Galeri Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan ke III dan Penyampaian Laporan Hasil Reses ke II




Galeri Foto Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kampanye HIV/AIDS




Minimnya Realisasi APBD 2014 Berpotensi Kembali Berulang. Dewan Singgung Kepala SKPD yang “Lemot” Untuk Mundur

Edi Sindrang menyalami Bupati usai membacakan hasil pembahasan banggar DPRD Inhil
Edi Harianto salami Bupati usai membacakan hasil pembahasan banggar DPRD Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Realisasi APBD Inhil tahun anggaran 2014 yang hanya mencapai 79 persen dengan sisa anggaran mencapai Rp 529 miliar lebih, berpotensi akan kembali berulang pada Tahun Anggara 2015. Kondisi yang menjadi dasar utama kejengkelan DPRD Inhil dinilai disebabkan rendahnya tingkat kinerja aparatur pemerintah.

Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Inhil, Edi Harianto Sindrang mengusulkan agar Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk segera mundur dari jabatan yang telah diamanahkan pimpinan kepadanya.

“Jika memang tidak mampu melakukan pekerjaannya, lebih baik mengundurkan diri saja dan diganti dengan yang lebih baik, demi percepatan pembangunan Inhil,” Sampaikan Edi saat membacakan hasil pembahasan Banggar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2014 dalam Rapat Paripurna kedelapan masa persidangan II tahun sidang 2015, Senin (31/8/2015) malam kemarin.

Selain persoalan itu, Edi juga menyinggung tentang lemahnya pengelolaan aset daerah.

“Pengelolaan aset merupakan poin penting yang perlu menjadi perhatian, apalagi hal ini juga menjadi titik lemah Inhil dalam kaca mata Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama ini, namun aneh kondisi itu tidak pernah dirubah,” terangnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas semua kekhilafan dan berjanji akan dilakukan perubahan ke depannya.

“Apa yang disampaikan ini akan kita jadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam proses perbaikan ke depan dan terima kasih atas semua kerjasamanya,” imbuhnya.

Rapat yang digelar diruang paripurna Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi dua Wakil Ketua DPRD, Ferryandi dan Syahruddin, serta dihadiri Bupati, HM Wardan, Unsur Forkopimda, Plt Sekda, sejumlah pejabat eselon dan 31 Anggota DPRD Inhil. (Adi/Adv)




Defisit 1 MW, Budi: Pemadaman Hanya Pada Siang Hari

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman menyebutkan, saat ini listrik kota Tembilahan kembali diberlakukan pemadaman bergilir karena terjadinya gangguan pada beberapa unit mesin, namun pemadaman hanya diberlakukan pada siang hari.

“Kalau malam tidak akan ada lagi pemadaman bergilir. Pemadaman hanya diberlakukan pada siang hari, Ujar Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman, Selasa (1/9/2015).

Beberapa unit mesin yang mengalami gangguan, dijelaskan Budi, pertama terdapat pada 2 unit mesin PLN di jalan Gunung Daek yang mengalami kebocoran radiator disebabkan sudah keropos. Kerusakan itu sudah terjadi sekitar 1 minggu belakang, kemudian 1 unit mesin lagi terdapat gangguan bearing conrod sejak tanggal 30 Agustus kemarin.

Selain itu, juga terdapat beberapa gangguan pada mesin sewa, diantaranya mesin sseewa empat bintang, terjadi gangguan oli bercampur air pada mesin unit 3 dan gangguan crank shaft pada mesin unit 9.

Sedangkan mesin sewa Bima Golden, pada mesin unit 1 terdapat gangguan radiator, mesin unit 5 terdapat kompresi bocor, unit 8 terdapat gangguan piston gores dan unit 9 mengalami kebocoran radiator.

“Saat ini mesin sewa Bima Golden tersebut sedang dalam proses perbaikan dan dalam waktu dekan akan segera beroperasi. Terlebih pada unit 9, gangguan pada radiator bocor itu malam ini sudah bisa beroperasi,” paparnya.

Dikatakannya, efek dari sejumlah gangguan tersebut, maka daya listrik kota Tembilahan saat ini mengalami defisit lebih kurang 1 MW. Sebab itulah untuk dimalam hari tidak terjadi pemadaman bergilir karena WIC membantu daya 1 MW. (mirwan)




Kabut Asap, Masyarakat Yang Alami Gejala-gejala di Bawah Ini Diminta Segera Periksakan Diri di Fasyankes

Foto ilustrasi, dw . net
Foto ilustrasi, dw . net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mewaspadai terserangnya berbagai gejala penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.

Imbauan tersebut disampaikan plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MM terkait dengan kondisi kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya, sejak sepekan belakangan ini.

Dikatakan Matzen, jika melihat kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir ini, maka seluruh masyarakat harus melakukan langkah pencegahan terserangnya penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA sejak dini.

“Salah satu antisipasi yang dapat masyarakat lakukan, adalah dengan mendeteksi gejala-gejala terserangnya penyakit, sehingga bisa segera diobati,” tutur Matzen saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun gejala-gejala penyakit yang diakibatkan dari kabut asap ini, diantaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas.

“Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala-gejala itu, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, seperti Pustu dan Puskesmas. Kalau tidak bisa ditangani, barulah dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Selanjutnya, Matzen mengajak seluruh masyarakat, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya. Apalagi, ketika kondisi kabut asap seperti ini, yaitu dengan menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

“Yang juga tak kalah pentingnya, perbanyak konsumsi buah-buahan, minum air putih dan vitamin,” imbuhnya. (adi/adv)




Meski Kabut Asap Makin Pekat, Angkutan Laut Terus Beroperasi

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Semakin pekatnya kabut asap di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak menjadi hambatan bagi angkutan umum jalur laut. Padahal, jarak pandang di perairan cukup rawan terjadinya kecelakaan.

Pantauan awak media, Selasa (1/9/2015), tampak jelas sejumlah angkutan umum jenis speedboat terus beroperasi melayani penumpang. Yang menjadi kekhawatiran, sejumlah penumpang sangat minim yang menggunakan masker.

Ari, salah seorang penumpang speedboat mengaku kondisi udara diperairan sangat berbeda dari hari biasa. Sebab katanya, aroma asa cukup menyengat dan juga mengakibatkan mata perih.

“Sepanjang jalan tadi, tidak ada yang liat penumpang lain yang mengenakan masker,” kata penumpang yang mengaku dari Sungai Guntung ini.

Sementara itu, salah seorang sopir speedboat Emizal mengatakan, saat ini jarak pandang di sepanjang perairan sungai indragiri hanya berjarak sekitar 100 meter saja. Hindari terjadinya kecelakaan, kecepatan speedboat terpaksa lebih dikurangi.

“Kami terpaksa pelan-pelan dan selalu waspada, karena jarak pandang di perairan cukup pendek,” tandasnya.

Hingga berita ini dirilis, Dinas Pehubungan dan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Inhil belum memberi keterangan resmi.  “Maaf ya, terkait hal ini saya belum berani berkomentar, nanti langsung dengan pak Kadis saja ya,” kata seorang pegawai di Bidang Kelautan Dishubkominfo Inhil. (mirwan)