Bupati Inhil Janjikan Evaluasi Kinerja SKPD

“Tidak terlaksananya kegiatan yang ada, itu disebabkan adanya ketidak sesuaian regulasi dengan kondisi di lapangan seperti penggunaan Dana Alokasi Khusus Sarana Prasarana perbatasan dan juga adanya keraguan dalam memahami Peraturan Perundang-Undangan baik anggaran hibah dan bansos maupun pemahaman dalam peraturan pengadaan barang dan jasa serta aturan-aturan lainnya”

DSC_5420TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyampaikan tanggapan terhadap pandangan umum Fraksi DPRD Inhil tentang nota keuangan dan Ranperda perubahan APBD Kabupaten Inhil tahun 2015 pada sidang Paripurna di Kantor DPRD Inhil Tembilahan, Kamis (17/9/2015).

Dalam pidatonya, Bupati berjanji akan mengevaluasi terhadap kinerja SKPD terkait dan juga melakukan pembenahan dan peningkatan SDM serta optimalisasi terhadap data-data pendukung terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tanggapan tersebut ditujukan kepada Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mempersoalkan terkait PAD. Dijelaskan, pada tahun 2014 lalu besaran Silpa yang digunakan pada tahun ini diliputi adanya sisa DBH dana reboisasi yang belum digunakan.

“Sedangkan tidak terlaksananya kegiatan yang ada, itu disebabkan adanya ketidak sesuaian regulasi dengan kondisi di lapangan seperti penggunaan Dana Alokasi Khusus Sarana Prasarana perbatasan dan juga adanya keraguan dalam memahami Peraturan Perundang-Undangan baik anggaran hibah dan bansos maupun pemahaman dalam peraturan pengadaan barang dan jasa serta aturan-aturan lainnya,” ungkapnya.

Untuk kedepan lanjutnya lagi, perlu peningkatan SDM dalam memahami Peraturan yang ada dan mendesak Pemerintah Pusat dan Provinsi agar lebih jelas dan tegas dalam pembuatan Peraturan.

Terkait perkebunan masyarakat, ia mengaku adanya perbedaan pandangan pada dinas terkati seperti Dinas Perkebunan dan Dinas Bina Marga. Meski begitu, ia menyatakan hal tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemkab Inhil untuk kedepannya.

Disamping itu, Bupati sempat menyampaikan bahwa saat ini Pemkab terus berupaya menyelamatkan perkebunan dengan mendistribusikan alat berat kepada kecamatan.

“Ini dilakukan melalui SKPD terkait dan kita harapkan dapat lebih optimal yang dilakukan sesuai terhadap regulasi terkait,” katanya yang ditujukan kepada Fraksi Golkar.

Namun dari keseluruhan tanggapan, Ia mengaku tetap harus membahas kembali secara detail kepada SKPD-SKPD terkait di lingkungan Pemkab Inhil supaya dapat dipahami hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan terlaksana sesuai harapan. (mirwan)




Kabut Asap Tak Kunjung Pupus, Pemkab Inhil Kembali Lakukan Shalat Istisqa

4TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali melaksanakan shalat istisqa terkait pekatnya kabut asap di wilayah Kabupaten Inhil di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (17/9/2015).

Shalat pagi itu langsung diikuti Bupati Inhil HM Wardan dan unsur Forkopimda serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan tokoh agama dan juga dipadati masyarakat umum kota Tembilahan.

Kali ini, Bupati Inhil berdoa semoga upaya masyarakatnya diridhoi oleh tuhan yang maha kuasa untuk menurunkan rahmat berupa hujan, dan dibebaskan dari permasalahan kabut asap.

“Kita sadari, ini merupakan sebuah ujian dan teguran bagi kita, untuk kita renungkan dan kita perhatikan, benarkah taqwa kita belum sempurna. Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak istighfar, meminta ampunan kepada Allah SWT, atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini,” tuturnya.

Menurutnya, kabut asap saat ini sudah berada pada level berbahaya, untuk itu kesekian kalinya ia menghimbau kepada semua pihak untuk berhentikan membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut selain memberikan dampak negatif pada lingkungan, pelaku pembakaran juga katanya diancam dengan hukuman pidana yang cukup berat.

Terkait hal ini, ia meminta semua kalangan terlibat dalam mengatasi dan mencegah terjadinya Karlahut. Dikhususkannya kepada para alim ulama ataupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyadarkan masyarakat lainnya terkait efek dari pembakaran.

“Kepada Al-Ustadz ataupun Mubaligh, agar pada setiap kesempatan memberikan ceramah ataupun khotbah, agar dapat menyelipkan materi kewajiban umat Islam menjaga dan menyayangi lingkungan, serta melakukan do’a baik secara berjama’ah maupun shalat tahajud,” pintanya.

Sebelumnya, pada tanggal 7 September 2015 shalat itu telah dilakukan, namun berhubung Kabupaten Inhil tampak belum dikabulkan, shalat tersebut kembali dilaksanakan yang diajak oleh Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Inhil. (mirwan/adv)




Jajaran Diskes Tangani Langsung, Suasana Haru Iringi Pengobatan Pasien ODGJ di Desa Sungai Raya

orgilTEMBILAHAN (detikriau) – Suasana haru mengiringi proses pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Sungai Raya Kecamatan Batang Tuaka, yang dilakukan langsung oleh jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) beserta dokter spesialis jiwa dan tenaga kesehatan setempat, Kamis (17/9/2015).

Betapa tidak, saat berlangsungnya proses pengobatan yang dipimpin langsung Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia ini, pasien sempat bersalaman dan berpelukan bersama kedua orang tuanya, yang disertai deraian air mata.

Padahal, sebelum diobati pasien yang sudah mengalami gangguan jiwa sejak 6 tahun lalu ini, akan sangat marah dan menjadi tidak terkendali ketika melihat orang tuanya terutama sang ayah, sehingga membuat mereka takut untuk mendekati anaknya sendiri.

Suasana tersebut, sontak saja membuat tenaga kesehatan dan seluruh masyarakat sekitar yang hadir serta melihat langsung kejadian itu merasa terharu dan meneteskan air mata.

Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Pasalnya, pasien tiba-tiba menunjukkan sikap yang berbeda kepada ayahnya, sehingga tenaga kesehatan menganjurkan agar ayahnya menjauh terlebih dahulu dari anaknya.

“Saya sangat terharu dan sekaligus senang melihat mereka saling berjabat tangan dan berpelukan, karena selama ini kalau melihat ayahnya bisa langsung ngamuk,” cerita salah seorang keluarga pasien yang hadir saat itu.

Selanjutnya, ia berharap kondisi pasien dapat segera sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah, serta berbaur bersama masyarakat sekitar, seperti ketika pasien masih sehat dahulu.

“Tidak seperti sekarang, dia (pasien, red) ditempatkan sendirian di sebuah gubuk kecil di belakang rumahnya, karena dikhawatirkan mengamuk dan membahayakan pihak keluarga dan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, pasien S (26) ini sudah dipasung dan diasingkan di gubuk kecil tersebut sejak 3 tahun lalu, dikarenakan pasien sering mengamuk dan menyerang keluarganya terutama sang ayah.

“Dari informasi pihak keluarga, katanya sakit pasien ini berawal ketika Sekolah Dasar (SD). Dimana saat itu, ia pernah dicegah oleh orang yang tidak dikenal di tengah jalan. Setelah kejadian tersebut, ia tidak ada bicara dan berinteraksi lagi dengan pihak keluarga,” terangnya.

Kondisi dan sakit pasien tersebut, lanjut Devi, semakin parah sejak 6 tahun terakhir ini, sehingga membuat pasien dipasung oleh pihak keluarga. Apalagi ketika melihat ayahnya, pasien akan langsung mengamuk dan berusaha memukul sang ayah.

“Tapi setelah diobati pertama kali dan kita pertemukan dengan ayahnya, pasien tidak lagi ngamuk dan malah mereka saling berpelukan. Mudah-mudahan, ini menjadi pertanda sakit si pasien akan segera membaik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Jiwa, Nurmi Widiarti menyatakan bahwa penanganan pasien jiwa ini akan dilakukan dengan pemberian suntik secara rutin oleh tenaga kesehatan setempat. Apabila dinilai pasien sudah kooperatif, barulah diberi obat-obatan berupa tablet.

“Dalam pengobatan pasien ini, yang paling penting adalah dukungan keluarga dan masyarakat, dengan terus memberikan perhatian dan tidak mengucilkannya, sehingga kondisi pasien bisa segera membaik,” imbuhnya.

Usai melakukan pengobatan pasien ODGJ di Desa Sungai Raya tersebut, rombongan yang turut diikuti aparatur Diskes Inhil lainnya, yakni Sri Sebayang, Nurhadi dan Rizki ini langsung beranjak menuju Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka, untuk melihat dan melakukan pengobatan secara langsung kepada pasien ODGJ di wilayah setempat. (adi/adv)




2015, Hewan Kurban di Inhu Diprediksi Meningkat

kurabnRengat (detikriau.org) – Estimasi hewan kurban tahun 2015/1436 H di Kabupaten Inhu berjumlah 2.042 ekor dengan rincian 1.705 ekor sapi,  47 ekor kerbau dan 290 ekor kambing. Jumlah ini meningkat dibandingkan Indul Adha tahun sebelumnya.

“Idul Adha tahun lalu total hewan kurban hanya sebanyak 1.894 ekor dengan rincian 1.598 ekor sapi, 30 ekor kerbau dan 259 ekor kambing. Artinya untuk tahun ini hewan kurban kita meningkat sebesar 5 persen,” Ujar Kepala Dinas Perternakan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melalui Kabid Perternakan, Palti Siregar di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Dikatakannya, dalam rangka upaya perlindungan kesehatan hewan, pencegahan penyebaran penyakit hewan menular serta menjaga ketentraman bathin masyarakat yang mengkosumsi daging qurban, pihaknya sudah membentuk tim pemantauan hewan qurban. Tim tersebut terdiri sebanyak 5 (lima) orang.

Tim yang dibentuk tersebut   bertugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan serta mewaspadai terhadap hewan qurban yang berasal dari propinsi luar dengan tetap meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan di tempat-tempat penampungan atau pasar hewan qurban yang meliputi pemeriksaan status hewan, pemeriksaan terhadap kelengkapaan dokumen, surat keterangan ternak dari daerah asal, dan dokumen pendukung lainnya.

“Kita berharap dengan sudah dibentuknya tim pemantauan hewan qurban tahun 2015/1436 H, hewan qurban terpantau dengan baik sehingga nyaman dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat Inhu.” Tandasnya (zal)




Miliki 20 paket Sabu-Sabu, MA Dibekuk Polisi

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – MA (26) warga jalan SKB Perumnas Kelurahan Sei Beringin Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa diamankan petugas kepolisian, karena terbukti terlibat tindak pidana Narkotika, Kamis (17/9/2015).

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman menerangkan, penangkapan ini dilakukan di jalan SKB Tembilahan, tepatnya di Perumnas depan SMK Negeri 02. Penangkapan ini bermula adanya laporan dari warga bahwa adanya transaksi barang haram di TKP.

“Waktu itu, tersangka ada di TKP sedang duduk bersantai, ketika dibekuk petugas sekitar pukul 00.10 WIB langsung dilakukan penggeledahan di rumah tersebut, akhirnya petugas menemukan sejumlah barang bukti,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang ditemukan antara lain yakni 1 bungkus kotak rokok yang berisikan 12 paket kecil sabu-sabu yang masing-masing di bungkus plastik bening, 1 unit HP nokia ype 1202-2 warna hitam, 1 buah dompet yang berisikan uang tunai Rp.3.700.000 dan 1 unit sepesa motor merk honda Vario Tecno warna hitam BM 3303 TX.

“Saat ini, tersangka dan sejumlah barang bukti telah kita amankan di Mapolres Inhil guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Warno. (mirwan)




Letakkan Pondasi Pertama, Bupati Harapkan Pembangunan Masjid “Darussalam” Tepat Waktu

bangun_mesjidBAGANSIAPIAPI – Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno meletakan batu pancang pertama pembangunan Masjid “Darussalam” di Kepenghuluan Darussalam, Kecamatan Sinaboi, Selasa (15/9/2015)

“Pembangunan masjid ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemkab untuk sarana atau fasilitas rumah ibadah yang ada di kepenghuluan yang baru dimekarkan ini dengan harapan masyarakat di sini bisa beribadah dengan nyaman,” kata Suyatno.

Menurut Bupati, selain membangun masjid, pemerintah daerah juga akan membangun sarana dan prasarana lainnya, seperti pembangunan infrastruktur jalan, penerangan listrik Desa, peningkatan jalan dan sarana air bersih.

Hadir pada kesempatan itu sejumlah anggota DPRD Rohil, kepala dinas, serta unsur pemerintahan Kecamatan Sinaboi dan kepenghuluan.

Pembangunan masjid dikatakan Bupati akan selalu menjadi perhatian dari pemerintah selama ini, sehingga tidak hanya dibangun pada tingkat kabupaten atau kecamatan saja.

Tetapi juga menjangkau pada wilayah kepenghuluan, apalagi jika pada kepenghuluan tersebut merupakan mayoritas masyarakatnya adalah muslim. Dia mengharapkan agar ke depannya pembangunan masjid dapat diselesaikan dengan tepat waktu, dan masyarakat sekitar pun dapat memanfaatkanya untuk kegiatan beribadah. (humas /dro/adv)