Kadiskes Jelaskan Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Lanjut Usia

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, menekankan pentingnya aktivitas fisik bagi warga lanjut usia.

Rahmi mengungkapkan bahwa bergerak dan tetap aktif dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi mereka yang berada di usia senja. Menurutnya, aktivitas fisik teratur tidak hanya meningkatkan kekuatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, yang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup yang baik.

Rahmi menambahkan bahwa dengan populasi lanjut usia yang terus bertambah, penting bagi pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas dan program yang mendukung gaya hidup aktif. Ini termasuk pembangunan taman umum dengan jalur pejalan kaki yang aman, pusat kebugaran komunitas, dan kegiatan kelompok yang dapat meningkatkan interaksi sosial serta kesejahteraan emosional.

Selain itu, Rahmi juga mengingatkan bahwa pencegahan penyakit kronis melalui aktivitas fisik adalah langkah penting dalam mengurangi beban layanan kesehatan. Dengan mendorong lanjut usia untuk terlibat dalam aktivitas fisik, dapat terjadi penurunan kasus penyakit jantung, diabetes, dan kondisi kesehatan lainnya yang sering mempengaruhi kelompok usia ini.

Lanjut Rahmi Indrasuri mengajak semua pihak, termasuk keluarga dan komunitas, untuk mendukung lanjut usia dalam menjalani gaya hidup yang lebih aktif. Dia menekankan bahwa setiap langkah kecil, seperti berjalan kaki singkat atau melakukan peregangan ringan, dapat membuat perbedaan besar dalam kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Dengan demikian, pesan yang disampaikan adalah jelas: aktivitas fisik merupakan kunci penting untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia, dan semua sektor masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung hal tersebut.(adv)




Kadiskes Inhil Ajak Masyarakat Cegah Obesitas dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri SKM MKL, menjelaskan beberapa langkah penting dalam mencegah obesitas.

Faktor-faktor yang berkontribusi pada kondisi ini termasuk asupan kalori yang berlebihan dibandingkan dengan yang dibakar melalui aktivitas fisik dan kegiatan sehari-hari. Selain itu, faktor genetik, perilaku, dan hormonal juga memainkan peran dalam berat badan seseorang.

Karena itu perlu pola hidup sehat adalah kunci utama dalam pencegahan obesitas. Langkah-langkah yang disarankan meliputi rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, menjalankan diet untuk menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta mendapatkan tidur yang cukup. Lingkar pinggang yang lebih dari 90 cm untuk laki-laki dan lebih dari 80 cm untuk perempuan merupakan salah satu indikator obesitas sentral, yang perlu diwaspadai.

Penerapan diet sehat dan pembatasan asupan kalori harian, serta rutinitas aktivitas fisik, menjadi bagian dari strategi yang dianjurkan. Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap obesitas, serta melakukan deteksi dini, diharapkan dapat menjaga kesehatan dan kebugaran serta menghindari penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus dan hipertensi.

Dengan demikian, upaya pencegahan obesitas memerlukan komitmen individu dan dukungan dari pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat. Ini termasuk menyediakan ruang-ruang olahraga dan mempromosikan kebijakan yang mendukung aktivitas fisik. Kesadaran kolektif dan tanggung jawab atas kesehatan diri sendiri akan menjadi agen perubahan yang kuat dalam memerangi obesitas di Indonesia.(adv)




Potret Penyuluhan Bahaya Narkoba, Tantawi Berharap Peserta Dapat Menjadi Agen Perubahan di Daerahnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR — Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tantawi Jauhari, yang mewakili Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir, menghadiri sekaligus membuka kegiatan penyuluhan bahaya narkoba bagi kepala desa, ketua BPD, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat desa se-Kabupaten Inhil. Acara yang diselenggarakan di Gedung PSMTI, Tembilahan, ini berlangsung mulai 29 hingga 31 Oktober 2024.

Kegiatan ini diadakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kabupaten Inhil, bekerja sama dengan sejumlah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak buruk narkoba bagi masyarakat di tingkat desa, serta mendorong terciptanya desa-desa yang bebas dari narkoba.

Melalui wawancara dengan awak media, Tantawi Jauhari menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membebaskan generasi muda dari jeratan narkoba. Ia menekankan pentingnya peran peserta dalam menyampaikan pesan anti-narkoba ke masyarakat luas.

“Saya berharap melalui penyuluhan ini, kita bisa melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang kita harapkan mampu memimpin negeri ini di masa mendatang. Saya juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik dan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing,” ujar Tantawi Jauhari.

Penyuluhan ini diikuti oleh 552 peserta, terdiri dari kepala desa, ketua BPD, dan tokoh masyarakat dari seluruh desa di Kabupaten Inhil. Acara juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Inhil, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap upaya menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

Narasumber kegiatan ini berasal dari berbagai lembaga yang berkompeten, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Satuan Narkoba Polres Inhil, serta perwakilan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Inhil.

Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan Deklarasi Desa Anti Narkoba oleh Tantawi Jauhari, yang mewakili Pj Bupati Indragiri Hilir, disusul oleh Forkopimda dan unsur terkait lainnya. Deklarasi ini menandai komitmen bersama untuk menjadikan Kabupaten Indragiri Hilir bebas dari narkoba. (Galeri Foto)




Ferdi – Parto Bakal Gratiskan Biaya Kuliah di Perguruan Tinggi Dumai

ARB INdonesia, DUMAI – Langkah besar untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di Kota Dumai akan dilakukan Ferdiansyah SE dan H. Soeparto jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai periode 2025-2030. Mereka akan menggratiskan biaya kuliah bagi anak-anak Dumai yang kuliah di tujuh perguruan tinggi di Dumai.

“Sudah kami data dan hitung. Rata-rata setiap tahun ada sekitar lima ratus tamatan SMA sederajat yang kuliah di Dumai. Kalaupun nantinya dengan program ini jumlah yang kuliah di Dumai naik sampai seribu orang pertahun, anggaran yang dibutuhkan kurang dari 20 Milyar pertahun,” kata Calon Wali Kota Dumai Ferdiansyah.

Ferdi mengungkapkan hal itu saat Pertemuan Tatap Muka (PTM) dengan seribuan warga di Jalan Hidayat dekat Perumahan ASN Pemko Dumai Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur, Selasa (29/10/2024) malam.

Hadir pada pertemuan tersebut Wali Kota Dumai periode 2004 – 2009 dan periode 2014 – 2019, H. Zulkifli AS, Ketua Relawan Fatonah Hendri Sandra, Mantan kepala Disdukcapil Dumai Suardi dan sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai suku.

Dengan adanya program ini, kata Ferdi, idak ada lagi siswa di Kota Dumai yang harus menghentikan pendidikan mereka hanya sampai SMA sederajat karena kendala biaya.

“Kalau pun nanti jumlah yang kuliah ternyata lebih banyak, atau anggaran yang tersedia tidak cukup, mungkin tidak kita berikan secara penuh atau ada kriteria tertentu. Yang jelas anak-anak Dumai harus kita berikan akses belajar di perguruan tinggi,” katanya.

Program ini, lanjut Ferdi, merupakan salah satu program untuk meningkatkan kualitas SDM Kota Dumai. Yakni memberikan jaminan pendidikan tanpa kendala biaya.

Mengapa hanya di perguruan tinggi di Dumai ? Bagaimana dengan yang kuliah di luar Kota Dumai atau di perguruan tinggi favorit ?

Anak-anak Dumai yang kuliah di Dumai tidak perlu keluar biaya makan dan tempat tinggal atau kos-kosan. Karena mereka tinggal bersama orang tua atau keluarga. Berbeda dengan mereka yang kuliah di luar Kota Dumai.

“Namun demikian, tetap disediakan anggarannya. Kami hitung sekitar 10 Milyar pertahun. Itu akan kami berikan kepada mereka yang berprestasi. Beasiswa penuh ditujukan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu tapi berprestasi,” kata Ferdi.

Biaya kuliah gratis di Perguruan Tinggi Dumai ini hanya dibatasi selama 8 semester. Ini dimaksudkan agar mahasiswa yang memperoleh bantuan biaya pendidikan selesai tepat waktu.

“Sedangkan untuk yang kuliah di luar Kota Dumai hanya diberikan kepada mereka yang prestasinya sesuai standar minimal yang ditetapkan. Dibawah itu akan kita berikan. Paham kan maksudnya,” kata Ferdi.

Program kuliah gratis di Dumai, lanjut Ferdi, mempunyai dampak ganda. Di satu sisi memberikan akses anak-anak Dumai untuk belajar di perguruan tinggi, di sisi lain mendorong perguruan tinggi di Dumai untuk meningkatkan kualitasnya.

“Perguruan tinggi di Dumai kita dorong menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan terakreditasi. Jika ini tercapai, akan banyak orang dari luar yang kuliah di Dumai. Secara ekonomi, Multiplayer effect – nya besar sekali. Kos-kosan, kuliner, loundry dan lain-lain akan jadi sumber pendapatan masyarakat,” katanya.

Saat ini ada 7 perguruan tinggi di Dumai. Yakni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lqncang Kuning, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Dumai, Universitas Dumai,
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tafaqquh Fiddin, Akademi Keperawatan (Akper) Sri Bunga Tanjung, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tuah Negeri.

“Dari tujuh perguruan tinggi di Dumai kami harapkan nantinya ada yang membuka jurusan atau prodi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri di Dumai,” harap Ferdi. (*)




Kadiskes Inhil Himbau Masyarakat Terapkan Germas Untuk Hidup Lebih Sehat

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam kehidupan sehari-hari.

GERMAS adalah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan praktek hidup sehat di kalangan masyarakat. Program ini menekankan pentingnya aktivitas fisik reguler, konsumsi makanan sehat, dan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai bagian dari upaya preventif terhadap berbagai penyakit.

Diharapkannya masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka dan keluarga, serta membantu mengurangi beban sistem kesehatan publik.

Dijelaskan Kadiskes Inhil, GERMAS mengajak masyarakat untuk mengadopsi perilaku sehat melalui tujuh langkah utama: melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban yang sehat.

Program ini dirancang untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkembang di Indonesia, termasuk peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung koroner. Dengan mempromosikan perubahan pola hidup yang lebih sehat, GERMAS berupaya untuk mengurangi beban penyakit ini dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

GERMAS juga menekankan pentingnya memulai praktek hidup sehat dari tingkat keluarga, sebagai unit terkecil masyarakat yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan perilaku. Inisiatif ini tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur yang mendukung, seperti akses ke air minum yang bersih, fasilitas kesehatan yang memadai, dan pemukiman yang layak huni.(adv)




Pemkab Inhil Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 Secara Virtual

 
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Penjabat Bupati Indragiri Hilir, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Fajar Husin, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Indragiri Hilir, kembali mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2024 secara virtual di ruang video conference Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo-Pers) Kabupaten Indragiri Hilir, pada Senin, 28 Oktober 2024.

 
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang dalam paparannya menyampaikan perkembangan inflasi nasional per bulan September 2024 masih terjaga dengan baik di angka 1,84%.

 
“Kita mencapai angka yang masih dalam kisaran yang ditargetkan oleh pemerintah pusat. Target inflasi nasional berada di rentang 1,5% hingga 3,5%, dan saat ini kita berada di titik 1,84%, yang masih sangat baik,” ungkap Tito.

 
Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen agar kedua belah pihak dapat diuntungkan. Ia menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi harus memastikan harga tetap stabil, tidak hanya dari sisi konsumen, tetapi juga menjaga agar produsen tidak mengalami kesulitan dalam proses produksi.

 
“Kita harus mencapai keseimbangan. Konsumen harus senang dengan harga yang terjangkau, namun kita juga harus memastikan produsen tetap dapat berproduksi dengan baik,” tambahnya.

 
Tito juga mengingatkan provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki angka inflasi terendah agar terus menjaga stabilitas harga. Hal ini penting demi memastikan produsen di daerah tersebut tidak mengalami kesulitan yang bisa berdampak pada kelangsungan produksi dan perekonomian lokal. (Adv)