Jelang Idul Adha, Harga Sebahagian Kebutuhan Pokok Melonjak

“Tapi Ada Juga Yang Harganya Turun dan Sebagian Lainnya Masih Stabil”

Rengat (detikriau.org) – Jelang hari raya Idul Adha 1436 H / 2015 M, harga sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik. Cabe merah yang sebelumnya diperdagangkan dengan harga Rp 28.000/kg, kini melonjak mennjadi Rp 32.000

Disamping harga cabe merah, menurut Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Inhu  melalui Kasinya, Dudi Sumbari, Jum’at (18/9).  Sejumlah kebutuhan lainnya juga mengalami lonjakan.

Cabe hijau sebelumnya Rp. 28.000/kg menjadi Rp. 36.000/kg, cabe rawit sebelumnya Rp. 28.000/kg menjadi Rp. 32.000/kg, kelapa sebelumnya Rp.4.000/parut menjadi Rp. 5.000/parut.

“demikian juga untuk gula pasir, sebelumnya dijual Rp. 11.000/kg menjadi 12.000/kg”, ungkapnya.

Disamping terjadinya kenaikan harga, ada juga sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami penurunan, diantaranya adalah harga daging  ayam broiler, sebelumnya dijual dengan harga Rp. 23.000/kg saat ini turun menjadi Rp. 20.000/kg, minyak goreng curah sebelumnya Rp. 11.000/kg saat ini Rp. 10.000/kg, ikan patin sungai Rp. 80.000/kg saat ini Rp. 70.000/kg, telur ayam ras sebelumnya Rp. 40.000/papan saat ini Rp. 38.000/papan dan wolter sebelumnya Rp. 12.000/kg saat ini menjadi Rp. 10.000/kg.

Sejauh ini masih menurutnya, juga masih ada sejumlah kebutuhan pokok yang masih stabil seperti Beras solok Rp. 12.000/kg, beras belida  Rp. 11.000/kg, beras Panda Rp.11.000/kg, tepung terigu Rp. 8.000/kg, minyak goreng bimoli Rp. 14.000/kg, blue band Rp. 7.000/200 gram, susu kental cap enak manis Rp. 9.000/kaleng.

Demikian juga dengan harga daging sapi, yakni  Rp. 120.000/kg, ayam kampung Rp. 45.000/kg, udang galah Rp. 150.000/kg, ikan patin keramba Rp. 22.000/kg, telur ayam kampung Rp. 60.000/papan dan telur itik Rp. 80.000/papan.

“termasuk sayur mayur lainnya, bawang merah (sumbar) Rp. 16.000/kg, bawang merah (jawa) Rp. 20.000/kg, bawang putih Rp. 24.000/kg, kentang Rp. 8.000/kg dan buncis Rp. 18.000/kg masih dengan harga stabil.” Tandasnya (Zal)




Bupati Buka Kegiatan Peringatan hari Perhubnas 2015 di Tanah Putih

perhubnasTANAHPUTIH, detikriau.org – Kendati didalam selimut kabut asap, tak mengurangi semangat Bupati Rohil H Suyatno untuk membuka langsung peringatan Hari Perhubungan Nasional 2015 dan Hari Koperasi ke-68 di lapangan Simpang Kerbau, Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kamis (17/9/2015).

Pada kesempatan itu bupati turut melepas para personel Marinir TNI yang ditugaskan membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah Kabupaten Rohil. Sayangnya, agenda gerak jalan terpaksa dibatalkan mengingat tebalnya kabut asap.

Dalam sambutanya, bupati mengatakan Harhubnas 2015 yang diperingati sebagai pentingnya konsistensi pada keselamatan dan pelayanan. Walaupun perlu dilakukan efisensi, namun tidak boleh mengurangi kualitas keselamatan dan kualitas pelayanan.

“Semua pihak penyelenggara transportasi baik regulator ataupun operator dapat menempatkan masalah keselamatan transportasi diatas segalanya,”katanya. Oleh karena itu, pelayanan transportasi dapat terwujud dengan baik jika dilaksanakan secara sinergi anatara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebenarnya kepada Dinas Perhubungan Rokan Hilir yang baru pertama kali mengikuti perlombaan Wahana Tata Nugraha (WTN), kategori kabupaten besar dan berhasil meraih plakat wahana tata nugraha dari kemenhub RI,”ujarnya.

Kadishubkominfo Rohil Mukhtar Lutvie, menyebutkan HUT Perhubungan ke-70 diperingati sebagai momentum peningkatan pelayanan lebih maksimal. Dengan demikian, kedepan pelayanan baik transportasi jasa layanan lebih baik.

“Saya pikir setiap tahun pelaksanaan momentum peringatan HUT Perhubungan ditandai dengan perubahan peningkatan pelayanan menjadi lebih baik, peningkatakan SDM dan kinerja,” katanya singkat. . (humas /adv)




Ketika Do’a Tak Lagi di Ijabah?

adab-berdoaManusia ditakdirkan sebagai mahluk yang fakir, lemah dan tidak berdaya. Satu-satunya kekuatan ialah melalui pertolongan Allah. Untuk mendapatkan pertolongan si pemilik Maha Kekuatan, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tentunya melalui do’a.

Selama ini, mungkin diantara kita telah terlalu banyak menengadahkan tangan berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, hati menangis dan kepala tersungkur ditempat terendah. Tapi permohonan itu tak kunjung juga tersampaikan.

Dalam sebuah riwayat, Syekh Abdul Aziz bin Abdillah pernah diberikan pertanyaan tentang mengapa doa seseorang bisa tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Beliau menjawab bahwa sebenarnya ada banyak alasan mengapa doa seseorang bisa tidak dikabulkan, diantanya adalah dosa, buruknya amalan yang dimiliki, hingga memakan makanan yang haram.

Hal tersebut pernah juga dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW pada sebuah hadits, dimana disebutkan bahwa sesungguhnya seorang muslim doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT selama tidak ada dosa di dalamnya, dan selama mereka tidak memutuskan silaturahmi yang ia miliki dengan kerabat-kerabatnya. Beberapa dari doa tersebut akan langsung dikabulkan, disimpan untuk di akhirat, atau untuk menjaganya dari kejelekan serupa. Namun jika orang yang berdoa dipenuhi dosa dan belum bertaubat, maka besar kemungkinan doanya akan masuk dalam doa yang tidak akan terkabul.

Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).

Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :

  1. Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada manfaatnya keimananmu itu.
  2. Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu?
  3. Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan.
  4. Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na, tetapi kau tentang ayat-ayatnya.
  5. Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu?
  6. Setiap saat engkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.
  7. Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak manusia supaya mereka menjadi penghuni neraka yang bernyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau bersahabat dengannya.
  8. Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia.

Hari ini, Negri kita kembali dilanda musibah yang seakan tiada henti-hentinya. Kabut asap hasil kebakaran lahan dan hutan ini hampir terjadi setiap tahunnya terjadi.

Kita telah berdo’a. Kita Telah Menengadahkan tangan memohonkan rahmatnya, namun tetes rahmat itu tak kunjung juga tiba. Dimanakah kesalahan kita? (dro)




Seminar Keperempuanan, Zulaikhah Wardan dan Djamilah Tampil Sebagai Pemateri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan dan Ketua BP3AKB Kabupaten Inhil Hj Djamilah tampil sebagai pemateri pada kegiatan seminar Keperempuanan yang ditaja oleh Korps HMI Wati (Kohati) cabang Tembilahan di Gedung LAM-R Tembilahan, Kamis (17/9/2015) kemaren.

Kegiatan tersebut hadiri beberapa organisasi wanita dan sejumlah anggota Kohati cabang Tembilahan itu sendiri. Dalam hal ini, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, sebab ia menilai acara itu sangat positif dan berguna bagi para kader HMI.

“Dalam kesempatan ini, saya sampaikan bahwa perempuan itu juga memiliki potensi yang cukup besar dan mampu menjadi terdepan ketika memiliki usaha dan kerja keras,” ungkap Zulaikhah.

Pada intinya, ia memberi motivasi kepada para pemerpuan yang masing berstatus mahasiswi kalau perempuan juga bisa tampil dimuka umum. Sangat salah katanya, jika ada pendapat bahwa perempuan hanya bisa menjadi ibu rumah tangga saja.

“Hal inilah yang perlu disampaikan secara detail dalam kesempatan ini, apalagi pesertanya masih memiliki fikiran yang segar dan masa depan yang panjang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kohati Cabang Tembilahan Bessek Kumala Sari menyebutkan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Milad Kohati ke-49. Semoga katanya, kegiatan tersebut mampu mencerahkan pola fikir para perempuan yang ada, khususnya para peserta yang hadir. (mirwan/adv)




Langkah Konkrit Percepat Pembangunan, DMIJ Diminta Disikapi Lebih Serius

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) merupakan salah satu langkah konkrit dalam upaya percepatan pelaksanaan pembangunan di daerah pedesaan. Karena itu, perlu disikapi secara serius oleh Pemkab Inhil.

Penilaian tersebut disampaikan Asmadi, salah seorang anggota DPRD Inhil kepada awak media, Kamis (17/9/2015).

Dikatakan Asmadi, sejauh ini pelaksanaan program yang menjadi unggulan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 ini, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung.

“Ini tentu prestasi yang baik dan perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak,” tutur anggota Komisi I DPRD Inhil ini.

Oleh karena itu, Asmadi menyatakan dukungan penuh agar program DMIJ dapat terus digalakkan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah.

Selanjutnya, Politisi dari Partai Gerindra ini berpesan agar pelaksanaan Program DMIJ di lapangan harus dievaluasi, sehingga realisasi dari kucuran dana DMIJ benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Seperti diketahui, penyaluran bantuan anggaran yang dikeluarkan dari dana DMIJ ke setiap desa berbeda-beda, yang mana nilai Anggaran Dana Desa (ADD) yang diberikan berdasarkan tingkatannya, mulai dari desa Swadaya hingga masuk ke kategori Desa Mandiri.

Apa lagi, lanjut Asmadi, di masa kepemimpinan Bupati yang dikenal agamis ini, dukungan dana untuk desa sangat luar biasa nilainya, dan ini membuktikan bahwa keinginan para wakil rakyat sejalan dengan kebijakan oleh pemerintah daerah, yakni berjuang membangun dan memajukan Kabupaten Inhil. (adi/adv)




Masyarakat Pinta Kepolisian Bidik Dalang Besar Dibalik Karlahut

“Jadi mana yang benar? Kita minta aparat hukum untuk lebih jeli. Yang terpenting jangan ada dusta diantara kita,”

karlahutTembilahan (detikriau.org) – Tindakan tegas aparat kepolisian terhadap pelaku tindak pidana lingkungan, pembakaran lahan dan hutan (karlahut) memberikan angin segar akan penegakan hukum dalam upaya memberikan efek jera. Hanya saja, mereka berharap agar pihak kepolisian lebih membidik dalang besar agar persoalan yang terus berulang-ulang setiap tahunnya ini dapat dihentikan secara total.

“Dari dulu kalanya masyarakat kita, khususnya di Inhil membuka lahan dengan cara dibakar. Tujuannya untuk menghemat biaya produksi agar hasil usaha pertanian ini dapat untuk memberi penghidupan bagi keluarga mereka. Namun selama itu, tidak pernah kita mendapati terjadinya kabut asap sepekat seperti saat ini,” Pendapat salah seorang warga Kabupaten Inhil, Zulkifli di Tembilahan, kamis (17/9/2015)

Namun menurutnya, sejak masuknya pihak korporasi yang mengelola sebahagian besar lahan sumber penghidupan masyarakat setempat bermunculan, bencana itupun semakin kerap terjadi. Ia menduga, bukan tidak mungkin pertimbangan ekonomis masyarakat petani juga memnjadi pertimbanngan pihak korporasi untuk meraup untung besar.

“Mereka pengusaha, ya, orientasinya pasti profit. Jadi akan masuk akal mereka juga akan menekan biaya seminimal mungkin agar laba yang dihasilkan dapat lebih maksimal. Caranya ya buka lahan dengan membakar. Mungkin.” Prediksi pria berperawakan kecil ini

Sementara itu, Indra, warga Tembilahan lainnya justru mengungkap rasa keheranan. Setiap terjadinya kebakaran lahan menurutnya, kerap pihak korporasi berdalih itu ulah masyarakat. Meskipun kejadian itu terjadi di areal konsensi milik mereka. Merekapun lepas dari jerat hukum. Masyarakat juga yang “terkambinghitamkan”.

Anehnya setelah bencana usai. Diatas lahan terbakar berdiri ratusan ribu pohon-pohon tanaman sawit dan pihak korporasi dengan garangnya mengklaim itu adalah milik mereka.

“ Jadi mana yang benar? Kita minta aparat hukum untuk lebih jeli. Yang terpenting jangan ada dusta diantara kita,” Ujarnya sembari tersenyum kecut.

Untuk diketahui, sebelumnya Polda Riau telah menetapkan sebanyak 41 orang Tsk yang diduga melakukan pembakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau. 4 Tsk diantaranya berasal dari Inhil.

Dikutip dari goriau.com Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan bahwa ke 41 Tsk telah diproses di Mapolres se Riau yang terinci, Bengkalis tiga tersangka, Siak empat tersangka, Inhil empat tersangka, Pelalawan tujuh tersangka, Rohil lima tersangka, Meranti satu tersangka, Dumai dua tersangka, Kampar dua tersangka dan Rohul lima tersangka.

Sedangkan pihak korporasi, baru satu yang sedang proses penyidikan, yakni PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) di Langgam, Kabupaten Pelalawan. Lalu tiga perusahaan lainnya dalam proses penyelidikan, yang semuanya berada di Kabupaten Inhu.

Lantas bagaimana dengan pihak korporasi di Inhil ? (dro)