Diskes Inhil Gelar Pertemuan Penatalaksanaan Kasus Malaria

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan penatalaksanaan kasus malaria yang dipusatkan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Kamis (3/9/2015).

Kegiatan yang diikuti pengelola program malaria dan bidan koordinator Puskesmas se-Kabupaten Inhil ini, menghadirkan narasumber dari perwakilan Diskes Provinsi Riau.

Plt Kepala Diskes Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Kabid PPKDPK, Ns Matzen S.Kep Msi MM mengatakan, program pencegahan penyakit menular bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit, menurunkan angka kesakitan dan kematian.

“Salah satu pencegahan penyakit menular tersebut adalah pemberantasan penyakit malaria, yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi, yakni ibu hamil, bayi dan anak,” tutur Matzen.

imageOleh karena itu, guna menekan jumlah korban malaria bertambah dan mengikis wabah penyakit ini, pemerintah telah dan akan melakukan berbagai upaya, seperti bantuan pengobatan gatis, pemberian kelambu, penyemprotan rumah, upaya perbaikan gizi dan mengurangi jumlah genangan air di parit maupun kanal, yang sebelumnya dibuat untuk menahan arus air laut memasuki daerah tersebut.

“Penanggulangan malaria harus secara komprehensif, dengan upaya promotif, preventive dan kuratif, yang dilakukan dengan berkualitas dan terintegrasi dengan program lain,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, penitikberatan pada pelayanan kesehatan yang berkualitas ini, diharapkan akan mampu memberikan kontribusi langsung dalam melepaskan beban penderita malaria yang selama ini membelenggu masyarakat.

“Jadi, pertemuan ini dipandang perlu untuk dilaksanakan, karena merupakan bagian dari upaya peningkatan dan penjagaan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit,” tambahnya.

Terkait dengan adanya kabut asap saat ini, Matzen mengimbau kepada seluruh peserta agar mengajak masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing, untuk menggunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah.

“Ajak juga masyarakat memperbanyak konsumsi buah-buahan, air putih dan vitamin, serta segera memeriksakan diri ke Fasyankes apabila mengalami gejala-gejala batuk, filek dan sesak nafas,” imbuhnya.(adi/adv)




Pemekaran Insel, Edi Sarankan Tokoh Masyarakat di 6 Kecamatan Musyawarah Kembali Tentukan Ibukota Kabupaten

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tokoh masyarakat yang ada di enam kecamatan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian selatan, yang meliputi Kecamatan Keritang, Kemuning, Sungai Batang, Reteh, Tanah Merah dan Enok disarankan agar melakukan musyawarah kembali untuk menentukan letak calon Ibukota Kabupaten Indragiri Selatan (Insel).

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Enok dan Tanah Merah, Edi Hariyanto Sindrang kepada sejumlah awak media di Kantor DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Edi, saat ini sejumlah masyarakat tidak menyetujui, jika seandainya letak Ibukota Kabupaten Insel ditetapkan di Kecamatan Kemuning karena yang paling tepat adalah di Kecamatan Reteh.

Oleh karena itu, anggota DPRD Inhil dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ini menyarankan agar semua tokoh masyarakat di enam kecamatan tersebut duduk kembali bermusyawarah, sehingga proses dan perjuangan pemekaran Kabupaten Insel tidak hanya didominasi serta berdasarkan kepentingan sejumlah elit saja.

“Kita tidak mempermasalahkan dimana saja ibukotanya, tapi yang harus dipertimbangkan adalah rentang kendali. Jadi, jangan ada unsur politik dalam proses pemekaran ini,” tutur Edi.

Dijelaskan Edi, untuk mencegah dan mengantisipasi timbulnya keresahan di masyarakat terkait hasil keputusan penetapan calon Ibukota Insel ini, maka penyelesaiannya jangan hanya di tingkat elit saja, tetapi harus dilakukan di tingkat bawah terlebih dahulu.

“Penetapan ibukota inikan harus melalui kajian atau musyawarah bersama, bukan karena keinginan atau hanya demi kepentingan elit-elit saja. Jadi, harus ditetapkan dulu dimana ibukota kabupatennya, baru kita bicara pemekaran,” terangnya.

Ditegaskan Edi yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil ini, dirinya tidak ada kepentingan dalam hal tersebut, semua itu murni aspirasi dan demi kepentingan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, BPD Enok dan Tanah Merah sudah menyatakan menolak Kemuning menjadi ibukota kabupaten. Pernyataan ini juga sudah disampaikan ke Kemendagri,” tambahnya. (adi)




KPU Tetapkan DPS Pilkada INHU 2015 Sebanyak 299.037 Pemilih

gambar ilustrasi. net
gambar ilustrasi. net

Rengat, (detikriau.org) – Ketua KPU Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Muhammad Amin menyatakan pihaknya sudah  menetapkan jumlah Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kabupaten Indragiri Hulu pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Inhu tahun 2015.

“Jumlahnya  sebanyak 299.037 pemilih. Penetapan DPS tersebut dilakukan dalam rapat pleno KPU Inhu yang digelar, Rabu (2/9) kemaren di aula kantor KPU Inhu,” Sampaikan M Amin kepada sejumlah wartawan, Kamis (3/9/2015)

Dirincikannya,  jumlah DPS tersebut terdiri dari 152.001 pemilih laki-laki dan 147.036 pemilih perempuan. Pemilih ini tersebar di 14 kecamatan dan 194 desa/kelurahan yang akan memilih pada 838 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Selanjutnya, ditambahkan Amin, dalam satu bulan ini akan dilakukan pemutakhiran data pemilih, karena pada tanggal 2 Oktober 2015 akan dilakukan pleno penetapan Daftar Calon Tetap (DPT) Pilkada Inhu.

“Penetapan DPS dilakukan setelah tidak ada koreksi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta dua perwakilan Pasangan Calon (Paslon),” ungkapnya.

Menurut Amin juga, sejauh ini, dari data dilapangan, ada lebih kurang sebanyak 6200 jiwa di Inhu yang belum memilik Nomor Induk Kependudukan (NIK). Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Disduk Capil agar bisa langsung turun untuk membantu mereka memperoleh NIK.

Jika memang sulit juga terdaftar sebagai pemilih, maka akan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dan semuanya sudah tercantum dalam PKPU No 12 tahun 2015 dan Amin juga mengakui untuk surat keterangan domisili akan bisa menimbulkan potensi masalah.

Dia berharap agar pihak pemerintah termasuk swasta untuk dapat membantu mensosialisasikan pelaksana Pilkada, melalui spanduk atau baliho ajakan untuk memilih tanggal 9 Desember 2015, agar sosialisasi dapat lebih menyentuh dan maksimal ke masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Inhu, Mulya Santoni mengaku tidak mempersoalkan jumlah DPS yang telah ditetapkan KPU. Namun, Panwaslu tetap mengawasi jumlah DPS itu sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). (Zal)




Kabut Asap. Mulai Hari Ini, Disdik Liburkan Pelajar Hingga Tingkat SMP Se Inhil

Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan
Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah meliburkan pelajar Sekolah Dasar kelas 1-3 di 4 Kecamatan Inhil bagian Selatan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D, hari ini, rabu (3/9/2015) kembali mengeluarkan edaran resmi ke sejumlah lembaga pendidikan untuk menghentikan sementara proses belajar mengajar. Peliburan sekolah setingkat TK – SMP ini terhitung mulai tanggal 3 September 2015 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut Helmi, kebijakan itu dikarenakan kondisi kabut asap yang kian menebal dan dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesehatan para pelajar hingga usia setingkat SMP. “Terpaksa kita liburkan karena asap saat ini sangat berbahaya dilingkungan kita,” ujar Helmi, Kamis (3/9/2015).

Menurutnya, liburnya sejumlah pelajar itu tidak dapat dipastikan sampai kapan, yang jelas sampai kondisi alam di Kabupaten Inhil kembali stabil. Libur ini disebutkan sifatnya hanya kondisional.

Jikapun dalam waktu dekat perkembangan kondisi alam membaik, maka aktifitas belajar-mengajar akan kembali diaktifkan sebagaimana biasanya. Sedangkan bagi pelajar jenjang SMA, lanjut Kadisdik, mereka tetap melaksanakan aktifitas belajar seperti biasa, hanya saja aktifitas di luar ruangan sedikit dikurangi.

“Kami himbau untuk pelajar yang tetap bersekolah untuk mengenakan Masker guna mengurangi dampak penyakit disebabkan kabut asap,” tutupnya. (mirwan)




Kampanye Dialogis, Jamalludin : Saya Tak Mau Berjanji Muluk. Jika Terpilih,Visi Dan Misi Akan Kita Jalankan.

jamiluddin+RohilBagansiapiapi (detikriau.org) – Calon Wakil Bupati Rokan Hilir Drs Jamiluddin, menegaskan tidak ingin berjanji muluk. Namun ia memastikan, jika mendapat kepercaayaan masyarakat dan terpilih sebagai Wakil Bupati mendampingi H Suyatno, Visi dan Misi dipastikan akan dijalankan demi memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Jamiluddin saat melakukan kampanye dialogis dengan masyarakat simpang tiga, RT III / RW II Dusun Makmur, Kepenghuluan Bagan Jawa, Bangko, Kamis (3/9/15).

Ia berharap, masyarakat Bagan Jawa pada saat pemilihan 9 Desember mendatang bisa mutlak memilih pasangan Suyatno-Jamiluddin (Sudin).

“Saya tidak akan berjanji muluk-muluk dengan masyarakat. Apa yang mampu di buat, saya buat. Dan apa yang tidak bisa, saya katakan tidak bisa, sehingga tidak terkesan umbar janji,” ujarnya.

Namun, jika terpilih sebagai wakil bupati, ditambahkannya, sesuai dengan visi misinya, mereka akan menjalankan program yang lebih menyentuh kepada masyarakat. misalnya, ingin membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dapat mengcover tenaga kerja lokal serta dapat memicu tingginya harga sawit.

Selain itu, Jamiluddin juga berkeinginan ingin mengembangkan pembangunan pelabuhan internasional agar potensi perikanan yang ada di Rohil bisa lebih di kembangkan lagi.

“Rohil ini termasuk daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Maritim kita harus lebih digalakkan untuk keamanan laut. Kalau laut itu sudah aman, tentu masyarakat nelayan kita akan senang karena mudah mencari rezky,” pungkasnya. (ris)




Kabut Asap, Bupati Turun Langsung Bagikan Masker Kepada Sejumlah Pengguna Jalan

BAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Antisipasi dampak kesehatan paparan kabut asap, Bupati Rokan Hilir, H Suyatno terjun langsung kelapangan membagikan masker kepada sejumlah pengguna jalan, rabu (2/9/2015).

Menurut Bupati, asap ini sebahagian besar bukan bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di Rohil tetapi merupakan asap kiriman dari provinsi tetangga, Jambi dan Sumsel.

“Asap ini bukan berasal dari kita. berdasarkan pantauan satelit, asap ini kiriman dari Jambi dan Sumsel” kata Bupati Rokan Hilir usai membagi bagi masker yang saat itu didampingi Plt Sekda Rohil, Drs Surya Arpan, M.Si, Kadis Kesehatan, Dr.HM.Junaidi Saleh dan BNPB, Azhar, SE, M.Si disamping kantor Bupati Rokan Hilir.

Namun demikian, di Rohil sendiri diakuinya juga, berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kehutanan memang masih terpantau 2 titik api yang terdapat di Kecamatan Bangko Pusako. Untuk mengantisipasi kebakaran tidak meluas, tim pemadam kebakaran sudah diterjunkan kelapangan.

pantauan lapangan, disaat pembagian masker, Suyatno dan Plt Sekda Rohil, Drs Surya Arpan tanpa sungkan memasang masker secara langsung kepada petugas kebersihan yang sedang istirahat dipinggir jalan.

“Pembagian masker ini sebagai salah satu upaya kita untuk melindungi masyarakat dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh asap kebakaran lahan yang saat ini masih terjadi” tutur Suyatno. (humas/adv)