Polres Inhil Dukung Berdirinya IPWL

IPWLTEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) mendukung wacana pendirian Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) guna memaksimalkan keberadaan Badan Nasional Kabupaten (BNK) untuk mencegah dan memberantas narkoba di Inhil.

“Kita dari Polres, khususnya dari Sat Narkoba akan sangat terbantu dengan terbentuknya IPWL ini,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK Msi melalui Kasat Res Narkoba  Polres, Detis Mayer Silitonga, Kamis (23/4/2015).

Menurutnya, dengan adanya IPWL nanti maka akan adanya dukungan terhadap perangkat yang mengupayakan rehabilitasi korban narkoba. Dengan demikian, kedepan jika ada persoalan yang berkaitan dengan narkoba ini bisa melapor langsung kepada IPWL agar mendapatkan proses rehabilitas.

Mungkin katanya, dalam hal mengatasi ketakutan masyarakat adanya penangkapan oleh jajarannya karena telah mengkonsumsi narkoba, ditegaskan Kasat ini bahwa hal tersebut tidak akan terjadi karena telah diatur dalam undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba.

“Dalam UU ini sudah tercantum bahwa dalam aturan tidak mengenal penghapusan hukuman pidana bagi pengguna narkoba, kecuali sebelum tertangkap baik oleh polisi maupun BNN,” katanya.

Ditambahkan,bagi pengguna yang telah melaporkan diri terlebih dahulu bahwa dirinya adalah pengguna narkoba yang ingin mendapatkan rehabilitasi atau memang sedang menjalani proses rehabilitasi ini tidak menjadi persoalan.

Untuk sekedar diketahui, Institusi Penerima Wajib Lapor atau IPWL merupakan sistem kelembagaan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika. Intitusi atau lembaga ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal 55.

Wajib Lapor diartikan sebagai kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya, dan/atau orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada institusi penerima wajib lapor untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) adalah pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah. Rehabilitasi Sosial adalah proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat (Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009). (mirwan)




Reses di Tempat Sampah, Dani Diminta Perjuangkan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja Kebersihan

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

Tembilahan (detikriau.org) – Ratusan pekerja lepas pada Dinas Kebersihan, pertamanan dan pemakaman (DKPP) berharap mendapatkan perbaikan kesejahteraan, terutama peningkatan penghasilan dan jaminan kesehatan.

Permintaan ini disampaikan mereka dalam kegiatan temu ramah dan silaturahmi dengan masyarakat dalam rangka reses I masa persidangan I tahun 2015 anggota DPRD inhil dari dapil I, Dani M Nursalam.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di TPA Parit 23 jalan Sungai Beringin Tembilahan ini juga dihadiri oleh Kepala DKPP dan sejumlah pejabat serta Lurah Kelurahan Sungai Beringin, kamis (23/4)

Rosida, Tukang sapu jalanan yang setiap bulannya menerima upah Rp 500 ribu tidak hanya berharap untuk mendapatkan penambahan penghasilan. Yang lebih penting menurutnya adalah kepastian waktu pembayaran upah kepada mereka.

“Kita berharap waktu pembayaran upah bisa ditetapkan. Tidak seperti saat ini, kadang bahkan sampai berbulan-bulan upah kami tak dibayar. Tolong kami karena penghasilan ini penopang utama kehidupan keluarga saya,” Sampaikannya

Samsuri, pekerja bongkar muat sampah yang mengaku bekerja selama 2,5 jam setiap harinya menerima upah Rp 550 ribu setiap bulannya. Selama ini menurutnya pemeriksaan kesehatan bagi mereka hanya dilakukan 1 kali dalam 1 bulan. “ Bagaimana kalau belum sampai waktunya kami sakit,” pertanyakannya

Menurut Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam, kegiatan reses adalah kegiatan yang wajib dijalankan oleh setiap anggota DPRD. Pada kesempatan itu, wakil-wakil rakyat turun dan mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat dimasing-masing dapilnya.

“Termasuk kegiatan yang kita lakukan hari ini. Apa yang menjadi harapan bapak dan ibu nantinya akan jadi bahan untuk saya sampaikan di Banggar, pembuat kebijakan dan TAPD. Kita berharap dengannya akan ada kesamaan pendapat untuk memperjuangkan apa yang menjadi keinginan Bapak dan Ibu sekalian,” Ujar Dani.

Menurut Dani yang terpenting harus dipertanyakan, apakah masyarakat masih mempercayai para wakilnya? “pertanyaan ini tak perlu dijawab karena ia ada dihati kita masing-masing,” Kata Dani

Sementara itu, Kepala DKPP Inhil, Edywan Shasby menyampaikan bahwa upah pekerja lepas berkisar antara Rp 500 hingga Rp 900 ribu perbulannya dengan masa kerja rata-rata 2 jam kerja setiap harinya. Kedepan, DKPP menurutnya sudah merencanakan untuk menaikan waktu jam kerja antara 4 – 5 jam perharinya namun konsekuensinya tentunya harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.

“dalam kesempatan pertemuan hari ini, saya termasuk anggota DPRD inhil yang kebetu;an langsung oleh Ketua DPRDnya tentu berharap untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dan nantinya diperjuangkan dengan maksimal dengan harapan dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan bapak dan ibu sekalian,” Tandasnya (dro)




Ketua TP PKK Inhil Kunker Ke Kecamatang Batang Tuaka

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan

BATANG TUAKA (detikriau.org) – Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kecamatan Batang Tuakan di desa Wisma, Kamis (23/4/2015).

Dalam kunjungan kerja ino dilakukannya dalam rangka pembinaan dan penilaian Desa Wisma, pelantikan serta serah terima Ketua Tim penggerak PKK Kecamatan Batang Tuaka serta sosialisasi kanker serviks. Selain itu, juga dilakukannya peninjauan langsung kondisi TK Negeri Pembina Terpadu dan Puskesmas yang ada di Sungai Piring.

“Kedatangan kita ini kembali menyampaikan program pembinaan desa yang pernah kita programkan sebelumnya untuk tahun ini, kemudian kita sejalankan dengan Ketua TP PKK Kecamatan Batang Tuaka yang baru saja kita lantik,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan. Menurutnya, setelah dilantiknya camat Batang Tuaka yang baru beberapa waktu lalu, secara otomatis istri camat itu juga langsung memegang jabatan sebagai ketua TP PKK Kecamatan. Dalam hal ini, sangat diinginkannya ketua PKK yang baru ini langsung paham apa yang mesti dilakukan.

Sebab yang terpenting itu katanya, setelah dilantik ini ada konsulidasi serta kerjasama dan terua menyusun program-program disamping program yang telah menjadi program diprioritaskan secara nasional, dicontohkannya seperti pencanangam deteksi kanker serviks.

“Yang jelas kita sangat mengharapkan ketua yang baru dilantik bisa melanjutkan program-program yang belum sempat dilaksanakan oleh ketua sebelumnya, terlebih mampu mengembangkan PKK kecamatan kedepan,” harapnya.

Terkait sosialisasi pencangan kanker serviks di Batang Tuaka, menurut Istri Bupati ini akan bisa menambah wawasan bagi para ibu tentang bahaya kanker tersebut, apalagi kanker ini sangat vatal dan bisa mematikan.(mirwan/adv)




BP3AKB Kirim 18 Pelajar Inhil ke Pelalawan dan Pekanbaru

Kepala BPA3KB Inhil, Hj Djamilah
Kepala BPA3KB Inhil, Hj Djamilah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengirim 18 pelajar Inhil untuk mengikuti berbagai kegiatan perlombaan yang digelar oleh Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Provinsi Riau dan Forum Komunikasi Anak akhir bulan ini.

“Untuk jadwal yang telah ditetapkan PIK-R Provinsi Riau di Pelalawan pada tanggal 28 April dan tanggal 30 April mendatang di Pekanbaru oleh Forum Komunikasi Anak,” sebut Kepala BP3AKB Kabupaten Inhil Hj Djamilah saat audiensi Forum Komunikasi Anak dengan Bupati Inhil di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (21/4/2015) kemaren.

Ia menyampaikan, 18 pejalar yang dikirim tersebut hampir semua dari siswa SMA di kota Tembilahan, namun ada juga dari siswa MA, tentunya pelajar yang berkompoten serta memiliki kreativitas yang bisa membawa nama Kabupaten Inhil lebih baik lagi. Saat ini, menjelang tanggal yang telah ditetapkan, peserta lomba sedang dalam persiapan latihan dalam menghadapi minggu akhir bulan ini.

Dikatakannya, untuk di Pelalawan akan dilombakan dibidang pentas seni, lomba desain tiga dimensi, lomba berbalas pantun, lomba tari, puisi dan penyuluhan. Sedangkan untuk perlombaan yang diikuti di Pekanbaru yqkni lomba balas pantun, lomba fashion show baju melayu, lomba puisi dan pentas seni tari.

“Dari seluruh cabang yang diperlombaan di dua kota ini akan kami persiapkan semaksimal mungkin,” tutup Kepala BP3AKB Kabupaten Inhil. (mirwan)




Target Swasembada Daging, Pemkab Rohil Kucurkan Bantuan Bibit Hewan Ternak

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) diyakini tidak akan lagi melakukan pasokan daging hewan ternak dari daerah luar Rohil untuk berbagai perayaan hari besar sepanjang tahun 2015 ini.

Menurut Bupati Rohil, H Suyatno, Selama ini, kebutuhan daging di Rohil terutama di hari-hari besar cukup tinggi, sementara itu sebelumnya stok daging yang ada di Rohil sangat terbatas. Apalagi, daging potong yang dijual dipasaran, hampir seluruhnya di datangkan dari luar daerah, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Melalui Distanak, tahun 2015, kita telah memprogramkan bantuan bagi peternak Sapi sebanyak 1.200 ekor, Kambing 2.000 ekor, termasuk bagi peternak burung Puyuh, Ayam, serta berbagai bantuan penunjang lainnya. Inilah cara kita untuk menjadikan Rohil sebagai wilayah Swasembada Daging,” kata Suyatno, Kamis (23/4) di Bagansiapiapi.
Jika nantinya bantuan-bantuan ternak itu dapat dieklola dengan baik, saat menyambut hari-hari besar keagaman, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru, dan lainnya, cukup mengandalkan pasokan daging dari masyarakat dan tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah.

Penyaluran bantuan Sapi, Kambing, dan lainnya bagi kelompok ternak ini kata Bupati dilakukan dengan seleksi yang ketat sesuai aturan yang berlaku.

“Bukan hanya melakukan penyeleksian kelompok peternak calon penerima bantuan saja, kita juga memberikan pembekalan ilmu peternakan kepada mereka. Dengan begitu, bantuan ternak benar-benar bermanfaat dan berkembang biak dengan baik.” Pungkas Suyatno. (tris/adv)




Bahaya, Para Wanita Sebaiknya Jangan Konsumsi Ceker dan Sayap Ayam

ceker-ayamAnda suka makan ayam bagian sayap dan cekernya? Bukan hanya anda, banyak orang yang menyukai bagian tubuh ayam tersebut walau ada juga yang menganggap jijik terlebih pada bagian ceker. Bagian sayap banyak disukai karena dagingnya lebih lunak dan kenyal karena pada bagian ini terdapat beberapa otot dan diselimuti kulit. Bagian ceker juga tak kalah enak, kulit empuk dan otot-otot halusnya membuat ceker menjadi penganan paforit bagi sebagian orang dengan berbagai olahan masaknya.

Namun tahukah anda, jika konsumsi ceker dan sayap ayam secara berlebihan bisa berdampak buruk terlebih bagi anda yang berjenis kelamin perempuan? Ayam yang dimaksud adalah ayam boiler atau ada juga yang menyebutnya ayam negeri. Bagi perempuan yang sudah menikah atau belum, sebaiknya anda berhati-hati dengan bagian ayam tersebut.

Endometriosis atau sering disebut juga kista coklat adalah salah satu kasus penyakit yang bisa timbul akibat dari konsumsi sayap dan ceker ayam. Kasus tersebut seperti yang dialami seorang artis Tionghoa Xia Yi. Ia menjalani operasi tumor yang penuh dengan darah berwarna hitam gelap. Penyakit yang diderita Xia Yi tak selesai pada operasi tumor, berselang beberapa bulan kemudian penyakit tersebut kambuh lagi. Setelah berkonsultasi ke ginekolog, jawaban dokter ginekolog tersebut sangat mengejutkan, bahwa penyakit yang diderita Xia Yi adalah akibat dari kesukaannya mengonsumsi ceker ayam.

Mengapa ceker dan sayap ayam berbahaya jika dikonsumsi berlebih?
Di peternakan, growth-hormone atau hormon pertumbuhan ayam dan antibiotiknya selalu diinjeksi di bagian sayap. Dan “end product” antibiotik dan turunan “second hormonal” akan menumpuk pada bagian kaki. Mengkonsumsi sayap ayam atau kaki berarti menambah sekresi hormon bagi wanita. Akibatnya “second hormonal” tersebut akan terakumulasi menjadi toxin yang akan menjadi karsinogen, sehingga wanita pengkonsumsi sayap dan kaki ayam sangat rentan terkena kanker yang berkenaan dengan kelenjar hormonal seperti : Kanker Rahim, kanker cervix dan kaker payudara.

Setelah mengetahui bahaya yang terkandung pada sayap dan kaki ayam, sebaiknya anda hindari mengonsumsinya demi kesehatan alat reproduksi anda. Jika ayam adalah makanan paforit anda, makanlah bagian ayam yang lain jangan bagian sayap atau cekernya. Semoga bermanfaat, silakan share agar semakin banyak wanita yang tahu. (*)

sumber: http://www.erteerwe.com/2015/02/bahaya-para-wanita-sebaiknya-jangan.html