Hindari Penyelewengan, Disdik Diminta Pantau Penggunaan Dana BOS di Inhil

82dana bosTEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk menghindari penyelewengan dan penyalahgunaannya, Dinas Pendidikan (Disdik) diminta melakukan pemantauan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan detikriau.org, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, baru-baru ini.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, selain melakukan pemantauan langsung di lapangan, Disdik juga harus memberikan pemahaman kepada Kepala Sekolah (Kepsek) tentang penggunaan dan pengelolaan dana BOS yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Seluruh Kepsek harus faham betul bagaimana penggunaan dan pengelolaan dana BOS ini, sehingga tidak terjadi penyimpangan dan nantinya dapat berimbas pada persoalan hukum yang menyebabkan mereka masuk penjara,” tutur Sitas.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, setiap sekolah harus memasang papan pengumuman tentang jumlah dana BOS yang diterimanya dan dipergunakan untuk apa saja.

“Ini untuk menghindari adanya persepsi negatif di masyarakat, serta dalam upaya transparansi penggunaan anggaran atas bantuan dari pemerintah yang merupakan tanggung jawab pihak sekolah sebagai penerima dan pengelolanya,” imbuhnya.( adi/adv)




Rumah dibobol Maling, HP Bernilai Jutaan dibawa Kabur

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga Jalan Keritang Kecamatan Tembilahan, Muhammad (20) bernasib Apes. Handphone bernilai jutaan yang baru dibelinya raib digondol maling.

Berdasarkan keterangan korban kepada pihak kepolisian, kejadian itu dialaminya pada senin (25/5) sekitar pukul 03.30 Wib dinihari. Subuh itu, korban terbangun dan kemudian beranjak ke bagian dapur . Setibanya di dapur, korban merasa heran karena pintu bagian belakang tampak dalam kondisi terbuka.

Merasa curiga, si korban kemudian memeriksa untuk mencari tau. Saat itulah korban melihat seorang laki-laki yang tidak ia kenal dalam kondisi berdiri di dalam rumahnya. sontak korban berteriak.

“mendengar teriakan, pelaku langsung kabur dan sempat dikejar oleh korban. Sayangnya usaha pengejaran itu tidak berhasil. pelaku berhasil melarikan diri,” Terang Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (25/5/2015)

Gagal memburu pelaku lanjut Warno, korban kembali ke rumah dan memeriksa hartabenda milikinya. Saat itulah baru diketahuinya pelaku telah berhasil menggondol 1 unit HandPhone miliknya merk IPHONE 5 S dan uang tunai Rp 50 ribu.

“Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian mencapai Rp 6,35 juta. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolsian,” tutup PAUR Humas.(mirwan)




Juni, Survey Penerima Meteran Listrik Gratis Diupayakan Rampung

“Syarat Utama, Kondisi Rumah Calon Penerima”

Kondisi rumah penerima  listrik gratis. Foto: bengkaliskab.go.id
Kondisi rumah penerima listrik gratis. Foto: bengkaliskab.go.id

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaksanaan survey warga miskin yang berhak menerima meteran gratis diwacanakan akan rampung pada bulan Juni mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Eddy Afrizal melalui Kabid Tenaga Kelistrikan, Yusnaldi saat dijumpai awak media di ruang kerjanya, Senin (25/5/2015).

“Kita upayakan bulan Juni mendatang sudah bisa diterbitkan hasilnya dan kita sampaikan secara umum. Untuk saat ini, tim masih bekerja melakukan survey di lapangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari total warga yang mengajukan sekitar 430 KK, untuk sementara ada yang telah masuk ke dalam data penerima meteran gratis kurang lebih 300 KK untuk warga Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu dan Tempuling.

“Tahun ini hanya ada 3 kecamatan itu saja, dan dari hasil survey sementara iti terus dilakukan hingga rampung,” katanya lagi.

Adapun yang menentukan siapa yang layak menerima, Yusnaldi menerangkan, dikarenakan meteran gratis ini adalah program Menteri ESDM, maka katanya yang berhak menentukan layak atau tidaknya penerimapun dari tim kementrian melalui Satuan Kerja Listrik Pedesaan.

“Kita hanya menerima pengajuan masyarakat dan mengusulkan sejumlah warga miskin ini ke Pusat, namun yang menentukan langsung dari tim di lapangan,” tuturnya.

Untuk kategori miskin, disampaikannya ada beberapa yang dipandang diantaranya, kondisi rumah, pendapatan dari kerja sehari-hari dan mendapat surat keterangan miskin dari pemerintah desa setempat.

Meski begitu, tetap ditekankannya kondisi rumah yang paling diutamakan, makanya ada tim yang langsung turun ke lapangan. Jika kondisi rumah calon penerima meteran dinilai mampu, secara otomatis tim survey memberi tanda kalau warga tersebut tidak berhak menerima.(mirwan)




Sempena Bulan Bhakti IBI KB Kes, Masyarakat di Kateman Ikuti Pemasangan Implan Gratis

image-4TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puluhan masyarakat di Kecamatan Kateman mengikuti proses pemasangan implan gratis yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas setempat, akhir pekan kemarin.

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Bandar Sri Gemilang, Sungai Guntung ini sempena dengan peringatan Bulan Bhakti IBI KB Kes tahun 2015.

Turut hadir saat itu, perwakilan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhil, pengurus IBI Ranting Kecamatan Kateman, jajaran Puskesmas, TP PKK, serta Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Kateman.

image-3Kepala UPT Puskesmas Kateman, Zainuddin SKM mengatakan, pemasangan implan atau yang dikenal juga dengan sebutan alat kontrasepsi bawah kulit ini dimaksudkan untuk menekan angka kelahiran guna mensukseskan program Keluarga Berencana (KB) yakni cukup dengan dua anak saja.

“Dengan kegiatan ini kita harapkan masyarakat dapat ikut bersama-sama mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam upaya mewujudkan keluarga yang sejahtera,” kata Zainuddin.

Selain menggelar pemasangan implan gratis, pada kesempatan itu juga dilakukan penyuluhan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pembukaan kelas ibu hamil. (adi/adv)




Kata Mahasiswa UT, Disdik Inhil Persulit Pencairan Bantuan Kualifikasi Akademik

Universitas_TerbukaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah mahasiswa Universitas Terbuka (UT) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku dipersulit oleh Dinas Pendidikan (Disdik) terkait pencairan bantuan kualifikasi akademik tahun 2015.

Menurut salah seorang Mahasiswa UT yang minta namanya untuk tidak dipublikasikan menyatakan bahwa bantuan kualifikasi akademik ini sudah dipastikan pencairannya dari pusat. Sebab dari data yang dipegang, sudah tertera angka total Rp 7 juta perpenerima bantuan.

“Sudah jelas, tinggal ambil saja lagi di BRI dengan membawa persyaratan yang diberlakukan oleh pusat. Pada syarat ini sama sekali tidak tercantum adanya keharusan untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah setempat melalui dinas terkait,” ujarnya

Menurutnya juga, sebagian mahasiswa sebelumnya sudah ada yang berhasil melakukan pencairan tanpa harus menyertakan persyaratan susulan rekomendasi disdik. Sekarang, pihak BRI tidak lagi mencairkan sebelum adanya surat sakti tersebut.

“Kalau urusannya itu lancar tak apa, yang ada sulitnya luar biasa, kami di Disdik dilempar sana sini, sudah 2 minggu lebih memakan waktu begini,” kesalnya.

Dalam hal ini, pihak BRI cabang Tembilahan membenarkan adanya keharusan surat rekomendasi dari Disdik. “Memang ada. kemaren Disdik meminta untuk menyertakan rekomendasi sebagai syarat pencairan bantuan kualifikasi akademik,” ungkap Asisten Manajer Operasional BRI, Hendra kepada awak media, Senin (25/5/2015).

Hingga berita ini dirilis, upaya untuk mendapatkan komfirmasi dari Disdik, baik melalui sambungan selular maupun langsung ke Kantor Disdik Inhil jalan Veteran Tembilahan belum membuahkan hasil. (mirwan)




Bupati: Mulai Tahun Ini Jangan Ada LagiProposal Titipan

Bupati Inhil, HM Wardan duduk berdampingan dengan Ketua DPRD, Dani M Nursalam dalam sebuah kegiatan baru-baru ini. Foto: mirwan
Bupati Inhil, HM Wardan duduk berdampingan dengan Ketua DPRD, Dani M Nursalam dalam sebuah kegiatan baru-baru ini. Foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org)  – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meminta kepada seluruh komponen untuk tidak ada lagi proposal titipan terkait pembangunan di daerah Inhil.

“Jangan ada lagi proposal titipan, apalagi nitip langsung dengan saya,” tukasnya saat kunjungan di kecamatan Keritang pekan kemaren.

Ia menerangkan, bahwa setiap anggaran terkait wacana pembangunan di daerah Kabupaten Inhil khususnya, harus melalui Musrenbang serta pokok fikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil.

Untuk diketahui, Bupati Inhil menyampaikan hal ini disebabkan ia mengaku sering dititipi dan terpaksa mengantongi proposal dari berbagai kalangan disaat ia melakukan Kunker ke berbagai daerah.

Diakuinya juga, titipan-titipan proposal serupa itu, sering kali hilang di jalan. “Saya bisa lupa, terkadang ketinggalan di Speedboat, makanya saya intruksikan mulai tahun ini jangan ada lagi yang nitip proposal,” tutupnya.(mirwan/advertorial)