Sekolah Dihimbau Aktifkan UKS, Ajak Siswa Gunakan Masker

dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org
dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mengaktifkan UKS dan mengajak para siswanya menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan terkait dengan semakin menebalnya kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Negeri Seribu Parit dalam sepekan belakangan ini.

Dikatakan Saut, saat ini kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil terutama di Kota Tembilahan dan sekitarnya cukup tebal, apalagi pada pagi hari disaat aktifitas masyarakat mulai ramai, khususnya para siswa yang ingin pergi ke sekolah untuk belajar.

“Karena itu, kita sarankan sekolah mengaktifkan kembali UKS dan menyuruh siswanya menggunakan masker,” tutur Saut saat ditemui detikriau.org usai mengikuti kegiatan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, kemarin.

Sementara itu, untuk kondisi kabut asap saat ini, Saut menjelaskan bahwa masih dalam tingkat sedang, namun harus tetap diantisipasi agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh udara tidak sehat, karena bercampur dengan kabut asap.

“Kondisi udaranya sedang, tapi harus diwaspadai terhadap penebaran penyakit saluran pernafasan dan iritasi mata,” imbuhnya. (adi/adv)




Fraksi Golkar Minta SKPD Implementasikan Kerjasama Yang Serasi dan Harmonis Bersama DPRD Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengimplementasikan kerjasama yang serasi dan harmonis bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Permintaan tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Fraksi Partai Golkar, Okta Hasanatan dalam Rapat Paripurna keenam masa persidangan II tahun sidang 2015, di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Sebelumnya, dalam pidato pengantarnya pada halaman 4, Bupati Wardan menyatakan bahwa kerjasama yang terjalin antara Pemkab dengan DPRD Inhil serasi dan harmonis.

Hal itu menurut Okta, belum dirasakan oleh Fraksi Partai Golkar. Pasalnya, apa yang disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini tidak diimplementasikan oleh SKPD di lingkungan Pemkab Inhil.

“Seharusnya, ini diimplementasikan oleh para pembantu Bupati, supaya hubungan kemitraan yang serasi dan harmonis benar adanya,” tutur Okta.

Bukannya seperti sekarang, lanjut politisi dari partai berlambang pohon beringin ini, SKPD seperti membelakangi bahkan mengabaikan mitra kerjanya terhadap beberapa kesepakatan yang telah ditetapkan bersama.

“Hal ini tentunya menjadi catatan yang dicetak tebal, dalam arti yang sesungguhnya, akan maksud hubungan yang serasi dan harmonis itu,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Wardan menegaskan akan menginstruksikan kepada seluruh SKPD, untuk lebih menghormati dan bekerjasama dengan baik kepada mitra kerjanya di DPRD Inhil.

“Sesuai harapan Fraksi Golkar, kami akan menginstruksikan kepada SKPD agar selalu berkoordinasi kepada mitra kerja sesuai bidang masing-masing, termasuk berpartisipasi aktif dalam berbagai pembahasan bersama DPRD,” kata Bupati Wardan saat menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Inhil terhadap pemandangan umum fraksi. (adi/adv)




Kesal Dimaki Anak, Ayah Ini Cabut Nyawa Darah Dagingnya Sendiri

PULAU BURUNG (detikriau.org) – Peristiwa naas menimpa Saini Rahmat (27) warga Dusun Permai Desa Sei Danai Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Bagaimana tidak, pria berprofesi sebagai buruh harian panen kampung ini diakhiri nafasnya oleh ayahnya sendiri, Sulaiman (57), Jum’at (28/8/2015).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa tindak pidanan pembunuhan itu terjadi di Line S Kampung 27 Wilayah IV RSUP PKB Desa Sei Danai Kecamatan Pulau Burung sekitar pukul 15.00 WIB. Belum diketahui secara persis motifnya, yang jelas sebelumnya, antara ayah dengan anak sempat terjadi pertengkaran hebat.

“Pada saat itu korban (anak pelaku, red) emosi dan marah-marah sembari memaki ayahnya sendiri, kemudian korban berusaha mengambil sebilah parang sambil melayangkan pukulan kea rah ayahnya,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Sabtu (29/8/2015).

Lebih lanjut ia menerangkan, upaya sang anak untuk meraih parang sempat didahului sang ayah dan secara spontan, pelaku mengayunkan parang itu berulang kali ke tubuh anaknya hingga korban rubuh dan meninggal dunia.

Tak berselang lama, lanjut Warno, pelaku memberitahukan kepada beberapa rekannya atas perbuatannya dan langsung membawa korban ke RSUD PKB untuk dilakukan VER oleh Tenaga Kesehatan Klinik.

Hasil visum, ditubuh korban terdapat beberapa luka diantaranya luka bacok di kepala sebelah kiri dengan panjang 13 cm dan lebar 5 cm, kemudian juga terdapat luka bacok pada leher dengan panjang 14 cm dan lebar 5 cm, selain itu terdapat luka pada lengan dengan panjang 11 cm dan lebar 7 cm, luka pada siku lengan dengan panjang 4 cm lebar 3 cm, dan terakhir ditemukan luka pada punggung dengan panjang 27 cm dan lebar 7 cm serta dalam luka 10 cm.

“Saat ini pelaku dan barang bukti berupa sebilah parang telah diamankan di Mapolsek Pulau Burung untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sedangkan mayat korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




di Duga Korban Balas Dendam, Ali ditemukan dalam Kondisi Tak Lagi Bernyawa di Saluran Drainase

Korban penganiayaanBagansiapiapi (detikriau.org) – Warga Jalan Karya Ujung, Kelurahan Bagan Jawa Pesisir, Kecamatan Bangko, Rohil mendadak heboh. Di TKP , jum’at (28/8/15) sekira pukul 20.00 Wib, Iwan dan Hendri tersentak. Di dalam selokan, mereka melihat sesosok tubuh manusia tergeletak dalam kondisi berlumuran darah. Korban adalah Ali Bahar Bin Bungsu ( 33) warga kelurahan Bagan Barat

Berdasarkan keterangan Kapolres Rohil AKBP.Subiantoro.SH.Sik Melalui Kapolsek Bangko‎ Kompol.Nurhadi Ismanto.SH.Sik mellaui BBM Group, Sabtu ( 29/08/15) menjelaskan, pengakuan Iwan dan Hendri, awalnya mereka mendengar suara gaduh seperti orang sedang berkelahi di TKP penemuan mayat korban.

“Merasa penasaran, merekapun mencoba mencari tau apa sebenarnya yang terjadi. Di TKP, saat mereka mengarahkan senter ke dalam got, sontak mereka kaget karena didalam lubang saluran pembuangan air itu mereka mendapati sesosok tubuh manusia terbaring dalam kondisi berlumuran darah,” Ujar Kapolsek

Kemudian, lanjut Kapolsek, Iwan dan Hendri segera memberitahukan kepada RT setempat dan selanjutnya melaporkan penemuan itu kepada petugas jaga di Mapolsek.

“Menerima laporan, saya bersama petugas piket mendatangi TKP dan membawa korban ke rumah sakit terdekat, “ Jelas Kapolsek Bangko yang menduga motif pembunuhan itu karena perselisihan atau balas dendam.

Hasil visum dokter, terang Nurhadi, ditubuh korban ditemukan bekas luka tusuk di dinding dada yang menembus hingga ke jantung, kemudian luka tusuk dipaha sebelah kiri, luka robek di jempol tangan kanan, dan luka tusuk dilengan kanan.

“di TKP, kita juga menemukan potongan besi kikir lebih kurang sepanjang 10 cm. Sementara dilakukan olah TKP dan sekarang kami mencari keberadaan pelaku pembunuhan.” pungkas Kapolsek Nurhadi.‎ ( Tris)




Bupati Lepas Keberangkatan 378 JCH Asal Inhil

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, didampingi Kepala Kemenag Inhil dan unsur Forkopimda melepas resmi sebanyak 378 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Inhil bertempat di halaman Mesjid Raya Al-Huda Tembilahan, Sabtu (29/8/2015).

Sejumlah JCH tersebut merupakan jamaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi kota Batam. Dimana, pelepasan pagi itu, para JCH menuju kota Batam melalui jalur laut menggunakan angkutan 2 buah kapal laut.

“Pengangkutan JCH dengan menggunakan kapal laut ini merupakan tahun kedua kita lakukan. Saya pikir dari fasilitas sarana kapal laut itu sudah cukup memuaskan seperti dilengkapi dengan AC, tempat duduk yang nyaman dan lainnya,” kata Wardan.

Ditegaskan, selama kepemimpinannya di Kabupaten Inhil, sarana kapal laut yang disediakan itu diberikan secara gratis. Artinya, ini merupakan satu upaya Pemkab Inhil terhadap kelancaran perjalanan JCH ke tanah suci.

Sekedar untuk diketahui, Bupati melakukan pelepasan JCH pagi itu ditandai dengan tepung tawar kepada 2 orang perwakilan JCH tertua dan termuda yakni, Imran bin Basri Maisin (84) asal kecamatan Tempuling dan Leni Marlina (23) asal kecamatan Keritang. (mirwan/adv)




Rahman: Bukan “ENOK” Tapi Juga Bukan “KEMUNING”

“Terkait Rencana Penetapan Ibukota Kabupaten Indragiri Selatan (INSEL)”

inselTembilahan (detikriau.org) – Perjuangan panjang upaya untuk memekarkan Kabupaten Indragiri selatan (Insel) nampaknya masih belum berjalan mulus. Meski telah sepakat untuk membentuk daerah otonomi baru, letak ibukota kabupaten ternyata masih menjadi sebuah batu ganjalan. Perwakilan Masyarakat Kecamatan Enok lagi-lagi mendesak untuk kembali mempertimbangkan penetapan letak Ibukota Kabupaten di Kecamatan Kemuning.

“Bukan Enok tapi juga bukan di Kemuning. Tolong buka pikiran dan pertimbangkan dengan seadil-adilnya rencana penetapan ibukota Kabupaten Insel,” Sampaikan Ketua DPPK Insel Kecamataan Enok, Rahman melalui sambungan telepon selularnya, jum’at (28/8/15) malam

Membentuk sebuah daerah otonomi baru pastinya untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Terutama bagi Kecamatan-Kecamatan yang akan bergabung.

Menurut Rahman, jika Kemuning tetap dipaksakan sebagai Ibukota Kabupaten, “keadilan” dari sisi “rentang kendali” pastinya akan teranak tirikan.

Katanya juga, bergabung dalam Kabupaten INHIL seperti saat ini, untuk mencapai Ibukota Kabupaten, Tembilahan, masyarakat Enok hanya membutuhkan waktu jarak tempuh kurang dari 1 jam. Namun jika nantinya Insel jadi dimekarkan dan letak Ibukota tetap di Kemuning, masyarakat Enok akan membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam untuk menuju Ibukota Insel.

“artinya pemekaran bagi kami bukannya mendekatkan titik birokasi. Ini tentunya tidak adil. Sekali lagi kami tidak meminta Enok sebagai Ibukota tapi juga bukan kemuning.” Tandasnya.

Senada, Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Golkar, Edi Haryanto Sindrang yang mengaku hadir dalam pertemuan tokoh masyarakat Insel dengan anggota DPR RI dijakarta awal pekan ini menyampaikan pernyataan kekecewaan. Persoalan rencana letak Kabupaten sama sekali menurutnya tidak diperdebatkan dalam pertemuan saat itu.

Anggota DPRD Inhil asal Dapil Kecamatan Enok ini kembali menekankan bahwa masyarakat Enok bukannya menentang upaya pemekaran. Tetapi sekali lagi ia meminta sebelum dimekarkan agar persoalan letak ibukota harusnya kembali didudukkan.

“Saya berkali-kali dihubungi tokoh masyarakat Insel untuk menyampaikan agar persoalan letak Ibukota harus kembali di kaji dengan seadil-adilnya,” Sampaikan Edi

Dalam perbincangan melalui sambungan telepon selular itu, Edi juga menyatakan apresiasi atas upaya Bupati Inhil, HM Wardan untuk mewujudkan pemekaran Insel. Namun, ia kembali meminta agar keinginan masyarakat daaerah yang diwakilinya terkait persoalan rentang kendali harusnya tetap diprioritaskan.

Menurut Sindrang, perjuangan untuk meningkatkan harkat hidup masyarakat Kabupaten Inhil bagian selatan itu adalah sebuah pertarungan panjang. Tanpa dukungan dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat, impian untuk mewujudkan daerah otonomi baru itu diyakini akan tetap menjadi sebuah impian.

“Sebelum impian itu terwujud, lakukan kajian seadil-adilnya. Mekar berarti harus adil dalam kesempatan mencapai kesejahteraan bagi seluruh calon masyarakat di daerah Kecamatan yang akan bergabung. Termasuk juga harus adil bagi masyarakat kami di Kecamatan Enok. ” Tutupnya. (dro)