Angin Kencang, Baliho Raksasa Nyaris Ambruk

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebuah baliho iklan produk rokok hampir tumbang dan sempat gegerkan warga setempat di jalan Baharuddin Yusuf, lebih tepatnya di persimpangan ujung Jalan M Boya Tembilahan, Rabu (29/4/2015) sore.

Pantauan lapangan, peristiwa ini tidak hanya menggegerkan warga setempat, namun juga menggegerkan para pengendara yang melintas. Kenapa tidak,  saat kejadian itu menyebabkan satu jalur jalan Baharuddin Yusuf diblokir warga dengan kayu serta baliho bekas.

Hal ini disebabkan, baliho yang berukuran berkisar 4 hingga 6 meter dengan tinggi tiang kurang lebih 10 meter ini hampir tumbang ke badan jalan. Menurut warga setempat, jika tidak ada tiang listrik kemungkinan langsung tumbang ke badan jalan.

“Apalagi tiang listrik ini juga sudah miring, makanya kita berinisiatif menutup jalan sementara, takutnya langsung tumbang dan menimpa pengguna jalan yang melintas,” kata Ketua RT 01 RW 11 M Boya Kelurahan Tembilahan kota, Rusli.

Diceritakannya, bermula peristiwa tersebut sekitar pukul 16.00 WIB pada saat hujan lebat serta angin kencang, baliho secara mendadak tumbang dan menimpa tiang listrik, tepatnya di travo PLN. Diduganya, saat itu aliran listrik terjadi konsleting.

“Secara serentak tumbangnya tiang baliho itu aliran listrik langsung mati mendadak,” katanya lagi.

Sementara itu, Manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman terlihat langsung memantau di TKP, namun hingga berita ini dirilis ia belum bisa memberikan keterangan akibat travo PLN ditimpa baliho iklan tersebut.

“Nanti saja ya,” ujar Budi dengan singkat. Memang saat itu ia terlihat sedang sibuk berkoordinasi dengan pihak terkait akibat peristiwa yang mengakibatkan terputusnya pasokan listrik kesebahagian pelanggan PLN. (mirwan)




Bupati Inhil Nyatakan Komit Majukan Desa

Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan
Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan nyatakan berkomitmen untuk memajukan pembangunan ditingkat perdesaan, terutama jalan penghubung antar desa.

Penyataan ini dilontarkannya di sela kunjungannya di Desa Sungai Buluh Kecamatan Concong, akhir pekan kemaren. Dimana, ketika itu dilihatnya kondisi desa tersebut masih perlu pembangunan yang lebih maksimal, terutama pada jalan penghubung.

Diketahuinya, desa Sungai Buluh itu sampai saat ini belum memiliki akses untuk ke luar desa melainkan hanya melalui kendaraan laut, dan ini menjadi PR bagi Pemkab Inhil kedepan.

”Sebenarnya APBD kita cukup besar. Untuk diketahui, program DMIJ itu hanya sebagian kecil saja, namun masih bisa kita gunakan dari APBD Provinsi bahkan APBN melaui dinas terkait,” kata Wardan.

Kedepan, ditegaskan Bupati, ia akan mengerahkan pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa baik itu lurah maupun kepala desa untuk memprioritaskan pada tujuan tercapainya jalan penghubung antar desa ini.

Tidak hanya pada jalan penghubung, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyebutkan juga pada penerangan serta air bersih yang ada di desa, pada intinya keterkaitan kemajuan serta kemakmuran desa yang ada di Kabupaten Inhil ini.(mirwan/adv)




Sebelum Ditetapkan Sebagai Kawasan Perkebunan, Pemkab Inhil Diminta Lakukan Pemetaan Langsung di Lapangan

Anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Edy Gunawan
Anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Edy Gunawan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk melakukan pemetaan secara langsung di lapangan sebelum menetapkan suatu wilayah di Negeri Seribu Parit sebagai kawasan perkebunan.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPRD Inhil, Edi Gunawan saat mengikuti diskusi Komisi I dan II DPRD bersama Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Inhil, di ruang Komisi I Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Edi, penetapan kawasan perkebunan ini memang sangat penting bagi Pemkab Inhil dalam upaya menarik minat para investor yang ingin menanamkan modalnya di bidang perkebunan.

“Untuk membangun dan memajukan daerah, memang sangat dibutuhkan kehadiran dan peran serta para investor, khususnya di bidang perkebunan yang menjadi unggulan Kabupaten Inhil,” tutur Edi.

Kendati demikian, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, sebelum wilayah itu ditetapkan sebagai kawasan perkebunan, hendaknya terlebih dahulu dilakukan konservasi di lokasi tersebut.

“Langkah ini, untuk menghindari terjadinya berbagai permasalahan yang tidak diinginkan, seperti adanya perkampungan warga yang masuk dalam lahan perkebunan,” terangnya.(adi/adv)




Inhil Nyatakan Siap Dukung dan Sukseskan Program Nusantara Sehat

“Se-Indonesia Dimulai Tahun Ini”

Kadinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyatakan siap mendukung dan mensukseskan Program Nusantara Sehat yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan pelaksanaan program tersebut di seluruh Indonesia yang akan dimulai pada tahun 2015 ini.

Dikatakan Alvi, melalui Program Nusantara Sehat ini Pemerintah Pusat mengambil peduli dengan kondisi dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, dengan menempatkan tim kerja kesehatan yang berjumlah sebanyak 5-8 tenaga medis dalam setiap timnya.

“Waktu pencanangan kemarin, Bupati Inhil selaku kepala daerah telah memberikan komitmennya, untuk mendukung dan menyukseskan Program Nusantara Sehat ini,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Bentuk dukungan tersebut, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, ditunjukan melalui penyediaan fasilitas mulai dari keamanan, tempat tinggal dan lain-lainnya bagi petugas kesehatan yang akan berada di Negeri Seribu Parit selama 2 tahun dalam satu masa kontrak.

Terkait dengan waktu pelaksanaannya, kata Alvi lagi, untuk seluruh Indonesia dimulai pada Bulan April 2015, tetapi apakah penempatannya untuk Provinsi Riau dipusatkan di Kabupaten Inhil atau tidak, masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.

“Di Riau ini, ada 5 kabupaten dan kota yang ditunjuk sebagai daerah penempatannya. Jadi, apakah dimulai tahun ini atau tahun depan kita belum tahu, karena masih menunggu petunjuk. Intinya, kita siap mendukung dan mensukseskan, apalagi kita dibantu tenaga kesehatan,” imbuhnya.(adi/adv)




Staf Ahli Bupati Inhil Hadiri Yudisium Fekon UNISI Ke-VII

“Unisi tidak perlu diragukan lagi, selain program studi, institusi Universitaspun telah resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)”

Staf Ahli Bupati Fajar Husin saat memberikan sambutan. Foto: Mirwan
Staf Ahli Bupati Fajar Husin saat memberikan sambutan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Staf Ahli Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Fajar Husen hadiri Yudisium Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Islam Indragiri (Unisi) yang ke-VII di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Selasa (28/4/2015).

Mewakili Bupati Inhil, Staf Ahli mengapresiasi agar Universitas satu-satunya di Negeri Sri Gemilang ini terus berkembang dan terus melahirkan sarjana-sarjana muda yang berkompoten yang bisa dihandalkan dalam kemajuan daerah Inhil.

Apalagi katanya Unisi saat ini memiliki tenaga pendidik yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya yang ada di tanah air, tidak hanya pendidik berpangkat Magister, Unisi bahkan telah memiliki beberapa tenaga pendidik yang telah memiliki gelar Doktor.

“Pada intinya tidak kita ragukan lagi pendidikan yang diterapkan oleh Universitas ini, dan ini terbuktinya telah lahirnya sarjana-sarjana yang ikut berperan dalam membangun daerah, pendidikan serta dibidang lainnya,” kata Fajar.

Pada kesempatan itu, diharapkannya bagi mahasiswa yang telah sampai ke Yudisium tersebut mulai membuka gerbang untuk bersaing di dunia luar kampus. Sebab kata Staf Ahli yang kini juga menjabat sebagai PLT Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil inini, Yudisium merupakan tahap awal meniti karir kesuksesan, minimal pada kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unisi, Wandi SH MH menyampaikan saat ini Unisi tidak perlu diragukan lagi, selain program studi, institusi Universitaspun telah resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Untuk diketahui, mahasiswa yang mengikuti Yudisium ke-VII Fakultas Ekonomi ini sebanyak 239 orang terdiri dari 47 program study Akutansi dan 192 program study Manajemen. Kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh salah seorang anggota DPRD Provinsi Riau, Hj Septina Primawati Rusli serta seluruh civitas akademika Unisi. (mirwan/adv pemkab inhil)




Hati-hati, Inilah Istilah-istilah Lain dari Babi pada Produk Makanan

imagesBagi umat Islam daging babi adalah makanan yang tidak boleh dikonsumsi karena hukumnya haram. Namun, daging babi banyak digunakan sebagai bahan campuran beberapa produk makanan dengan menggunakan nama lain yang tak dikenal.

Bagi muslim hal tersebut sangat merugikan, terutama mereka yang tidak mengenal istilah atau nama lain dari daging babi tersebut. Berikut ini adalah beberapa istilah lain dari produk babi yang kerap digunakan sebagai bahan campuran produk makanan:

  • Swine. Swine adalah nama lain dari salah satu spesies babi. Beberapa produsen terkadang menggunakannya  untuk campuran produk penyedap rasa. Agar tidak salah pilih, bacalah dengan hati-hati komposisinya.
  • Sow. Walau jarang digunakan, namun bila Anda menemukan kata ini dalam komposisi makanan olahan maka sebaiknya jangan Anda pakai. Sow adalah nama lain babi betina indukan.
  • Sow milk. Susu dari babi Indukan .
  • Hog. Hog adalah nama lain dari babi dewasa yang memiliki bobot besar.
  • Boar.  Di Indonesia mungkin sebangsa dengan babi hutan atau celeng. Boar memiliki tubuh berwarna hitam dan hidup liar.
  • Pork. Istilah ini cukup familiar bagi masyarakat. Biasanya tertera pada makanan kaleng impor, jenis mie, dan beberapa produk olahan lain seperti sosis.
  • Lard. Lard adalah nama lain dari lemak babi yang kerap digunakan untuk bahan pembuatan sabun, dan bahan kosmetik seperti pelembab kulit, body lotion, pemutih, dll. Hati-hatilah dalam memilih kosmetik, bacalah bahan-bahan yang dikandungnya.
  • Bacon. Tidak semua bacon (daging tipis) terbuat dari daging babi. Ada pula yang terbuat dari sapi. Namun untuk bacon produksi luar negeri perlu anda waspadai. Apalagi bila ada tulisan bacon pada komposisi makanan kemasan yang anda beli.
  • Ham. Ham adalah daging babi pada bagian paha. Ham biasanya diolah menjadi burger.
  • Porcine. Semua bagian tubuh babi yang digunakan dalam industri pengobatan, kerap disebut porcine. Bacalah dengan teliti komposisi obat yang hendak anda beli, jika terdapat kata porcine lebih baik cari produk obat lain.

Itulah istilah-istilah lain dari babi, hendaknya senantiasa hati-hati dalam memilih produk makanan kemasan. Semoga informasi ini bermanfaat, sebarkan informasi ini agar teman-teman dan saudara kita tidak salah konsumsi. (*/erteerwe)