Pertemuan Distamben Dengan AKLI dan Aklindo Sekpakati 6 Point

Kepala Distamben Inhil H Tengku Edy Efrizal (kanan). Foto: Mirwan mendengarkan pemaparan salah seorang anggota AKLI Fendi Madas copy
Kepala Distamben Inhil H Tengku Edy Efrizal (kanan). Foto: Mirwan mendengarkan pemaparan salah seorang anggota AKLI Fendi Madas copy

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pertemuan dengan pihak asosiasi kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) dan Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo) di kantor Distamben Inhil jalan Veteran Tembilahan, Selasa (12/5/2015).

Kepala Distamben Inhil, H Tengku Eddy Efrizal saat dikonfirmsi usai melakukan pertemuan menjelaskan, maksud dari pertemuan tersebut untuk menyatukan persepsi dalam membangun mekanikal dan elektronikal di Kabupaten Inhil.

“Kita juga banyak dapat masukan dari para asosiasi ini, yang jelas saling memberi masukan untuk manyamakan pemikiran yang sifatnya untuk membangun. Alhasil, kita dari Distamben dan para asosiasi bersepakat terhadap 6 point,” kata Tengku Eddy.

Dari 6 poit tersebut disebutkannya, yang pertama bersepakat melakukan pertemuan 3 kali dalam setahun dengan maksud untuk mengevaluasi kinerja. Kedua, menyesuaikan harga satuan upah dengan wilayah pekerjaan, artinya akan dievaluasi kembali ketetapan upah pada tahun 2014 lalu dan ditampung hari ini untuk tahun 2016 mendatang.

Selanjutnya poit ketiga, untuk tahun anggaran 2015 ini karena pekerjaan elektrikal dan metalikal tersebut sangat spesifik, maka Distamben mengambil kebijakan pada penanganan kontrak kerja dan harus dilaksanakan oleh direktur milik perusahaan terkait yang tercatat telah sesuai akte notaris.

Untuk point keempat, Distamben meminta kepada seluruh asosiasi harus bekerja secara profesional. Dan terakhir, dimintanya juga terhadap asosiasi memberi laporan secara berkala kepada Distamben dengan tujuan agar pemerintah juga dapat data-data terbaru yang valid.

“Dari semua yang telah disepakati ini, pada intinya untuk masyarakat kita juga,” pungkas Kadistamben Inhil.

Sementara itu, salah satu koordinator asosiasi tenaga listrik yang tergabung dalam AKLI, Fendi Madas saat dikonfirmasi berjanji akan mengutamakan mutu dan menjamin memberi hasil yang terbaik. Tidak hanya itu, jika terdapat mengganjal dibelakang hari nanti, ia mengungkapkan secara tegas siap untuk diblacklist.

“Namun kami ingatkan, para kontraktor kita memiliki surat tugas, jadi jika ada mengatasnamakan anggota asosiasi kita dan tidak mengantongi tanda pengenal maka diluar tanggung jawab kami. Sebab para anggota kita sudah dipercaya dan sudah berkompoten dibidangnya dan mereka siap kami beri sanksi jika salah,” sampaikannya.(mirwan)




Karyawan PT ISK Rumbai Ditemukan Tak Bernyawa di Kanal

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

KEMPAS (detikriau.org) – Warga Kecamatan Kempas mendadak heboh, Nardi (24), seorang karyawan PT ISK ditemukan warga setempat sudah dalam keadaaan tidak bernyawa di kanal RT 017 RW 009 Rumbai Jaya Kecamatan Kempas, Senin (11/5/2015) sekitar pukul 14.45 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo SIk Msi melalui Kapolsek Kempas AKP A R Tarigan S Sos, saat ditemukan, korban tergeletak didalam kanal dengan tubuh diselimuti lumpur. Setelahnya, saksi segera memberi tau warga sekitarnya dan tak lama kemudian datang salah satu saudara korban dan lmengakui kalau mayat itu adalah adiknya.

“Menurut keterangkan istri korban, sebelumnya sekitar pukul 23.00 WIB korban sempat pulang ke rumah namun hanya mengantarkan sepeda motor, setelah itu korban keluar lagi hingga ditemukan sudah menjadi mayat,” kata Tarigan.

mendapat informasi, jajaran Polsek Kempas dipimpin Kapolsek langsung menuju ke TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap korban. Berdasarkan hasil Visum dokter, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan, dan saat ini mayat telah disemayamkan oleh pihak keluarga. (mirwan)




PLN Tembilahan Kronis, Dewan Desak PLN Tak Hanya Hadirkan Perwakilan Saat Hearing

Wakil Ketua DPRD Inhil Ferriyandi. Foto: Adi
Wakil Ketua DPRD Inhil Ferriyandi. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Ketua DPRD Inhil, H Feriyandi meminta pihak PLN untuk menghadirkan jajaran manajemen yang memiliki kewenangan dan kemampuan penuh, baik untuk memutuskan maupun mengambil kebijakan secara cepat, dalam upaya penanganan berbagai persoalan yang dihadapi PLN di Negeri Seribu Parit ini. Selama ini, Hearing yang dilaksanakan membahas persoalan listrik, pihak PLN hanya mengutus perwakilan.

“Kalau kita lihat, penyakit PLN ini sudah termasuk dalam kategori komplikasi kronis, sehingga tak tahu lagi mana yang harus diobati terlebih dahulu, apakah mesin dan perangkatnya atau oknumnya. Inilah yang harus segera dicari jalan keluarnya,” tutur Feriyandi saat hearing antara Komisi III dengan PLN Area Rengat dan PLN Rayon Tembilahan, yang dipusatkan di ruang rapat Komisi III Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, para pengambil kebijakan di PLN harus sungguh-sungguh dan berkomitmen dalam menyediakan serta memberikan pelayanan yang baik dan maksimal bagi para pelanggannya.

“Jadi, kita minta pada hearing berikutnya General Manager (GM) PLN Wilayah Riau dan Manager PLN Area Rengat dapat menghadiri hearing secara langsung, bukan malah mengirim perwakilannya. Kalau tidak akan kita panggil secara paksa,” tegas Feriyand

Untuk sekedar diketahui, hingga hari ini kondisi pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN Rayon Tembilahan kepada para pelanggannya terus berlangsung. Bahkan tidak hanya di malam hari, pemadaman listrik secara bergilir dan mendadak juga sering terjadi di waktu siang. Kondisi seperti ini sudah sangat meresahkan dan merugikan masyarakat pelanggannya. (adi/adv)




Sekda Inhil Hadiri Isra’ Mi’raj di Mesjid Pancasila

Sekda Inhil, H ALimuddin RM saat menyampaikan sambutan.
Sekda Inhil, H ALimuddin RM saat menyampaikan sambutan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj di Mesjid Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP), Minggu (10/5/2015).

Selain Sekda Inhil, juga tampak hadir Camat Tembilahan Kota, perwakilan Polres Inhil, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan. Dan tidak kalah pentingnya, seorang muballigh dari Palembang Habib Muhsin Abu Fathien bin Syeh Abu Bakar yang menjadi penceramah pada malam itu.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan rasa syukur bisa menghadiri kegiatan itu disela kesibukannya sebagai pejabat di Pemkab Inhil. Isra’ Mi’raj tersebut menurutnya satu tahun pengevaluasian diri dari berbagai macam kegiatan kehidupan sehari-hari, apakah lebih baik lagi atau bahkan tidak ada peningkatan.

“Oleh sebab itu mari kita renungkan bersama dan sesuaikan ilmu yang kita peroleh dari penyampaian para alim ulama yang menyampaikan ceramah agamanya diperingatan Isra’ Mi’raj ini,” imbuh Alimuddin.(mirwan/advertorial)




Asisten II Setdakab Inhil Tutup Resmi Pemilihan Bujang dan Dara

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Fauzar menutup secara resmi pemilihan Bujang dan Dara Kabupaten Inhil tahun 2015 di Gedung Puri Cendana Tembilahan, Minggu (10/5/2015) malam.

Mewakili Bupati Inhil, Asisten II dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada peserta terbaik yang terpilih tahun 2015 mulai tingkat anak-anak, remaja hingga ketingkat dewasa.

“Tentu kita memiliki harapan bagi peserta yang meraih nilai tertinggi untuk bisa membawa nama Inhil lebih baik lagi, sebab nantinya pemilihan Bujang dan Dara yang terpilih ini akan dibawa ketingkat pemilihan Bujang dan Dara Provinsi Riau,” katanya.

Tidak hanya sebatas membawa nama daerah, secara tidak langsung duta inhil ini akan mempromosikan daerah agar lebih berkembang. Untuk itu sebagai Pemerintah Daerah, Asisten II berkomitmen penyelenggaraan pemilihan Bujang dan Dara ditahun berikutnya akan lebih ditingkatkan lagi.

Sebab ia memandang dari kegiatan tersebut sangatlah bernilai positif, karena diketahuinya mayoritas remaja sekarang sudah banyak yang terjerumus untuk mengkonsumsi barang haram seperti Narkoba.

“Semoga saja kemeriahan kegiatan pemilihan Bujang dan Dara ini termotivasi bagi remaja lainnya untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepada Disporabudpar Kabupaten Inhil Rudiansyah juga mengutarakan hal yang serupa. Disamping itu, dinas terkait tersebut menyampaikan rasa bangga Kabupaten Inhil bahwa pada tahun 2014 lalu sudah ada Dara asal Inhil telah memenangkan ditingkat Nasional dan hari ini sedang berada di luar negeri yakni di Negara Qatar. “Ia dibawa oleh Kementrian untuk mewakili Indonesia,” sampaikannya.(mirwan/advetorial)




Dinkes Inhil Lakukan Penilaian Posyandu Tingkat Kabupaten

Petugas dari Dinkes Inhil saat melakukan penilaian Posyandu Cermai TembilahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Indragiri Hilir (Inhil) melakukan penilaian Posyandu tingkat kabupaten di Posyandu Cermai, Jalan Trimas Tembilahan, Senin (11/5/2015).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini bertujuan untuk mencari Posyandu terbaik yang nantinya akan menjadi duta Kabupaten Inhil dalam mengikuti lomba Posyandu tingkat Provinsi Riau.

“Ini merupakan salah satu persiapan kita, supaya bisa meraih hasil yang maksimal seperti tahun 2014 lalu pada lomba Posyandu tingkat provinsi yakni mendapat juara satu,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen MSi saat ditemui detikriau di ruang kerjanya, Senin (11/5/2015).

Petugas dari Dinkes Inhil foto bersama dengan pengurus dan kader Posyandu Cermai Tembilahan
Petugas dari Dinkes Inhil foto bersama dengan pengurus dan kader Posyandu Cermai Tembilahan

Adapun jumlah Posyandu yang sudah dan nantinya dinilai oleh Dinkes Inhil adalah berjumlah sebanyak 6 Posyandu yang tersebar di beberapa kecamatan di Negeri Seribu Parit.

“Dua Posyandu sudah kita nilai, yakni Posyandu di Kecamatan Concong dan Tembilahan. Jadi, yang belum tinggal Posyandu di Kecamatan Enok, Keritang, Sungai Batang dan Batang Tuaka,” terangnya.

Selanjutnya, Matzen berharap agar Posyandu dan kader-kadernya dapat terus memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.

Apalagi seperti diketahui, keberadaan Posyandu ini merupakan hasil swadaya masyarakat, dikelola serta diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat.

“Mudah-mudahan, ke depan kader-kader Posyandu dapat terus meningkatkan kinerjanya, dalam rangka memberikan pelayanan dasar bagi masyarakat, seperti pelayanan kesehatan balita dan bayi, ibu hamil dan menyusui, pasangan usia subur dan pelayanan kesehatan lainnya,” imbuhnya.(adi/adv)