Warga GAS Lakukan Perbaiki Sementara Jalan Penghubung Kecamatan Secara Swadaya

Aksi warga sebagai bentuk protes tidak kunjung diperbaikinya kerusakan jalan penghubung kecamatan GAS menuju Batang Tuaka belum lama ini
Aksi warga sebagai bentuk protes tidak kunjung diperbaikinya kerusakan jalan penghubung kecamatan GAS menuju Batang Tuaka belum lama ini

GAS (detikriau.org) – Seluruh masyarakat diajak untuk ikut berpartisipaspi memperbaiki kerusakan jalan penghubung Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menuju Kecamatan Batang Tuaka secara swadaya.

Ajakan tersebut terkait dengan kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Teluk Pinang dengan Kelurahan Sungai Piring yang saat ini mengalami kerusakan sangat parah sehingga sulit dilalui oleh pengguna jalan, baik para pejalan kaki maupun pengendara.

Camat GAS, H Abdul Rasyid MH mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah yang diikuti pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW disepakati bahwa akan dilakukan pungutan secara sukarela kepada masyarakat setempat, khususnya bagi mereka yang memiliki kendaraan.

“Pada pertemuan tadi kita sudah sepakat untuk memungut sumbangan dari masyarakat. Dimana untuk pemilik mobil sebesar Rp 100 ribu dan sepeda motor Rp 10 ribu,” tutur Rasyid saat ditemui detikriau.org di rumah dinasnya, di Jalan Merdeka Teluk Pinang, Sabtu (25/4/2015).

Dijelaskan mantan Camat Kuala Indragiri (Kuindra) ini, dana dari sumbangan masyarakat yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan penghubung Kecamatan GAS-Batang Tuaka, dengan membuat jalur alternatif yang bisa dilewati para pengendara.

“Dana itu akan kita belikan batang kelapa. Untuk kemudian, dibelah dua dan disusun dua jalur di atas jalan yang rusak tersebut,” terang Rasyid seraya menyebutkan, ada sekitar 5 titik kerusakan jalan yang ingin diperbaiki.

Langkah tersebut, lanjut Camat GAS yang baru dilantik tanggal 7 April 2015 lalu ini dimaksudkan untuk menanggulangi sementara waktu kerusakan jalan yang sudah cukup lama itu.

“Jika kita menunggu perbaikan dari Pemda tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena masih harus menunggu proses lelang dan lain sebagainya. Jadi, inilah keputusan yang kita ambil bersama tadi,” tambahnya.

Menanggapi hasil musyawarah tersebut sejumlah masyarakat Kelurahan Teluk Pinang ada yang menyambut baik dan ada juga yang merasa keberatan dengan berbagai alasan yang mereka utarakan.

Kendati demikian, asalkan kesepakatan itu dijalankan dengan baik dan transparan, serta tidak hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau golongan saja tentu akan didukung juga oleh masyarakat, demi perbaikan dan kemajuan daerah setempat.(adi)




Selain NAPZA, Pihak Terkait Diminta Sosialisasikan Penggunaan Bahan Berbahaya Lainnya

Foto: kaskus
Foto: kaskus

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selain fokus terhadap pencegahan dan penanganan peredaran Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), pihak terkait juga diminta mensosialisasikan penggunaan berbagai bahan berhaya lainnya oleh masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat hearing bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Yusuf, saat ini bukan hanya peredaran NAPZA yang dapat merusak masa depan generasi muda di Negeri Seribu Parit, tetapi juga penggunaan berbagai bahan berbahaya lainnya, seperti menghirup lem, mengkonsumsi obat batuk secara berlebihan, yang cukup banyak ditemukan dan bisa dilihat di lapangan.

“Kita sangat sedih melihat sejumlah anak-anak di bawah umur dengan santainya menghirup lem di jalanan tanpa ada rasa takut atau malu terhadap orang-orang yang melihatnya,” tutur Yusuf.

Permasalahan itulah menurut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini yang harus juga menjadi prioritas utama untuk segera dicari solusi dan jalan keluarnya sehingga tidak semakin meluas dan pada akhirnya dapat menghancurkan masa depan daerah dan bangsa serta generai muda.

“Salah satu cara yang dapat kita lakukan, adalah dengan memberikan sosialisasi dan penanganan sejak dini kepada mereka yang belum dan sudah terlanjut menggunakannya,” imbuhnya.(adi/adv)




UPT Puskesmas Pengalihan Enok Berikan Pelatihan Dokter Kecil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – UPT Puskesmas Pengalihan Enok menggelar kegiatan dan program penunjang kesehatan di bidang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yakni melalui pemberian pelatihan dokter kecil di wilayah kerjanya, kemarin.

Kegiatan yang diikuti perwakilan siswa SD 019, SD 25, SD 26, SD 33 dan MI Ar Rasyid Pengalihan Enok ini bertujuan untuk melatih para peserta agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, teman-teman, serta lingkungan sekolahnya masing-masing.

Kepala UPT Puskesmas Pengalihan Enok, Baihaqi mengatakan bahwa dokter kecil tersebut merupakan kader kesehatan yang ada di sekolah.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para dokter kecil dapat menyampaikan pesan kesehatan sesuai dengan materi yang disampaikan oleh narasumber,” tutur Baihaqi.

Dijelaskan Baihaqi, dokter kecil yang merupakan kader kesehatan ini tentunya akan sangat membantu dalam pelaksanaan berbagai kegiatan khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan di sekolah.

“Nantinya mereka juga akan terus dipantau oleh para petugas kesehatan yang ada di Puskesmas kita,” terangnya.

Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan dokter kecil tersebut, antara lain usaha kesehatan gigi dan mulut oleh drg Intan Puspita Sari, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di sekolah oleh dr Irene Purba, imunisasi bagi anak sekolah, Ayu Leningsih SSt, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Syamsinar, serta kesehatan lingkungan oleh Hendra Saputra.(adi/adv)




Bupati Wardan Tegaskan Camat dan Isteri Harus Berada di Tempat Tugas

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati KabupatenIndragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menegaskan kepada seluruh Camat dan Isteri untuk selalu berada di tempat tugasnya masing-masing.

Penegasan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini dalam sambutannya, saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Bupati, dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat, maka pimpinan di daerah seperti Camat, tidak dibenarkan untuk selalu meninggalkan tempat tugasnya karena dikhawatirkan bisa menghambat pelayanan kepada masyarakat.

“Saya juga menegaskan agar para isteri selalu mendampingi para suaminya. Jadi dimana suami bertugas, disitu isteri berada, sehingga antara Camat dan Ketua TP PKK atau Bunda PAUD kecamatan bisa ikut membangun dan memajukan daerah,” tutur Bupati.

Oleh karena itu, lanjut Bupati yang dikenal agamis ini, apabila antara Camat dan isteri berbeda tempat tugas dan domisili, maka diinstruksikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), untuk mengurus hal ini dan menyatukan mereka.

“Dengan begitu, kehadiran ibu-ibu akan dapat mendukung dan mensukseskan berbagai program dan tugas yang diemban serta diamanahkan kepada para Camaf,” imbuhnya.(adi/adv pemkab inhil)




Tolak Beli Sawit Rusak, Kepala Karyawan PT BSS di Pentung Besi

Foto Ilustrasi: net
Foto Ilustrasi: net

KERITANG (detikriau.org) – Seorang karyawan PT BSS desa Petalongan Kecamatan Keritang Kabupaten Inhil RG (28) ini terpaksa dirawat di rumah sakit, sebab mengalami luka lebam dibagian di kepalanya karena dipentung seorang penjual kelapa Sawit Zu (24), Kamis (23/4/2015).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, awalnya sekitar pukul 12.30 WIB pelaku datang membawa buah sawit dan akan dibongkar di tempat korban kerja, yakni tempat sortiran buah sawit. Saat hendak dibongkar, korban menolak karena sawit yang dibawa pelaku banyak yang rusak.

“Penolakan korban membuat pelaku emosi dan saat itu juga pelaku memukul korban mengunakan besi tojok buah sawit. Akibatnya korban mengalami  luka lebam pada bagian kepala,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Jum’at (24/4/2015).

Mendapat hantaman dibagian kepala, lanjut Warno, korban langsung terjatuh ditempat kemudian dilarikan oleh kerabat kerjanya ke Rumah Sakit Seberida Kabupaten Inhu untuk mendapatkan perawatan. “Kejadian ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Sek Keritang Res Inhil, untuk tersangka telah diamankan oleh Polsek Keritang,” sampaikannya.(mirwan)




Bupati Inginkan PNS Lanjutan Pendidikan Minimal Ke Jenjang Magister

Tampak Bupati yang di dampingi Kepala BKD Inhil serta Direktur Pasca Sarjana UR saat Sosialisasi ke PEMKAB Inhil. Foto: Mirwan
Tampak Bupati yang di dampingi Kepala BKD Inhil serta Direktur Pasca Sarjana UR saat Sosialisasi ke PEMKAB Inhil. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyambut kedatangan tamu dari Universitas Riau (Unri) ke Inhil. Kedatangan rombongan ini dalam rangka sosialisasi Program Megister (S2) dan Program Doktor (S3) di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilaha, Jum’at (24/4/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati mengatakan adanya kegiatan sosialisasi pasca sarjana ini satu kesempatan yang sangat positif. Sehingga, bagi putra Inhil yang telah menyandang sarjana akan terinsfirasi untuk melanjutkan pendidikan ke Megister bahkan meraih gelar Doktor.

“Apalagi kita ketahui berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil ada 3.309 jumlah PNS di Inhil ini. Tentu kita menginginkan dari jumlah tersebut mampu melanjutkan kejenjang minimal Megister,” kata Wardan.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini sangat menginginkan kualitas daerah Inhil ini lebih meningkat, salah satunya dari segi Sumber Daya Manusianya.

Sementara itu, Direktur Program Pasca Sarjana Unri, Prof Dr Zurkarnain saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya melakukan sosialisasi ini terbagi pada tiga zona di Provinsi Riau. Salah satunya ada pada Kabupaten Inhil. Sebab katanya, putra Inhil ini memiliki potensi SDM yang cukup luar biasa untuk ditingkatkan, dicontohkannya dalam hal membangun daerah, baik Kabupaten, Provinsi hingga secara Nasional.

“Amat disayangkan jika sosialisasi kami ini tidak sampai ke Kabupaten Inhil, karena saya cukup tau bagaimana pola pikir putra Inhil untuk berkembang, dan ini salah satu langkah yang kami sajikan,” tuturnya.(mirwan/adv pemkab inhil)