Galeri Foto Hearing Komisi III DPRD Inhil Bersama PLN Area Rengat dan Rayon Tembilahan




Wabup Tinjau Pembersihan dan Penggalian DAS Jembatan Ssungai Pabrik

5Bagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir, Erianda melakukan penintinjau pembersihan dan penggalian DAS sekitar jembatan di Sungai Pabrik, Kelurahan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Selasa (05/05/15).

“Kalau sudah bersih kan enak dipandang. Jika nanti tiba musim hujan, aliran air aaakan lancar maka tidak ada lagi kebanjiran,” ujar Wabup kepada wartawan usai meninjau Sungai Pabrik

Erianda juga minta kepada dinas terkait untuk bekerja sungguh-sungguh. “Jangan tunggu diperintahkan baru dikerjakan,” ucap Wabup menyikapi pemeliharaan aliran air dan sungai.

Kepada masyarakat, Wabup menghimbau untuk melakukan gotong royong dan menjaga kebersihan aliran sungai. “Lakukan hidup bersih maka kita akan sehat dan kebersihan itu sebagian dari iman,” ajak Erianda.

Ddalam kesempatan itu, Wabup didampingi Kepala Bidang ( Kabid ) Prasarana Jembatan dan Jalan dan Plt Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga Dan Pengairan, Nasrudin.

Sebelumnya, pada Senin (04/05/15), usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Di SMP N 2 Bangko, Wakil bupati Erianda meninjau Sungai Pabrik. Dalam peninjauan itu, Erianda memerintahkan Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk melakukan pembersihan Sungai Pabrik, karena rumput dan lumpur sudah hampir menutup sungai pabrik tersebut. [tris/adv]




Miris, Bumi Terancam Gundul Tahun 2030 Nanti

Bumi_Terancam_Gundul_Tahun_2030_Nantidetikriau.org  – Hilangnya hutan di Indonesia dan negara tropis lainnya sudah dalam fase yang mengkhawatirkan. Kalau tren deforestasi ini nggak segera dihentikan, dunia patut waspada dan siap untuk kehilangan 80% wilayah hijaunya dan berarti bumi kita bakkalan gundul. Lebih dari 170 juta hektar hutan diperkirakan akan menghilang secara pesat hingga 2030 mendatang.

Indonesia masuk dalam daftar 11 wilayah yang tingkat pembabatan hutannya tinggi. Seperti yang sudah diketahui, eksploitasi yang nggak kunjung henti sebabkan Sumatera harus kehilangan separuh hutannya yang sudah beralih fungsi untuk kepentingan industri. Begitu juga dengan Borneo dan Papua yang hanya akan menyisakan seperempat wilayah hijaunya 15 tahun mendatang.

WWF melaporkan bahwa pengrusakan hutan ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang tak ada hentinya mengeksploitasi, tetapi juga perkebunan dalam skala kecil yang dikelola oleh petani-petani daerah yang sangat sulit untuk dipantau perihal perizinannya.

“Justru yang menjadi perhatian besar saat ini adalah para petani kecil yang mengelola kebunnya sendiri. Coba kalikan jumlah petani dengan luas kebun yang mereka miliki, totalnya pasti sangat signifikan, bahkan bisa melebihi wilayah idustri.” jelas Budi Wardhana selaku Direktur Kebijakan dan Transformasi WWF Indonesia dalam Living Forest Report, dikutip dari nationalgeographic.co.id.

Minimnya edukasi tentang penyelamatan hutan di Indonesia menjadi salah satu hal yang mempercepat degradasi hutan. Tidak hanya itu, ketidaktegasan pemerintah dalam menegakkan hukum dan moratorium atau pemberian izin pengolahan hutan juga menjadi sebuah tanda tanya besar. Lalu, bagaimana dengan nasib beragam hayati dan ekosistem yang menggantungkan kehidupannya di dalam sana?

Rodney Taylor selaku Direktur Program Hutan WWF Internasional memaparkan hasil diskusi tentang solusi yang bisa dijalankan untuk menekan laju deforestasi.

“Mempertimbangkan dari segala sektor baik kebutuhan, bisnis, masyarakat, dan alam, Indonesia bisa fokus untuk mengembangkan infrastruktur forest friendly atau ramah lingkungan. Sumber daya manusia perlu ditingkatkan untuk menciptakan sumber ekonomi hijau yang inovatif. Cerdas dan bijak dalam memanfaatkan lingkungan, kemudian mengembalikan fungsi hutan yang semestinya.” jelasnya.

sumber : nationalgeographic.co.id, wwf.or.id




Galeri Foto Rapat Paripurna LKPJ Bupati




Gelapkan Sepeda Motor, Warga Jambi diamankan Polisi

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Edi (50) pekerja buruh warga Jalan SMP 15 Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi Provinsi Jambi ditangkap Unit Opsenal Polres Indragiri Hilir (Inhil) karena terlibat penggelapan sepeda motor.

Pelaku ini dilaporkan ke polisi karena telah melakukan penggelapan sepeda motor milik M Zein warga Jalan Pelajar, Kecamatan Tembilahan Hulu pada 17 Maret 2014 lalu. Pelaku ditangkap saat akan menaiki bus untuk pulang ke kampung halaman di Jambi.

“Setelah mendapat laporan tentang kasus ini, petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku penggelapan,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSI melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akaman, Senin (4/5/2015).

Ditambahkan Paur Humas, saat ini pelaku menjalani serangkaian pemeriksaan oleh petugas atas tudahan yang disangkakan kepada dirinya.

“Selain pelaku, petugas juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi termasuk pelapor atas nama M Zein. Semua keterangan akan menjdi bukti dan dasar petugas dalam mengambil tindakan,” katanya. (mirwan)




118 Calon Polri di Inhil Tanda Tangani Fakta Integritas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 118 calon personil Polri di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terdiri dari 5 calon Taruna Akpol, 99 calon Brigadir dan 14 calon Tamtama Polri menanda-tangani fakta integritas bertempat di aula Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (4/5/2015).

Penandatangan pakta integritas tersebut dalam upaya melakukan penerimaan anggota Polri terpadu tahun 2015 yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Penerimaan calon anggota Polri harus bersih, transparan, tanpa ada kecurangan.

“Untuk itu, saya mengajak kepada para calon Polri, pedomanilah fakta integritas ini, dan implementasikan isinya. Dan ini juga berlaku kepada panitia serta orang tua para calon anggota Polri,” kata Suwoyo.

Disamping itu, ia juga menginginkan kepada seluruh calon personil Polri ini lulus semua. Namun tetap harus melewati berbagai tahapan yang mestinya menjadi pertimbangan. Dengan demikian, Suwoyo berharap ikutilah proses pencalonan ini dengan baik supaya bisa memperoleh hasil yang baik pula.(mirwan)