Curi Ayam, Warga Jalan Pelajar Dihajar Massa

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang remaja, sebut saja namanya Bintang, warga jalan Pelajar Kecamatan Tembilahan Hulu nekat mencuri seekor Ayam bangkok milik Iwan warga parit 11 Jalan Telaga Biru Gang Mutiara Tembilahan, Rabu (22/4/2015) dini hari.

Menurut keterangan warga setempat, Muhammad, sekitar pukul 00.30 WIB, ada seorang tetangga pemilik ayam keluar rumah, dan melihat 2 OTK sedang mengendong seekor ayam yang dicurigainya kedua pelaku ini adalah pencuri.

Tak mempersingkat waktu, stetangga korban ini langsung memanggil si pemilik ayam di dalam rumah serta menyerukan warga lainnya. Waktu itu, pelaku telah berusaha kabur menggunakan sepeda motor berboncengan.

“Karena kondisi lorong ini tak mendukung untuk memacu kencang kendaraan, pelakupun berhasil dikejar warga. 1 pelaku ditangkap warga di lorong Mandala yang berjarak sekitar 100an meter dari rumah korban,” ceritanya.

Satu pelaku lainnya turun dari motor dan berhasil melarikan diri meninggalkan TKP sebelum dihampiri massa, namun 1 pelaku lagi yang dihajar massa itu karena kendaraan yang dibawanya terjatuh.

“Tak lama kemudian, pihak kepolisian datang ke TKP dan langsung mengamankan korban serta barang bukti seekor ayam curian,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kapolsek Tembilahan Kota, Ipda Agus Susanto memberi keterangan bahwa pelaku saat ini telah dikembalikan kepada keluarga, sebab selain harta yang dicuri bernilai kecil, pemilik ayam juga telah menyatakan perdamaian kepada pelaku.

“Korban dan pelaku serta keluarga pelaku telah menyatakan damai dan ini tidak ada persoalan lagi,” ungkapnya.(mirwan)




Gelapkan Pipa, Karyawan Perusahaan Diamankan Polisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang karyawan PT RRE Cam PT RSL, Zu (48) diamankan jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) karena tertangkap menjual Pipa bukan miliknya sebanyak 15 batang di TPK 6 PT RSL Desa Pekan Tua, Minggu (19/4/2015) malam, kemaren.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Selasa (21/4/2015) bahwa kasus ini merupakan tindak pidana penggelapan. Dimana waktu itu, sekitar pukul 17.30 WIB tersangka ini didapati hendak menjual menjual sebanyak 15 batang Pipa bukan miliknya ke along-along.

“Sebenarnya hanya 4 batang pipa, namun dipotong-potongnya menjadi 15 batang, saat itu tersangka mengangkat ke arah pinggir jalan, pada saat pembeli atau along-along mau mengangkat ke pinggir jalan kemudian pelapor, P (40) yang merupakan Menejer PT RSL Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas datang dan menanyakan kepada pembeli pipa milik siapa,” terang Warno.

Mendapat pertanyaan, si pembeli mengatakan kalau sejumlah Pipa ini adalah milik Zu. Usai mendengar jawaban si pembeli, Pelapor ini meranjak ke kantor Polsek Kempas, Senin (20/4) sekitar pukul 06.00 WIB untuk meminta pengusutan lebih lanjut karena Pipa itu bukan milik tersangka.

“Atas kejadian tersebut, pemilik Pipa menelan kerugian materil kurang lebih Rp 2 juta,” tutup PAUR Humas Polres Inhil.(mirwan)




Bupati Inhil Hadiri Peresmian Kantor PT Arminareka Perdana

Bupati Foto bersama usai peresmian PT Arminareka Perdana
Bupati Foto bersama usai peresmian PT Arminareka Perdana

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri acara peresmian PT Arminareka Perdana penyelenggara perjalanan haji dan umroh Tembilahan di aula Hotel Grand Tembilahan, Selasa (21/4/2015).

Atas nama Pemerintah, Bupati menyambut baik dengan didirikannya kantor perwakilan penyelenggara haji dan umroh ini di kota Tembilahan. Dengan harapan, bisa memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat Inhil yang ingin menunaikan ibadah haji maupun umroh.

“Dengan adanya kantor cabang seperti ini tentunya menambah satu langkah untuk memudahkan masyarakat kita yang ingin berumroh ke tanah suci, selain itu masyarakat kita juga akan mendapatkan berbagai keterangan yang mungkin belum diketahui oleh mereka,” kata Wardan.

Orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga sangat berharap ada manfaat yang dibawa oleh PT Arminareka Perdana Grup Heri Indrapraja ke Kabupaten Inhil, dan bisa dinikmati semua kalangan.

Sementara itu, Manajer PT Arminareka Perdana, Heri Indrapraja mengatakan, PT yang telah berdiri 25 tahun ini akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Inhil khususnya kepada masyarakat kota Tembilahan, baik dalam pengajian, di majlis taklim maupun lainnya.

Yang jelas, ia bertekat ingin meningkatkan semangat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji dan umroh. Tentunya, ia ingin memberi kontribusi terhadap masyarakat umum.

“Ini salah satu cita-cita saya dalam mengembangkan pelayanan terbaik. Apalagi sekarang ini dalam 1 bulan jamaah kita telah mencapai 4 sampai 5 ribu yang menunaikan umroh, ini yang perlu kita pahamkan bagaimana supaya bisa berjalan lancar,” tuturnya.(mirwan)




Dewan Desak PLN Tuntaskan Pembangunan PLTU Parit 23

PLT Gubri saat mengunjungi lokasi pembangunan PLTU diparit 23 Tembilahan beberapa waktu yang lalu. hingga saat ini penyelesaian pengerjaannya masih terkatung-katung
PLT Gubri saat mengunjungi lokasi pembangunan PLTU diparit 23 Tembilahan beberapa waktu yang lalu.  saat ini penyelesaian pengerjaannya  masih tak ada kejelasan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Inhil, Asnawi mendesak pihak PLN untuk serius dalam mengerjakan dan menuntaskan pembangunan PLTU yang terletak di Parit 23 Tembilahan.

Dikatakan Asnawi, beroperasionalnya PLTU tersebut sangat ditunggu oleh masyarakat. Dengan beroperasinya PLTU tentu akan mampu menutupi kebutuhan listrik.

“Jadi kapan lagi pembangunannya mau dilanjutkan,” tanya Asnawi saat hearing bersama pihak PLN di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Lanjut Asnawi, dalam kunjungan Komisi III ke PLN Medan, dijanjikan Bulan Februari pekerjaa kembali dilanjutkan, tapi buktinya sampai sekarang belum juga terealisasi.

“Kita sudah paksakan anggaran pembangunan jalan menuju PLTU agar alat berat bisa masuk, tapi sekarang kita nilai PLN malah tidak serius.” Tandasnya. (adi/adv)




Galeri Pencanangan Program Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan Indonesia




Masyarakat Tanam Kelapa dan Gantung Pakaian Dalam di Tengah Jalan Penghubung GAS-Batang Tuaka

“Kesal Kerusakan Jalan Tak Kunjung Diperbaiki”

Protes tak kunjung diperbaiki, Terlihat warga sedang menanam kelapa dan meletakkan pakaian dalam di tengah jalan lintas Kecamatan GAS-Batang Tuaka
Protes tak kunjung diperbaiki, Terlihat warga sedang menanam kelapa dan meletakkan pakaian dalam di tengah jalan lintas Kecamatan GAS-Batang Tuaka

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kesal karena kerusakan ruas jalan penghubung dari Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menuju Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), sejumlah masyarakat melakukan penanaman pohon kelapa dan menggantung pakaian dalam di tengan jalan tersebut sebagai bentuk protes.

Pemandangan yang tidak biasa tersebut, tentunya mengundang perhatian para pengguna jalan lainnya. Apalagi, ruang jalan penghubung antar kecamatan ini memang selalu ramai dilewati para pengguna jalan setiap harinya, mulai dari siswa sekolah, PNS, masyarakat hingga para pedagang dan petani.

“Kami sudah kesal, bertahun-tahun jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Padahal, ini jalan lintas antar kecamatan,” tutur Marsal, salah seorang sopir mobil, Selasa (21/4/2015).

Keluhan senada juga disampaikan masyarakat lainnya, menurut masyarakat kondisi jalan lintas kecamatan ini sungguh sangat memprihatinkan. Hampir disepanjang badan jalan banyak terdapat lubang-lubang besar yang menganga dan dalam. Belum lagi kalau hari hujan, jalan yang berlubang itu akan menjadi sangat licin seperti kubangan.

Kerusakan jalan tersebut mulai terasa dari Desa Gemilang, Kecamatan Batang Tuaka hinga memasuki Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS. Dimana-mana banyak terdapat lubang yang besar dan sulit dilalui oleh para pengendara, sehingga bagi para pengguna jalan harus sangat berhati-hati agar tidak terjatuh dan terperosok di dalam lubang.

“Sekarang sudah tidak bisa lagi memilih jalan mana yang bagus, sebelah kiri lubang dan sebelah kanannya juga berlubang. Jadi terpaksa kita hantam saja, yang penting harus hati-hati karena lubangnya ada yang dalam dan tak kelihatan,” kata Rahmat.

Menurutnya, jalan berlubang yang ada disepanjang jalan tersebut sudah banyak memakan korban pengendara yang melintas, baik sepeda motor ataupun mobil angkutan penumpang dan barang. Para pengendara, terutama sepeda motor banyak yang jatuh akibat terperosok ke dalam lubang yang tertutup dan tergenang air, sehingga menyebabkan jalanan tersebut licin.

“Pokoknya kondisi jalan ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan para pengguna jalan. Apalagi kalau hujan turun, jalan yang berlubang akan tertutup genangan air dan menjadi licin, sehingga mirip seperti kubangan saja,” keluhnya.

Oleh karena itu, masyarakat berharap agar kerusakan jalan ini cepat diperbaiki oleh pemerintah, karena keberadaan jalan sebagai sarana transportasi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, baik untuk lalu lintas pengangkutan hasil-hasil pertanian dan perkebunan ataupun kegiatan ekonomi masyarakat lainnya.(adi)