Galery Foto Rapat Paripurna DPRD Inhil Tentang Penyampaian Tanggapan Bupati Terhadap Pemandangan Umum Fraksi




Galery Foto DPRD Inhil Terkait Expose PT BOS




Kepala BP2MPD Inhil Sebut Pola Kemitraan PT Bos Masih Diragukan

“Kalau seperti ini, bukankah petani ini seumpama sudah jatuh tertimpa tangga”

Kepala BP2MPD Inhil Junaidi saat menyampaikan tanggapan. Foto: Mirwan
Kepala BP2MPD Inhil Junaidi saat menyampaikan tanggapan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Perizinan Penanam Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Junaidi mengatakan bahwa pola kemitraan perkebunan plasma yang dijalin oleh PT Bumi Orion Sukses (BOS) dengan masyarakat masih perlu direvisi ulang.

Hal tersebut dilontarkannya saat menghadiri ekspos oleh PT BOS kepada anggota DPRD Kabupaten Inhil, Rabu (6/5/2015) dini hari. Menurutnya ada beberapa poin yang masih merugikan kepada masyarakat.

“Terutama tentang beban hutang yang ditanggung oleh masyarakat. Maka kedepan, kami dari Badan terkait akan mendalami ini lebih lanjut agar masyarakat kita tidak dirugikan,” tukasnya.

Ia berharap perusahaan yang melakukan investasi di Bumi Seribu Parit ini harus memikirkan juga kepentingan masyarakat. Artinya, jangan hanya memikirkan untuk mengambil keuntungan semata.

Jika dilihat katanya lagi, pola kemitraan yang dijalin oleh PT BOS saat ini, masyarakat sangat dirugikan. Bukan hanya lahan mereka dibagi setengahnya kepada perusahaan, petani juga dibebani hutang atas pembangunan perkebunan oleh perusahaan di lahan mereka.

“Kalau seperti ini, bukankah petani ini seumpama sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah lahan mereka dibagi dengan perusahaan, mereka harus membayar hutang pula,” pungkasnya.(mirwan)




DPRD Inhil Cecar Pola Kemitraan PT BOS Hingga Pukul 01.00 Dini Hari

dari kiri: Wk Ketua DPRD Inhil, Syahruddin, Ketua DPRD, Dani M Nursalam dan Wk Ketua DPRD, Feriyandi
dari kiri: Wk Ketua DPRD Inhil, Syahruddin, Ketua DPRD, Dani M Nursalam dan Wk Ketua DPRD, Feriyandi. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan hearing bersama pihak PT Bumi Orion Sukses (BOS) di gedung utama DPRD Inhil jalan Soebrantas Tembilahan sejak pukul 21.00 hingga 01.00 WIB, Rabu (6/5/2015) dini hari.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Inhil Dani M Nursalam, hal tersebut terpaksa dilakukan karena pihak Dewan ingin tau secara persis pola kemitraannya seperti apa. Apalagi ini menyangkut lingkungan yang keterjkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Inhil.

“Mumpung belum diberi izin oleh Pemkab kita, terlebih dahulu kami ingin mendengarkan ekspos mereka (PT Bos, red) terkait pola kemitraan yang dijanjikan kepada masyarakat,” kata Dani.

Sebenarnya kata Dani pula, DPRD Inhil tidak berniat ingin memperlambat atau menghalang-halangi proses perizinan yang sedang diproses PT Bos itu. Namun demi kebaikan masyarakat Inhil serta menghindari terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.

Sebab menurut ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini, mayoritas perusahaan yang masuk itu awalnya memang selalu menjanjikan harapan manis, dan setelah beberapa tahun berikutnya sering kali menimbulkan masalah yang cenderung merugikan masyarakat.

Pantauan awak media, dari ekspos yang dilakukan PT Bos malam itu terlihat disudutkan oleh sejumlah anggota DPRD Inhil yang hadir, sebab ada beberapa persoalan yang dinilai mengganjal pada administrasi. Diantaranya ada isi dokumen yang mengganjal seperti salah satunya perbedaan bentuk tanda tangan.

Terkait hal ini, Direktur PT Bos Sandi Winata saat dikonfirmasi awak media menanggapi bahwa ia tidak mengaku adanya perbedaan tersebut. Bahkan, ia sama sekali tidak mengetahui. “Kami sebagai investor berharap bagaimana perizinan ini cepat terselesaikan, terkait adanya dugaan perbedaan tanda tangan, saya fikir itu hanya pendapat, saya tidak tau,” katanya berdalih. (mirwan)




OKP dan PK Harap Musda KNPI Tak Diundur Lagi

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Pengurus Kecamatan (PK) mengharapkan jadwal Musda KNPI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak diundur lagi, seperti yang disampaikan salah satu perwakilan OKP M Zainal Redo kepada awak media, Rabu (6/5/2015).

“Cukup satu kali ini saja diundur, jangan sampai diundur untuk kedua kalinya dan ini merupakan harapan kami yang peduli,” ungkap Redo.

Yang jelas, perwakilan OPK ini menyatakan sekedar mengingatkan agar tidak ada lagi putusan yang membuat kekecewaan para pengurus OPK dan PK yang ada di Inhil. Ia menyampaikan, pihak panitia telah menetapkan tanggal 22 Mei mendatang dimulai Musda KNPI Inhil, dan ini dinilainya tenggang waktu yang cukup lama.

Artinya, kesiapan panitiapun berkemungkinan lebih maksimal dengan harapan tidak membuat masalah baru seperti pengunduran jadwal Musda lagi seperti sebelumnya.

“Itu sebenarnya yang kami inginkan, komitmen pihak panitia dalam menetapkan jadwal jangan sampai berubah lagi, jadi kami sarankan persiapkanlah secara matang,” harapnya.(mirwan)




Persiapan Jambore TP PKK Inhil Capai 65 Persen

Suasana rapat TP PKK Inhil
Suasana rapat TP PKK Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Persiapan kegiatan jambore TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang akan dilaksanakan bulan Juni mendatang telah mencapai 65 persen.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua II TP PKK Kabupaten Inhil Hj Haryati kepada awak media usai memimpin rapat jambore kedua di gedung Dharma Wanita Tembilahan, Rabu (6/5/2015).

“Hari ini kita melakukan rapat kedua, kita sudah sepakat tanggal 4 Juni 2015 hari puncak jambore PKK tahun ini,” kata Hj Haryati yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksanan Jambore TP PKK Inhil tahun 2015.

Ia menjelaskan, nantinya kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 2 Juni. Dimana, di dalamnya dimeriahkan beberapa perlombaan diantaranya cerdas cermat, pidato dan lain sebagainya, termasuk juga lomba bazar.

Untuk lomba bazar, dikatakan Haryati sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab tahun lalu bazar bukan untuk diperlombakan, namun hanya sebatas memeriahkan semata. “Kalau tahun ini kita coba perlombakan,” katanya.

Disamping itu, Haryati juga mengatakan kemungkinan peserta yang mengikuti akan mencapai 300 lebih mulai dari anak PAUD hingga ibu-ibu, dan ini berpedoman dari jambore tahun lalu.

“Supaya tahun ini lebih sukses, maka kami akan melakukan rapat pematangan lagi beberapa waktu kedepan bersama beberapa SKPD pendukung, seperti Dinas Kesehatan Inhil, BPMPD Inhil dan lainnya,” tutupnya.(mirwan/adv)