Disperindag Inhil Wacanakan Kembali Lakukan Sidak. Kali Ini Bersama Pertamina

“Terkait Kelangkaan Gas Elpiji Tabung 3 Kg”

antri-minyak-tanah copyelpiji-3-kg copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali mewacanakan untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait langkanya Gas Elpiji ukuran 3 Kilogram di Kabupaten Inhil.

Pernyataan tersebut langsung disampaikan Kepala Disperindag Kabupaten Inhil, H Fahrolrozy, melalui selularnya, Selasa (26/5/2015). Namun wacana Sidak kali ini menurutnya Disperindag tidak bekerja sendiri di lapangan, melainkan akan melibatkan pihak lain seperti pertamina.

“Dalam pekan ini juga kita rencanakan, kami telah mengirimkan surat kepada pertamina Pekanbaru dan pertamina Medan,” ungkapnya.

Selain meminta Sidak secara bersama, Disperindag juga meminta kepada pertamina untuk menambah kuota Gas Elpiji 3 Kilogram sebanyak 30 KK. Sebab, menurut mantan Kepala Dishubkominfo ini, Kabupaten Inhil kini sudah mulai rawan akan kelangkaan elpiji tabung melon tersebut.

Fahrolrozy nyatakan akan serius menangani persoalan Gas Elpiji 3 Kilogram di Negeri Sri Gemilang ini agar warga miskin khususnya di Kabupaten Inhil ini kedepan tidak kesulitan lagi mencari gas kebutuhan rumah tangga itu. (mirwan)




Dinkes Gelar Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi didampingi Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat memimpin Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi didampingi Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat memimpin Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Bayi (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pertemuan evaluasi program KIA dan Audit Maternal Perinatal (AMP), Senin (25/5/2015) kemaren.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu aula wisma di Tembilahan ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, serta diikuti seluruh Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator se-Kabupaten Inhil.

Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator di Kabupaten Inhil mengikuti Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP
Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator di Kabupaten Inhil mengikuti Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

Kadinkes Inhil dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi pada pelaksanaan lintas program yang berintegrasi dalam rangka menguatkan dan mendongkrak capaian program.

“Seperti pada program P2, baik itu penanganan malaria dan lain sebagainya yang juga membutuhkan target yang sama, sinergi dan penguatan lintas program bersama kegiatan yang ada di Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sehingga pelaksanaannya lebih efektif, efisien dan capaiannya lebih baik,” tutur Alvi.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, melalui kegiatan tersebut juga disampaikan tentang berbagai program pemerintah, khususnya program deteksi dini penyakit kanker leher rahim atau serviks.

“Dengan begitu, kita harapkan seluruh aparatur dan tenaga kesehatan dapat turut bersama-sama mendukung serta mensukseskannya, melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil,” tambahnya

Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 25 hinnga 27 Mei 2015 ini dalam rangka meningkatkan capaian program dan menurunkan jumlah kematian ibu dan anak.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator dapat mengetahui serta melaksanakan integrasi program KIA dengan lintas program yang ada di Puskesmas.

“Kami juga sangat mengharapkan dukungan sepenuhnya dari Kepala UPT Puskesmas terhadap pelaksanaan Program KIA di wilayah kerjanya,” imbuhnya. (adi/adv)




Kecamatan Sungai Batang Raih Juara Umum MTQ ke 45 Tingkat Kab Inhil

“Pememang diminta persiapkan diri hadapi MTQ Provinsi Riau”

Penyerahan Piala Bergilir MTQ Ke-45 dari Wakil Bupati ke Camat Sungai Batang sebagai Juara Umum MTQ Ke-45 TH 2015 Tingkata Kabupaten Inhil (Humas)
Penyerahan Piala Bergilir MTQ Ke-45 dari Wakil Bupati ke Camat Sungai Batang sebagai Juara Umum MTQ Ke-45 TH 2015 Tingkata Kabupaten Inhil (Humas)

Tembilahan (detikriau.org) – Tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2015, Kecamatan Sungai Batang tampil sebagai peraih juara umum 1. Hal ini disampaikan oleh panitia pada acara penutupan MTQ tersebut di kelurahan Benteng Kecamatan Sungai Batang, Senin (25/5/2015) malam.

Setelah tuan rumah, juara umum urutan kedua diraih oleh kecamatan Keritang disusul urutan ketiga kecamatan Tembilahan Hulu.

MTQ yang berlangsung selama 5 hari sejak tanggal 20 hingga 25 Mei ini ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo yang dihadiri unsur Forkopimda, camat se-Kabupaten Inhil serta sejumlah pejabat eselon.

Wabup mengatakan kepada para pemenang MTQ tersebut untuk segera mempersiapkan diri guna menghadapi MTQ tingkat Provinsi Riau mendatang, yang direncanakan akan digelar di Kabupaten Siak.

“Kepada pemenang MTQ, khususnya pemenang perorangan persiapkan diri pada even MTQ tingkat Provinsi mendatang, dan kepada yang belum dapat kesempatan lebih matangkan lagi dieven MTQ tahun-tahun berikutnya,” pesan Rosman.

Sekedar diketahui, untuk pemenang lomba Pawai Ta’aruf MTQ Kabupaten Inhil tahun 2015 sebagai juara 1 kecamatan Batang Tuaka, juara 2 kecamatan Sungai Batang dan juara 3 adalah kecamatan Tanah Merah.

Sedangkan untuk pemenang lomba Bazar yang diikuti SKPD dan Kecamatan se-Inhil, juara 1 Disperindag, juara 2 DTPHP, dan juara 3 Disbun. (mirwan/advertorial)




Jelang Pilkada, Rohil Tidak Akan Lelang Jabatan

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Riau memastikan tidak akan melakukan lelang jabatan seperti yang diamanatkan UU ASN.

“Waktunya sudah tidak memungkinkan. Berdasarkan peraturan, enam bulan sebelum Pilkada tidak diperbolehkan melakukan mutasi,” ujar Plt Sekretaris Daerah Pemkab Rohil Drs Surya Arpan usai melantik pejabat eselon III dan IV di Kantor Bupati Rohil, Sabtu (23/5/2015) yang lalu. Menurutnya, mutasi saat ini hanya untuk mengisi kekosongan dalam struktur organisasi.

Dalam kesempatan ini, Plt Sekda juga berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam acara itu, ada pejabat eselon III yang baru dilantik diantaranya Romianto,SE.MM menjabat sebagai Kabag Keuangan. Ir Sri Rahayu, menjabat Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. Darwan, SE, menjabat Sekretaris Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Banjir, menjabat Kabid Kependudukan Disdukcapil, Hj Nurhayati, menjabat Kabid Mutasi Kependudukan, dan Auzar, SE, menjabat Kabid Produksi Dinas Kehutanan.(*/tris/adv)




Ini 4 Jenis Buah yang Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan

pisangdetikriau.org – Jangan makan buah terlalu berlebihan ya, nanti memiliki kadar gula yang berlebih. Memang buah-buahan bila dikonsumsi oleh manusia secara berlebihan dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh yaitu dapat meningkatkan kadar gula yang tinggi.

Namun, jika Anda mengonsumsi buah secara teratur dan tepat, justru buah-buah yang Anda konsumsi dapat memberikan hal positif bagi badan diantaranya mampu untuk menurunkan berat badan. Berikut ini ada beberapa buah yang bisa Anda konsumsi dan tentunya dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan secara alami.

Seperti yang dilansir dari situs merdeka.com.

  1. Alpukat

Siapa sih yang tidak mengenal buah yang satu ini, buah alpukat kerap kali dianggap oleh masyarakat untuk meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Tidak hanya itu juga, alpukat juga berperan untuk meningkatkan testoteron. Testoteton ini ialah suatu hormone yang membantu sekaligus bertanggung jawab untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan ini juga cocok untuk para pria maupun wanita.

  1. Buah pir

Pir memang dikenal akan kaya kandungan seratnya loh. Selain memiliki serat, buah pir bila dikonsumsi oleh Anda turut membantu Anda untuk merasa kenyang walaupun cuman sebentar. Hal inilah yang dapat mendorong Anda untuk bisa menurunkan berat badan. Makan buah pir yang baik itu ialah dimana seseorang dalam mengonsumsi buah pir tidak harus mengupas kulitnya. Hal ini dikarenakan kandungan serat buah pir yang paling banyak terdapat pada kulit buah pir.

  1. Apel

Tidak hanya pada buah pir saja yang punya kandungan seratnya. Buah apel juga menyimpan kandungan serta yang sama dengan buah pir. Kandungan serat pada buah apel dipercaya dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Manfaat kandungan seratnya pun juga sama dengan buah pir yaitu dapat memberikan efek kenyang bila mengosumsi buah apel.

  1. Pisang

Buah yang satu ini dikenal dengan kandungan serat yang gampang sekali mudah larut ke dalam tubuh. Pisang juga memberikan efek positif bagi orang yang mengonsumsi buah ini diantaranya mampu menahan seseorang untuk mengonsumsi makanan yang berat-berat. Untuk itulah biasakan mengonsumsi buah ini dengan sepotong pisang pada saat sarapan. Ini dapat membantu Anda untuk meningkatkan sistem imun dalam tubuh.

Penulis: Lindra Nurbani Rahman (dro/ciricara)

 




Juknis 2015; Penggunaan, Hal yang Perlu diperhatikan dan Larangan Penggunaan Dana Bos

Dana BOS

Penggunaan Dana Bos

  • Pengembangan perpustakaan
    • Wajib membeli buku teks pelajaran kurikulum 2013 (SD kelas 1, 2, 3, dan 6, SMP kelas 9) bagi peserta didik dan guru.
    • Membeli kekurangan buku teks pelajaran kurikulum 2013 atau mengganti buku yang rusak di kelas lainnya.

Membeli buku teks pelajaran kurikulum 2013 untuk peserta didik sebagai cadangan yang disimpan di perpustakaan sebanyak 5% dari jumlah peserta didik

  • Langganan publikasi berkala
  • Akses informasi online
  • Pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan
  • Peningkatan kompetensi tenaga pustakawan
  • Pengembangan database perpustakaan
  • Pemeliharaan perabot perpustakaan
  • Pemeliharaan dan pembelian AC perpustakaan
  • Penerimaan peserta didik baru
    • Administrasi pendaftaran
    • Penggandaan formulir Dapodik
    • Administrasi pendaftaran
    • Pendaftaran ulang
    • Biaya pemasukan, validasi, pemutakhiran data dan pengiriman data pokok pendidikan
    • Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan
    • Penyusunan RKS/RKAS
    • Dan kegiatan lain yang terkait
  • Pembelajaran dan ekstra kurikuler
    • PAKEM (SD) dan Pembelajaran Kontekstual (SMP)
    • Pengembangan pendidikan karakter
    • Pembelajaran remedial dan pengayaan
    • Pemantapan persiapan ujian
    • Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka dan palang merah remaja,
    • Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
    • Pendidikan Lingkungan Hidup
    • Pembiayaan lomba-lomba yang belum dibiayai
  • Ulangan dan ujian
    • Ulangan harian,
    • Ulangan tengah semester,
    • Ulangan akhir semester/Ulangan Kenaikan Kelas
    • Ujian sekolah
  • Bahan habis pakai
    • ATK, bahan praktikum, buku induk, buku inventaris
    • Minuman/makanan ringan keseharian di sekolah
    • Pengadaan suku cadang alat kantor
    • Alat-alat kebersihan sekolah
  • Langganan daya dan jasa
    • Listrik, air, telepon, dan internet (fixed/mobile modem) baik berlangganan maupun prabayar
    • Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru
    • Membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di daerah tertentu
  • Perawatan sekolah/rehab ringan dan sanitasi
    • Pengecatan, perbaikan bagian bangunan yang rusak
    • Perbaikan mebeler
    • Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC) dan saluran air hujan
  • Honor bulanan guru dan tenaga kependidikan
    • Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM)
    • Pegawai administrasi (termasuk administrasi BOS SD)
    • Pegawai perpustakaan
    • Penjaga Sekolah
    • Satpam
    • Pegawai kebersihan

Untuk sekolah negeri maksimal 15% dari dana BOS total, dimana pengangkatan atas persetujuan Disdik Kab/Kota dengan pertimbangan prinsip pemerataan distribusi

  • Pengembangan profesi guru
    • KKG/MGMP dan KKKS/MKKS
    • Menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peserta didik miskin yang belum menerima bantuan program lain seperti KIP
    • Membantu biaya/alat transportasi yg merupakan inventaris sekolah.
    • Membeli seragam, sepatu dan alat tpeningkatan mutu pendidik dan ditugaskan oleh sekolah
  • Membantu
  • Pembiayaan pengelolaan BOS
    • Alat tulis kantor
    • Penggandaan, surat-menyurat, insentif bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS
    • Biaya transportasi mengambil dana BOS di bank/pos
  • Pembelian dan perawatan perangkat komputer
    • Desktop/workstation maks 4 (SD) dan 7 (SMP)
    • Printer atau printer plus scanner maks 1 unit
    • Laptop maks 1 unit seharga maks Rp 6 juta
    • Proyektor maks 2 unit seharga maks Rp 5 juta/unit
  • Biaya lainnya (apabila seluruh komponen di atas sudah terpenuhi pembiayaannya)
    • Peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum 2013
    • Mesin ketik
    • Peralatan UKS
    • Pembelian meja dan kursi peserta didik jika meja dan kursi yang ada sudah rusak berat

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penggunaan Dana

  • Prioritas utama adalah kegiatan operasional sekolah;
  • Bagi sekolah yang telah menerima DAK, tidak boleh menggunakan dana BOS untuk hal yang sama;
  • Transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar kewajiban jam mengajar harus mengikuti standar Pemerintah Daerah;
  • Bunga Bank/Jasa Giro dana BOS di rekening sekolah menjadi milik sekolah (Surat Edaran Ditjen Perbendaharaan Nomor: S-5965/PB/2010 tanggal 10 Agustus 2010).

Larangan Penggunaan Dana BOS

  • Disimpan dengan maksud dibungakan;
  • Dipinjamkan kepada pihak lain;
  • Membeli software pelaporan keuangan BOS;
  • Membiayai kegiatan yang bukan prioritas sekolah dan berbiaya besar, misalnya studi banding, tur studi;
  • Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kec/Kab/Kota/Provinsi/Pusat/pihak lain, kecuali untuk membayar keikutsertaan peserta didik/guru;
  • Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru;
  • Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/peserta didik yang bukan inventaris sekolah, kecuali bagi peserta didik miskin;
  • Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;
  • Membangun gedung/ruangan baru;
  • Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bahan/alat yang tidak mendukung proses pembelajaran;
  • Menanamkan saham;
  • Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana lain secara penuh/wajar;
  • Membiayai kegiatan penunjang yang tidak terkait operasi sekolah, misalnya iuran perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan;
  • Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/pendampingan terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD Pendidikan Provinsi/Kab/Kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (bos.kemdikbud.go.id)

Informasi BOS 2015 versi lengkap (2 Des)

 Klik disini:  Tempat Pengaduan dana bos