Update: Korban Mina, 453 Tewas, 719 Luka-Luka. 1 Diantaranya WNI

e26f6277-6755-49c3-9052-2b0c9624fc21_169Detikriau.org – Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi memberikan data terbaru terkait jumlah korban insiden haji di Mina, Kamis (24/9). Tercatat sebanyak 453 jemaah tewas dan 719 lainnya mengalami luka-luka.

sebagaimana diberitakan portal berita CNN, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan satu Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban dari tragedi yang menyebakan tewasnya 453 jemaah haji di Mekkah.

“Dikonfirmasi satu WNI jadi korban. Sekarang berada di Rumah Sakit Mina,” ujar Nasir, Kamis (24/9).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan saat ini tim lapangan masih berupaya untuk mengonfirmasi identitas korban.

“Amirul hajj, Kantor Usaha Ad Interim Riyadh dan Konjen Jeddah sedang berada di lapangan,” ucap Retno.

Di Mekkah, Kepala Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi mengapa satu WNI tersebut berada di jalur yang tidak biasanya dilewati jemaah haji Indonesia.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan 204. Sementara, jemaah haji Indonesia biasanya melewati jalur King Fahd, Arsyad mengatakan Jalan 204 berada 500 meter dari King Fahd.

“Kebetulan ada pihak istri dan keluarga yang mendampingi (WNI tersebut) pada saat itu,” ujar Arsyad dalam jumpa pers di Mekkah, Kamis (24/9)

Arsyad turut mengungkapkan sebelumnya telah berkoordinasi dengan ketua-ketua kloter untuk tidak melempar jumrah pada pukul 08.00 hingga 11.00 waktu setempat karena ramainya jamaah pada waktu tersebut.(*/dro)




Warga Subrantas Geger, X ditemukan Dalam Kondisi Tergantung Tak Bernyawa

ilustrasiTembilahan (detikriau.org) – Warga jalan Subrantas Tembilahan digegerkan dengan ditemukannya tubuh wanita “X”, dalam kondisi tidak lagi bernyawa dalam posisi tergantung.

Menurut keterangan salah seorang warga Tembilahan, Tengku Suhandri, saat kejadian, kamis (24/9/2014) sekitar pukul 15.00 Wib kebetulan ia sedang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya perumahan dibelakang gedung DPRD Inhil.

Saat itu ia sempat menyaksikan ibu korban, terduduk lemas diteras depan rumah, sementara beberapa orang lainnya berusaha menurunkan jasad korban dan iapun menghampiri.

“Saya mengenali suami korban, inisial namanya IW,” Ujar Tengku menghubungi detikriau.org melalui sambungan selularnya.

Karena permintaan pihak keluarga korban, Tengku-pun segera menghubungi IW dengan mempergunakan Handphone. Dijawab, dan IW mengaku sedang berada di KM 8. 10 menit berselang, IW kembali dihubungi dan saat itu ia mengaku sedang dalam perjalanan pulang.

Menurut Tengku juga, atas permintaan keluarga korban, IW sengaja tidak diberitahukan kejadian sebenarnya. “IW hanya kita minta segera pulang ke Tembilahan karena ada hal penting. Warga juga segera memberitahukan peristiwa ini kepada pihak kepolisian setempat,”tambahnya

Kurang lebih 1 jam berselang, setibanya dirumah IW baru mengetahui bahwa istrinya sudah tidak lagi bernyawa.

Tengku juga mengaku tidak mengetahui latarbelakang tewasnya X dengan cara tergantung.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan komfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa ini. (dro)




Kecelakaan Haji di Mina, Belum Ada Kepastian Adanya Korban JCH Asal Indonesia

e26f6277-6755-49c3-9052-2b0c9624fc21_169detikriau.org – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) sudah ke lokasi kejadian tewasnya 220 jemaah haji di Mekkah. Insiden itu terjadi karena berdesak-desakan saat jamaah hendak ibadah lempar jumrah. Sejauh ini belum ada kepastian adanya korban dari jamaah haji asal Indonesia.

Belum adanya informasi tersebut dikarenakan perwakilan Indonesia di Mekkah tengah sibuk mencari informasi.

“Tim dari KJRI berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mencari informasi ada tidaknya WNI yang menjadi korban,” sebagaimana dilansir melalui portal berita CNN, Kamis (24/9/2015).

Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan belum ada informasi adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban peristiwa tersebut.

Lempar jumrah atau lontar jumrah adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari ibadah haji tahunan ke kota suci Mekkah, Arab Saudi. Para jemaah haji melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang di kota Mina yang terletak dekat Mekkah.

Kejadian tersebut terjadi pada saat hari pertama Idul Adha yang jatuh pada hari ini, Kamis (24/9) di mana jutaan kaum Muslim melakukan proses ibadah haji di Mekah. (*/dro)




Setelah Crane Jatuh, Musibah di Tanah Suci Kembali Terjadi , Lebih dari 200 JCH Tewas terinjak-Injak

detikriau.org – Musibah kembali terjadi di tanah suci. Lebih dari 200 jamaah haji meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat jamaah haji sedang melakukan ibadah wajib melempar jumrah di Mina dipinggiran kota Mekkah. Kamis (24/9/2015)

“sementara 450an jamaah haji lainnya mengalami luka-luka,” disampaikan direktorat pertahanan sipil Arab Saudi dilansir melalui aljazeera.com

Diterangkan, prosesi melempar jumrah jamaah haji tahun ini diikuti sekitar dua juta orang.
menurut laoran reporter Al Jazeera, Basma Atassi dari Mina, insiden itu terjadi di jalan antara kamp haji yang bernama jalan 204.

Sementara itu juga dilaporkan hingga saat ini jumlah JCH yang meninggal mungkin akan terus bertambah.

“Ini hanya jumlah awal … Awal musim haji sudah dibayangi oleh kecelakaan derek yang menewaskan 107 orang dan melukai lebih dari 200,” kata reporter Aljazeera, Alsaleh. (*/dro)




Kabut Makin “Menggila”, “Lebih Banyak Makan Asap Daripada Makan Kue Lebaran”

Foto Adi
Foto Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun beberapa hari yang lalu sempat menipis, namun pada Kamis (24/9/2015) ini kondisi kabut asap di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama Kota Tembilahan dan sekitarnya terlihat makin pekat. Kondisi ini tentunya sangat mengkhawatirkan masyarakat, karena bertepatan dengan Perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban 1436 H.

Dihari lebaran biasanya aktifitas masyarakat diluar ruang cenderung meningkat, mulai dari pelaksanaan Shalat Ied, pemotongan hewan kurban hingga saling berkunjung ke rumah sanak saudara dan kerabat, yang merupakan adat serta kebiasaan masyarakat di Negeri Seribu Parit, dalam rangka meningkatkan jalinan silaturrahmi antar sesama.

“Di hari raya pertama ini kabut asapnya makin “menggila”, padahal kemarin sudah mulai menipis dan kami berharap bisa hilang. Eh, malahan jadi tambah tebal asapnya,” keluh Roni, salah seorang warga Kota Tembilahan.

Hal senada juga diungkapkan Iyan, salah seorang pelajar di Kota Tembilahan. Menurutnya, jika kondisi kabut asap terus seperti ini, berkemungkinan Hari Raya Kurban akan sangat sepi, tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Contohnya saja seperti malam tadi, biasanya kalau malam hari raya, kami dari sekolah ikut menjadi peserta pawai takbir, tapi malam tadi malah tak ada pawainya, kan jadi sepi, macam tidak lebaran saja,” kata Iyan.

Oleh karena itu, masyarakat Kabupaten Inhil berharap kondisi ini cepat membaik, sehingga tidak ada lagi kabut asap yang dapat mengganggu kelancaran aktifitas dan kesehatan tubuh, seperti terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan penyakit-penyakit lainnya.

“Kalau hari raya ini kabut asapnya makin kuat, tentu kita akan lebih banyak makan asap daripada makan kue, dan akhirnya sakit. Jadi, kami minta berbagai pihak terkait dapat segera mengatasi persoalan ini,” tambah Iyan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pagi hingga sore hari kondisi kabut asap di Kota Tembilahan dan sekitarnya terlihat sangat pekat, sehingga membuat jarak pandang begitu terbatas, yakni hanya sekitar 50-100 meter.

Selain dapat mengganggu penglihatan masyarakat yang beraktifitas di luar rumah atau di jalan raya, kabut asap ini juga menyebabkan sesak nafas dan perih pada mata, sehingga akan sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Kendati demikian, masih terlihat adanya sejumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah dan berada di jalan raya. Padahal, penggunaan masker ini sangat penting, guna mencegah dan mengantisipasi sejak dini terkenanya penyakit yang disebabkan oleh kabut asap. (adi)

 




Dibawah Kabut Asap, Pemkab dan Ribuan Masyarakat Tetap Laksanakan Shalat Idul Adha Dengan Khusuk

DSC_5512 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bersama ribuan masyarakat kota Tembilahan melaksanakan Shalat Idul Adha di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (24/9/2015).

Pelaksanaan Shalat itu dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung diikuti Bupati Inhil HM Wardan, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil.

Dalam sambutannya, dimoment Idul Adha ini, Bupati mengajak masyarakat untuk lebih menumbuhkan semangat untuk bersama-sama membangun daerah.

Karena menurutnya Idul Adha ini mengandung spirit yang mampu melawan diri dari patah semangat. Bahkan spirit itu sudah muncul sejak zaman dahulu dan tinggal pengembangan saja pada zaman saat ini.

“Spirit itu sudah tertanam dalam jiwa kita dan ini harus kita pertahankan demi menyukseskan pelaksanaan program yang ada demi kemajuan Kabupaten Inhil,” kata Wardan.

Pantauan lapangan, meski dibawah selimut kabut asap yang cukup pekat dibandingkan hari biasanya, pelaksanaan shalat Idul Adha 1436 H dilapangan upacara Gadjah Mada tetap berlangsung dengan khidmat. Ribuan jamaah tampak khusuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah sunat perayaan hari besar bagi umat islam ini. (mirwan/adv)