Video Conference, Suyatno Sampaikan Persoalan Program Filariasis

video_confrenceBAGANSIAPIAPI, – Halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Rohil yang menjadi pusat kegiatan video conference antara Bupati Rohil H Suyatno dengan Menteri Kesehatan RI Prof dr Nila Djuwita F Moeloek SpM, Kamis (1/10) sekitar pukul 14.25 WIB. Saat video conference berlangsung, hujan deras turun mengguyur di lokasi tersebut.

Saking semangatnya dengan program video conference pada pencanangan bulan eliminasi kaki gajah, Suyatno menyampaikan yel-yel semangat yang dikuti seluruh petugas kesehatan. “Merdeka,” tegas Suyatno sambil dibarengi tepuk tangan yang bergemuruh dari petugas kesehatan serta undangan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Suyatno menggambarkan tentang kondisi penyakit kaki gajah atau filariasis. Dimana, kegiatan pemberantasan dan pencegahan kaki gajah di Kabupaten Rohil sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 yang lalu.

“Setiap tahun ini terus kita lakukan. Di 2015 ini merupakan tahap yang keempat,” kata Suyatno. Jumlah penyakit kaki gajah di wilayah Kabupaten Rohil sebanyak 42 kasus. “Itu merupakan kasus lama. Sampai saat ini tidak ada penambahan,” kata Suyatno.

Sebagai wujud keseriusan dalam memberantas dan memerangi penyakit kaki gajah, Suyatno bersama Wakil Bupati Erianda dan Plt Sekda Drs H Surya Arfan Msi serta Kepala Dinas Kesehatan dr H Muhammad Junaidi Saleh maupun undangan lainnya meminum obat. “Alhamdulillah, semua lancar-lancar saja,” kata Suyatno.

Guna mendukung kelancaran pelaksanaan pencanangan bulan eliminasi kaki gajah di Kabupaten Rohil, berbagai kebijakan telah diambil. Di antaranya mengaktifkan semua pos pelayanan kesehatan sebanyak 509 titik yang tersebar di semua daerah di Kabupaten Rohil.

“Puskesnas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan,” kata Suyatno.
Selain itu, Suyatno juga menyampaikan permohonan agar pihak Kementerian Kesehatan RI dapat memperhatikan kondisi Kabupaten Rohil. Di mana, sebagai daerah yang berada di pesisir pantai, kabupaten berhadapan dengan sejumlah tetangga.

Sebagai daerah yang berada di jalur strategis, lanjut Suyatno, dipandang perlu pihak Kementerian Kesehatan RI menggelontorkan dananya guna mendukung kelancaran pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.

“Ini saja harapan dan permohonan kepada Ibu Menteri Kesehatan,” kata Suyatno. (humas/adv)




Wabah Diare di Inhil, 18 Dirawat, 1 Meninggal Dunia

Plt Kepala Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kepala Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan

Tembilahan (detikriau.org) – Peningkatan kasus diare ini terjadi dikabupaten inhil, dalam kurun waktu tiga hari tercatat delapan belas  warga yang terpaksa harus dirawat di rumah sakit umum daerah puri husada tembilahan, peningkatan kasus diare ini dipicu karena banyaknya warga yang mengkonsumsi air hujan yang dianggap kurang bersih saat berada di musim kemarau. Jum’at (2/10/2015)

 Peningkatan kasus diare ini tidak hanya terdapat di RSUD Puri Husada Tembilahan saja, akan tetapi peningkatan ini juga terjadi di beberapa rumah sakit yang ada dikabupaten inhil seperti RS Raja Musa Guntung dan RS Tengku Sulung Pulau Kijang serta seluruh Puskesmas dan Pustu sekabupaten Inhil.

Menanggapi maraknya kasus diare yang mengancam kesehatan warga yang ada dikabupaten inhil. plt kadis kesehatan kabupaten inhil, dr Sahut Pahpahahan mengatakan, akan mempersiapkan petugas khusus yang di peruntungkan dalam membantu pelayanan kesahatan akibat diare tersebut, selain itu sahut pahpahan juga menghimbau agar masyarakat untuk merebus air minum hingga matang sebelum dikonsumsi, hal ini bertujuan guna mencegah terjangkitnya penyakit diare di kalangan masyarakat.(fa)




Lagi-Lagi Ulah Asap, Pertandingan Sepakbola Bupati Cup Ditunda Hingga November

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pertandingan sepak bola Bupati Cup antar kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditunda hingga bulan November 2015 mendatang. Penundaan ini dikarenakan kondisi alam masih belum kondusif diakibatkan ketebalan kabut asap.

“Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya pada tanggal 29 September, namun karena asap tebal maka kita tunda,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil Rudiansyah melalui Sekretaris Dinas, Palisman.

Kebijakan itu katanya terpaksa dilakukan, dari pada memaksakan pertandingan pada kondisi bencana alam kabut asap, bukannya mendapat kebugaran badan, namun justru menjadi penyebab timbulnya penyakit kepada pemain hingga sejumlah penonton nantinya.

Apalagi telah diketahuinya, ketebalan kabut asap di Kabupaten Inhil ini telah mencapai level berbahaya dan memang diharuskan untuk menghindari udara berkabut tersebut.

“Untuk sementara kita tunda dulu sampai November, sampai tanggal berapanya belum kita pastikan. Mudahan saja kabut asap bisa reda pada bulan itu,” harapnya. (mirwan)




Bupati Inhil : PKKG Bukan Tempat Maksiat

“Pemkab Inhil melalui Satker terkait tampaknya memanglah harus benar-benar melakukan pengawasan dengan lebih ketat. Kata pepatah, “ tak mungkin ada asap kalau tidak ada api” jadi keharusan untuk dipedomani agar wadah yang dibuka dengan “Maulid Habsi” ini tetap berjalan sebagaimana cita-cita awalnya”

dsc_0311TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menegaskan bahwa Pasar Kuliner Kelapa Gading (PKKG) di jalan HR Soebrantas Tembilahan bukanlah tempat maksiat.

Untuk menjaganya, Pemkab Inhil menerapkan sejumlah aturan, seperti misalnya lokasi PKKG harus diberikan penerangan yang mencukupi, tidak dibenarkan adanya tempat yang remang-remang. Demikian juga hal lainnya seperti jarak antara satu warung dengan warung lainnya tidak dibenarkan untuk disekat atau didinding. Larangan untuk membunyikan alat musik dengan suara keras termasuk pembatasan jam operasional.

Meskipun begitu Bupati juga mengakui ada sebagian aturan yang didapati masih dilanggar.

“Berdasarkan laporan pantauan petugas satpol PP, dari beberapa aturan itu ada yang dilanggar. Seperti suara musik yang dibunyikan cukup kencang. Saya berkomitmen untuk menerapkan aturan agar PKKG tidak disalahgunakan,” Tegas Bupati baru-baru ini di Tembilahan

Namun jika masih ada yang tidak benar didalamnya, ditambahkan Bupati, itu hanya ulah segelintir orang.

“Yang jelas Pemkab Inhil menyediakan PKKG bukan untuk tempat maksiat.” Kembali ditegaskan Bupati.

Pasar kuliner Kelapa Gading yang merupakan lokasi pemindahan Pujasera Jalan Kapten Muchtar Tembilahan ini belakangan memang kerap terhembus kabar negatif. Dikabarkan, PKKG berangsur-angsur menjelma sebagai wadah praktik maksiat.

Minuman keras, pelayan genit berpakaian sexy berusia belia, suara musik hot dan bahkan juga berhembus kabar menjadi wadah transaksi esek-esek.

Pemkab Inhil melalui Satker terkait tampaknya memanglah harus benar-benar melakukan pengawasan dengan lebih ketat. Kata pepatah, “ tak mungkin ada asap kalau tidak ada api” jadi keharusan untuk dipedomani agar wadah yang dibuka dengan “Maulid Habsi” ini tetap berjalan sebagaimana cita-cita awalnya. (dro/mirwan)




Diwakili Asisiten III, Bupati Inhil Buka Kegiatan Sosialisasi dan Pendistribusian KIS Tahap I

Asisten III Setdakab Inhil, Afrizal saat menyampaikan sambutan saat membuka Sosialisasi Penyerahan KIS tahap I
Asisten III Setdakab Inhil, Afrizal saat menyampaikan sambutan saat membuka Sosialisasi Penyerahan KIS tahap I

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan melalui Asisiten III Setdakab Inhil, Afrizal berharap pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) benar-benar tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat bagi penerima untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Harapan ini disampaikan Afrizal dalam sambutannya saat membuka kegiatan sosialisasi dan penyerahan KIS di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Kamis (1/10/2015).

Dijelaskan mantan Kepala BKD Inhil ini, KIS ini tidak membebani peserta  tapi di dibiayai oleh Pemerintah.

“Makanya yang mendapatkan KIS ini terbatas, sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintah. Kita tentunya berharap pendataan masyarakat penerima KIS melalui Dinas terkait benar -benar valid dan tepat sasaran,” Harap Afrizal

Pada kegiatan yang dihadiri perwakilan BPJS yakni Kepala unit Manajemen Kepersertaan dan  Unit Pengendalian Mutu dan Penanganan Pelayanan Pengaduan Peserta (MKUPMP4) Erinaldi Mukhlis, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Dinas Sosial serta beberapa camat di Inhil kali ini merupakan pendistribusian KIS tahap pertama bagi 12.174 penerima dari jumlah total sebanyak 43.476 penerima KIS se Inhil

Pendistribusian Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN tahap pertama ini diberikan kepada 8 Kecamatan yakni Kecamatan  Batang Tuaka, Gaung, Kemuning, Keritang, Tembilahan, Tembilahan Hulu, Kempas dan Tempuling. (mirwan/adv)




Bupati Ikuti Panen Raya di Rimba Melintang

Bupati mencoba mengoperasionalkan Alat mesin pertanian
Bupati mencoba mengoperasionalkan Alat mesin pertanian

RIMBAMELINTANG, detikriau.org – Bupati Rokan Hilir, Riau H Suyatno melakukan panen raya padi milik kelompok tani Sido Maju diKepenghuluan Teluk Pulau Hulu, Kecamatan Rimba Melintang, Rabu (30/9/15). Hadir bersama Bupati, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, dandim 0303 bengkalis, Kajari Bagansiapiapi Bimo Suprayoga.

Panen padi berjenis mekongga, situbagendit, serang yang merupakan varietas unggul.
dilahan seluas 185 hekatar ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para petani dalam mengembangkan pertanian padi, yang tak kalah pentingnya juga untuk memenuhi program pemerintah pusat dalam memenuhi swasembada pangan.

Suyatno mengatakan panen raya padi yang telah dilaksanakan merupakan wujud nyata dari pemkab rohil untuk mendukung program pemerintah pusat dalam memenuhi swasembada pangan nasional.

Suyatno menjelaskan bahwa kecamatan rimba melintang pernah dinobatkan sebagai lumbung padi di tingkat provinsi Riau.

“namun hingga saat ini nama harum tersebut kian menghilang diakibatkan alih fungsi lahan yang dilakukan masyarakat yang cukup tinggi. untuk itu pemkab rohil bersama dprd akan bekerjasama untuk membentuk sebuah perda terkait alih fungsi lahan, sehingga lahan pertanian yang saat ini dinilai cukup, tidak dialih fungsikan kelahan perkebunan sawit oleh masyarakat,”kata suyatno.

Dalam kesempatan itu Bupati Rokan Hilir Suyatno menyerahkan bantuan berupa traktor roda empat sebanyak dua unit, handtraktor 20 unit, pompa air 9 unit, comben harfes 7 unit.

“sejauh ini pemkab rohil sudah menerima alat mesin pertanian berjumlah 44 unit. direncanakan pada bulan oktober dan november akan diserahkan bantuan berupa handtraktor berjumlah 42 unit ke petani. Pada tahun 2015 pemkab rohil juga menerima bantuan alat mesin pertanian dari pemerintah pusat melalui dana APBN Sebanyak 86 unit.diharapkan kepada kelompok tani dapat mepergunakan alat tersebut sesuai dengan fungsinya,” pungkas Suyatno (humas /dro/adv)