Korban WNI Tewas Dalam Tragedi Mina Bertambah Menjadi Tiga Orang.

“Satu diantaranya adalah Saiyah asal Batam”

“ korban tewas juga bertambah menjadi 717 dan luka-luka  805 orang.”

Foto: CNN
Foto: CNN

Detikriau.org – Jamaah Haji Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut menjadi korban dalam tragedy Mina ternyata berjumlah tiga orang. Yakni Hamid Atuwi asal Surabaya, Saiyah asal Batam, serta satu lagi jemaah laki-laki yang belum diketahui identitasnya.

Dikabarkan portal berita CNN, klarifikasi ini disampaikan oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Indonesia Lalu Muhammad Iqbal. Ia menyampaikan informasi tersebut didapat dari Wakil Dubes RI yang saat ini tengah berada di Mina.. Ketiga WNI tersebut saat ini tengah berada di Rumah Sakit Al Jisr di Mina.

“Sampai pukul 16.00 WIB waktu Arab Saudi dapat diidentifikasi bahwa ada tiga jemaah haji asal Indonesia yang meninggal, yaitu Hamid Atuwi asal Surabaya, Saiyah asal Batam, serta satu lagi jemaah laki-laki yang belum diketahui namanya,” ujar Iqbal kepada CNN, Kamis (24/9).

Iqbal mengungkapkan bahwa jenazah satu WNI tersebut belum bisa dikonfirmasi identitasnya karena ia tidak menggunakan gelang identitas di tangannya. Namun korban diketahui berasal dari Probolinggo dan menggunakan biro perjalanan Safari Travel.

Data korban tersebut, kata Iqbal, saat ini sedang dilakukan pengecekan lebih lanjut di data haji Indonesia.

Saat ini pun Menteri Agama Indonesia Lukman Hakim Syaifuddin beserta Dirjen Haji baru saja meninggalkan RS Al Jisr Mina setelah mengetahui kondisi dan situasi dari para korban.

Sementara itu, ada satu WNI yang juga menjadi korban luka dari peristiwa naas tersebut. Namun dia dirawat di rumah sakit yang berbeda dengan tiga WNI yang meninggal.

“Satu orang korban dalam kondisi serius dan saat ini dirawat di RS Annur di Mekkah,” kata Iqbal.

Korban tewas dalam tragedi di Mina bertambah lagi. Berdasarkan twit yang dikirimkan oleh Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi, jumlah korban tewas menjadi 717 tewas. Sementara korban luka bertambah menjadi 805 orang. (*/dro)




Kabut Asap Pekat, Esok Jokowi dipastikan Batal Blusukan di Kemuning

Tembilahan (detikriau.org) – Rencana kunjungan Presiden RI, Jokowidodo di Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir dipastikan batal.

Dilaporkan reporter detikriau.org, Mirwan dari Kemuning, Kepastian pembatalan ini disampaikan langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan, dalam keterangan persnya, kamis (24/9/2015) malam.

“kondisi tidak memungkinkan, kabut asap pekat. Kita dikabari, pesawat presiden tidak memungkin untuk lending jambi karena terbatasnya jarak pandang.” Sampaikan Bupati

“Kedatangan Plt Gubri dan rombongan tadi sore, kamis (24/9) di Kemuning juga merupakan tinjauan kelayakan kunjungan Presiden.” Tambah Bupati

Sebelumnya, presiden direncanakan akan “blusukan” Ke Inhil. Kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini dimaksudkan untuk meninjau langsung lokasi kebakaran puluhan hektar lahan perkebunan milik masyarakat di Desa Batu Ampar dan Lubuk Besar Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil. (dro)




Krisis Listrik, Komisi III DPRD Inhil Wacanakan Kunjungan di Kec Tanah Merah dan Kateman

dprd InhilTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan melakukan peninjauan langsung ke Kecamatan Tanah Merah dan Kateman, yang saat ini sedang mengalami krisis listrik.

Rencana peninjauan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Haryanto Sindrang usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama tokoh masyarakat di dua kecamatan tersebut dan pihak PLN, di ruang rapat Komisi III Gedung DPRD, Jalan HR Soebranas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Edy, kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi mesin PLN, yang katanya sudah banyak rusak.

Dijelaskan politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, masyarakat yang ada di dua kecamatan tersebut tidak menuntut banyak, mereka hanya ingin kebutuhan listrik bisa terpenuhi.

“Jika sudah terpenuhi, maka masyarakat cuma tahu melunasi kewajibannya saja, jadi pihak PLN lah yang harus benar-benar membenahi manajemennya agar permasalahan ini bisa teratasi,” tambahnya.

Sebelumnya, puluhan tokoh masyarakat yang mewakili dua kecamatan itu sempat dibuat kesal oleh kebijakan pemadaman bergilir dengan durasi yang tidak menentu oleh pihak PLN, mereka mempertanyakan alasan pihak PLN yang menyebutkan bahwa pemadaman bergilir tersebut dikarenakan banyaknya kerusakan pada mesin pembangkit listrik yang baru sekitar tiga bulan beroperasi.

“Katanya mesin yang disediakan PT WIC (pemenang kontrak daya listrik) ini masih baru, tapi kenapa baru beberapa bulan berjalan sudah banyak mengalami kerusakan,” kata Sekcam Kateman saat mewakili masyarakatnya pada RDP tersebut.

Menurut penyampaiannya, saat ini di Kecamatan Tanah Merah mengalami defisit daya sebesar 250 KW, sedangkan Kecamatan Kateman defisit daya sebanyak 350 KW.

Menyikapi pertanyaan tersebut, manager PT PLN area Rengat mengatakan beberapa kendala yang dialami pihaknya sehingga berimbas kepada pemadaman bergilir tersebut, diantaranya adalah dikarenakan ketidakseimbangan kebutuhan daya yang diminta masyarakat dengan ketersediaan daya yang dimiliki pihaknya.

“Kami akan berupaya secepatnya yaitu pada awal bulan Oktober nanti masalah ini akan diselesaikan, maka untuk sementara kami harap masyarakat bisa bersabar dan mengerti dengan kondisi yang ada dilapangan jika ingin membawa mesin tambahan ke daerah ini,” imbuhnya. (Adi)




Kabut Asap Makin Tebal, Masyarakat Disarankan Kurangi Aktifitas di Luar Rumah

Foto: Adi
Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama di daerah-daerah yang terkena paparan kabut asap disarankan  untuk mengurangi berbagai aktifitasnya di luar rumah.

Saran tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan, dengan kondisi kabut asap makin bertambah tebal, yang menyelimuti langit-langit Kota Tembilahan dan sekitarnya, Kamis (24/9/2015).

Dikatakan Saut, kalaupun harus melakukan berbagai aktifitas di luar rumah, hendaknya menggunakan masker, guna mencegah dan mengantisipasi terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh kabut asap, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Dengan kondisi kabut asap saat ini, sebaiknya kegiatan di luar rumah dikurangi, tapi jika harus juga, sebaiknya pakai masker,” tutur Saut saat berbincang dengan detikriau.org

Selain menggunakan masker, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, masyarakat juga diimbau agar memperbanyak meengkonsumsi air putih, buah-buahan dan vitamin, untuk menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya agar tetap fit.

“Kita harapkan masyarakat lebih peduli dengan kesehatan diri pribadi dan keluarganya, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi)

 




Besok, Jokowi direncanakan Kunjungi Kecamatan Kemuning, Inhil

“Pantau Langsung Kebakaran Lahan dan Hutan”

IMG_20150924_161824 copyTembilahan (detikriau.org) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Esok, Jum’at (25/9/2015) diperkirakan akan tiba di Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut laporan reporter detikriau.org dari Kecamatan Kemuning Mirwan, Kamis (24/9), informasi kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini disampaikan langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan.

“Pak Bupati yang sampaikan, diperkirakan kedatangannya esok, Jum’at (25/9) sekitar pukul 10 Wib. Presiden juga diperkirakan akan mengikuti salat jum’at di Kemuning. ” Laporkan Mirwan

Tadi sore, kamis (24/9) sekitar pukul 16 Wib, rombongan Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman bersama Dandrem dan Kapolda telah berkunjung ke Kemuning. Kedatangan pejabat tinggi di Riau ini disambut langsung oleh Bupati, Kapolres dan Dandim Inhil.

“Plt Gubri beserta rombongan tadi juga sempat menyaksikan upaya pemadaman kebakaran lahan di Desa Lubuk Besar Kecamatan Kemuning” lagi laporkan mirwan

Rombongan Plt Gubri kembali bertolak ke PKU menggunakan helicopter sekitar pukul 17 Wib. (dro)




Jemaah Terjatuh dari Jembatan, Pemicu Terjadinya 453 Korban Tewas dan 719 Luka-Luka dalam Tragedi Mina

“musibah terjadi di pintu masuk jembatan Jamarat dekat Jalan 204 bukan di pilar-pilar lokasi pelemparan batu atau jumrah”

Gbr: CNN
Gbr: CNN

Detikriau.org – Tewasnya 453 korban dan 719 luka-luka dalam tragedi Mina berawal saat beberapa orang jamaah haji terjatuh dari jembatan saat berdesakan di jembatan yang menghubungkan tenda jamaah dengan lokasi lempar jumrah

Diberitakan portal berita CNN, seperti dikutip The Guardian, menurut Brigadir Mansour al-Turki kejadian terjatuhnya beberapa orang jemaah dari jembatan menjadi pemicu kepanikan.

“Dimulai dari sebagian kecil massa jatuh, mereka mulai menginjak-injak, diikuti dengan rasa panik dan upaya untuk melarikan diri dari kerumunan, yang mengarah ke peningkatan jumlah korban,” kata Mansour.

Lokasi tersebut merupakan area dua jalur menuju Mina di mana pilar batu tempat melempar jumrah terletak.

Koresponden Al Arabiya News Channel melaporkan dari ruang gawat darurat rumah sakit di Mina, bahwa musibah itu terjadi di pintu masuk jembatan Jamarat dekat Jalan 204 bukan di pilar-pilar lokasi pelemparan batu atau jumrah.

“Para korban didistribusikan ke empat rumah sakit di dekat area Mina. Beberapa yang korban luka dievakuasi dengan helikopter ke sejumlah rumah sakit di Mekkah,” demikian dilaporkan alarabiya.net, Kamis (24/9).

Sementara itu seperti dilaporkan situs Radio Pakistan disebutkan bahwa musibah terjadi di Maktib nomer 93 di mana sebagian besar jamaah yang menginap adalah yang berasal dari Aljazair. (*/dro)