Pemerintah Pusat dan Provinsi Diharap Serius Upayakan Percepatan Pembentukan Kab Insel

Bupati Inhil, HM Wardan di dampingi Kabag Administrasi Pemerintahan Umum menandatangani peta tapal batas DOB INSEL beberapa waktu yang lalu
Bupati Inhil, HM Wardan di dampingi Kabag Administrasi Pemerintahan Umum menandatangani peta tapal batas DOB INSEL beberapa waktu yang lalu

Tembilahan (detikriau.org) – Warga Kabupaten Indragiri Hilir bagian selatan berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk serius membantu upaya percepatan pemekaran daerah otonomi baru “Kabupaten Insel”.

Permintaan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga kecamatan reteh Sanusi melalui detikriau.org kemaren. Menurutnya, saat ini masih banyak pembangunan-pembangunan infrastruktur yang ada didaerah Insel yang begitu minim jika dibandingkan daerah-daerah lain.

“dengan mekarnya Insel sebagai wilayah otonomi baru, warga yakini akan dapat mempercepat upaya pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga.” Ujar Sanusi. (fa)

Berikut Petikan Wawancara detikriau.org dengan salah seorang warga Insel, Sanusi :

https://youtu.be/DeN_4KZmzfU




DPRD Inhil Dukung Upaya RSUD PH Tingkatkan Status dari Tipe C ke Tipe B

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan sangat mendukung rencana dan keinginan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan untuk mengubah bangunan gedung dan melengkapi alat kesehatan (alkes) dalam upaya meningkatkan status yang saat ini telah disandangnya, yakni dari Tipe C ke Tipe B pada tahun 2017 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat menghadiri ekspose master plan RSUD PH Tembilahan bersama Komisi IV, yang digelar di Ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (12/10/2015).

Kegiatan yang dipimpin Ketua Komisi IV, H Adriyanto didampingi para anggota ini, turut dihadiri Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, Wakil Ketua DPRD, H Sahruddin, Plt Sekda, H Fauzar serta diikuti Tim TAPD Kabupaten Inhil dan Direktur RSUD PH Tembilahan, dr Irianto beserta jajarannya.

Dikatakan Dani, apabila rencana ini terlaksana nantinya, maka harus juga ada capaian hasil yang maksimal dari manajemen RSUD PH Tembilahan, seperti peningkatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh para petugas kepada masyarakat atau pasien yang berobat di Rumah Sakit berplat merah tersebut.

“Jadi, pembangunan ini jangan hanya sekedar untuk gagah-gagahan saja, tapi harus ada perubahan ke arah yang lebih baik ke depan, contohnya saja dengan berkurangnya penindakan rujukan pengobatan ke Pekanbaru, serta perubahan perilaku dan mental para petugas kesehatan dalam melayani masyarakat atau pasien,” tutur Dani.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Inhil, Sahruddin juga menyatakan sangat menyambut baik rencana untuk perubahan tipe RSUD dari Tipe C ke Tipe B pada tahun 2017 nanti, dan diharapkan bisa segera terwujud guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Lakukanlah semuanya secara bertahap dan terencana, serta maksimalkan pemanfaatan bangunan dan fasilitas yang ada saat ini, sehingga tidak ada yang terkesan mubazir,” tambahnya.

Selanjutnya, anggota Komisi IV DPRD Inhil, Yuliantini menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar ruangan perawatan di RSUD PH sudah tidak memadai dan sangat memprihatinkan.

Untuk itu, rencana pembangunan dan penataan gedung baru ini sangat diperlukan, karena mengingat keberadaan RSUD sebagai tempat pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Contohnya saja ruang jenazah, saya lihat kemarin sudah tidak layak untuk digunakan. Jadi, saya harapkan ada solusi terbaik ke depannya,” kata Yuliantini.

Direktur RSUD PH Tembilahan, dr Irianto dalam paparannya menjelaskan, keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Rumah Sakit yang dipimpinnya saat ini adalah mencapai Rp 168 miliar lebih.

Anggaran sebesar itu, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, diperuntukan bagi pembangunan gedung baru, penataan lingkungan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Sedangkan untuk alat kesehatan (alkes), kita akan meminta bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ini tidak akan sulit,” terangnya.

Menanggapi pemaparan tersebut, Plt Sekda Inhil, H Fauzar mengaku bahwa bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas dan urusan wajib Pemda, dalam upaya menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang baik dan maksimal yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Jadi, perlu dukungan penuh dari kita semua, khususnya dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” imbuhnya. (adi)




Pemberian POMP Filariasis Tahap ke IV, Tenaga Kesehatan Antarkan Obat Door to Door

pemberian-obat-massal-pencegahan-pomp-filariasis-7-638TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dilaksanakan selama sebulan penuh di Bulan Oktober 2015, yang diantar langsung door to door oleh tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Saut, khusus untuk daerah yang baru pertama kali melakukannya, POMP Filariasis dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2015 lalu, yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Kita di Inhil sudah memasuki tahun keempat, dimana kali ini pencanangannya dilakukan di masing-masing kecamatan oleh Camat dan Kepala Puskesmas setempat, yang obatnya diberikan langsung kepada masyarakat,” tutur Saut.

Sementara itu, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, di sebagian tempat pemberian obat pencegah penyakit yang dikenal juga dengan sebutan kaki gajah telah disiapkan di Posyandu dan Puskesmas. Kemudian, dipersilakan masyarakat mengambilnya di lokasi yang telah ditetapkan tersebut.

“Pemberian obat yang disediakan dan didistribusikan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini, strateginya tergantung Posyandu dan Puskesmas masing-masing,” terang Saut seraya menjelaskan bahwa obat yang disalurkan adalah untuk 500 ribu penduduk di Negeri Seribu Parit. (adi/adv)




Bupati Inhil Gelar Dialog Bersama Kepala SMA/SMK se Inhil

“Sempena Syukuran Penempatan Gedung Baru SMAN 2 Tembilahan”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – SMA Negeri 2 Tembilahan kota menggelar dialog bersama Bupati Indragiri Hilir (Inhil) dalam rangka syukuran penempatan gedung baru SMA Negeri 2 Tembilahan, Senin (12/10/2015).

Dialog ini berlangsung di aula SMA Negeri 2 Tembilahan kota jalan Tanjung Harapan yang dihadiri langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan didampingi Kepala Disdik Inhil, dan sejumlah kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Inhil.

Bupati mengatakan, dari dialog itu sangat banyak mendapat masukan-masukan terkait penyusunan program strategis untuk memajukan Kabupaten Inhil, khususnya dibidang pendidikan.

“Kita dari pemerintah terus menampung masukan-masukan, yang penting masukan itu bernilai untuk meningkatkan kemajuan pendidikan Inhil. Seperti kritikan, jika kritikan maka disampaikan juga solusinya,” ungkap Wardan.

Setelah pelaksanaan dialog tersebut, mantan Kepala Disdik Provinsi Riau ini meminta kepada setiap sekolah memiliki suatu media sebagai sarana tambahan untuk menyampaikan aspirasi serta kegiatan lainnya yang kemudian dibuat notulen dan disampaikan kepada Bupati.

Hal tersebut katanya merupakan sebuah masukan, ide-ide dan pemikiran potret pendidikan sebagai langkah dikemudian hari supaya bisa mengetahui permasalahan yang ada sehingga dapat dicarikan solusi terbaik oleh pemerintah.

“Jikapun sekarang ini ada usulan-usulan, maka akan disusun terlebih dahulu kegiatannya untuk tahun 2016 mendatang,” tutup Bupati. (mirwan)




Bupati Inhil: Kehadiran LAMR Membantu Pemerintah

Bupati saat mengunjungi kawasan hutan mangrove di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh kemaren
Bupati saat mengunjungi kawasan hutan mangrove di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh kemaren

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengatakan bahwa kehadiran Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) itu dapat membantu kinerja kepemerintahan. Alasannya, para pengurus LAMR merupakan tokoh masyarakat yang dinilai mampu mengayomi masyarakat secara umum.

“Kalau kita lihat kepengurusannya, mulai dari pimpinan hariannya memang tokoh-tokoh masyarakat yang disegani. Bagi mereka tidak sulit lagi untuk membangun daerah jika bersama-sama dengan pemerintah,” ungkap Wardan usai mengukuhkan pengurus LAMR Kecamatan Mandah masa jabatan 2015-2020 di Gedung Serba Guna Mandah, Minggu (11/10/2015), kemarin.

Bahkan ia mengatakan kalau kehadiran LAMR saat ini tidak lagi sebatas lembaga etnis ataupun lembaga kesukuan, tetapi sebagai wadah berhimpunnya semua komponen paguyuban. Artinya, paguyuban-paguyuban yang ada saat ini dipayungi oleh LAMR, khususnya di Kecamatan Mandah.

Dengan demikian, Bupati Inhil yang bergelar Datuk Setia Amanah Mangku Marwah Wangsa ini meminta kepada pengurus yang baru dikukuhkan untuk betul-betul dapat mengayomi semua komponen yang ada. Terlebih lagi dapat membantu program yang dijalankan oleh pemerintah.

“Saya harap pengurus LAMR yang baru dikukuhkan ini bersatupadu bersama-sama pemerintah kecamatan dan jajarannya untuk mendukung dan membantu sepenuhnya berbagai program-program yang dicanangkan pemerintah,” pesannya. (mirwan/adv)




Bupati TInjau langsung Berbagai Kegiatan Pramuka

sakaTANAHPUTIH – BERBAGAI aksi ditunjukkan pramuka puteri dan putra yang dibawah binaan polsek selingkungan polres Rokan Hilir saat memperlihatkan kebolehan dihadapan Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno.

Pada Ahad (10/10) siang, cuaca cukup bersahabat, angin lembut menerpa kulit. Bertempat di bumi perkemahan Polres Rohil dipinggir, Jalan Lintas Sumatera, di Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Bupati dan rombongan melihat satu persatu kondisi tenda, keterampilan pramuka serta atraksi yang disajikan dengan menarik.

Ketika pertama menyambangi tenda Saka Bhayangkara binaan Polsek Bagan Sinembah, puluhan siswa berseragam lengkap menyambut penuh semangat. Mereka bernyanyi bergantian. Bupati Suyatno yang mendapatkan sambutan demikian turut bersemangat bertepuk tangan.

Bupati juga meninjau kondisi dalam tenda peserta kemah. Bahkan dia tertarik untuk mencicipi kacang goreng yang ada. “Ini saya ambil ya,” katanya kepada salah seorang pramuka siswi.

Setelah itu bupati meneruskan peninjauan ke Saka Bhayangkara binaan Polsek Batu Hampar, Tanah Putih dan lain-lain. Sampai di depan tenda Bhayangkara Polsek Kubu, kali ini lebih meriah lagi karena jumlah peserta pramuka yang lebih banyak dibandingkan tenda lain yang telah ditinjau.

Para siswi tampak kompak berpakaian lengkap dengan penutup kepala kain berwarna kuning, sangat serasi. Pramuka ini juga menyanyi kompak, dan mendapatkan kesempatan bersalaman dengan bupati.

“Memang ini yang paling ramai kalau saya lihat di polsek Kubu, berarti pembinaannya telah berjalan dengan baik, bagus ini pertahankan,”puji Suyatno.

Satu lainnya yang menarik perhatian saat saka bhayangkara polsek Bangko tampil, karena bukan hanya menyanyi tapi turut menampilkan gerakan yang atraktif. Bahkan memiliki celetukan lucu, “Kami Ko Apolah….” seru mereka, hal ini sukses membuat para hadirin tertawa.

Bahkan bupati meminta agar persembahan tersebut diulang kembali.Kondisi tenda para pramuka memang tidak sama, ada beberapa tenda ataupun pramuka yang tampil seadanya. Dengan hanya tenda biasa yang tidak anti air, sebaliknya beberapa saka seperti binaan polsek Bangko, Bagan Sinembah, Kubu jika dinilai dari perlengkapan sangat baik, memadai bahkan seragam yang dikenakan lebih bagus dan lengkap.

Bupati mengatakan, pramuka ada kegiatan yang baik dalam membina mental siswa. Apalagi di zaman sekarang yang penuh dengan tantangan dan modernisasi saat ini. “Pramuka terbukti telah mampu menciptakan generasi muda yang baik dan bermental, kami sangat mendukung kegiatan ini,” katanya. (humas / adv)