Ikhtiar Turunkan Hujan, Ratusan Pelajar SD di Jambi Jemur Air Garam

Foto: tribunnews jambi
Foto: tribunnews jambi

Tembilahan (detikriau.org) – Harus diakui, kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan setiap tahunnya memberikan dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat dari semua sisi.

Untuk memadamkan lahan terbakar, cara yang paling efektif pastinya dengan turunnya curah hujan. disamping memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Kuasa, usaha manusianya tentunya tidak bisa terlepas. Baik oleh pemerintah termasuk keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Seperti apa yang dilakukan oleh siswa dan siswi disebuah sekolah dasar di kota Jambi.

Hari pertama masuk sekolah pasca libur insidensial kabut asap oleh pemerintah, ratusan pelajar ini bersama-sama kelapangan sekolah. Disana masing-masing dari mereka menggarami air di dalam baskom yang dibawa dari rumah dan dibiarkan dibawah sinar matahari agar memuai.

Tujuannya dengan cara ini diyakini akan mempercepat terjadinya penggumpalan awan dengan harapan akan mempercepat turunnya hujan. (dro)




Alhamdulillah…Yuddy Putuskan Angkat 440 Ribu Honorer K2 jadi CPNS

JAKARTA – Kabar gembira bagi seluruh honorer kategori dua (K2). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi memutuskan mengangkat seluruh honorer K2 sebanyak 439.965 orang.

“Setelah kami berhitung dan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, kami putuskan untuk mengangkat ‎seluruh honorer K2 secara bertahap. Kuotanya kami bulatkan menjadi 440 ribu orang,” kata MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Selasa (15/9).

Dia menyebutkan, penyelesaian K2 akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan hingga 2019.

Keputusan ini menurut Yuddy, karena banyak honorer K2 berusia di atas 35 tahun sehingga tidak bisa diberlakukan mekanisme UU ASN.

‎”Kami sudah memikirkan matang-matang dan berhitung, untuk mengangkat 440 ribu honorer K2. Tidak ada lagi yang menjadi PPPK, tapi seluruhnya CPNS,” tandasnya. (*)

sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/09/15/326729/Alhamdulillah…Yuddy-Putuskan-Angkat-440-Ribu-Honorer-K2-jadi-CPNS-




Galeri Foto Pelatihan PKPR dan Pertemuan TIM Audit Maternal Parinatal (AMP) di Kab Inhil




Pemkab Wacanakan Program Database Pemetaan Desa Online

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mewacanakan membuat program database pemetaan desa secara online. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (14/9/2015) sore.

“Ya, kita akan buat program pemetaan data desa secara online, rencana ini sudah kita bahas bersama beberapa instansi terkait,” ungkap Wardan.

Adapun tujuannya, dikatakan Bupati salah satunya untuk mempermudah dalam pelaksanaa berbagai kegiatan yang berkaitan dengan data. Sebab kevalidan data itu sangat penting agar tidak ditemukan kesalahpahaman.

Disamping itu, dari wacana tersebut diharapkannya mampu menggambarkan semua potensi yang ada di desa secara representative, baik dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan, pembangunan infrastruktur , pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Ia menyebutkan bahwa program ini bukanlah semata-mata dikerjakan disela-sela kegiatan Pemkab yang ada, namun ada tim khusus yang menangani dan ditargetkan pada tahun 2016 mendatang sudah mulai terimplementasikan.

“Dengan adanya pemetaan secara online ini, maka kita bisa mengetahui data terkini yang ada di desa,” imbuhnya. (mirwan/adv)




Diskes Inhil Gelar Pelatihan PKPR Bagi Petugas Kesehatan

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi petugas kesehatan, Senin (14/9/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan ini, dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan serta diikuti penanggung jawab program PKPR dan penanggung jawab program UKS Puskesmas se-Kabupaten Inhil.

Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan data yang ada dan tercatat di Diskes, kasus yang terbanyak ditemukan pada remaja adalah anemia (kekurangan darah) dan gangguan haid.

Kemudian, disusul hipertensi, obeksitas, merokok, pengetahuan tentang HIV AIDS yang masih terbatas, perlakukan seks pra nikah, umur pernikahan dini dan ibu melahirkan di bawah usia 20 tahun.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kegiatan PKPR dan keberadaan UKS yang selama ini tidur bisa kembali aktif,” tutur Saut.

Selanjutnya, dengan kegiatan tersebut juga diharapkan petugas kesehatan dapat melalukan berbagai langkah pencegahan san antisipasi sejak dini terhadap berbagai penyakit yang menyerang remaja.

“Output dari kegiatan ini, mereka (peserta, red) bisa mebuat laporan atau minimal melakukan pemeriksaan dan konseling terhadap permasalahan yang dihadapi oleh para remaja di wilayah kerjanya masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil, Siti Munziarni, SKM MM menjelaskan, tujuan dari pelatihan PKPR ini adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada remaja.

“Kita juga sangat mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat mengurangi kasus-kasus yang banyak terjadi pada kesehatan remaja,” imbuhnya. (adi/adv)




Defisit Rp 466 Miliar, Bupati Wardan Sampaikan Nota Keuangan RAPBD-P Inhil 2015

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Inhil tahun 2015 dapat Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Jalan HR Seobrantas Tembilahan, Selasa (15/9/2015).

Dari paparan Bupati Wardan tersebut, diketahui terjadi defisit anggaran Kabupaten Inhil sebesar Rp 466 miliar lebih.

“Belanja daerah pada RAPBD-P tahun 2015 adalah sekitar Rp 2,2 triliun lebih, sedangkan pendapatan hanya sekitar Rp 1,8 triliun, artinya kita mengalami defisit anggaran sebesar Rp 466 miliar lebih,” tutur Bupati Wardan.

Pada rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Inhil, H Ferryandi itu, Bupati Wardan juga menyampaikan beberapa hal yang mempengaruhi kebijakan dalam penyusunan anggaran daerah.

“Kebijakan penganggaran Inhil tetap sejalan kebijakan nasional dan propinsi, namun ada kondisi eksternal yang mempengaruhi struktur anggaran kita,” terangnya.

Dijelaskan Bupati Wardan, kondisi eksternal tersebut diantaranya adalah terbitnya peraturan baru tentang penggajian PNS, peraturan tentang rincian anggaran 2015, peraturan tentang rincian kurang bayar, adanya bantuan untuk gaji guru bantu dari propinsi kepada Kabupaten Inhil.

Selain itu, adanya peraturan tentang perhitungan bagi hasil pajak rokok dan kendaraan bermotor dan hasil RUPS Bank Riau Kepri tentang laba tahun 2015.

“Sedangkan kondisi internal yang mempengaruhi kita adalah adanya pergeseran dan rasionalisasi anggaran,” imbuhnya. (adi/adv)