Satu Hujaman Badik, Adi Rubuh Bersimbah Darah

“Korban, Meninggal ditempat Dengan Badik Masih Melekat di Dada”

!   ANA MOMENT __ 081275934299 __ @FB Afin Trifiana __ 8127712TEMBILAHAN (detikriau.org) – Adi (25) seorang karyawan di salah satu toko pasar jalan Sudirman Tembilahan tewas ditikam di dalam gudang milik Among tempat mereka kerja, Senin (28/9/2015) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan data dirangkum detikriau.org di lapangan, korban merupakan warga Kelurahan Pekan Arba Tembilahan. Sedangkan pelakunya, diketahui berinisial PA (27) warga jalan Pelajar Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Antara pelaku dan korban adalah teman kerjanya sendiri di dalam gudang itu. Dan pelakunya telah kabur,” ujar salah satu petugas kepolisian di lapangan.

Sampai detik ini, kronologis peristiwa itu belum diketahui secara detail, terlebih motifnya. Yang jelas antara kedua karyawan itu sempat adu kekuatan.

Adapun yang menyebabkan Adi tewas adalah tembusnya sebilah pisau badik tepat di dadanya sampai berlumuran darah.

Berselang beberapa menit, petugas kepolisian langsung tiba di lokasi dengan mendatangkan mobil ambulan dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Tembilahan dengan kondisi pisau masih tertancap di dada korban.

Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan terhadap jenazah di RSUD.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian. (mirwan)




Bupati Sambangi Diksar dan Perkemahan Saka Bhakti Husada

diksar_pramukaBAGANSINEMBAH, detikriau.org – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno sempatkan diri meninjau lokasi pendidikan dasar (Diksar) pramuka dan perkemahan Saka Bakti Husada di Kecamatan Bagan Sinembah yang berlangsung di Halaman Gedung PGRI Bagan Sinembah Jalan Lintas Riau-Sumut, Minggu (27/9/2015).

“Kegiatan ini sangat bagus, terus berlatih dan lebih bersemangat lagi,” Sampaikan Suyatno disela peninjauannya.

Kehadiran Bupati saat itu didampingi Plt. Sekda, H. Surya Arfan, camat Bagan Sinembah HM. Nasir, Kapolsek Bagan Sinembah Kompol. Dody H. Kesuma, Danramil 08 Bagan Sinembah Kapt. Inf. Syahnan, Kepala UPTD BPS Bagan Sinembah H. Mus ab Spd dan Kepala UPTD Puskesamas Bagan Sinembah dr. Josafat Silalahi.

Saka Bakti Husada Bagan Sinembah berada dibawah naungan dan pembinaan Puskesmas Bagan Batu, sekaligus salah satu satuan kerja (saka) dalam Majelis Bimbingan Ranting (Mabiran) Kecamatan Bagan Sinembah. Saat ini, dr. Josafat Silalahi menjabat sebagai Kamabisaka Bakti Husada Bagan Sinembah. (humas /adv)




Penjahat Kampung Mainkan Bisnis Mafia, Nah Kan Ke Gari

“Cetak Uang Palsu Dengan Perangkat Komputer Pasaran”

IMG_20150928_153924TEMBILAHAN (detikriau.org) – AS (30) warga jalan H Arif Gg Kampung Baru IV Kecamatan Tembilahan Hulu dibekuk pihak kepolisian karena terbukti telah mencetak uang palsu hingga mengedarkan, Ahad (27/9/2015) kemarin.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Tembilahan Ipda Agus Susanto menjelaskan, tindakan pelaku ini mula diketahui oleh seorang pedagang jalan Baharuddin Yusuf Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Hardiana (32).

Dengan perangkat komputer dan printer pasaran gini AS pede cetak uang palsu...nekad.
Dengan perangkat komputer dan printer pasaran gini AS pede cetak uang palsu…nekad.

Waktu itu (27/9) sekitar pukul 21.00 WIB pelaku belanja 1 Sachet Kopi di warung Hardiana dan menggunakan uang palsu pecahan Rp 10 ribu. Tak lama menerima uang itu, Hardiana langsung memberi tahu kepada suaminya bahwa ia kembali menerima uang palsu dari pelaku.

“Selanjutnya suami pelapor langsung mengejar dan mengamankan terlapor berikut barang bukti berupa pecahan uang Rp 10 ribu sebanyak 5 lembar, 2 Sachet Kopi serta sepeda motor milik terlapor. Saat itu juga, sekitar pukul 22.00 WIB langsung dibawa ke Mapolsek Tembilahan,” terang Agus.

Selanjutnya, sekitar pukul 00.02 WIB Tim Opsnal Polsek Tembilahan melakukan introgasi dan penggeledahan di kediaman AS dan didapatkan sejumlah barang bukti.

Adapun barang bukti tersebut yakni, di ruang tengah rumah ada 1 set Komputer merk Compaq (CPU dan Layar Monitor), 1 Unit Printer merk Canon seri IP2770, 2 lembar Kertas HVS warna putih hasil Printer pecahan uang Rp 10 ribu dan 1 lembar uang palsu pecahan Rp 10 ribu.

Sedangkan barang bukti yang ditemukan di dalam kamar adalah 4 lembar Kertas HVS warna putih hasil Printer pecahan uang Rp 10 ribu, 1 lembar kertas ukuran 1/2  HVS warna putih pecahan Rp 10 ribu dan 1 buah gunting warna hitam.

“Saat ini terlapor serta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tembilahan guna penyidikan lebih lanjut,” tutup Kapolsek. (mirwan)




Cari Ikan, Kaki Bujang Disambar Buaya

Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan
Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Yadi alias Bujang (27) warga Dusun Bunga Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dirawat di rumah sakit karena luka serius pada bagian kaki sebelah kanan akibat disambar Buaya di Sungai Reteh, Sabtu (26/9/2015) kemarin.

Nasib naas yang menimpa anak ke-6 dari 7 saudara ini terjadi ketika ia sedang mencari ikan bersama dua rekannya di sungai Reteh yang hanya selebar lebih kurang 5 meter. Ia turun dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB, berselang 1 jam berikutnya sekitar pukul 09.15 WIB, Bujang diserang seekor Buaya kelaparan.

“Waktu itu, temannya sempat menyalamatkan diri. Namun Bujang tidak, karena ia melakukan perlawanan, akhirnya ia terselamatkan dari gigitan Buaya itu,” sampaikan adik ipar korban, Edi (25) kepada detikriau.org di Tembilahan, Senin (28/9/2015).

Ia menjelaskan, setelah korban berhasil menghentikan serangan Buaya, rekannya langsung membawa ke Puskesmas Kota Baru. Selanjutnya pada malam hari, Bujang langsung dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Akibat kejadian ini bujang mengalami luka-luka mulai dari kaki bawah hingga paha pada bagian sebelah kanan. Sedangkan Buaya, setelah menyerang Bujang, berhasil dibunuh oleh warga setempat. (mirwan)




Diskes Lakukan Rapat Finalisasi Ranperda IMD, DSA dan KTR

image 23TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan rapat finalisasi tim kabupaten terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Desa Siaga Aktif (DSA) dan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Sabtu (26/9/2015).

Rapat yang digelar di Aula Wijaya Kusuma Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan ini, dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes, dr Saut Pakpahan didampingi seluruh Kepala Bidang (Kabid) dan jajaran di lingkungan Diskes, serta dihadiri perwakilan Bagian Hukum Setdakab Inhil.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Diskes, dr Saut Pakpahan mengatakan, hasil dari rapat ini akan diajukan ke Bupati Inhil, untuk dilaksanakan gelar Ranperda antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan tim ahli dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Selanjutnya, barulah diajukan ke DPRD Inhil, untuk dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Gelar Ranperda rencananya akan dilaksanakan pada Bulan Oktober nanti. Sedangkan pengajuan drafnya ke DPRD, berkemungkinan menjelang akhir tahun atau Bulan November mendatang,” tutur Saut.

Adapun tujuan Ranperda tersebut, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, untuk IMD dimaksudkan agar seluruh ibu yang sehat bisa langsung menyusui anaknya setelah melahirkan, sehingga bayi akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sedangkan DSA, diharapkan seluruh desa mampu meningkatkan derajat kesehatan warganya, seperti dengan cara mendata ibu hamil dan merencanakan persalinannya, melakukan imunisasi terhadap seluruh bayi dan lain-lain.

“Untuk KTR, bertujuan menciptakan suasa dan kondisi lingkungan yang sehat, yang bebas dari asap rokok,” terangnya. (adi/adv)




Dewan Minta SKPD Sukseskan Program Pembangunan Daerah

“Masyarakat Tidak Butuh Janji-janji, Tapi Bukti Nyata”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)bIndragiri Hilir (Inhil) meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk mendukung dan mensukseskan berbagai program pembangunan daerah.

Permintaan tersebut disampaikan sejumlah juru bicara (jubir) Fraksi di DPRD Kabupaten Inhil dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Seperti yang diungkapkan Jubir Fraksi Demokrat DPRD Inhil, M Sabit. Dikatakan, tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) membuktikan bahwa Pemkab Inhil melalui SKPD belum piawai dalam menyerap dan menggunakan anggaran untuk pembangunan daerah.

Padahal, saat ini sangat banyak kebutuhan mayarakat yang harus diperhatikan dan menjadi prioritas utama untuk segera dituntaskan, seperti pembangunan jalan, perbaikan perkebunan masyarakat dan lain-lain.

“Diharapkan, persoalan ini dapat dicari solusi dan jalan keluarnya, sehingga pembangunan dan kemajuan daerah tidak terhambat,” tutur Sabit.

Senada dengan itu, Jubir Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Inhil, Edi Hariyanto Sindrang berharap agar keberadaan SKPD, hendaknya dapat membantu kelancaran pelaksanaan dan keberhasilan berbagai program pembangunan daerah yang telah direncanakan sebelumnya.

“Masyarakat tidak butuh janji-janji, tapi bukti nyata. Jadi, marilah kita bekerja dengan baik dan maksimal, serta penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (adi)