2016, 48 Ribu Peserta Jamkesda Akan Diintegrasikan ke BPJS

“Dibutuhkan Data Masyarakat Miskin Yang Valid dan Akurat”

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan baru-baru ini di Tembilahan.
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan baru-baru ini di Tembilahan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2016 mendatang, sebanyak 48.000 peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan diintegrasikan ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, di Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, saat ini jumlah peserta Jamkesda di Negeri Seribu Parit adalah sebanyak 120.000 orang. Dari keseluruhan jumlah tersebut, akan di data kembali siapa-siapa yang memang berhak mendapatkan bantuan di bidang pelayanan kesehatan.

“Tahun ini, Program Jamkesda kita akan berakhir dan selanjutnya diintegrasikan ke BPJS. Dari anggaran yang tersedia, kita hanya mampu menanggung iuran BPJS untuk 48 ribu orang, dari jumlah keseluruh peserta Jamkesda sebanyak 120 ribu orang,” tutur Alvi.

Oleh karena itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini berharap agar data masyarakat miskin yang diberikan oleh pihak kecamatan nantinya benar-benar valid, sehingga tidak ditemukan kendala dan permasalahan di kemudian hari.

“Sesuai dengan arahan Pak Bupati kemarin, data masyarakat tidak mampu ini akan dikumpulkan oleh pihak kecamatan. Jadi, kita harapkan data tersebut memang akurat, sehingga bantuan yang kita salurkan nantinya bisa tepat sasaran,” terangnya.

Apalagi, lanjut Alvi, selain bantuan dari Pemda setempat, nantinya Kabupaten Inhil juga akan mendapat kucuran dana dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau, untuk membantu peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Bumi Sri Gemilang.

“Apabila kita tidak memiliki data yang benar dan valid, kita khawatirkan bantuan ini akan sulit dan bahkan tidak bisa disalurkan,” imbuhnya.(adi/adv)




Plt Sekda Lantik Pj Lurah Bagan Kota

27Bagansiapiapi (detikriau.org) – Pelaksana tugas (Plt) Sekda Rohil Drs.H.Surya Arfan, Msi melantik Asmariza, SE sebagai Pj.Lurah Bagan Kota Kecamatan Bangko, Rohil. Acara pelantikan berlangsung di aula Rapat kantor Camat Bangko, Jalan Utama, Senin (27/04/15).

Pelantikan Asmariza sebagai penjabat Lurah Bagan Kota Berdasarkan Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor : 820/BK-BM /2015/187 tentang pelantikan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Asmariza, sebelumnya merupakan Sekretaris Lurah Bagan Kota, Kecamatan Bangko.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala BKD Roy Azlan.Ap, Plt.Camat Bangko Rizalul Fikri,Kapolsek Bangko, Kompol.Nurhadi Ismanto.SH.Sik, seluruh Lurah/Penghulu se-Kecamatan Bangko dan beberapa Ketua RT dilingkup Kelurahan Bagan Kota.

Plt Sekda kepada wartawan menyampaikan, meminta kepada penjabat lurah bagan kota untuk jeli melihat permasalahan yang ada di lingkup kelurahan. “Sebagai kepala pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan, penjabat harus jeli, harus peka semua denyut yang ada di sekitar kelurahan bagan kota,” pinta Surya.

Selain dari itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan ini juga meminta Kepada Penjabat Lurah untuk membagi porsi, 70 persen di lapangan, 30 persen di kantor. “Jadi, apabila ini bisa dilakukan,pasti akan bisa menerima dan melayani aspirasi-aspirasi masyarakat yang penting bagaimana lurah yang baru ini bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, karena kami merasa pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal,” sebut mantan Kadisdik Rohili. [tris]




Kontes Ayam Serama di Tembilahan Meriah

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Konteks regional ayam serama yang digelar Pencinta Ayam Serama Inhil (Pensil) Cup meriah. Kegaitan yang baru pertamakali ini dilaksanakan di halaman Kampus Universitas Islam Indragiri (Unisi) Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Minggu (26/4/2015) kemaren

“ini kontes ayam serama terbesar di Riau dengan peserta umum, diantaranya Jambi, Pekanbaru, Siak dan Rengat termasuk tuan rumah Inhil,” kata Ketua Pensil Cup, Khairuddin kepada awak media.

Dikatakannya ada sekitar 300 ayam yang mengikuti kontes perana ini, mulai dari ayam anakan hingga dewasa, baik jantan maupun betina. Dari kontes ini ditujujan untuk mempererat talisilaturrahmi antar sesame pecinta ayam serama.

“Target kita kedepan Pensil Cup akan menggelar event ketingkat Nasional, kalau perlu se-Asean,” tukas Ketua Pensil yang akrap disapa Risky Bill ini.

Sementara itu, salah satu peserta dari Jambi, Melky mengaku sangat puas terhadap kegiatan di Tembilahan ini, selain acaranya meriah, persaudaraan masyarakat Tembilahanpun dinilainya tidak mengecewakan. “Kalau ada waktu, kami kesini lagi,” ujarnya.(mirwan)




Bupati Inhil Wacanakan Pulau Basu Sebagai Lokasi Konservasi Tahura

Bupati Inhil ditemani warga menyempatkan diri menyaksikan kehidupan masyarakat d di Desa Sungai Buluh disela kunjungannya ke pulau basu. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan berkomitmen untuk menjadikan Pulau Basu di Kecamatan Concong sebagai tempat Konservasi Taman Hutan Raya (Tahura).

Pernyataan ini disampaikannya saat memantau langsung Pulau Basu tepatnya di Danau Mabblu bersama tim Balai Besar Konservasi SDM Provinsi Riau serta sejumlah Pejabat di lingkungan Pemkab Inhil, Sabtu (25/4/2015) kemaren.

“Kedepan akan kita kembangkan tempat ini menjadikan kawasan Konservasi Tahura, sekarang kita sedang melengkapi untuk melengkapi terkait hal itu,” kata Wardan.

Dikatakannya akan berkomitmen perencanaan pengembangan tempat tersebut dilakukan sesuai aturan, artinya pengembangan konservasi ini diyakinkan Bupati tidak akan bermasalah terhadap aturan-aturan yang ada.

Bahkan orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini tidak hanya sebatas menjadikan tempat satu kawasan pariwisata, namun akan diupayakannnya semaksimal mungkin hingga bisa dinikmati masyarakat Inhil khususnya.

“Saya sangat berharap adanya dukungan semua pihak agar rencana mapan kita ini tercapai,” tutup Bupati Inhil.(mirwan/adv)




Siswa SD Sederajat di Pengalihan Enok Diajak Lakukan 3 M Plus

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok diajak untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya masing-masing, dengan melakukan 3 M Plus.

Ajakan itu disampaikan Bidan Koordinator Pengalihan Enok, Ayu Leningsih SSt sempena pelaksanaan kegiatan pelatihan kader Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik), yang dipusatkan di Desa Pengalihan, kemarin

Kegiatan yang digelar oleh UPT Puskesmas Pengalihan ini, diikuti sejumlah siswa SD sederajat di daerah tersebut.

Dikatakan Ayu, seperti diketahui bahwa nyamuk merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, yang juga bisa menyebabkan kematian bagi para penderitanya.

Oleh karena itu, penyebaran penyakit-penyakit ini harus dicegah dan diantisipasi sejak dini, salah satunya dengan cara memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk melalui pembasmian jentik-jentik nyamuk.

“Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta, khususnya tentang cara memantau dan membasmi jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekolah dan rumah,” tutur Ayu.

Adapun cara untuk membasmi jentik-jentik nyamuk ini, dapat dilakukan dengan 3 M Plus, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, Membersihkan lingkungan sekitar dan Mengubur barang-barang bekas yang dapat menyebabkan munculnya genangan air, yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Kemudian, yang tak kalah pentingnya adalah menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinilai Merugikan, Bupati Terus Desak Tuntaskan Persoalan Tapal Batas

BAGANSIAPIAPI, (detikriau.org) – Persoalan Tapal Batas antara Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rohil Provinsi Riau dengan Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara dinilai sangat merugikan bagi Rohil.

Menurut Bupati Rohil, Dengan adanya persoalan tapal batas ini, sedikitnya seribuan hektar lahan perkebunan sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV hanya numpang tanam di Kecamatan Pasir Limau Kapas namun pajaknya dibayarkan ke Provinsi Sumatera Utara.

“Kita sudah berupaya berjuang agar wilayah yang mereka klaim itu kembali ke daerah kita dengan cara memanggil direksi perusahaan untuk mengadakan hearing dengan Pemkab dan DPRD. Namun hingga kini belum ada penjelasan terkait hal itu,” kata Bupati Rokan Hilir, H Suyatno.A.Mp baru-baru ini.

Persoalan tapal batas ini juga menurut Bupati sudah disampaikan kepada Kementrian Dalam Negeri. Apalagi menteri juga sudah banyak mendapat laporan akan kerabnya terjaadi pertikaian antara warga yang berada di perbatasan.

Dalam keputusan Mendagri tahun 1984, seharusnya antara pemerintah Sumatera Utara dengan Provinsi Riau wajib mematuhinya. Yakni perjanjian kedua daerah itu berada pada patok 153. Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Podorukun Kecamatan Pasir Limau Kapas yang sebagian besar wilayahnya sudah diklaim oleh Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera utara.

”Malah pemuda disana tak segan-segan mendirikan gapura dengan ucapan selamat datang di Labuhan Batu Selatan. Padahal gapura itu masih berada di wilayah Rokan Hilir,” Kesal Suyatno.

Suyatno menegaskan, persoalan Dusun Podorukun sebenarnya sudah mendapat pengakuan secara de facto. Karena hampir seluruh penduduk disana mengantongi KTP dan masuk dalam database pemilih Rohil. Namun akhir-akhir ini timbul lagi gejolak karena persoalan tumpang tindih lahan antar pemilik sehingga menimbulkan kubu diantara warga itu sendiri.

Bupati juga  tidak menafikan, oknum aparat desa ikut bermain dalam ”pat gulipat” jual beli tanah yang aktor intelektualnya adalah pengusaha. Menyebabkan, kisruh jual beli lahan menambah deretan panjang hubungan yang kurang harmonis antara kabupaten yang berada diperbatasan.

”Kita menginginkan agar persoalan tapal batas cepat diselesaikan karena selain merugikan secara ekonomi, namun hubungan bilateral antara kedua daerah juga ikut merenggang,” kata Suyatno. (*/tris/adv)