena mengalami luka tusuk oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Peristiwa naas itu terjadi di sekitar perumahan H Amir jalan Sungai Beringin Tembilahan, Sabtu (18/4/2015) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kedua korban ini berniat hendak membantu temannya, Noval (18) yang ingin menjumpai pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap Noval sebelumnya.

Malam kejadian, sebelum peristiwa tersebut, teman korban Noval sedang berduaan dengan seorang perempuan,Dela (16) warga Jalan HR Soebrantas Tembilahan di Jembatan Getek desa Sungai Luar, mereka dihampiri 3 OTK dan minta duit, namun ia bersi keras tidak mau memberi, akhirnya Noval pun ditampar salah satu pelaku dan meninggalkan lokasi ia bersantai.

“Karena tak senang ditampar, Novalpun meminta bantuan kepada temannya melalui Hp. Waktu itu, si Noval sedang di jalan dan melihat ketiga pelaku sedang santai di Bangsal samping perumahan Sungai Beringin,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kapolsek Tembilahan Kota, Ipda Agus Susanto kepada detikriau.org melalui telpon selularnya, Minggu (19/4/2015).

Lebih lanjut ia menerangkan, kedua korbanpun langsung menuju TKP dan langsung bertemu dengan Noval. Tak banyak basa-basi, si noval langsung memukul salah satu pelaku, waktu itu juga terjadi perkelahian kedua kelompok tersebut.

Akibat perkelahian ini, kedua korban, Agus mengalami luka tusuk pada punggung tengah, sedangkan Rizal mengalami luka tusuk pada punggung atas sebelah kiri, bahkan luka tusukan yang dialami Rizal ini lebih parah hingga tembus ke dada atas kiri samping leher.

“Agus hanya luka sedikit dan sudah pulang dari Rumah Sakit. Sedangkan Rizal, sampai saat ini masih di rawat di ruang perawatan bedah RSUD Puri Husada Tembilahan,” katanya.

Untuk diketahui, saat kejadian di TKP, diketahui pihak kepolisian bahwa ketiga pelaku saat itu melarikan diri ke arah Tembilahan Kota dan meninggalkan barang bukti sebilah pisau tajam. Dan sampai saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan oleh petugas kepolisian Tembilahan Kota.(mirwan)




Giliran Padam 24 Jam, Warga Datangi PLN Teluk Pinang

imagesGAS (detikriau.org) – Sejumlah masyarakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mendatangi PLN Sub Ranting Teluk Pinang, Minggu (19/4/2015) malam.

Kedatangan masyarakat ini, untuk mempertanyakan kondisi pemadaman listrik bergilir yang sudah melanda daerah itu selama 11 hari terakhir.

Tidak tanggung-tanggung, durasi pemadaman listrik bergilir yang diterapkan oleh PLN Sub Ranting Teluk Pinang saat ini ada 12 jam hidup dan 24 jam padam.

Kondisi itu tentunya menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, apalagi hingga kini pihak PLN Sub Ranting Teluk Pinang belum bisa memberi kejelasan dan memastikan kapan pemadaman listrik bergilir ini akan berakhir.

Padahal, masyarakat sudah menanti-nanti realisasi dan pengoperasionalan mesin baru yang sudah lama datang serta telah pula dipasang dan siap untuk digunakan.

“Kita heran, kenapa sampai sekarang masih ada pemadaman bergilir. Sepengetahuan kita, mesin baru sudah siap dipasang dan bisa digunakan,” tutur Anto, salah seorang masyarakat Parit 8, Kelurahan Teluk Pinang yang ditemui detikriau.org di lokasi.

Oleh karena itu, lanjut Anto, kedatangannya beserta rombongan ke PLN Sub Ranting Teluk Pinang, bertujuan untuk melihat apakah kerusakan mesin ini diperbaiki oleh pihak terkait atau tidak, karena sudah cukup lama masyarakat menunggu dan bersabar dengan kondisi pemadaman listrik bergilir tersebut.

“Jujur saja, kita tidak puas dengan pelayanan PLN saat ini. Sepertinya kondisi ini dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya dari pihak PLN untuk segera menyelesaikannya,” kata masyarakat lainnya.

Seharusnya, pemadaman listrik bergilir ini tidak lagi diberlakukan oleh PLN Sub Ranting Teluk Pinang, karena mesin baru sudah terpasang dan siap untuk digunakan.

“Paling tidak ada perubahan lah, masa mesin baru sudah ada, tapi pemadamannya masih menggunakan durasi yang lama,” keluh masyarakat.

Setelah cukup lama berkumpul dan tidak kunjung ada keputusan dari pihak PLN Sub Ranting Teluk Pinang, akhirnya masyarakat dengan dimediasi oleh Kapolsek GAS, AKP Supriadi bersedia membubarkan diri, dengan persyaratan pihak kecamatan, PLN dan pihak terkait lainnya bersedia melakukan pertemuan dan pembicaraan terbuka bersama masyarakat pada Senin (20/4/2015).

“Kami minta besok lakukan pertemuan dengan masyarakat, untuk membicarakan permasalahan ini secara terbuka, sehingga akar permasalahannya bisa diketahui dan dicari jalan keluarnya, serta tidak lagi ada prasangka buruk di masyarakat,” tegasnya.

Kapolsek GAS, AKP Supriadi juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam menyikapi permasalahan ini, dengan duduk bersama dan mencari solusinya, agar tidak menimbulkan keresahan dan hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat.

“Semua ini, demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbuhnya.(adi)




Disdik Inhil Wacanakan Study Banding ke Sekolah se-Riau

DSC_3071 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan study banding sekolah se-Provinsi Riau.

“Rencana ini bertujuan supaya sekolah-sekolah kita bisa tau bagaimana cara sekolah di Kabupaten lain mengembangkan kualitas sekolahnya,” ungkap Kepala Disdik Inhil Helmi D kepada awak media disela peninjauan pelaksanaan hari pertama UN baru baru ini.

Ia menyampaikan, umpama sekolah di Kampar, sejauh pengetahuannya sejumlah sekolah di Kampar tersebut serba gratis, dicontohkannya pada kelengkapan sarana pendidikan salah satunya seperti pakaian seragam, buku dan lain sebagainya.

Selain itu, ada juga katanya kota dan kabupaten terdapat biaya pendidikannya terbilang mahal, dan ini memiliki beberapa asalan yang menjadikan sebab biaya pendidikan tersebut tinggi. Ia pun juga menuturkan.

“Jadi rencananya nanti membawa sejumlah kepala sekolah di Inhil ke kota Provinsi, agar mereka bisa tau sendiri situasi pengembangan sekolah di luar sana,” imbuhnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Pelayanan Kesehatan Dasar Secara Gratis, Alvi Sebut Perlu Dilakukan Pembinaan dan Kontrol

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sesuai dengan Peraturan Daerah yang ada, pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dapat diperoleh secara gratis.

Hal itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, perlu dilakukan pembinaan dan pengontrolan, sehingga menjadi suatu ruang kerja yang nyaman, baik bagi petugas di lapangan maupun di jajaran di Dinkes.

“Saya berharap semua aturan yang telah ditetapkan ini, dapat berjalan dengan baik dan maksimal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Alvi saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Tembilahan Hulu, beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, semua petugas di lapangan akan merasa diperhatikan dan menyadari seluruh tanggung jawab yang telah dipercakan dan diamanahkan kepadanya.

“Jadi, kita di dinas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan, baik itu melalui tindakan maupun pelaksanaan berbagai peraturan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Alvi, masih banyak lagi yang akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pihaknya di Dinkes Inhil, baik terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum maupun penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

“Tapi jika kita semua bekerjasama dan saling mendukung, Insya Allah tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kita ini, akan dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta mencapai hasil yang maksimal,” imbuhnya.(adi/adv)




Edi : Jika Petani Sejahtera, Pemda Tak Perlu Repot Lagi Pikirkan Perkebunan Kelapa

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya kesejahteraan para petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), khususnya di bidang perkebunan kelapa sangat bergantung pada nilai jual kelapa di pasaran, baik itu kelapa bulat maupun kopra.

 

Namun melihat kondisi saat ini di lapangan, kesejahteraan para petani tersebut akan cukup sulit untuk dicapai. Pasalnya, harga kelapa yang dijual oleh para petani masih sangat jauh dari semestinya.

 

Jika sudah demikian, maka para petani akan beralih profesi dan tidak lagi menggarap perkebunan kelapa mereka, sehingga kondisi perkebunan kelapa yang semakin hari semakin memprihatinkan ini akan menjadi kritis dan akhirnya menjadi kenangan belaka.

 

Seperti yang diungkapkan Anggota DPRD Inhil, Edy Haryanto Sindrang saat berbincang dengan sejumlah awak media di Tembilahan, kemarin. Menurutnya, saat ini para petani sudah enggan dan malas untuk mengarap perkebunan kelapa mereka, dikarenakan tidak seimbangnya hasil yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan.

 

“Bayangkan saja, harga kelapa yang dijual murah, sedangkan biaya yang dikeluarkan cukup tinggi, mulai dari perawatan, pengolahan hingga kelapa itu siap jual. Belum lagi tenaga yang terkuras saat bekerja, hasilnya tak seimbang dan jauh sekali dari harapan,” tutur Edy.

 

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, seluruh pihak terkait terutama Pemkab Inhil, harus serius dan menjadikan permasalahan ini sebagai prioritas pembangunan daerah ke depan, salah satunya melalui pembentukan bursa kelapa.

 

“Pemda harus segera mencari solusi dan jalan keluarnya. Jangan sampai harga kelapa ini ditentukan seenaknya oleh para pembeli dan perusahaan, supaya petani kita tidak menderita dan kesejahteraannya bisa meningkat,” terangnya.

 

Jika memang harga kelapa itu tergantung pada kodisi dan pasaran dunia, kata Edy lagi, tentu nilai jualnya dihitung dengan mata uang Dollar, sehinga harganya juga tetap akan tinggi.

 

“Jadi, tolonglah Pemda perhatikan hal ini. Jika para petani kita sejahtera, selain dapat meningkatkan perekonomian daerah, juga bisa memberikan banyak manfaat lainnya. Contoh saja, kalau petani sejahtera, Pemda tak perlu repot dan memikirkan bagaimana perbaikan kodisi perkebunan kelapa, karena mereka sudah bisa memperbaikinya sendiri, tanpa harus dibantu,” pungkasnya.(adi/adv)

 




Tenaga Kesehatan Diminta Berikan Pelayanan Maksimal Bagi Masyarakat

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim dalam sebuah kegiatan belum lama ini
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim dalam sebuah kegiatan belum lama ini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk meningkatkan kinerjanya, salah satunya melalui penyediaan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Sekretaris Dinas, Ridwan Ahim beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan, mengingat bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemkab Inhil ke depan, maka seluruh pihak terkait terutama tenaga kesehatan haruslah mampu bekerja dengan lebih optimal lagi, dalam upaya menyediakan layanan kesehatan yang layak dan baik bagi seluruh masyarakat.

Selanjutnya, mantan Kepala Bagian Humas Setdakab Inhil ini berpesan kepada seluruh jajaran di lingkungan Diskes, untuk terus menjalin kerjasama dengan seluruh lintas sektor dan mitra kerja agar program pembangunan di bidang kesehatan dapat berjalan dengan baik dan terarah, demi mencapai derajat kesehatan yang optimal menuju Kabupaten Inhil sehat.

“Terus lakukan koordinasi dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, karena kita ingin selain sebagai wadah menciptakan warga sehat, juga turut andil menjadi bagian yakni sebuah ikatan keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan yang baik dan maksimal,” imbuhnya.(adi/adv)