Kejati Riau Naikkan Status Proyek Pelabuhan Dorak ke tahap penyelidikan

Gbr. net
Gbr. net

SELATPANJANG (detikriau.org) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kini telah menaikkan status penanganan kasus dugaan korupsi proyek Pelabuhan Dorak Selatpanjang ke tahap penyelidikan.

“Statusnya sudah naik ke tahapan penyidikan,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Mukhzan melalui sambungan selularnya, Senin (14/9).

Mukhzan menerangkan, sebelum menaikan statusnya, Kejati Riau telah memeriksaan sebanyak enam orang yang diduga berkaitan dengan proyek pelabuhan bertaraf internasional tersebut. Sayangnya Mukzan enggan menyebutkan keenam nama tersebut.

“sekarang sudah masuk tahap penyelidikan. Waktu penyelidikan tak bisa diprediksi berapa lama. Bisa lama dan bisa cepat, tergantung hasil pengumpulan bukti,” tegas Mukhzan.

Sejak kasus ini mulai diselidiki, kata Mukhzan, Kejati Riau telah memanggil sedikitnya delapan orang untuk dimintai keterangan. Diantaranya adalah Kadis Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti Hariadi, mantan Kabag Tapem Kabupaten Kepulauan Meranti, Mariansyah Umar, Kabid Aset di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Kepulauan Meranti yang saat itu selaku PPTK pengadaan tanah dalam proyek ini, Mohammad Habibi.

Selanjutnya, Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti, H Iqaruddin, mantan Kabag Tapem Kepulauan Meranti, Yuliarso dan mantan Kadis Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Azmi Ibrahim, Mantan Kadis Perhubungan Kabupaten Meranti, Ardhani dan Kabag Tapem Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulizar.

Untuk sekedar diketahui, pembangunan Pelabuhan Kawasan Dorak dirancang dengan sistem multiyears dilaksanakan dalam tahun 2012-2014. Proyek tersebut menelan anggaran mencapai Rp.94 miliar, yang sebelumnya sempat dikabarkan hampir menembus Rp.650 Milyar. Namun, dalam, perjalanannya, proyek tersebut sempat terbengkalai. Proyek ini diduga tidak direncanakan secara matang dan terkesan dipaksakan. (eko)




Perbaikan Ruas Jalan Provinsi di Inhil Sudah Mulai Dikerjakan

Foto ilustrasi. net
Foto ilustrasi. net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) irsal Ahmad menyampaikan, perbaikan sejumlah ruas jalan Provinsi di Kabupaten Inhil sudah mulai dikerjakan, bahkan ada pekerjaan yang telah mencapai 50 persen.

“Pekerjaan perbaikan yang sudah dimulai itu diantaranya adalah proyek Rumbai menuju kota Tembilahan, jalan lintas Enok dan jalan dari Sungai Ara menuju Desa Harapan Tani Kilo 8 Kecamatan Kempas,” kata Irsal, Senin (14/9/2015).

Ia menegaskan, pekerjaan tersebut akan sesegera mungkin diselesaikan, contoh saja katanya seperti poros jalan dari arah Rumbai menuju ibu Kota Kabupaten Inhil, untuk sementara anggaran yang tersedia diperuntukkan sepanjang 8 kilo meter, saat ini telah rampung 50 persen.

Pada intinya, Pemkab Inhil melalui Dinas terkait saat ini sedang mengupayakan perbaikan ruas jalan yang menjadi impian masyarakat Inhil. Apalagi ruas jalan itu merupakan sarana penting untuk semua kalangan di Kabupaten Inhil.

“Yang jelas, upaya Pemkab Inhil menggesa anggaran dari Provinsi sudah mulai terialisasi di wilayah Inhil. Sebenarnya tidak hanya itu, jalan di Pulau Kijang arah Sanglar juga sudah kita mulai penimbunan. Bahkan, jalan Sungai Luar menuju Sungai Piring juga jadi target kita pada tahun 2016 mendatang,” ungkapnya. (mirwan)




Aktifitas Belajar Mengajar Lumpuh. Tembilahan Kembali Diselimuti Kabut Asap Pekat

“Hotspot Nihil. diyakini merupakan Asap Kiriman”

IMG-20150914-08172 copyTembilahan (detikriau.org) – Meski sehari sebelumnya kabut asap sempat menipis, hari ini, senin (14/9/2015) Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Tembilahan kembali diselimuti kabut asap tebal.

Pantauan lapangan, sejak pagi hingga siang hari, kota Tembilahan terlihat sepi. Jumlah kendaraan yang melintas juga sangat jarang dibandingkan hari biasanya. Apalagi hari ini, seluruh aktifitas belajar mengajar juga kembali dihentikan.

“Tadi pagi saya sempat membawa anak kesekolah. Tapi setibanya disekolah, kepala sekolah menyatakan aktivitas belajar mengajar diliburkan karena kabut asap kembali pekat,” Ujar salah satu orang tua murid SD 003 Tembilahan, Tina

Orang tua murid lainnya, Dulah juga mengkhawatirkan kesehatan anaknya akibat paparan kabut asap yang seakan-akan tiada hentinya. Ia berharap agar pemerintah dapat mengambil tindakan secepatnya agar peristiwa yang terus berulang-ulang setiap tahunnya ini tidak sampai mengganggu jalannya pendidikan.

“Kalau seperti ini terus bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik. Apapun dan bagaimanapun caranya kita berharap pemerintah memiliki solusi terbaik untuk mengatasi persoalan yang setiap tahunnya selalu berulang ini,” Pinta Abdullah

Dikomfirmasi terpisah,  Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil H Encik Kamal Syahindra melalui Kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf menerangkan hasil pantauan satelit, Inhil tidak ditemukan titik panas. Tebalnya kabut asap diyakini merupakan asap kiriman.

“Pantauan satelit, titik api di Inhil terbilang nihil,” Ujar Ardi , Senin (14/9/2015). (mirwan)




Meranti Akan Dirikan Posko SAR di Pelabuhan Tanjung Harapan

20130301basarnasSELATPANJANG (detikriau.org) – Penjabat Bupati Kepulauan Meranti, Edi Kusdianto merespon niat Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) yang akan mendirikan pos pelayanan tanggap darurat Tim SAR di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang.

Menurut Kepala Kantor SAR Provinsi Riau, Sukarta SE, respon Pemkab Meranti tidak terlepas dari upaya Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH Msi yang telah memfasilitasi Basarnas Riau.

“Alhamdulillah, rencana untuk mendirikan posko siaga Basarnas di Kepulauan Meranti ini mendapat respon dari Pemkab Kepulauan Meranti. Ini adalah hasil koordinasi bersama Kapolres yang telah memfasilitasi Basarnas Riau sebelumnya.,” kata Sukarta.

Keberadaan posko Search and Rescue atau SAR dinilai Sukarta sangat penting untuk Kabupaten Kepulauan Meranti terutama untuk melakukan penyelamatan bila terjadi bencana yang datangnya tanpa diduga. Salah satunya dalam membantu menyelamatkan warga bila terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor termasuk gempa bumi, dimana pihaknya menyiagakan anggota petugas selama 24 jam.

Ditempat yang berbeda, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH Msi, mengungkapkan, pihaknya menyambut baik rencana pendirian POS SAR di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Dari hasil koordinasi kami akan wacana pendirian posko ini bersama Kepala Basarnas Prov Riau beberapa waktu lalu kita teruskan dalam kesempatan Coffee Morning dikediaman Pj Bupati, Jumat (11/9) kemarin,” sebut Pandra, Senin (14/9), di Selatpanjang.

Selain itu, kata Pandra, wacana ini juga direspon cepat oleh pihak pimpinan KSOP Selatpanjang, Ali Imran, bahwa untuk kantor perwakilan  Basarnas di Kepulauan Meranti sudah dipersiapkan di salah satu bangunan sekitar Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang.

“Alhamdulillah, wacana Basarnas Riau ini direspon cepat oleh Pj Bupati dan pimpinan KSOP Selatpanjang,” Syukuri Pandra. (eko)




Pacaran di Jembatan Rumbai, Pria Ini dibacok

Gbr ilustrasi. net
Gbr ilustrasi. net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – IS (18) warga KM 09 RT 13 RW 01 Desa Harapan Tani Kecamatan Kempas sempat dilarikan ke Puskesmas setempat. Bagaimana tidak, pria ini mengalami luka di bagian kepala belakang akibat dibacok oleh dua orang tak dikenal disaat ia bersama pacarnya asik duduk-duduk di Jembatan Rumbai Kecamatan Tempuling, Ahad (13/9/2015) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa itu berawal ketika korban dihampiri oleh dua OTK dan secara tiba-tiba berniat mengambil secara paksa Handphone dan dompet miliknya.

Karena tak ingin kehilangan hartabendanya, korban melakukan perlawanan. Tindak perlawanan korban membuat kedua pelaku berang dan sertamerta menyabetkan senjata tajam kearah kepada korban.

” Setelah korban tak berdaya, pelaku langsung membawa kabur Ponsel dan dompet,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (14/9/2015).

Diterangkan, setelah barang-barang dilarikan, salah seorang warga setempat melihat dengan jelas kemana arah pelaku kabur. Kemudian waktu itu juga, warga bersama petugas kepolisian mencoba memburu pelaku dan akhirnya berhasil diamankan.

“Yang melakukan aksi di lapangan ada dua pelaku, namun setelah dilakukan pengembangan ternyata ada tiga pelaku. Saat ini ketiga pelaku tersebut telah diamankan di Mapolsek Tempuling. Ketiga pelaku itu yakni berinisial Ra, Su dan Yo,” tambahnya. (mirwan)




Selain di Kabupaten, Dewan Usulkan Pertemuan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Dilakukan Hingga di Tingkat Kecamatan

Bupati HM.Wardan menyampaikan sambuten pada Acara Pertemuan antara Tokoh Agama dan Masyarakat. Duduk: posisi ke dua dari kiri, Muammar
Bupati HM.Wardan menyampaikan sambuten pada Acara Pertemuan antara Tokoh Agama dan Masyarakat. Duduk: posisi ke dua dari kiri, Muammar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan agar pertemuan tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa dilakukan hingga di tingkat Kecamatan atau bahkan sampai ke Kelurahan dan Desa.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPRD Inhil, Muammar saat ditemui detikriau.org usai mewakili pimpinan DPRD menghadiri pertemuan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kabupaten Inhil, Senin (149/2015).

Pertemuan tajaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan ini, mengusung tema “Wujudkan keharmonisan dan peningkatan tali persaudaraan antar sesama umat beragama”.

Dikatakan Muammar, pertemuan ini sangat penting dilakukan dalam upaya mempererat silaturrahmi dan kekeluargaan, demi terwujudnya persatuan dan kesatuan dalam membangun serta memajukan daerah.

“Jadi, selain di kabupaten, kegiatan seperti ini sebaiknya dapat dibuat di tingkat kecamatan,” tutur Muammar.

Selanjutnya, melalui momentum tersebut, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini berharap diperoleh informasi tentang kondisi masyarakat sebenarnya di lapangan yang dijadikan sebagai rujukan dalam membuat dan mengambil berbagai kebijakan terkait program pembangunan daerah di masa mendatang.

“Seluruh program dan kebijakan tidak akan berjalan dengan baik dan lancar, tampa adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak, khususnya masyarakat,” imbuhnya. (adi/adv)