Kasus Malaria Meningkat di Inhil, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

AB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Peningkatan kasus malaria di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, Rahmi Indrasuri, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles ini. 02/11/24

“Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, yang berkembang biak di genangan air kotor dan lembab. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah pencegahan yang sangat penting,” kata Rahmi.

Kadiskes menegaskan bahwa masyarakat perlu aktif dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti membersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk. Rahmi juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan obat anti-nyamuk, khususnya saat berada di luar rumah.

“Nyamuk Anopheles biasanya menggigit mulai dari senja hingga malam hari. Oleh karena itu, sebaiknya warga menghindari aktivitas di luar rumah pada jam-jam tersebut. Jika harus keluar rumah, gunakan perlindungan seperti obat nyamuk oles. Untuk tidur, gunakan kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk,” jelasnya.

Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kasus malaria tinggi diminta untuk lebih waspada dan menjalankan langkah-langkah pencegahan ini secara konsisten. Dinas Kesehatan juga terus mengedukasi masyarakat terkait bahaya malaria dan cara menghindarinya.

Peningkatan kewaspadaan dan kerja sama masyarakat diharapkan dapat menekan angka kasus malaria di Inhil. (Adv) 




Kadiskes Inhil : 1000 Hari Pertama Kehidupan Priode Kritis Tumbuh Kembang Anak

ARB INDONESIA, INDRAGIRI – INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, menekankan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi bayi, yang merupakan periode kritis dalam tumbuh kembang anak. 02/11/24

Masa ini dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, mencakup perkembangan otak yang signifikan, di mana lebih dari satu juta koneksi saraf baru terbentuk setiap detik.

Pada periode Penelitian menunjukkan bahwa intervensi selama masa ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang pada perkembangan anak, termasuk peningkatan kemampuan kognitif dan fisik. 

Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang anak sangat dianjurkan, terutama untuk anak-anak di bawah usia dua tahun, untuk memastikan mereka mencapai tonggak perkembangan yang sesuai dengan usia mereka., nutrisi yang cukup, lingkungan yang mendukung, dan interaksi positif dengan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak di masa depan. 

Dijelaskannya, menurut Unicef dukungan yang tepat selama 1000 hari pertama dapat meningkatkan kemampuan anak untuk tumbuh, belajar, dan bangkit dari kemiskinan. Karena itu, pemerintah telah menggalakkan program 1000 Hari Pertama Kehidupan sejak 2010, yang melibatkan berbagai pihak untuk memberikan perhatian khusus pada kebutuhan pangan, kesehatan, dan gizi ibu hamil dan anak-anak di bawah dua tahun. 

Penelitian menunjukkan bahwa intervensi selama masa ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang pada perkembangan anak, termasuk peningkatan kemampuan kognitif dan fisik. 

Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang anak sangat dianjurkan, terutama untuk anak-anak di bawah usia dua tahun, untuk memastikan mereka mencapai tonggak perkembangan yang sesuai dengan usia mereka. (Adv) 




Dinkes Inhil Berikan Edukasi Beberapa Makanan Yang Harus Dihindari Anak Dibawah 1 Tahun

Pada usia di bawah 1 tahun, ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – bayi masih berada dalam fase perkembangan sistem pencernaan yang belum sempurna. Beberapa jenis makanan bisa berisiko terhadap kesehatan mereka dan harus dihindari. 02/11/24 

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) memaparkan beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia 1 tahun diantaranya sebagai berikut:

1. Madu

Madu berpotensi mengandung Clostridium botulinum, bakteri yang dapat menyebabkan botulisme, gangguan serius pada saraf bayi. Sistem pencernaan bayi belum cukup matang untuk melawan bakteri ini.

2. Susu Sapi Murni

Susu sapi belum dapat dicerna dengan baik oleh bayi di bawah 1 tahun. Kandungan protein dan mineralnya terlalu tinggi untuk ginjal bayi, serta dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga meningkatkan risiko anemia.

3. Garam

Bayi di bawah usia 1 tahun hanya membutuhkan sedikit garam. Makanan dengan garam berlebih, seperti makanan olahan atau bumbu masakan, dapat membebani ginjal mereka yang masih berkembang.

4. Gula dan Makanan Manis

Gula tambahan dalam makanan bayi, seperti kue, cokelat, atau jus kemasan, tidak diperlukan dan bisa menyebabkan kerusakan gigi serta membentuk kebiasaan makan tidak sehat di kemudian hari.

5. Kacang Utuh atau Makanan Bertekstur Keras

Kacang utuh, popcorn, atau potongan buah dan sayur yang besar dapat meningkatkan risiko tersedak. Semua makanan harus disajikan dalam bentuk halus, cincang, atau puree untuk bayi.

6. Makanan Pedas dan Berbumbu Tajam

Sistem pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan pedas atau berbumbu tajam seperti cabai, lada, atau rempah-rempah kuat lainnya, yang bisa menyebabkan iritasi pada perut.

7. Ikan atau Daging Mentah

Ikan mentah, seperti sushi, serta daging setengah matang dapat mengandung bakteri atau parasit yang berbahaya bagi bayi. Semua makanan hewani harus dimasak dengan sempurna.

8. Minuman Berkafein dan Bersoda

Minuman seperti teh, kopi, atau soda tidak cocok untuk bayi karena mengandung kafein atau zat tambahan yang berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan sistem saraf mereka.

9. Telur Setengah Matang

Telur yang belum matang sempurna berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Pastikan telur dimasak hingga benar-benar matang sebelum diberikan.

10. Makanan dengan Aditif

Pewarna, pengawet, atau pemanis buatan sering ditemukan dalam makanan olahan dan tidak cocok untuk bayi. Zat-zat ini bisa memicu alergi atau gangguan kesehatan lainnya.

Para orang tua disarankan untuk memperkenalkan makanan secara bertahap sesuai usia bayi dan mengikuti panduan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi untuk memastikan asupan makanan bayi sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan perhatian yang tepat, tumbuh kembang bayi akan lebih sehat dan optimal. (Adv) 




Kadiskes Inhil Tekankan Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah resistensi antibiotik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, telah menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang bijak. 01/11/24 

Menurut Rahmi, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan resep dokter atau berlebihan dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten, sehingga antibiotik menjadi kurang efektif dalam mengobati infeksi. Salah satu langkah yang ditekankan adalah pentingnya konsumsi air putih yang memadai untuk mendukung kesehatan tubuh. 

Upaya pencegahan stunting juga menjadi fokus, dengan mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. D engan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan terhindar dari berbagai penyakit. (Adv) 




Dinkes Inhil Berikan Tips Atasi Nyeri Tubuh Pada Ibu Hamil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Masa kehamilan sering kali diiringi oleh keluhan nyeri di berbagai bagian tubuh, seperti punggung, pinggul, dan kaki. Hal ini wajar terjadi akibat perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan. 01/11/24 

Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan panduan bagi ibu hamil untuk mengatasi nyeri dengan cara yang aman dan efektif.

Penyebab Nyeri pada Ibu Hamil

Menurut penjelasan Dinas Kesehatan Inhil, nyeri selama kehamilan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Perubahan Hormonal: Hormon relaksin membuat ligamen menjadi lebih lentur untuk persiapan persalinan, yang dapat menyebabkan ketegangan pada sendi.

2. Pertambahan Berat Badan: Beban tambahan memberikan tekanan pada otot dan tulang, terutama di area punggung dan kaki.

3. Perubahan Postur Tubuh: Perut yang semakin besar mengubah postur tubuh, sehingga menambah tekanan pada punggung bawah.

Cara Mengatasi Nyeri Saat Hamil

Dinas Kesehatan Inhil menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan ibu hamil untuk meredakan nyeri:

1. Olahraga Ringan

Lakukan olahraga seperti yoga prenatal, jalan kaki, atau berenang untuk meningkatkan fleksibilitas dan sirkulasi darah.

Senam hamil juga dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung dan pinggul.

2. Gunakan Bantuan Bantal

Gunakan bantal hamil untuk mendukung tubuh saat tidur. Posisi tidur menyamping dengan bantal di antara lutut dapat mengurangi tekanan pada punggung.

3. Pijat Kehamilan

Pijat lembut dengan bantuan tenaga profesional dapat membantu meredakan ketegangan otot. Pastikan pijatan dilakukan oleh terapis yang berpengalaman menangani ibu hamil.

4. Kompres Hangat atau Dingin

Gunakan kompres hangat di area yang nyeri untuk meredakan ketegangan otot. Untuk nyeri yang disertai pembengkakan, gunakan kompres dingin.

5. Perhatikan Postur Tubuh

Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan kursi dengan sandaran yang baik dan pastikan posisi duduk nyaman.

Saat mengangkat barang, tekuk lutut dan hindari membungkukkan punggung.

6. Konsumsi Makanan Bergizi

Pastikan asupan kalsium dan magnesium yang cukup untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Konsultasikan suplemen tambahan dengan dokter kandungan.

7. Istirahat yang Cukup

Berikan waktu untuk tubuh beristirahat, terutama saat merasa lelah. Kurangi aktivitas berat yang memperburuk nyeri.

Konsultasikan ke Tenaga Medis

Jika nyeri tidak kunjung reda atau terasa semakin parah, ibu hamil disarankan segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada masalah serius yang mendasari, seperti preeklamsia atau gangguan tulang belakang.

Dinas Kesehatan Inhil mengingatkan bahwa menjaga kesehatan ibu hamil tidak hanya penting bagi ibu sendiri, tetapi juga untuk pertumbuhan janin. Dengan langkah-langkah sederhana ini, diharapkan ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan nyaman dan sehat. (Adv) 




Cawako Dumai, Ferdiansyah : Saya Berhutang Budi dengan Orang Miskin

ARB INdonesia, DUMAI – Calon Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah mengaku kesuksesan yang Ia raih dalam berusaha tak terlepas dari kerja keras, doa orang tua dan bantuan orang lain. Salah satunya dari orang miskin yang pernah memberinya makan.

“Saat saya pulang mengolah lahan untuk perkebunan, mobil saya mogok di jalan. Posisinya jauh dari kebun dan jalan besar. Jaringan telpon tak ada. Untungnya ada yang lewat dan membantu,” kata Ferdiansyah dengan mata berkaca-kaca saat Kampanye di Tanjung Penyembal, Rabu (30/10/2024) sore.

Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2000. Ketika ia disuruh pulang ke Dumai oleh orang tuanya setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Trisakti Jakarta.

Saat disuruh pulang, bukannya diberi fasilitas enak untuk berusaha. Namun hanya disediakan lahan yang digarap untuk perkebunan dan bibit kelapa sawit.

“Sebagai orang yang sudah lama di kota besar, tugas yang diberikan papa ini awalnya terasa berat. Apalagi saat itu jalan di Kecamatan Sungai Sembilan sangat buruk. Lebih parah dari kubangan kerbau,” katanya.

Ferdi mengaku lima tahun mengalami masa kesulitan itu. Hampir tiap hari tidur di kebun. Kecuali malam Sabtu dan malam Minggu.

“Saat pulang ke rumah itulah, tiba-tiba mobil saya mogok di jalan akibat terpuruk. Hari menjelang malam dan saya sendirian waktu itu,” cerita Ferdi.

Untungnya, selepas Maghrib ada orang yang juga pulang dari kebun naik sepeda motor membonceng istri dan 2 anaknya. Mereka berhenti dan menawarkan pertolongan. Kebetulan gubuk mereka tak jauh dari lokasi mobil Ferdi mogok.

“Lepas Isya mereka mengantarkan makanan untuk makan malam dan menemani saya di mobil sampai pagi. Hingga keesokan harinya, atas jasa warga datang mekanik untuk memperbaiki mobil saya,” terang Ferdi.

Atas pertolongan warga itu, Ferdi berniat membalas jasa. Apalagi saat melihat rumah mereka hanya gubuk dengan dinding gedek dari pelepah kelapa sawit dan atap terpal.

“Saya terkejut. Mereka menolak balas jasa yang saya berikan. Kata mereka, mereka ikhlas membantu. Jujur saya sangat terkesan dengan keikhlasan mereka. Meskipun mereka hidup susah. Saya berhutang Budi dengan orang miskin seperti mereka,” kata Ferdi.

Pengalaman itu menjadikan tekad Ferdi untuk membantu mereka yang hidupnya susah. Dan itu berlangsung hingga saat ini.

Ini pula alasan mengapa Ia dan H. Soeparto menjadikan program insentif bagi yatim piatu, fakir miskin, disabilitas dan lansia sebagai salah satu program utama.

“Mereka punya hak sejahtera yang sama dengan kita. Dengan insentif atau bantuan ekonomi yang lebih merata, akan banyak yang punya harapan untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” kata Ferdi. (*)