Sambut Ramdan, Bupati Gelar Ramah Tamah

Bupati menyampaikan sambutan saat ramah tamah dengan masyarakat dalam rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1436 H
Bupati menyampaikan sambutan saat ramah tamah dengan masyarakat dalam rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1436 H

Tembilahan (detikriau.org) – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1436 H Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan Ramah tamah. Kegiatan yang di laksanakan di Rumah Dinas Bupati, selasa (16/6/2015) Malam itu turut di hadiri unsur Forkopimda, anggota DRPD, Pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Inhil, Alim ulama serta masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, dalam rangka memasuki Bulan Puasa atau Bulan Suci Ramadhan 1436 H, atas nama Pemda Kabupaten Inhil, Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada undangan yang hadir sehingga dalam melaksanakan Ibadah Puasa mendapat berkah dari Allah SWT.

Bupati di dampingi Istri menyalami warga menyambut bulan Suci Ramadhan 1436 H
Bupati di dampingi Istri menyalami warga menyambut bulan Suci Ramadhan 1436 H

Bupati salami alim ulama saat melaksanakan ramah tamah menyambut bulan Suci Ramadhan 1436 H
Bupati salami alim ulama saat melaksanakan ramah tamah menyambut bulan Suci Ramadhan 1436 H

Malam ramah tamah ini menghadirkan penceramah HM.Fachri dari Kantor Wilayah KEMENAG Riau yang dalam tausiahnya menyampakan akan kelebihan bulan puasa. dalam menyambut Bulan yang penuh rahmat ini harus dalam keadaan suci batiniah.

usai mendengarkan ceramah di lanjutkan dengan bermaaf-maafan yang di tandai dengan salam-salaman Bupati yang di dampingi Istri, Anggota DPRD, dan Unsur Forkopimda dengan undangan serta masyarakat yang hadir pada malam ini.(humas pemkab inhil/advertorial)




Junaidi : Kita Bukan Menolak Investor, Tapi Perjelas Pola Kemitraannya

Ketua Komisi II DPRD Inhil Junaidi memimpin RDP. Foto: Adi
Ketua Komisi II DPRD Inhil Junaidi memimpin RDP. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kondisi masyarakat yang terlilit hutang cukup besar akibat menjalin kerjasama dengan perusahaan, bukanlah sepenuhnya salah mereka sendiri. Ini lebih dikarenakan ketidakberdayaan masyarakat dalam menyelamatkan perkebunan kelapa mereka, sehingga termakan oleh bujuk rayu dan janji manis para investor yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi AN kepada detikriau.org usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terkait dengan perizinan perusahaan dan koperasi, Rabu (17/6/2015).

RDP yang digelar di ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini, turut dihadiri Wakil Ketua Komisi II, Edi Gunawan dan para anggota, serta diikuti perwakilan BP2MPD, Disperindag, Diskop dan UMKM Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Junaidi mempertanyakan kepada BP2MPD tentang status perizinan dan pola kemitraan yang diterapkan oleh PT Agro Sarimas Indonesia (ASI). Pasalnya, perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan masyarakat sejak tahun 2004 silam itu, saat ini sudah banyak menimbulkan permasalahan dan keluhan di tengah-tengah masyarakat.

“Berdasarkan laporan yang kita terima dari masyarakat, pola kemitraan yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan tidak jelas dan tidak sesuai dengan komitmen awal, sehingga sekarang masyarakat tidak tahu dimana lokasi lahan mereka dan seperti apa sistem pembagian hasilnya,” tutur Junaidi.

Seperti pada tahun 2010 lalu, lanjut Junaidi, untuk 1 hektar lahan perkebunan, dalam sekali panennya masyarakat hanya mendapat uang sekitar Rp 16 ribu. Sedangkan di tahun 2015 ini, masyarakat mendapatkan bagian sebesar Rp 200 ribu.

“Inikan aneh, karena menurut masyarakat, pada perjanjian awalnya masyarakat mendapatkan 70 persen dan perusahaan 30 persen dari hasil perkebunan. Karena itu, kami meragukan apakah perusahaan ini sudah memiliki izin usaha perkebunan budidaya, yang memuat tentang pola kemitraan dan lain sebagainya,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala BP2MPD Inhil yang diwakili Kabid Penanaman Modal, Erni Yusnita menjelaskan, setelah adanya pelimpahan terkait perizinan perusahaan, pihaknya belum mengetahui secara pasti status perusahaan tersebut, sehingga akan dilakukan pengecekan di lapangan.

“Sedangkan untuk persoalan pola kemitraan, bukan menjadi tanggung jawab kita, tapi itu kewenangan Dinas Koperasi,” terangnya.

Senada dengan itu, Kepala Diskop dan UMKM Inhil yang diwakili Azwardi menyatakan bahwa saat ini di Kabupaten Inhil terdapat sebanyak 15 perusahaan dan 22 koperasi.

“Dari jumlah tersebut, hingga kini kami belum ada memberikan rekomendasi satupun kepada koperasi,” katanya.

Setelah mendengarkan jawaban tersebut, Junaidi meminta kepada Pemkab Inhil, untuk mempertegas dan meninjau kembali seluruh perizinan perkebunan yang telah dikeluarkan, sehingga komitmen mempertahankan Kabupaten Inhil sebagai daerah dengan hamparan kelapa dunia seperti yang digadang-gadangkan selama ini tidak hanya retorika belaka.

“Kita di Komisi II bukan menolak investor masuk ke Inhil, tapi kita minta diperjelas pola kemitraan dan kerjasamanya,” pungkasnya.(adi/adv)




Tahukah Kamu Manfaat Berpuasa?

Marhaban Ya Ramadandetikriau.org – Kementerian Agama RI telah memutuskan awal Ramadan 1436 H jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015. Penetapan awal puasa ini diambil dalam sidang Isbat di Kementerian Agama, Selasa petang (16/06), yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Tahun ini, Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga sepakat bahwa 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis.

Tibanya bulan suci ramdan harusnya disambut dengan penuh kegembiraan terutama bagi umat muslim. Tapi tahukah kamu manfaat dilaksanakannya puasa?

Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.

  1. Menguatkan Jiwa. Dalam hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya (QS 45:23).

Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

  1. Mendidik Kemauan. Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.
  2. Menyehatkan Badan. Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.
  3. Mengenal Nilai Kenikmatan. Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh. Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS 14:7).
  4. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain. Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, pi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 9:103).

Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.

Kegembiraan terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.(dro)

 




Galeri Foto Pelantikan DKS Bakti Husada,Jemputan anggota PESDIK dan Malam Kekeluargaan Saka Bakti Husada Indragiri




Polisi Temukan Sabu-Sabu. Kalapas Ngakunya Kaget

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Tembilahan, Tommy mengaku kaget dengan ditemukannya 2 paket kecil narkotika jenis sabu-sabu dalam penggeladahan yang dilakukan jajaran kepolisian Polres Inhil dirumah binaan yang berada dibawah pimpinannya itu.

Selama ini Tommy mengaku sudah melakukan pengamanan dengan sangat ketat. “padahal pengaman kita selama ini sudah sangat ketat. Saya tidak menyangkan masih ada yang lolos dari pengawasan dengan ditemukannya sabu-sabu ini,” saat dikomfirmasi oleh sejumlah awak media. Selasa (16/5/2015)

Selain pengamanan ketat, Tomy juga mengaku kalau pegawainya sering melakukan razia ke setiap blok tahanan di lingkungan Lapas tersebut. Namun ia juga mengakui bahwa penemuan tindak pidana Narkoba di lapas ini bukan yang pertama kalinya, melainkan juga pernah ditemukan sebelumnya.

“Kedepan kita akan lebih tingkatkan pengawasan dengan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” tandasnya.(mirwan)




Geledah Lapas, Polres Inhil Temukan Sabu-sabu dan Belasan Unit Handphone

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Kepolisian Polres Inhil menemukan 2 paket kecil sabu-sabu berikut alat hisap dan timbangan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tembilahan. Tidak hanya itu, dalam penggeladahan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik ini juga berhasil disita belasan unit handphone dan sejumlah uang tunai. Selasa (16/6/2015) sore.

Menurut Kapolres, penggeledahan ini dilakukan berdasarkan hasil pengembangan kasus Narkoba yang ditangani pihaknya beberapa waktu lalu.

“Untuk sementara ada dua pelaku yang positif terlibat Narkoba, karena selain menemukan barang bukti, dari hasil tes urin secara langsung, tersangka tersebut positif menggunakan Narkoba,” ujar Kapolres usai melakukan penggeledahan yang didampingi Wakapolres serta jajarannya.

Sekedar diketahui bahwa petugas Kepolisian saat itu menggeledah sedikitnya 3 blok Napi dan pada akhirnya, ada 2 blok diantaranya ditemukan sejumlah barang bukti tersebut.

Hadi menduga, barang haram itu didapatkan dari berbagai cara, salah satunya bisa jadi didapat melalui barang kiriman keluarga ataupun kerabat terdekat tersangka. Namun menurut sedikit pengakuan tersangka, lanjut Kapolres, barang-barang terlarang itu diperoleh dilempar oleh seseorang dari luar pagar.

“Yang jelas saat ini kita masih melakukan pengembangan perkara kasus tersebut,” tutupnya.(mirwan)