Seluruh Pihak Terkait Diminta Dukung Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif

desi-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pihak terkait, mulai dari Kepala Desa/Lurah, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Perangkat Desa/Kelurahan hingga lembaga kemasyarakatan diminta, untuk mendukung pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan Matzen, upaya mendukung pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif ini, dapat dilakukan dengan langkah-langkah memfasilitasi siklus pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat, diantaranya melalui pengenalan kondisi Desa/Kelurahan, identifikasi masalah kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Selanjutnya, dengan melakukan musyawarah Desa/Kelurahan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan dan pembinaan kelestarian Desa/Kelurahan Siaga Aktif,” tutur Matzen.

Adapun berbagai kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif, yakni pelayanan kesehatan dasar, yang meliputi pelayanan kesehatan untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak dan pelayanan survailans (pengamatan penyakit).

Selain itu, lanjut Matzen, kegiatan lainnya yang perlu dilakukan adalah memberdayakan masyarakat melalui Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), yang difokuskan pada upaya survailans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan.

“Sesuai dengan komponen Desa/Kelurahan Siaga Aktif, yang perlu juga dilakukan oleh berbagai pihak terkait adalah menyangkut pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat,” terangnya. (adi/adv)




Peserta UN SLTA di Inhil Lulus 100 Persen

DSC_3950 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh peserta Ujian Nasional (UN) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan lulus 100 persen.

“Kita dapatkan peringkat ke-5 di Provinsi Riau,” sampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D melalui Sekretaris Dinas, HM Hatta Mas’ud, Jum’at (15/5/2015).

Keberhasilan ini menurutnya tentu menjadi kebanggaan. Hanya saja ia tetap berpesan kepada seluruh siswa yang baru menyelesaikan pendidikan ditingkat lanjutan atas ini untuk tidak merayakan secara berlebihan.

Pantauan lapangan, seperti sudah menjadi tradisi, mengungkapkan rasa kegembiraan, aksi konvoi dan corat-coret baju seragam juga tak bisa terhindarkan.

Tampak ratusan pelajar melakukan konvoi berkeliling kota Tembilahan dengan seragam penuh coretan dan suara hingar bingar dari kenalpot kendaraan.

Hampir disetiap persimpangan jalan juga tampak petugas kepolisian untuk menjaga ketertiban.

“Hampir setiap usai pengumuman kelulusan kita menyaksikan konvoi seperti ini. Mungkin wajarlah sebagai ungkapan kegembiraan. Tapi ya tentu dalam batas yang wajar.” Ujar Wandi salah seorang warga Tembilahan. (mirwan/adv)




Persiapan MTQ Benteng Sudah 70 Persen, H-2 ditargetkan Rampung

DSC_3923 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sampai hari ini, persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah mencapai 70 persen. Hal tersebut disampaikan Asisten II Setdakab Inhil H Fauzar kepada sejumlah awak media usai menggelar rapat MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Inhil di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Jum’at (15/5/2015) sore.

“Sudah 70 persen lah persiapan kita. Tapi kita tetap upayakan lagi hingga maksimal pada pembukaan MTQ tanggal 20 Mei nantinya,” ujar Fauzar.

Menurutnya, tanggal 20 Mei mendatang itu telah positif pembukaan MTQ tingkat Kabupaten tahun 2015 di Benteng Kecamatan Sungai Batang, dan akan diikuti seluruh Kecamatan se-Kabupaten Inhil termasuk Bazar yang juga diikuti oleh 20 Kecamatan serta 12 SKPD.

Meski demikian, yang masih perlu dievaluasi juga ada, diantaranya titik koordinasi terhadap pihak PLN. Sebab kata Fauzar, peran PLN tersebut sangat berpengaruh dengan kelancaran pelaksanaan MTQ ini.

“Oleh karena itu, tadi saya minta kepada panitia terkait untuk melakukan koordinasi dengan PLN, jangan sampai pelaksanaan nantinya terganggu suasana akibat pemadaman listrik,” tambahnya.

Selain itu juga masih terdapat beberapa hal yang belum, seperti kesediaan tenda di arena MTQ. Namun begitu, ia menegaskan dua hari sebelum pembukaan, persiapan MTQ selruhnya akan rampung.

“Yang jelas kita upayakan pada tanggal 18 Mei mendatang tidak ada persoalan. Paling lambat 2 hari sebelum hari H kita akan melakukan rapat bersama panitia lokal di lokasi MTQ, tujuannya juga sekaligus peninjauan langsung,” tutupnya.(mirwan/adv)




Dinkes Inhil Wacanakan Pelatihan Public Speaking

“Siapkan Tenaga Promkes Yang Kuasai Teknik Bicara Efektif dan Menarik”

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang, mulai Senin (18/5/2015) hingga Rabu (20/5/2015) nanti, Dinas Kesehatan (Dinkes) Indragiri Hilir (Inhil) akan menggelar pelatihan Public Speaking bagi petugas promosi kesehatan (promkes) dan bidan desa se-Kabupaten Inhil.

Kegiatan yang rencananya dipusatkan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan ini, bertujuan untuk menyiapkan tenaga promkes yang menguasai teknik berbicara efektif dan menarik dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promkes, NS Matzen mengatakan, Public Speaking adalah salah satu keterampilan yang dapat dilatih dan dipraktekan untuk memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan audience, seperti menyampaikan informasi, memotivasi, membujuk dan mempengaruhi orang lain, serta lain sebagainya.

“Public Speaking juga merupakan seni berbicara di depan umum atau publik tentang suatu topik tertentu secara lisan, dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, serta memberikan penjelasan dan informasi,” tutur Matzen saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Jum’at (15/5/3015).

Sementara itu, apabila dilihat situasi sekarang ini, masih terdapat sejumlah kelemahan dalam teknik komunikasi pada tenaga promkes kecamatan dan desa.

“Jadi, melalui pelatihan ini diharapkan tidak ada lagi petugas promkes yang takut ketika berbicara di depan umum, serta akan bisa mempraktekan keterampilan yang didapatkan, dalam upaya menyebarluaskan pengetahuan dan nilai promkes kepada masyarakat,” terang Matzen.

Adapun tujuan lain dari pelaksanaan Public Speaking ini, adalah agar para peserta mampu memahami dasar dan elemen public speaking, teknik presentasi efektif, teknik vokal dan mampu mensimulasikan public speaking yang baik.

“Peserta dalam kegiatan ini nantinya berjumlah sebanyak 54 orang, yang terdiri dari petugas promkes dan bidan desa di seluruh Puskesmas di Kabupaten Inhil,” imbuhnya.(adi/adv)




Dewan Uslkan Pemkab Inhil Keluarkan Perda Kemitraan Perusahaan dan Masyarakat

anggota-komisi-i-dprd-inhil-muammar-memberikan-usulan-dan-saran-pada-diskusi-bersama-bp2mpd-inhilTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan kepada pihak terkait, untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pola kemitraan atau kerjasama antara perusahaan dengan masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan.

Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar saat diskusi Komisi I dan II DPRD dengan Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Inhil, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Muammar, saat ini ada beberapa pola kemitraan yang ditawarkan oleh pihak perusahaan, yang terkesan hanya mencari keuntungan dan merugikan masyarakat, seperti dengan kerjasama 60 persen perusahaan, 35 persen petani dan 5 persen koperasi.

“Selama ini, perusahaan bekerjasama dengan koperasi hanya untuk mengobok-obok masyarakat, sehingga masyarakat tak pernah merasa diuntungkan dengan pola kemitraan yang diterapkan perusahaan,” tutur Muammar.

Selain itu, dengan sistem kerjasama tersebut, lahan yang dulunya milik masyarakat akan berpindah tangan kepada pihak perusahaan selaku pemilik modal, dan masyarakat juga dibebankan dengan hutang-hutang yang harus dibayar, yang jumlahnya tidak sedikit.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, perlu diperjelas tentang pola kemitraan yang ditawarkan pihak perusahaan, sehingga seluruh petani di Negeri Seribu Parit ini bisa terlindungi, khusunya dari pihak-pihak yang hanya memikirkan keuntungan pribadi, tanpa menghiraukan nasib para petani.

“Kalau bisa segera kita buat Perda yang mengatur tentang hal ini. Tapi karena itu memerlukan waktu, maka kita minta untuk diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terlebih dahulu,” imbuhnya.(adi/adv)




Kadinkes Tekankan Pentingnya Pendataan Secara Valid dan Akurat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menekankan kepada seluruh tenaga medis di jajarannya tentang pentingnya melakukan pendataan masyarakat secara valid dan akurat.

Hal ini dimaksudkan agar seluruh program pemerintah, khususnya yang berkaitan langsung dengan bidang kesehatan dapat terlaksana dengan baik, lancar dan maksimal.

“Kita tentunya sangat berharap seluruh program yang telah dan akan kita laksanakan nantinya tepat sasaran sehingga apa yang ingin kita capai dari program-program tersebut bisa terwujud,” tutur Alvi saat berbincang kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, sangat dibutuhkan pendataan yang valid dan akurat, khususnya tentang kondisi kesehatan masyarakat dan lingkungannya.

Apalagi, jika melihat kondisi Negeri Seribu Parit ini, yang terdiri dari wilayah terpencil, perbatasan dan kepulauan, seperti Kecamatan Tanah Merah, Teluk Belengkong, Pulau Burung dan beberapa daerah lainnya, sehingga sangat dibutuhkan aparatur yang memang benar-benar bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

“Selain untuk pelaksanaan program kesehatan, data ini juga bisa digunakan untuk bidanh-bidang lainnya. Karena itu, saya tegaskan kepada seluruh tenaga kesehatan, jangan asal-asalan dalam membuat data dan laporan,” pungkasnya.(adi/adv)