Panwaslu Meranti Jaring Calon Panwascam di 9 Kecamatan

panwascamSELATPANJANG (detikriau.org) – Terhitung sejak tanggal 28 Mei – 1 Juni 2015, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) melakukan penjaringan calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di 9 kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Penjaringan ini dilakukan sejalan dengan akan dilaksanakannya pesta demokrasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Desember 2015 mendatang.

“Persyaratan menjadi Panwscam sesuai pasal 85 UU Nomor 15 tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemilihan umum, yaitu WNI, usia minimum 25 tahun, berpendidikan minimal SLTA sederajat, berdomisili di wilayah kecamatan yang bersangkutan dengan memiliki bukti identitas KTP serta tidak menduduki jabatan politik atau dipemerintahan,” terang Ketua kelompok kerja (Pokja) penjaringan, Katmuji kemaren

Saat ini menurut kata Katmuji, pihakynya sudah menyurati Kecamatan untuk membantu melakukan sosialisasi pendaftaran calon Panwascam. “Pendaftaran di mulai tanggal 28 Mei sampai 01 Juni 2015, calon Panwascam sudah mulai mengambil formulir pendaftaran. Selanjutnya pengembalian berkas pada tanggal 02 – 04 Juni dan apabila dalam penyerahan berkas tersebut masih ada kesalahan akan diberi kesempatan untuk diperpanjang,” tambahnya.

Katmuji menjelaskan, panitia akan mengumumkan atau memberitahukan pada calon pendaftar beberapa berkas yang tidak lengkap lewat pengumuman yang ditempel di setiap kecamatan nantinya. “Kesekretariatan Panwaslu Meranti di Jalan Banglas No. 107 Selatpanjang,” jelasnya.(eko)




Bakar Tongkang, 4 Mentri Akan di Undang

29Bagansiapiapi (detikriau.org) – Sebanyak empat Menteri akan diundang pada event Ritual Bakar Tongkang yang akan digelar Juli mendatang di Bagansiapiapi. Event wisata Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya ini memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Riau, khususnya masyarakat Rohil. Dijadwalkan Ritual Bakar Tongkang ini akan dimulai pada 1-7 Juli mendatang. 

“Kita undang 4 Menteri, kita yakin acara ini lebih meriah. Sementara sudah kita surati 4 Menteri tersebut, diantaranya Menko Kemaritiman Dr. Ir. Dwisurya Indroyono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,” kata Plt Sekdakab Rohil Surya Arfan usai memimpin rapat persiapan acara Bakar Tongkan, Kamis (28/5) malam di Lantai IV Kantor Bupati Rohil.

Sedangkan untuk undangan yang akan menyusul adalah Menteri Pariwisata (Menpar) Ir. Arief Yahya, M.Sc dan Menteri Perhubungan Ignasius Djohan. “Kalau bisa keempat-empatnya lebih bagus lagi untuk hadir pada acara puncak nanti,” Harap Surya.

Kata Sekda lagi, telah menjadi event wisata yang memang sudah mendunia. Bahkan puluhan ribu orang akan datang untuk menyaksikan. “Bukan membesar-besarkan, hanya saja ini tradisi masyarakat Tionghoa yang merupakan sejarah leluhur pada zaman dahulu,” terang Surya. Karena, Ritual ini memiliki sejarah penting adanya Bagansiapiapi, dimana dahulunya masyarakat Tionghoa datang ke Bagansiapiapi dan memutuskan tidak lagi kembali ke daerah asal dan melakukan pembakaran kapal yang ditumpangi.

Berhubung sekarang orang Tionghoa Bagansiapiapi banyak yang merantau seperti Hongkong, Tiongkok, Singapura, Thailand, Taiwan dan Malaysia. Serta juga didalam negeri seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang dan Makassar. “Jadi, dengan adanya Bakar Tongkang ini Bagansiapiapi akan ramai karena banyak yang pulang,” Sebut Sekda.

Dengan begitu, tambah Surya, Pemkab Rohil mengambil momen ini untuk dijadikan objek wisata dengan harapan semakin ramai dan jelas akan menjadi perputaran perekonomian di Bagansiapiapi. “Semua bisa laku, mulai dari tukang ojek, rumah makan, penginapan dan jualan lainnya dan ini sebuah peluang bagi kita,” bebernya. Bahkan, inilah salah satu bentuk kepedulian masyarakat untuk masyarakat kecil mengais rezeki pada momen ini. Jadi jangan salah pengertian acara ini kita besar-besarkan, karena kegiatan ini dana murni orang Tionghoa dan kita pemerintah hanya menambah untuk mengundang Menteri dan Pejabat Propinsi saha,” terang Surya Arfan.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Rohil H Ali Asfar S.Sos M.Si menambahkan, Menteri Perikanan memang ada keinginan untuk datang ke Bagansiapiapi. Karena sebelumnya dia hanya tahu dari buku, bahwa Bagansiapiapi adalah salah satu penghasil ikan terbesar di dunia. “Meksipun dia tahu dari buku,Bu Menteri akan memperhatikan Bagansiapiapi dan sudah lama beliau ingin kemari,” Ujar Ali Asfar.

Demikian halnya dengan Menteri Perhubungan. Saat ini Rohil sedang membangun bandara dan pelabuhan internasional. Dengan kehadiran mereka, setidaknya akan mempercepat proses pekerjaan yang sedang berjalan. Dengan kehadiran 4 menteri, pemerintah berencana akan melakukan seminar sehari untuk membahas potensi yang ada di Rohil.

“Kita akan mulai persiapkan sejak sekarang ini, kita inginkan acara meriah dan selanjutnya opsi teknisi acara akan diserahkan dengan pak Bupati,” tegasnya.

Acara rapat persiapan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Tionghua seperti Oliong serta Kadisbudparpora H Zulkarnaen, Kabag Kesara HM Nurhidayat dan perwakilan Kapolres Rohil yang diwakilkan oleh Waka Polsek Bangko AKP Dodi. [tris/adv]




Galeri Foto Rapat Paripurna DPRD Inhil Tentang Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati




DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan LKPj Bupati

Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Inhil. Foto: Adi
Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Inhil. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Rapat Paripurna Istimewa, dalam rangka penyampaian laporan hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2014, Kamis (28/5/15). 

Rapat Paripurna yang dilaksanakan di aula Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi para Wakil Ketua DPRD, Feriyandi dan Syahruddin, serta dihadiri Bupati HM Wardan, Unsur Forkopimda, sejumlah pejabat eselon dan anggota DPRD Inhil.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menyatakan bahwa dewan dapat menerima laporan hasil pembahasan LKPj Bupati Inhil tahun 2014, yang diberikan dalam bentuk catatan-catatan strategis, sebagaI rekomendasi DPRD kepada Pemkab Inhil.

“Selanjutnya, pendapat, saran dan usul Pansus I ini dapat menjadi pendapat dan saran dan usul DPRD Inhil,” tutur Dani.

Sementara itu, Bupati  dalam sambutannya menjelaskan, pendapat, saran dan usul dewan selama pembahasan LKPJ ini, merupakan masukan

yang sifatnua membangun dan sangat bermanfaat bagi pembangunan Negeri Seribu Parit di masa mendatang.

“Mudah-mudahan, secara bersama-sama kita dapat membawa Kabupaten Inhil menjadi lebih baik lagi, sesuai dengan spirit baru menuju Kabupaten yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” tambahnya.

Oleh karena itu, masukan dari Pansus I ini akan menjadi catatan penting bagi Pemkab Inhil dalam menyusun program dan strategi serta arah pembangunan daerah, sebagaimana dasar dan arah pembangunan Kabupaten Inhil.

“Diharapkan ini menjadi komitmen bersama antara Pemkab dan DPRD Inhil, dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah,” imbuhnya.(adi/adv)




Feby: Hari Ini, Pemadaman Listrik Bergilir Kota Tembilahan Berakhir

GM PLN Wilayah Riau-Kepri Feby Joko Priharto menjelaskan tentang kondisi PLN. Foto: Adi
GM PLN Wilayah Riau-Kepri Feby Joko Priharto menjelaskan tentang kondisi PLN. Foto: Adi

Tembilahan (detikriau.org) – GM PLN Wilayah Riau-Kepri, Feby Joko Priharto meyakini, terhitung sejak hari ini tidak akan ada lagi pemberlakuan pemadaman listrik bergilir bagi pelanggan PLN di kota Tembilahan. Dengan catatan, mesin-mesin yang sudah beroperasional tidak ada lagi yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, upaya yang telah dilakukan pihaknya mengatasi persoalan deficit listrik di kota Tembilahan adalah dengan merelokasi mesin dari Jambi dengan daya mampu 0,65 MW ditamabah mesin PLTD Gunung Daek 1,65 MW. Kemudian, merelokasi mesin lainnya dari Sumbar berdaya 3 MW serta perbaikan gangguan mesin PLTD Parit 4 sebesar 2 MW.

Dengan begitu, lanjut Feby, estimasi pemenuhan daya untuk Kota Tembilahan dan sekitarnya, yakni daya mampu sebesar 19,5 MW dan beban puncak hanya sebesar 13,1 MW, sehingga tidak ada lagi defisit daya.

“Insya Allah tidak ada pemadaman bergilir lagi bagi para pelanggan, karena daya kita sudah mencukupi pada beban puncak. Namun dengan catatan, mesin yang sudah beroperasi saat ini tidak ada yang rusak lagi,” terangnya.

Mendengar penjelasan itu, Anggota DPRD Inhil, Padli meminta agar apa yang telah disampaikan oleh GM PLN Wilayah Riau-Kepri ini benar-benar terjadi, tidak hanya memberikan janji seperti sebelumnya.

“Kita disini sudah bosan dengan janji manis dan janji palsu dari PLN. Kami tuntut bukti.” tegasnya.(adi)




Krisis Listrik, DPRD Inhil Kembali Hearing Manajemen PLN.

Suasana RDP Gabungan Komisi DPRD Inhil bersama manajemen PLN. Foto: Adi
Suasana RDP Gabungan Komisi DPRD Inhil bersama manajemen PLN. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Gabung Komisi DPRD Kabupaten Inhil kembali menggelar rapat dengar pendapat bersama manajemen PLN. RDP ini ditujukan untuk mendapatkan informasi proggres penyelesaian pekerjaan terkait kondisi pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Tembilahan dan sekitarnya sejak akhir tahun 2014 lalu, Kamis (28/5/2015).

Hearing yang dilaksanakan di ruang Banggar Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini, dipimpin oleh Ketua Komisi III, Iwan Taruna, serta dihadiri Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam Wakil Ketua DPRD, Feriyandi, Ketua dan Anggota Komisi DPRD, Kepala Distamben, Forum RT/RW, LSM LIRA dan mahasiswa.

Sedangkan dari manajemen PLN, dihadiri langsung oleh GM PLN Wilayah Riau-Kepri, Feby Joko Priharto, GM Unit Induk Pembangunan II Medan, Robert Purba, Perwakilan Area Rengat, Arif Manajer Rayon Tembilahan, Budi Warman dan jajaran PLN lainnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna mengatakan, kondisi krisis listrik di Kota Tembilahan dan sekitarnya sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, hingga saat ini persoalan pemadaman listrik bergilir belum juga tuntas dan tidak ada perubahan.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edi Haryanto Sindrang menjelaskan bahwa kondisi ini tidak hanya terjadi di Kota Tembilahan dan sekitarnya saja, tetapi juga sudah merambah ke daerah lainnya di Kabupaten Inhil, sehingga menimbulkan indikasi adanya permainan dibalik pemadaman tersebut.

“Jangan dianggap kami disini bohoh semua pak, tolong dengarkan keluh kesah masyarakat kami disini, yang sudah banyak mengalami kerugian karena kondisi pemadaman listrik saat ini,” kata Edi.

“Sampai sekarang, PLN masih saja melakukan pemadaman. Jadi, kami minta hari ini ada keputusan dan solusi konkrit terkait permaslahan ini, karena jika deadline sampai akhir Mei nanti tidak terpenuhi, maka kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk PLN,” tutur Iwan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto berharap, ke depan managemen PLN bisa diperbaiki dan lebih baik lagi, guna menghindari terjadinya hal serupa seperti sekarang ini.

“Kalau sekarang, PLN ini sudah seperti wabah penyakit yang apabila terjangkit langsung menular ke daerah-daerah lainnya. Itu yang kita lihat terjadi saat ini,” sampaikannya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, GM PLN Wilayah Riau-Kepri, Feby Joko Priharto menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai upaya dalam rangka pemenuhan daya listrik di Kota Tembilahan dan sekitarnya. Upaya itu terbagi dalam solusi permanen (program jangka panjang), program jangka menengah dan crash program (penyelesaian defisit).(adi/ adv)