Nabrak Pohon, Sopir Mobil Ini Sempat Omelin Wartawan

foto0906 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Tragis, satu kendaraan roda empat, Innova dengan nomor Polisi BM 1022 GB ini tampak rusak berat dibagian depan. Kenapa tidak, mobil berwarna silver tersebut secara mendadak menabrak pohon di trotoar jalan Swarna Bumi Tembilahan, Selasa (23/6/2015) sekitar pukul 11.30 WIB.

Mungkin karena panik, si pemilik mobil tersebut ogah dikonfirmasi oleh sejumlah awak media di lapangan. “Saya tidak ada salah apa-apa, ngapain mau diekspos,” ujarnya yang tidak menyebutkan nama namun mengaku warga jalan Perigi Raja Tembilahan.

“Tadi saja Polisi sudah tiba disini, saya tidak dipermasalahkan, sekarang polisipun sudah pergi. Seharusnya yang membuat saya kecelakaan ini kalian cari,” tambahnya lagi.

Meski sedang dalam kondisi marah-marah, korban kecelakaan tunggal ini sempat menceritakan kronologisnya. Menurut pengakuannya, disaat ia melaju kencang dari arah bundaran simpang 4 jalan KH Dewantara menuju arah kantor Bupati Inhil, sampai TKP, tepatnya kurang lebih pertengahan jalan Swarna Bumi ia langsung tersentak melihat perempuan tua yang menggunakan kenderaan roda dua lewat di depannya.

Sebelumnya, perempuan tersebut dari arah yang berlawanan, dan bertemu disaat memutar arah yang sama. Karena kendaraan Sepeda Motor itu belok terlampau ke tengah badan jalan, pengemudi Mobil pun mencoba untuk menyelamatkan motor tersebut dan langsung menabrak pohon.

“Itu buktinya, tanda saya mijak rem,” katanya menunjukkan tanda bekas seretan roda kena rem di badan jalan kurang lebih panjangnya 5 meter.

Dari pantauan lapangan, setelah peristiwa ini tampak diramaikan sejumlah masyarakat untuk menyaksikan secara langsung. Dan peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa.

Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan terkait kecalakaan tunggal tersebut.

“Tidak tau saya, saya sedang ada rapat di Jakarta,” ungkap Kasat Lantas Polres Inhil, AKP A Salmi melalui sambungan selularnya. (mirwan)




Ini 7 Seruan Bupati Inhil Pada Bulan Ramadhan

bupatiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Agar ibadah Puasa dibulan Ramadhan tahun 1436 Hijariah ini terlaksana dengan indah, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyerukan kepada seluruh komponen di Kabupaten Inhil yang terdiri pada 7 seruan.

“Ketujuh itu yakni yang pertama kepada Kaum Muslim, kedua kepada bagi non muslim, ketiga kepada pemilik usaha rumah makan, keempat kepada pengurus rumah ibadah, kelima kepada remaja muslim, keenam kepada alim ulama, muballigh dan muballighah, dan terakhir kepada pemimpin, aparat keamanan TNI dan Polri serta masyarakat,” rincinya.

Untuk seruan kepada kaum muslim, dibulan Ramadhan ini diajaknya untuk penuh rasa syukur kepada Allah SWT, sambil mensucikan diri dari noda dan dosa serta giat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, mendirikan sholat fardhu dengan berjama’ah, terawih, witir, tadarus Al-Qur’an, dan pengajian agama Islam di Mesjid, Mushalla, dan tempat-tempat tertentu untuk memperteguh keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, diinginkannya untuk melaksanakan amal kebajikan masing-masing dengan mengharapkan Ridho Allah SWT, dengan jalan mengeluarkan infaq, sadaqah, zakat mal, dan zakat fitrah untuk membantu fakir miskin, orang-orang terlantar, panti asuhan atau anak yatim, dan lain-lain usaha kebajikan dan kemaslahatan umat Islam.

Bahkan ia menyeru untuk dapat memanfaatkan ibadah puasa sebagai momentum pendidikan rohani dan jasmani sehingga kita benar-benar menjadi insan yang sanggup mengendalikan diri, baik perkataan maupun perbuatan, sanggup mengendalikan hawa nafsu, memiliki kepribadian yang luhur serta kesadaran sosial yang tinggi guna mencapai derajat manusia yang taqwa kepada Allah SWT.

Point kedua, seruan bagi saudara yang tidak berpuasa atau bagi non beragama muslim dimintanya supaya menghormati saudara-saudara lain yang sedang melaksanakan ibadah puasa dengan cara menjauhkan perbuatan yang mungkin dapat menyinggung perasaan mereka, sehingga tercermin sikap tenggang rasa dan tersiptanya kerukunan umat beragama serta persatuan dan kesatuan Bangsa.

Point ketiga, diserunya kepada pemilik usaha rumah makan ataupun minuman dan restoran supaya menjaga ketertiban, serta menghormati saudara-saudara yang sedang berpuasa.

Point keempat, khusus kepada pengurus Mesjid, Surau ataupun Mushola agar dapat memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan menyemarakkan fungsi rumah ibadah sebagai wahana mempertebal keimanan, memperbanyak amalan danmeningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara untuk para remaja Muslim dan Muslimat diserunya untuk memperbanyak bertadarus Al-Qur’an, belajarlah dengan memanfaatkan metode Iqra’ atau Hattaiyah yang teruji kemampuannya.

Keenam, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini menyerukan kepada para Alim Ulama, Mubaligh serta Mubalighah supaya meningkatkan dakwah Islamiah untuk mendidik dalam rangka meningkatkan ibadah amaliah.

Terakhir, Bupati yang dikenal agamis ini menyerukan kepada para pemimpin, aparat keamanan atau TNI, Polri serta masyarakat umum di Inhil untuk membantu sepenuhnya pelaksanaan seruan ini dalam membentuk partisipasi aktif dan bijaksana, dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga pelaksanaan ibadah puasa tahun 1436 H atau 2015 M ini dapat berjalan dengan baik, tertib dan aman. (mirwan/adv)




Masjid Jadi Tempat Istirahat Favorit Saat Puasa

Sejumlah jama'ah terlihat sedang melakukan berbagai aktifitas usai Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Foto: Adi
Sejumlah jama’ah terlihat sedang melakukan berbagai aktifitas usai Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selama Bulan Suci Ramadhan, masjid tidak hanya digunakan untuk tempat beribadah dan pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan saja, tetapi sering juga digunakan oleh para jama’ah sebagai tempat beristirahat favorit saat menjalankan ibadah puasa, sambil menunggu dan menghabiskan waktu menjelang petang.

Seperti pantauan detikriau.org di Masjid Agung Al Huda, Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Selasa (23/6/2015). Saat itu, terlihat puluhan jama’ah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak memanfaatkan keteduhan serta kenyamanan masjid kebanggaan masyarakat Kota Tembilahan tersebut untuk beristirahat seusai Shalat Dzuhur.

Ketika waktu istirahat tersebut, sebagian jama’ah ada yang tampak tertidur pulas, baik di pelataran maupun di dalam masjid. Namun, ada juga jama’ah yang mengisi waktu istirahatnya dengan melakukan berbagai amalan-amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Menurut Wais (24), salah seorang warga Kota Tembilahan, dirinya sering memanfaatkan ruangan besar Masjid Agung Al Huda Tembilahan untuk beristirahat, karena suasana di tempat tersebut sangat nyaman dan sejuk di siang hari, sehingga menjadi tempat pilihan ketika beristirahat sambil menunggu berlalunya waktu menjelang Ashar.

“Di saat Bulan Puasa seperti ini, memang paling enak beristirahat di Masjid. Ketika selesai Shalat Dzuhur, saya bisa tidur-tiduran sambil menunggu masuknya waktu Shalat Ashar,” tutur Wais.

Sementara itu, jama’ah Masjid Al Huda Tembilahan lainnya, Heri menjelaskan bahwa di bulan yang penuh berkah dan limpahan rahmat ini, ia selalu memanfaatkan waktu untuk melakukan dan memperbanyak amal ibadahnya, yakni dengan mengaji.

“Karena saya ingin benar-benar memanfaatkan Bulan Ramadhan ini dengan beribadah, makanya sambil menghabiskan waktu istirahat saya isi dengan mengaji. Setelah selesai mengaji, barulah saya kembali melakukan aktifitas saya seperti biasanya,” imbuhnya. (adi)




Safari Ramadhan, Bupati Inhil Shalat Tarawih di Mesjid Ad-Dakwah

Bupati menyampaikan sambutan pada saat melaksanakan safari Ramadhan 1436 H di Mesjid Ad-Da'wah
Bupati menyampaikan sambutan pada saat melaksanakan safari Ramadhan 1436 H di Mesjid Ad-Da’wah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melaksanakan shalat Tarawih di mesjid Ad-Dakwah jalan M Boya Lorong Kampung Jawa Tembilahan dalam rangka Safari Ramadhan, Senin (22/6/2015) malam.

Didampingi Istri, Bupati Wardan menyampaikan bahwa safari ramdhan selain dapat menjaga silahturahim dan shalat berjama’ah bersama, ia juga dapat mendengarkan secara langsung keluhan, informasi, usul saran dari masyarakat.

Foto bersama Bupati dengan Pengurus Mesjid Ad-Da'wah usai melaksanakan Shalat Tarawih Berjamaah Ramadhan 1436 H
Foto bersama Bupati dengan Pengurus Mesjid Ad-Da’wah usai melaksanakan Shalat Tarawih Berjamaah Ramadhan 1436 H

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan bahwa untuk tahun ini Masjid Ad-Da’wah sudah diprogram dapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 170 juta untuk pembangunan  kubah masjid.

“Namun perlu diingat, sebelum bantuan masjid atau pembangunan ini prosesnya harus dilakukan pada Musrawarah atau Musrembang tingkat kelurahan. Jika tanpa Musyawarah ataupun Musrembang, maka usulan tidak bisa diterima lagi,” Ingatkan Bupati.(mirwan/adv)




Anggaran DMIJ Makin Besar, Yusuf Sebut Perlu Perhatian Lebih dan Upaya Maksimal pada Pelaksanaannya

yusufTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Yusuf Said menyebutkan bahwa perlu adanya perhatian yang lebih serius pada pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tahun anggaran 2015.

Pasalnya, jika berkaca pada pelaksanaan program unggulan Pemkab Inhil ini di tahun 2014 lalu, maka akan terlihat sejumlah perbedaan, seperti penerapannya yang sudah memasuki tahun kedua, sehingga diharapkan persiapan dan pelaksanaannya lebih matang, apalgi anggaran pada program DMIJ yang semakin besar.

“Tahun ini anggaran untuk desa lebih besar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jadi, diperlukan upaya yang maksimal dari seluruh pihak terkait, khususnya dalam penerapan program ini di lapangan,” tutur Yusuf saat memimpin hearing bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), di Gedung DPRD Inhil, belum lama ini.

Dijelaskan politisi dari Partai Golkar Inhil ini, mengingat besarnya dana yang akan diterima desa tersebut maka seluruh jajaran di kepengurusan program DMIJ harus lebih pro aktif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Apalagi para Pendamping Desa yang merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan program ini tentunya harus selalu dan tetap berada di desa tempat mereka ditugaskan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal menyatakan bahwa para Pendamping Desa yang kedapatan tidak berada di tempat maka akan diberhentikan dari tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya, karena dinilai tidak layak mengemban amanah dan kepercayaan tersebut.

“Ini sudah ketentuannya begitu juga dengan yang rangkap pekerjaan. Yang jelas, kita akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program DMIJ di lapangan,” pungkasnya.(adi/adv)




Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Kadiskes Imbau Masyarakat Lakukan Proses Persalinan di Fasyankes

Gbr: tempo.co
Gbr: tempo.co

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengimbau kepada seluruh masyarakat agar melakukan proses persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), yang ada di wilayahnya masing-masing.

Langkah tersebut, menurut Kadiskes, dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan berlangsung.

“Saya harapkan kalau ada ibu yang mau melahirkan, bisa segera dirujuk ke Fasyankes guna mencegah terjadinya kasus kematian ibu dan bayi,” tutur Kadiskes dalam sambutannya saat membuka pertemuan peningkatan kapasitas petugas kesehatan Puskesmas, dalam pelaksanaan kelas ibu hamil, di aula Hotel Grand Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Alvi, dalam pelaksanaan kelas ibu hamil ini, sangat dibutuhkan pendataan yang baik dan benar di lapangan sehingga bisa dipertanggungjawabkan oleh masing-masing tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit.

“Jika kita telah memiliki data yang valid dan akurat maka seluruh program kesehatan yang dilaksanakan, khususnya kelas ibu hamil ini akan bisa tersalurkan kepada yang memang berhak menerimanya,” terangnya.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Inhil ini, data tersebut juga bisa digunakan oleh bidang-bidang lainnya terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Apalagi seperti diketahui pada tahun 2016 mendatang seluruh pengguna Jamkesda harus diintegrasikan ke BPJS.

“Jadi kepada petugas kesehatan di Puskesmas diharapkan dapat memperbanyak tindakan preventif kepada ibu hamil, khususnya yang berada di daerah tertinggi resiko penularan malaria, seperti di wilayah terpencil,” imbuhnya. (adi/adv)