Bekerjasama Dengan Kodim 0314 dan BPBD Inhil, Diskes Laksanakan Pengobatan Gratis Terintegrasi

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan pengobatan gratis terintegrasi kepada masyarakat akibat dampak asap di wilayah tersebut.

Kegiatan kerjasama dengan jajaran Kodim 0314 dan BPBD Kabupaten Inhil ini, dipusatkan di posko yang didirikan di lapangan eks lokasi bangunan Pujasera, Jalan Kapten Mukhtar Tembilahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu Pemda dan masyarakat dalam peningkatan kesehatan dan penanggulangan penyakit yang diakibatkan dampak atau pengaruh asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan terutama bagi masyarakat tidak mampu di pedesaan, daerah-daerah terpencil dan tertinggal.

Adapun sasaran yang ingin dicapai, yakni menurunkan angka jumlah penduduk yang menderita penyakit pernafasan, seperti ISPA, Asma, Pnemonia, iritasi kulit dan iritasi mata.

“Pelaksanaan kegiatan ini, dimulai pada pagi tadi hingga beberapa hari ke depan,” kata Saut, Selasa (22/9/2015).

Untuk tim kesehatan yang diturunkan, terdiri dari jajaran UPT Puskesmas Tembilahan Hulu, UPT Puskesmas Gajah Mada dan UPT Puskesmas Tembilahan Kota.

“Kegiatan ini juga disejalankan dengan kegiatan P3K Hari Raya Idul Adha, guna mengantisipasi adanya masyarakat atau jama’ah yang sakit saat pelaksanaan Shalat Ied di lapangan nanti,” imbuhnya. (adi/adv)




HUT Polantas Ke-60, Polres Inhil Tekad Tampil Sebagai Agen Perubahan

dsc_4332-copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) tekad tampil sebagai agen perubahan yang mengarah kepada perbaikan diawali dengan semangat moment Hari Ulang Tahun (HUT) Polantas ke-60 tahun 2015.

Hal tersebut dilontarkan langsung Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik kepada awak media usai menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Polantas ke-60 di Mapolres Inhil, Tembilahan, Selasa (22/9/2015).

“Kami tidak pernah merasa bosan untuk terus menghimbau masyarakat agar berada dijalur yang benar, terkhusus kepada pengendara, hal yang sepele itu sudah diatur dan tinggal mentaati saja. Inilah yang ingin kita tanamkan kepada pengendara dan menghasilkan perubahan lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Wicaksono.

Ditambahkan, himbauan dan peringatan dilakukaannya berupa kegiatan seperti sosialisasi, menurunkan personil Polantas ke jalan dan lain-lain. Tujuannya, supaya masyarakat sadar betapa pentingnya mengikuti aturan lalu lintas tersebut.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Inhil AKP Ahmad Salmi saat dikonfirmasi menyampaikan, sampai HUT Polantas tahun ini terjadi sedikit penurunan angka kecelakaan hingga 10 persen, yakni hanya ada 30 kasus. “Tahun lalu kecalakaan lalu lintas di Inhil ini tercatat lebih dari  30 kasus,” sebut Salmi.

Untuk menurunkan angka itu katanya cukup kesadaran masyarakat, sebab tanpa ada dukungan itu maka petugas pun tidak bisa bekerja sepenuhnya. Oleh sebab itu, Sat Lantas Polres Inhil selalu melakukan himbauan dan sosialisasi terkait hal ini.

“Contoh saja helm, itu sangat penting walaupun hanya sepele, tujuannya untuk keselamatan kita juga. Dan hari ini, saya himbau lagi kepada pengendara untuk menyalakan lampu utama kendaraan karena kabut asap,” Sampaikannya. (mirwan)




Bupati Inhil Hadiri Sosialisasi Assesment di Pekanbaru

Bupati HM Wardan saat menandatangani  MoU kerjasama Sosialisasi Assesment Jabatan Tinggi Pratama di lingkungan PEMKAB Inhil
Bupati HM Wardan saat menandatangani MoU kerjasama Sosialisasi Assesment Jabatan Tinggi Pratama di lingkungan PEMKAB Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri sosialisasi assesment dalam rangka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JKT) pratama dan pemetaan kopetensi PNS di lingkungan Pemkab Inhil di Pustaka Wilayah lantai 3 jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (22/9/2015).

Selain Bupati, sosialisasi itu juga tampak dihadiri Karo SDM Polda Riau Kombes Pol Drs Pudji P Hadi MH, 25 Para Tim Asesor Polda Riau, 15 orang Administrator, BKPPD Provinsi Riau Mardoni Akrom, Plt Sekdakab Inhil Fauzar, Anggota Pansel H Alimuddin RM, Staf Ahli, Asisten, Pejabat Eselon SKPD Inhil, Kabag dan Camat Se-Inhil.

Sosialisasi ini ditujukan untuk memastikan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki oleh individu apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi serta menentukan proritas area pengembangan bagi masing-masing individu sesuai dengan tuntutan, peran dan tanggung jawab.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polda Riau yang telah bersedia bekerjasama dengan Pemprov Riau dalam rangka meningkatkan Kinerja aparatur Negara, salah satunya Pemkab Inhil ini.

“Tentunya untuk memenuhi dan mengisi jabatan kosong yang ada di Kabupaten Inhil, diantaranya Sekda, Kadis dan beberapa jabatan lain yang masih Kosong. Ini sangat penting sekali yang dilaksanakan, yang mengacu pada Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,” kata Wardan.

Ia menerangkan, dari JPT pratama tersebut merupakan jabatan strategis dalam mendukung birokrasi yang progresif, responsif dan partisipatif melalui tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan dan tugas pembangunan yang diembannya.

Oleh sebab itu, kegiatan seleksi terbuka dan Pemetaan Pegawai Negeri Sipil itu dapat memegang Jabatan nantinya bertujuan untuk memperoleh pejabat JPT dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi yang memiliki kompetensi yang tidak diragukan.

“Presentasi Assessment bertujuan agar seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil mengetahui dengan baik mengenai Assessment. Dengan terlaksananya kegiatan ini maka diharapkan kepala SKPD dapat mensosialisasikan lebih lanjut kepada para bawahan di lingkungan kerja masing-masing dengan melalui berbagai bahan-bahan dan pertimbangan kibijakan dasar penilaian objektif,” tambahnya. (mirwan/adv)




Baru Lahir, Orok Malang Ini di Buang

(80)Reteh (detikriau.org) – Warga Kelurahan Metro Kecamatan Reteh dihebohkan dengan penemuan bayi baru lahir. Bagaimana tidak, bayi yang ditemukan tersebut masih dalam keadaan terbungkus dengan kain dan masih berdarah dengan tali pusat masih utuh, Selasa (22/9/2015) sekitar pukul 04.30 WIB.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, bayi malang ini pertama kali ditemukan, Siti Aisyah (100) warga jalan H Sanusi Kelurahan Metro Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Waktu itu, wanita lansia ini hendak melaksanakan shalat subuh, namun tiba-tiba ia mendengar suara tangisan bayi di depan rumahnya. Saat itu juga ia memeriksa dan ditemukannya seorang bayi di kursi teras depan rumahnya.

Kemudian ia menjumpai salah seorang tetangganya dan meminta untuk memanggil anaknya, Siti Aminah (43) warga jalan Pahlawan Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh.

“Setibanya anak Siti Aisyah di TKP, barulah petugas Polsek Reteh menerima informasi dari warga setempat sekitar pukul 05.30 WIB. Waktu itu juga, petugas mendatangi TKP serta membawa bayi ke Puskesmas setempat,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman.

Sampai saat ini, lanjut Warno, petugas dan warga setempat belum mengetahui siapa orang tua bayi itu. Yang jelas dari penemuan bayi tersebut terus dilakukan penyelidikan. (mirwan)




60 Peserta dari 18 Kecamatan Ikuti Pelatihan Ormas

Bimbingan-OrmasBAGANSIAPIAPI, detikriau.org – 60 Peserta dari 18 Kecamatan se Kabupaten Rokan Hilir ikuti pelatihan pembinaan pengetahuan organisasi masyarakat tajaan Bagian Kesra Setda Kabupaten Rohil di ruang pertemuan lantai V Hotel Mulia di Jalan Perniagaan, Kecamatan Bangko.

Plt Sekda Drs H Surya Arfan MSi, berpesankepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius agar dapat menyenrap segala materi yang diberikan.

“Keberadaan organisasi masyarakat ikut mempercepat pembangunan,” kata Plt Sekda Rohil, Drs H Surya Arfan MSi, Senin (21/9) usai membuka pelatih pembinaan pengetahuan organisasi masyarakat se-Kabupaten Rohil.

Di mana, lanjut Surya, organisasi masyarakat melalui programnya ikut menyelaraskan agenda penting untuk memajukan perkembangan daerah. Apalagi, tujuan berdirinya organisasi masyarakat tentunya juga untuk menyejahterakan anggota dan masyarakat.

“Banyak kegiatan positif yang bisa dilaksanakan oleh organisasi masyarakat,” kata Surya.

Sementara, pelaksanaan pelatihan pembinaan pengetahuan organisasi masyarakat se-Kabupaten Rohil yang dipusatkan di Kota Bagansiapi-api tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari. (humas /adv)




Ranperda Perubahan APBD 2015 Inhil di Sahkan Sebesar Rp 2,215 Triliun.

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ranperda perubahan APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2015 disahkan sebesar Rp 2,215 triliun. Angka ini menurun sebesar Rp 131 Milyar dari yang sudah ditetapkan sebelumnya pada APBD Murni Tahun 2015. Senin (21/9/2015)

Rapat yang berlangsung diruang Paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam didampingi para Wakil dan sejumlah anggota DPRD Inhil ini dihadiri Bupati Inhil HM Wardan, unsur Forkopimda serta sejumlah pejabat eselon dilingkungan Pemkab Inhil.

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Inhil Marlizan Gazali menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD perubahan tahun 2015 terjadi kenaikan sebesar Rp 18 milayar lebih jika dibandingkan dengan relasiasi APBD P tahun 2014 lalu. Sedangkan target PAD pada APBD Perubahan sebesar Rp 124 milyar lebih, hanya terealisasi sebesar Rp 105 milyar lebih.

Disamping itu, dana perimbangan pada APBD P tahun ini disepakati sebesar Rp 1 triliun 274 milyar lebih.  Dan ini katanya terjadi penurunan sedikitnya 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  Dimana, realisisasi Dana perimbangan pada APBD P tahun 2014 adalah sebesar Rp 1 triliun, 479 milyar.

Adapun pendapan lain-lain dalam rancangan APBD P 2015 ini teerealisasi sebesar Rp 318 milyar. Ini meningkat Rp 92 Milyar jika dibandingkan dengan realisasi APBD P 2014 yakni sebesar Rp 221 milyar atau terjadi kenaikan sebesar 30 persen.

“Pada APBD P tahun 2015 Pendapatan Daerah Kabupaten Inhil kita sepakati 1 triliun 717 milyar,”papar Marlizan Gazali.

Dari realisasi itu, angka ini menurun sebesar Rp 89 milyar jika dibandingkan dengan realisasi APBD P tahun 2014 yang mencapai Rp 1 triliun 806 miliyar, atau turun sekitar 5,21 persen. Sedangkan belanja tidak langsung yang disepakati tahun ini sebesar Rp 1 Triliun 96 milyar dan belanja langsung sebesar Rp 1 triliun 118 milyar.

“Kedua komponen belanja itu maka belaja dearah kabupaten Inhil tahun ini kita sepakati sebesar Rp 2 triliun 215 milyar. Angka ini turun Rp 131 milyar atau 5,62 persen jika dibandingkan dengan proyeksi semula pada APBD murni yakni Rp 2 triliun 347 milyar,” katanya.

Terkait hal ini, Bupati Inhil HM Wardan saat dikonfirmasi mengaku masih ada kelemahan pada Ranperda perubahan tersebut. Namun ditegaskan bahwa penurunan tersebut bukan berarti kemunduran dari Pemkab, tetapi ada faktor-faktor tertentu seperti pengurangan DBH.

“Pengurangan ini merupakan pengaruh regulasi dan ini secara nasional bukan dari progres kita saja. Walau bagaimanapun, itulah yang harus kita kerjakan dengan sisa waktu 3 bulan ini,” ungkap Wardan. (mirwan/adv)