Gandeng Bank BRI, Rutan Dumai Helar Pelatihan Service Excellent.

ARBindonesia,com.Dumai-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai bekerja sama dengan Bank BRI menggelar pelatihan service excellent bagi pegawai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat budaya kerja yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelayanan prima sebagai salah satu kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Menurutnya, setiap petugas harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, sopan, serta mengedepankan sikap empati kepada masyarakat.

“Pelayanan yang baik bukan hanya tentang menjalankan tugas sesuai prosedur, tetapi juga bagaimana kita mampu memberikan pengalaman pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas kepada masyarakat,” ujar Karutan.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari pihak Bank BRI. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan berbagai pembekalan mengenai konsep service excellent, etika berkomunikasi, penanganan keluhan, membangun kesan positif, hingga strategi meningkatkan kepuasan penerima layanan.

Melalui pelatihan ini, Rutan Dumai berharap seluruh pegawai dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip pelayanan prima dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan dapat terus ditingkatkan sejalan dengan komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang semakin optimal**( team)




Candro Sandi Silaban Panen Jagung, Sebanyak 1,2 Tinggal Kapolsek Sungai 9 Memberikan Dukungan.

ARBindonesia,com.Dumai-Dalam rangka mendukung Program Nasional Ketahanan Pangan Kuartal II Tahun 2026, telah dilaksanakan kegiatan panen jagung pipil di lahan milik Canro Swandi Silaban yang berlokasi di Jalan Sinar Maju RT 09, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan panen yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung di atas lahan seluas 2 hektare yang telah ditanami jagung pipil. Panen ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sungai Sembilan yang diwakili oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Lubuk Gaung, AIPDA Dedi Tiawarman, personel Polsek Sungai Sembilan, para Bhabinkamtibmas, serta pemilik lahan, Canro Swandi Silaban.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan panen jagung pipil Kuartal II Tahun 2026, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang tengah dijalankan.

Dari hasil panen di lahan seluas 2 hektare tersebut, diperoleh estimasi hasil panen sekitar 1.200 kilogram jagung pipil. Hasil ini menunjukkan potensi pertanian yang cukup baik serta menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketersediaan pangan di daerah.

Kegiatan panen berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Selama berlangsungnya kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan dapat terus terjalin guna memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang.(dir).




HMI Cabang Rokan Hulu Gelar LK II Tingkat Nasional, Cetak Kader Strategis dan Berintegritas

ROKAN HULU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader-kader berkualitas melalui penyelenggaraan Intermediate Training atau Latihan Kader (LK) II Tingkat Nasional. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Hotel Gelora Bhakti, Pasir Pengaraian, Jumat (12/6/2026).

Pembukaan LK II Tingkat Nasional ini dihadiri oleh Bupati Rokan Hulu yang diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu, Drs. H. Yusmar, M.Si., Anggota DPRD Provinsi Riau Efi Yuliana, Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu Romi, jajaran fungsionaris Pengurus Besar (PB) HMI, serta kader HMI dari berbagai daerah di Pulau Sumatra.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Rokan Hulu, H. Yusmar, menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan dedikasi, pengalaman, dan pengabdian.

“Pemimpin yang baik adalah mereka yang sejak dini telah menunjukkan semangat, integritas, dan kemampuan dalam berorganisasi. Forum seperti ini menjadi wadah pembelajaran agar para kader siap memikul tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang,” ujarnya.

Yusmar berharap HMI Cabang Rokan Hulu terus melahirkan kader-kader yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan yang sejalan dengan arah pembangunan daerah dan kepentingan bangsa secara luas.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hulu, Alfajar, menjelaskan bahwa LK II merupakan jenjang kaderisasi formal tingkat menengah yang bertujuan membentuk kader dengan kemampuan berpikir strategis dan kesiapan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.

Menurutnya, peserta yang mengikuti pelatihan tersebut merupakan kader-kader terpilih yang telah melalui proses seleksi ketat.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan kader-kader terpilih yang telah melalui proses seleksi yang ketat. Dari tahapan tersebut, sebanyak 34 peserta dinyatakan berhak mengikuti LK II Tingkat Nasional ini,” kata Alfajar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu atas dukungan yang diberikan terhadap proses kaderisasi HMI. Menurutnya, sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam melahirkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Ketua PB HMI Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi, Ilham Mandala, menegaskan bahwa LK II merupakan ruang transformasi bagi kader untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dari tataran teknis menuju pemikiran yang lebih strategis.

“Pelatihan ini menjadi jembatan bagi kader untuk mengembangkan pola pikir yang visioner. Kita membutuhkan kader-kader unggul yang nantinya mampu mengambil peran di berbagai sektor, baik politik, ekonomi, maupun sosial budaya, demi kemajuan umat dan bangsa,” ungkapnya.

Sebelum memasuki tahapan utama pelatihan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti Screening Test berupa ujian lisan dan tulisan. Tahapan ini dilakukan untuk mengukur pemahaman kader terhadap nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, serta ideologi organisasi.

Peserta LK II Tingkat Nasional tersebut berasal dari berbagai cabang HMI di Pulau Sumatra, di antaranya dari Provinsi Bengkulu, Tanjungpinang, Medan, Padang Sidempuan, hingga Solok. Selama enam hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta wawasan keislaman dan kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Rokan Hulu berharap dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan organisasi yang mumpuni, tetapi juga mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, visioner, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.




Dewan Pengurus Daerah Kominte Nasional pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Dumai Menggelar Tabligh Akbar Dalam Rangka Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi.

ARBindonesia,com.Dumai-Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 19.30 WIB di Masjid Al-Falah, Jalan Budi Kemuliaan, Kota Dumai.

Tabligh Akbar ini turut menghadirkan penceramah nasional, Ustaz Dennis Lim Setiawan, yang dikenal luas melalui dakwahnya di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini turut mengusung tema “Hijrah Pemuda, Menguatkan Ukhuwah dan Menebarkan Syiar Islam untuk Dumai yang Berkah”.

Ketua DPD KNPI Kota Dumai, Nanda Aulia Rahmat, mengatakan bahwa momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat bagi para pemuda untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin menjadikan peringatan 1 Muharram sebagai momentum kebangkitan pemuda untuk terus berhijrah ke arah yang lebih baik, baik dalam akhlak, kepedulian sosial maupun kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujar Nanda Aulia Rahmat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Kota Dumai. KNPI berharap kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan itu dapat memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan.

“Melalui Tabligh Akbar ini kami ingin memperkuat tali silaturahmi, membangun persaudaraan, serta menghadirkan ruang dakwah yang menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Nanda menambahkan bahwa kehadiran Ustaz Dennis Lim Setiawan diharapkan mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda untuk lebih dekat dengan nilai-nilai agama serta menjadikan hijrah sebagai bagian dari perjalanan hidup yang positif.

“Semoga kegiatan ini menjadi sarana menambah ilmu, memperkuat keimanan, serta membawa keberkahan bagi Kota Dumai,” tutup Nanda.

Kegiatan yang diprakarsai DPD KNPI Kota Dumai masa bakti 2025–2028 tersebut diharapkan menjadi salah satu agenda keagamaan yang mampu mempererat hubungan antar warga sekaligus menumbuhkan semangat pemuda dalam menebarkan syiar Islam dan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.(dir).




PC PMII Inhil: Menyambut Hari Jadi ke-61 Harus Menjadi Titik Refleksi, Bukan Hanya Perayaan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Memperingati Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Indragiri Hilir mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjadikan momentum ini sebagai titik refleksi bersama, bukan sekadar seremoni tahunan.

Ketua PC PMII Inhil, Zulfikar, menyampaikan bahwa usia 61 tahun merupakan perjalanan panjang yang seharusnya menjadi bahan evaluasi terhadap capaian pembangunan daerah, sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.

Menurutnya, semangat peringatan hari jadi daerah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial dan euforia perayaan semata. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi ruang untuk melihat sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Hari Jadi Inhil ke-61 harus menjadi titik refleksi bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kita patut mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih, namun kita juga tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih terjadi di tengah masyarakat,” ujar Zulfikar.

PC PMII Inhil menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penataan ketertiban umum yang lebih baik.

Selain itu, PMII juga menyoroti berbagai fenomena sosial yang belakangan menjadi perhatian publik, seperti keberadaan juru parkir yang tidak memiliki legalitas yang jelas, maraknya anak-anak yang turun ke jalan menjadi pengamen atau badut, serta perlunya pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan agar tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam momentum refleksi Hari Jadi ke-61 ini, PC PMII Inhil turut menyoroti persoalan kapal Ro-Ro Tembilahan yang hingga saat ini belum memberikan kejelasan kepada masyarakat. Padahal, keberadaan kapal tersebut sejak awal diproyeksikan sebagai solusi untuk meningkatkan konektivitas daerah, memperlancar distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Zulfikar, masyarakat sudah terlalu lama menunggu realisasi operasional kapal Ro-Ro tersebut. Berbagai pernyataan dan janji yang disampaikan selama ini belum mampu menjawab harapan masyarakat yang menginginkan kepastian.

“Kapal Ro-Ro Tembilahan seharusnya menjadi simbol kemajuan transportasi dan ekonomi daerah. Namun sampai hari ini masyarakat masih bertanya-tanya, kapan benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat nyata. Jangan sampai masyarakat hanya terus diberi harapan tanpa realisasi yang jelas,” tegasnya.

Zulfikar juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menuntaskan persoalan tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan penjelasan yang terbuka mengenai kendala yang dihadapi serta langkah konkret yang sedang ditempuh.

“Pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat hari ini sangat sederhana, apakah kapal Ro-Ro ini benar-benar akan diwujudkan sebagai program pembangunan daerah atau hanya akan menjadi janji politik yang terus diulang tanpa kepastian? Pemerintah perlu menjawab keraguan ini dengan tindakan nyata, bukan sekadar narasi dan wacana,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa refleksi Hari Jadi Inhil harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi berbagai program yang hingga kini belum memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Refleksi bukan hanya soal merayakan usia daerah, tetapi juga keberanian untuk mengevaluasi janji-janji pembangunan yang belum terealisasi. Masyarakat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji. Termasuk dalam persoalan kapal Ro-Ro yang sudah lama menjadi harapan masyarakat Inhil,” tambah Zulfikar.

Meski demikian, PC PMII Inhil menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kemajuan daerah, bukan upaya menjatuhkan pemerintah.

“Kami ingin Hari Jadi Inhil ke-61 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah. Mahasiswa memiliki tugas untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, sementara pemerintah memiliki kewajiban untuk mendengar dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

PC PMII Inhil berharap peringatan Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir ke-61 dapat melahirkan semangat baru dalam mewujudkan pembangunan yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan. Dengan semangat refleksi tersebut, berbagai persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat dapat diselesaikan secara serius dan bertanggung jawab.

“Enam puluh satu tahun bukanlah usia yang singkat. Sudah saatnya momentum hari jadi ini kita jadikan sebagai cermin untuk melihat apa yang telah berhasil dicapai dan apa yang masih perlu diperbaiki. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tutup Zulfikar. *




Prabowo Perintahkan Percepatan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah, 1,1 Juta Pekerja Terserap

ARBindonesia.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk mempercepat pelaksanaan revitalisasi sekolah.

Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. 

Mu’ti melaporkan pada 2025, program revitalisasi sekolah telah terealisasi 100 persen dengan menjangkau 16.167 satuan pendidikan. 

Sementara untuk 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp14 triliun yang telah disetujui DPR untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan, ditambah 60.000 satuan pendidikan lainnya.

Dengan demikian, total revitalisasi sekolah yang akan dilakukan pada tahun ini mencapai 71.744 satuan pendidikan mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga tingkat SLTA. 

Dilansir dari Rmol.id, Program tersebut, kata Mu’ti, tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan efek ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah, mereka yang mengerjakan revitalisasi ini untuk 71.744 itu sekitar 1,1 juta orang yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” ujar Mu’ti.

Lebih lanjut, Mu’ti menuturkan revitalisasi sekolah mendapat respons positif, terutama dari wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Menurutnya, banyak sekolah yang selama puluhan tahun belum tersentuh perbaikan kini mulai mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih layak.

“Kami berkunjung ke daerah-daerah, terutama daerah 3T, mereka sangat berterima kasih karena walaupun sebenarnya sesuai dengan undang-undang, tanggung jawab pembangunan itu adalah pemerintah daerah, tapi karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami revitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia,” tutur Mu’ti. (Red)