93 Pejabat Esselon III dan IV dimutasi dan lantik

29Bagansiapiapi (detikriau.org) – Sebanyak 93 Pejabat Struktural Eselon III dan IV dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di mutasi dan dilantik.

Dari 93 orang, 4 orang merupakan Pejabat Eselon III, mereka adalah H.Jasmudin Rauf.S.Sos dimutasi menjadi Sekretaris Inspektorat, sebelumnya Kabag Perlengkapan.

Selanjutnya Alkan.SE dimutasi menjadi sekretaris Dinas Perkebunan sebelumnya menjabat Kabag Bina Kesra, Acil Rusdianto dimutasi menjadi Kabag Perlengkapan, sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perkebunan. Dan H.M.Nurhidayat dimutasi menjadi Kabag Kesra sebelumnya menjabat Sekretaris Inspektorat. Sedangkan sebanyak 89 pejabat Eselon IV mengisi Jabatan sebagai Kasubag dan Kabid di Badan/Kantor/Dinas dilingkungan Pemkab Rohil.

Mutasi Para Pejabat Eselon III berdasarkan Surat Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor : 820/BK-PN/2015/218 dan eselon IV berdasarkan Surat Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor :820//BK-PN/2015/219.Kedua Surat keputusan tersebut dikeluarkan tertanggal 28 April 2015.

Pelantikannya dilakukan oleh Plt.Sekda Rohil,Drs.H.Surya Arfan.Msi di gedung Serbaguna, Jalan Utama, Selasa (29/04/15) yang dihadiri dan disaksikan, Kepala BKD Rohil Roy Azlan.AP, Asisten I,II,III dan IV, derta Kepala SKPD lainnya.

Surya Arfan dalam sambutannya mengatakan bahwa mutasi dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan organisasi,apalagi mengingat masyarakat Rokan Hilir mengharapkan pelayanan yang baik.

Dirinya juga berharap kepada pejabat yang baru dilantik untuk dapat menjalankan tugas dengan baik. “Pertama saya minta untuk disiplin, dimana apel pagi itu masih perlu ditingkatkan, karena kita jauh ketinggalan dari daerah lain,” sebut Surya.

“Mulai besok jalankan apel pagi secara rutin, tidak hanya dilingkup Setda. Namun juga di tingkatkan di SKPD,” sambungnya.

Surya juga mengakui banyak menemukan pejabat yang membangkang terhadap atasannya. “Kedua loyalitas, karena kita banyak menemukan pejabat eselon III melawan pejabat eselon II (Kepala SKPD-red ). Ini perlu diperbaiki, kalau ia memang bersalah atasannya, lapor ke kita jangan sewenangnya saja,” pungkasnya. [tris/adv]




Ini Dia 8 Tanda Bahaya Kehamilan Yang Harus Diketahui Para Ibu

Kasi Promkes Dinkes Inhil, Fitri Astuti
Kasi Promkes Dinkes Inhil, Fitri Astuti

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mempunyai keturunan atau anak adalah impian setiap keluarga, yang nantinya diharapkan dapat menjadi penerus garis keturunan. Kendati demikian, untuk mendapatkan seorang anak itu harus melalui berbagai proses yang cukup panjang, salah satunya masa kehamilan bagi kaum perempuan atau calon ibu.

Dimana, kondisi kehamilan ini harus benar-benar dijaga dan dirawat dengan baik oleh setiap pasangan, sehingga tidak menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan dan proses persalinan pun dapat berjalan lancar dan selamat.

Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh para ibu di masa kehamilan, diantaranya melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta mengantisipasi dan segera menangani tanda-tanda bahaya kehamilan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti, ada 8 tanda bahaya kehamilan yang harus diketahui oleh masyarakat terutama kaum ibu, yaitu :

 

  1. Ibu tidak mau makan dan muntah terus
  2. Berat badan ibu hamil tidak naik
  3. Bengkak tangan atau wajah, pusing dan dapat diikuti kejang
  4. Kelainan letak janin
  5. Pendarahan
  6. Gerakan janin berkurang atau tidak ada
  7. Ketuban pecah sebelum waktunya
  8. Penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan (penyakit jantung, anemia berat, TBC, malaria dan infeksi saluran kehamilan)

 

“Bila ada ibu hamil mengalami salah satu keluhan tersebut maka diharapkan dapat segera menghubungi bidan atau dokter, sehingga bisa secepatnya ditangani oleh tim medis,” kata Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, baru-baru ini diruang kerjanya.(adi/adv)




Diskusi Bersama Komisi I dan II DPRD Dengan BP2MPD Inhil Dalam Upaya Samakan Persepsi Terkait Pemberian Izin Perusahaan




Komisi I dan II DPRD Lakukan Diskusi Bersama BP2MPD Inhil

“Samakan Persepsi Terkait Pemberian Izin Perusahaan”

 

ketua komisi I HM Yusuf Said dan Ketua Komisi II Amd Junaidi. Foto: Adi
ketua komisi I HM Yusuf Said dan Ketua Komisi II Amd Junaidi. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Komisi I dan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan pertemuan dan diskusi bersama Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (28/4/2015).

Diskusi yang digelar di ruang rapat Komisi I Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin Ketua Komisi I DPRD, HM Yusuf Said dan didampingi Ketua Komisi II, Amd Junaidi.

Ketua Komisi I DPRD, HM Yusuf Said mengatakan, diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pihak eksekutif dan legislatif, khususnya terkait dengan pemberian izin lokasi dan operasional kepada pihak perusahaan.

Dengan begitu, diharapkan akan ada perbaikan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap izin yang diberikan kepada perusahaan, baik yang sudah terbit maupun yang akan diterbitkan berikutnya, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan terutama yang berkaitan dengan pola kemitraan dan kerjasama.

“Hasil diskusi ini akan kita tindaklanjuti, dengan melakukan pembicaraan bersama pihak terkait lainnya dan perusahaan,” tutur Yusuf.

Senada dengan itu, Ketua Komisi II DPRD, Amd Junaidi menjelaskan, jika ada ditemukan kekeliruan dalam pemberian izin perusahaan, tidak ada salahnya dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

“Jadi, tidak perlu kita cari siapa yang salah dan siapa yang benar. Asal kita punya niat untuk membantu dan menolong masyarakat, pasti ada jalannya, kecuali kita tidak punya niat,” terangnya.

Menanggapi berbagai pernyataan tersebut, Kepala BP2MPD Inhil, Junaidi menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk melakukan penataan ulang terhadap seluruh perizinan yang ada di Negeri Seribu Parit ini, karena dengan perizinan yang baiklah akan memberikan dampak yang baik pula pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

“Dengan izin yang teratur itu maka pembangunan dan kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud, dan yang tak kalah pentingnya dapat menghindari terjadinya berbagai konflik dan permasalahan di kemudian hari,” imbuhnya.(adi/adv)




Bupati Kaget, Di Sungai Buluh Ada PAUD Tanpa Miliki Gedung

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengaku kaget jumpa lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tanpa memiliki gedung di desa Sungai Buluh Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), akhir pekan kemaren.

Saat itu, Bupati Wardan sedang melakukan pemantauan langsung Danau Mabblu di Pulau Basu kecamatan Concong yang akan dijadikan tempat Konservasi Taman Hutan dan Raya (Tahura). Namun sebelum masuk ke danau Mabblu, Bupati terlebih dahulu mampir ke desa Sungai Buluh tersebut.

Tidak hanya singgah sebentar, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyempatkan diri untuk keliling diseputaran desa dan dijumpainya satu lembaga PAUD yang tidak memiliki gedung, yakni PAUD Doa Bunda.

”Saya kan telah memprogramkan satu desa satu PAUD, dan ini harus tercapai, namun saya kaget kalau PAUD disini bermasalah, yakni tidak memiliki gedung, padahal sarana sudah dibantu berupa alat permainan anak dan lainnya,” ujar Wardan.

Dikatakannya, usai pemantauan langsung saat itu akan dilakukannya pemetaan yakni mendata lembaga mana saja yang masih memerlukan bantuan, tentunya terkait kebutuhan-kebutuhan dasar seperti gedung belajar tersebut melalui Dinas terkait serta program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ).

”Bagi saya masalah ini menjadi perhatian pemerintah, apalagi sarana permainan yang telah kita bantu saja tampak tempat peletakkannya di rumah pribadi kepala PAUD,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala PAUD Doa Bunda desa Sungai Buluh, Siti Masitah saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, lembaga tersebut tetap berjalan seperti biasa hanya saja meminjam tempat belajar di MDA desa Sungai Buluh.

Disampaikannya juga kalau PAUD ini memiliki anak didik yang cukup banyak, lebih dari 50 anak didik. Sehingga kesulitan untuk menempatkan belajar di rumahnya, sebab itu ia berinisiatif meminjam gedung MDA pada belajar di sore hari.

”PAUD kita ini telah berdiri sekitar setahun belakang, untuk sementara anak-anak kalau mau main pergi ke rumah saya, karena sarana permainan PAUD ada di rumah,” kata Siti Masitah. (mirwan/adv)




Sekda Inhil Hadiri Puncak Peringatan Hari Kartini

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM menghadiri puncak peringatan Hari Kartini dan bersempena dengan hari pendidikan dan hari anak Nasional Kabupaten Inhil tahun 2015 di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Selasa (28/4/2015).

Acara puncak peringatan hari Kartini ini yang disejalankan dengan Hari Pendidikan Nasional sera hari anak Nasional tersebut merupakan tajaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil yang bekerjasama dengan Bunda PAUD Kabupaten Inhil serta Forum PAUDI, IGTKI, LAM Riau dan organisasi Mitra PAUD lainnya.

Mewakili Bupati, Sekda Inhil memaparkan dalam sambutannya bahwa peringatan yang diselenggarakan 3 moment tersebut memiliki ruang kesempatan dalam menjadikan putra-putra Inhil lebih mumpuni. Apalagi terkait Hardiknas kedepan, tentu ada evaluasi tersendiri baik atas nama pemerintah maupun keluarga.

Sebab, sepengetahuannya fenomena sosial yang sering terjadi akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan orang tua, seperti menurunnya semangat nasional dan jiwa patriotisme pada anak-anak saat ini, begitu juga pada nilai-nilai akhlak dikesehariannya, bahkan kata Sekda anak-anak saat ini cenderung memiliki jiwa anarkis.

”Untuk itu, melalui tiga memont peringatan yang diselenggarakan hari ini kita tumbuh kembangkan partisipasi anak kepada harkat dan bermartabat secara kemanusiaan, serta dapat perlindungan dari kekerasan, terlebih pada diskriminasi,” tutur Alimuddin.

Berdalih pada puncak peringatan hari Kartini, Sekda menyebutkan begitu terasa kontribusi seorang perempuan pada pengembangan daerah ini dan untuk Indonesia secara umumnya, sangat diharapkannya kepada wanita-wanita Kabupaten Inhil terus meningkatkan kreativitas layaknya ibu Kartini yang terus dikenang hingga saat ini.

”Karena tidak ada lagi batasan bagi kaum perempuan untuk berkegiatan, selama kegiatan tersebut positif dan memberikan dampak yang membangun, maka teruslah perjuangkan dan berkreasilah,” imbuh Alimuddin.(mirwan/adv)